
Visual Agung
pemuda tampan yang suka banget mengancam Salsabila demi mengikuti kemauannya.
.......
.......
Agung mengemudikan mobilnya kesuatu tempat bersama Salsabila.
Didalam mobil tampak hening,mereka saling diam tanpa ada yang mau bicara.
Sabenarnya kita mau kemana sih pak?"Tanya Salsabila yang sudah terlihat gelisah karena sudah hampir satu jam bosnya itu tidak mau menghentikan mobilnya.
Agung hanya diam saja membuat Salsabila semakin kesal.
Agung tersenyum saat melihat Salsabila yang tampak gelisah dengan wajah cemberut.
"Pak.."Panggil Salsabila lagi karena bosnya itu tidak menjawab pertanyaannya.
"Sudah diam saja,bawel "Bentak Agung pura-pura marah.
"Ih ... galaknya pak Agung,orang Tanya baik-baik malah marah-marah."Kata Salsabila sambil sambil cemberut.
"He..he..kena lo gue kerjain, itulah hukuman karena lo berani berangkat ke pabrik pakai ojek langganan lo.
Lagian dari tadi panggil gue pak, sudah dibilangin kalau sudah diluar pabrik jangan panggil gue pak,dari tadi panggil pak,apa itu...!"Kata Agung berbicara dalam hati sambil tersenyum menatap wajah Salsabila tanpa Salsabila sadari.
"Pak Agung.... sabenarnya kita mau kemana sih? Perasaan dari tadi cuma muter-muter aja deh,tadi kan sudah lewat jalan ini kenapa lewat sini lagi pak?"Kata Salsabila sambil memperhatikan jalanan, dirinya merasa ada yang aneh dengan jalanan yang dilalui ternyata masih ditempat yang sama seperti sebelumnya.
"Itu mah cuma perasaan lo aja kali Sa."Ucap Agung ketus.
"Ih.. enggak deh, coba bapak perhatikan deh, bukannya kita tadi sudah melewati warung makan itu,kok sekarang kita melewati warung makan itu lagi?"Kata Salsabila sambil menunjuk ke arah warung makan yang ada di pinggir jalan.
"Masa sih?"Ucap Agung sambil menahan tawanya pura-pura tidak tahu kalau tadi memang sudah melewati warung makan itu.
"Iya pak beneran deh,ini sungguh aneh."Ucap Salsabila dengan polosnya masih terus menatap ke jalanan.
__ADS_1
"Ya sudah kita makan dulu yok, mungkin karena gue lapar jadi kurang fokus, pandangan mata gue jadi kabur, haduh bahaya ini."Kata Agung masih berpura-pura.
"Apa bapak sakit?"Tanya Salsabila dengan sikap polosnya menggeser duduknya mendekat ke tempat duduk Agung, menempelkan punggung tangannya ke kening Agung.
"Em ...tapi badan bapak tidak panas."Ucap Salsabila masih menempelkan punggung tangannya di kening Agung untuk memastikan.
Jantung Agung berdetak kencang saat Salsabila yang tiba-tiba sangat dekat dengannya, Agung bisa melihat dengan jelas wajah Salsabila dan bisa mencium bau parfum Salsabila yang membuat jantungnya semakin berdebar sangat kencang.
Sit....
Agung mengerem mendadak karena tadi tidak fokus menyetir mobilnya, akibatnya dia hampir menabrak seseorang pengendara motor.Agung langsung membuka kaca pintu disampingnya untuk melihat keadaan orang yang ada di depannya.
"Woy... hati-hati kalau bawa mobil!"Bentak seseorang dari luar sambil memukul depan mobil Agung.
"Maaf mas,maaf.. maaf...!"Ucap Agung berkali-kali meminta maaf kepada seorang pemuda yang hampir ditabraknya.
Pemuda itu kembali mengendarai motornya meninggalkan mobil Agung.
"Hati-hati dong pak, bagaimana kalau orang tadi ketabrak,bapak bisa masuk penjara nanti."Ucap Salsabila.
"Ayok sebaiknya kita berhenti disana saja pak, kita makan dulu, sepertinya bapak memang harus istirahat dulu untuk makan.
Agung meminggirkan mobilnya dan berhenti di tempat penjual makanan yang ditunjukkan oleh Salsabila.
Mereka beristirahat sebentar sambil makan ketoprak.
Setelah selesai makan ketoprak Agung dan Salsabila masuk kembali kedalam mobil, dengan kecepatan sedang Agung menjalankan mobilnya lagi dan berhenti disebuah butik yang cukup terkenal di Jakarta Utara.
"lho.. kita kok berhenti di sini pak?bapak mau beli baju buat nanti malam ya?""Tanya Salsabila menggoda bos galaknya itu.
"Bisa diam gak? Dari tadi ngompleh terus lo,ayok cepetan keluar."Kata Agung sambil melepas sabuk pengamannya.
"Dan satu lagi,lo lupa mesti panggil gue apa kalau sudah berada di luar pabrik?"Kata Agung mengingatkan.
"Em..."Salsabila nampak sedang berfikir.
"He..he... maaf pak, maksud saya bang A.. Agung!"Kata Salsabila sedikit gugup setelah mengingat panggilan untuk bosnya itu setelah berada di luar pabrik.
"Oke..anak pinter."Kata Agung sambil mengacak rambut Salsabila karena merasa gemas dengan sikap Salsabila.
__ADS_1
Mereka masuk kedalam butik, tampak pegawai butik membungkukkan badannya memberi hormat kepada kedua pasangan yang baru masuk kedalam butik.
Pasangan itu adalah Agung dan Salsabila.
Agung menyuruh pegawai butik untuk mencarikan baju yang cocok untuk Salsabila,tentu saja Salsabila menolak karena merasa tidak pantas memakai baju-baju mahal yang ada di butik itu,dia tampak terkejut dengan permintaan bosnya karena dia harus mencoba baju-baju bagus yang harganya selangit.Tapi Agung terus memaksa membuat Salsabila akhirnya mengikuti apa yang disuruh oleh bosnya.
Salsabila mengikuti langkah dari pegawai butik untuk mencoba baju yang ada disana.
Sudah beberapa kali Salsabila mencoba gaun yang dipilihkan oleh pegawai butik tapi Agung suruh mencoba yang lain karena menurut Agung bajunya tidak cocok terlalu mencolok untuk Salsabila, hingga Salsabila kembali masuk keruang ganti untuk mencoba memakai gaun yang lain.
Agung sangat takjub dengan wajah Salsabila yang terlihat cantik dan anggun saat Salsabila keluar dari ruang ganti dengan memakai gaun berwarna marun.
Agung sampai tidak berkedip menatap wajah Salsabila yang terlihat sangat cantik dengan memakai gaun itu.
"Bagaimana pak?Apa bapak suka dengan gaun yang ini? Kekasih bapak terlihat sangat anggun memakai gaun yang ini."Kata pegawai butik memperlihatkan gaun yang dipakai oleh perempuan yang ada di sampingnya, pegawai butik mengira bahwa mereka adalah sepasang kekasih.
Salsa jadi gugup mendengar ucapan pegawai butik.
"Maaf mbak,saya ...."Ucap Salsabila hendak memberitau tentang hubungannya dengan Agung yang sabenarnya tapi tidak melanjutkan ucapannya karena Agung langsung memotong ucapannya.
"Iya, gue mau gaun yang itu."Ucap Agung dengan kedua mata yang masih menatap Salsabila.
Pegawai butik mengajak Salsabila kembali keruang ganti untuk mengganti baju yang di pakai Salsabila.
Setelah selesai belanja baju, Agung mengajak Salsabila ke toko sepatu.
Disana Agung menyuruh Salsabila memilih sepatu yang pas dan cocok dengan gaun yang di beli tadi.
"Sabenarnya gaun sama sepatu itu milik siapa sih pak?"Tanya Salsabila penasaran.
"Buat pujaan hati gue lah."Kata Agung dengan cueknya.
Deg...
Hati Salsabila terasa berhenti mendadak mendengar ucapan Agung.
"Kenapa hatiku terasa sakit mendengar ucapan pak Agung.
Hati oh hati,kenapa dengan dirimu hati?"Ucap Salsabila didalam hati berusaha menenangkan hatinya yang terasa sakit yang Salsabila sendiri tidak tahu kenapa hatinya merasa sakit.
__ADS_1