
Rini merebahkan tubuhnya di atas kasur dan menangis seorang diri di dalam kamar, hatinya sungguh terasa sakit atas tuduhan dari Rendi tanpa mau mendengarkan penjelasan darinya.
Rini bangun dari rebahannya untuk mengambil handphone miliknya yang diletakkan di meja, lalu menghubungi seseorang.
"Halo....lo lagi dimana?Ada acara gak hari ini,kita ketemuan yok!Di supermarket dekat kontrakan gue ya?
Ya sudah...bay....."Kata Rini kepada seseorang di dalam telepon,lalu Rini mengakhiri panggilan telponnya.
Rini mengambil jaket miliknya yang digantung di balik pintu kamar, Rini bersiap-siap untuk pergi menemui seseorang yang tadi di hubunginya.
Sementara Rendi pergi mengendarai motornya dengan kecepatan penuh menuju suatu tempat.
Rendi pergi ke pantai tempat yang biasa Rendi kunjungi sewaktu masih kuliah dulu, tempat yang biasa dikunjungi ketika saat sedang ada masala.Setiap ada masalah, Rendi selalu pergi ke sana untuk menenangkan hatinya.
Setelah cukup lama mengendarai motornya akhirnya sampai juga di pantai favorit Rendi.
Rendi memarkirkan motornya dan berjalan kepinggir pantai,dia mengambil beberapa batu kecil yang ada di pinggir pantai dan melempar batu-batu itu ke dalam air.
Cemplung.....
bunyi air ketika Rendi melempar batu itu kedalamnya.
"Gue gak nyangka,lo bakalan berbuat seperti itu dibelakang gue Rini...
Kenapa....?Kenapa lo lakukan itu ke gue,apa salah gue sampai lo berani selingkuh di belakang gue...gue benci lo Rini...gue benci lo.....!"Teriak Rendi sambil melempar batu-batu kecil itu kedalam air pantai.
Cemplung....
seseorang melempar batu juga dari samping, Rendi menoleh kesampingnya, terlihat seorang gadis remaja berdiri di sampingnya, umur gadis remaja itu kira-kira baru 16 tahun,dia sedang melempar batu-batu kecil juga mengikuti dirinya.
"Hai kak ...gue temenin ya....gak apa-apa kan,he..he..."Kata gadis remaja itu menoleh ke Rendi sambil tertawa kecil memamerkan deretan giginya yang rapi.
Rendi terlihat cuek tidak memperdulikan ucapan gadis remaja itu.Rendi kembali menatap pantai sambil melempar batu terakhirnya.
__ADS_1
"Ayok kita teriak sama-sama kak,agar kita meras lega."Kata gadis itu sok kenal sok dekat.
"Lo siapa?"Tanya Rendi ketus.
"Kenalkan..nama gue Sisil,gue juga lagi kesel sama nyokap gue nih kak,gue pingin melanjutkan sekolah SMA di Jakarta aja malah suruh mondok di Jawa.Kesel gue....!"Kata gadis remaja itu dengan PD nya.Gadis remaja itu nampak kesal, bicara terus terang meski mereka tidak saling mengenal.
"Hah...bodoh amat..."Kata Rendi cuek.
"Ih sombong amat sih kak?Gak apalah kita saling curhat sama-sama lagi patah hati.
Masnya lagi patah hati sama ceweknya ya? Kalau gue lagi patah hati sama nyokap gue,kesel gue...kesel banget."Kata gadis remaja itu sambil melempar batu-batu kecil kedalam air.
Cemplung... Cemplung...
"Kenapa orang tua lo suruh lo mondok di Jawa?"Tanya Rendi dengan suara ketus
"Tau tuh nyokap... katanya kalau di Jawa gue biar jadi wanita kalem gak sering keluyuran seperti di Jakarta."Kata gadis remaja itu sambil cemberut.
"La terus kenapa lo gak mau?'Tanya Rendi lagi tapi masih bersikap angkuh.
"Kalau boleh tau, kenapa mas marah-marah, pasti gara-gara ceweknya selingkuh kalau gak ceweknya minta putus."Kata gadis remaja itu sok tau.
"Sok tau..bukan urusan lo..!"Kata Rendi dengan angkuhnya.
"Haduh.... laki-laki memang aneh, makanya gue malas punya pacar."Kata gadis remaja itu dengan santainya.
"Enakan hidup sendiri bebas kemanapun gak ada yang ngelarang."Lanjutnya.
"Bodoh amat..."Kata Rendi sambil membalikkan badannya dan berjalan mendekati motornya yang terparkir tidak jauh dari tempatnya berada.
"Hai.. tunggu mas...nama masnya siapa?"Teriak gadis remaja itu tapi tidak di jawab oleh Rendi.
Rendi langsung menjalankan motornya dan pergi meninggalkan gadis remaja itu yang masih berdiri di pinggir pantai seorang diri.
__ADS_1
"Dasar cowok aneh, ditemenin malah kabur.Hah....hidup memang aneh."Kata perempuan itu kembali melempar batu kecil kedalam air, wajahnya terlihat sendu menatap pantai yang begitu luas.
...
Rendi pulang ke rumah neneknya begitu suasana hatinya sudah merasa lebih baik.
"Lho...kamu sudah pulang Ren?Papa sama mamamu kok tidak ikut pulang?"Kata nenek saat melihat Rendi sudah ada dirumahnya.
"Papa sama mama memangnya belum pulang Nek?"Tanya Rendi.
"Belum."Jawab nenek singkat.
"Besok pacar kamu ajaklah kesini Ren..nenek kesepian gak ada teman ngobrol, katanya pacar kamu mau kerja disini,nenek sengaja gak nyari mbak buat kerja, karena nenek masih nunggu pacar kamu kerja di sini.
Besok mama sama papamu kan sudah pulang ke Pekalongan,jadi pacar kamu bisa mulai kerja di sini besok."Kata nenek.
"Taulah Nek.. Rendi lagi malas ngomongin dia, mending Nenek cari mbak dari yayasan aja deh."Kata Rendi sambil berjalan meninggalkan Neneknya yang sedang duduk di sofa.
"Oh tidak bisa... pokoknya Nenek mau pacar kamu yang kerja di sini titik,besok kamu jemput dia, nenek gak mau tau."Kata nenek gak mau dibantah.
"Terserah."Kata Rendi cuek.
"Tuh si sulukutuk kenapa lagi.... kemarin begitu semangat katanya ingin cepat menikahi kekasihnya, sekarang malah bicara seperti itu.
Gak anak,gak cucu,sama saja gak mau ngertiin aku yang sudah pingin punya cucu."Kata Nenek lirih terlihat kesal sambil melihat punggung Rendi yang sedang berjalan menjauh.
"Pasti telah terjadi sesuatu dengan Rendi dan kekasihnya, ada apa dengan mereka ya?"Kata Nenek bergumam dalam hati.
Ceklek...
Rendi membuka kamarnya,ia langsung berjalan ke ranjangnya dan merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk, hatinya saat ini sedang tidak baik gara-gara foto Rini dengan laki-laki yang diberikan oleh papanya, mereka terlihat begitu romantis.
"Siapa laki-laki itu...gue harus cari tau siapa dia sebenarnya..."Kata Rendi didalam hati.
__ADS_1
"Enggak tau kenapa gue merasa ada yang aneh dengan foto itu, gue yakin jika Rini gak mungkin mengkhianati gue, tapi hati gue sungguh sakit melihat kemesraan mereka didalam foto itu."Gumam Rendi lirih.
"Oke... besok gue jemput Rini untuk memenuhi keinginan Nenek sekalian gue mau menyelidiki siapa laki-laki yang ada didalam foto itu, jika ternyata lo memang selingkuh di belakang gue, lihat aja....apa yang akan gue lakukan sama lo Rini."Kata Rendi lirih sambil meremas tangannya sendiri.