
Saat yang di tunggu-tunggu akhirnya datang juga dimana Fareal akhirnya harus pergi untuk menuntut ilmu di negeri yang dikenal dengan julukan Paman Sam itu.
Ia berangkat dari rumah menuju bandara jam lima pagi diantar oleh kedua orang tuanya.
Sesampai di bandara ternyata sudah ada Agus yang telah sampai terlebih dahulu diantar oleh kakaknya karena Agus tinggal bersama kakak dan iparnya setelah kedua orang tuanya tiada.
"Tante...om,"sapa Agus menyalami kedua orang tua Fareal.
"Oalah Gus, ternyata kamu juga dapat beasiswa toh, baguslah Gus, tolong awasi Fareal buat tante ya Gus, ingetin dia kalau dia berbuat salah.
Kalau Fareal gak mau dibilangin kamu telpon om apa tante biar kami yang marahin dia nanti, kalian yang akur disana ya, saling menyayangi seperti saudara sendiri."Perintah Rini.
"Iya tante,tante gak usah khawatir, gue bakal awasi si kodok dengan baik nanti,bila perlu gue pasang jaring agar nih kodok gak lompat sembarangan."Jawab Agus.
"Enak saja,emang gue apaan lo pasangin jaring"Protes Fareal.
"Hehehe...kodok ."Jawab Agus bercanda.
"Mas Fareal... Panggil seseorang membuat semua orang yang sedang berkumpul menoleh kearah sumber suara.
Dari jauh terlihat seorang gadis remaja dengan rambut panjang terurai sedang berlari.
"Untunglah mas Fareal belum berangkat."Ucap gadis remaja itu sambil mengatur nafasnya yang ngos-ngosan.
"Sayang...kamu kesini sama siapa nak?"Tanya Rini langsung menghampiri gadis remaja itu.
"Sama ibu Siska bun,ibu Siska masih baru sampai depan,aku lari duluan takut mas Fareal keburu berangkat."Jelas gadis remaja yang ternyata adalah Chelsea.
"Dek... darimana kamu tau kalau mas hari ini mau pergi?"Tanya Fareal.
"Bunda kemarin kasih tau Chelsea mas, kalau mas Fareal hari ini mau berangkat ke Amerika.
__ADS_1
Maaf ya mas, Chelsea gak bisa ngasih apa-apa buat mas Fareal,ini ada sesuatu buat mas nanti dibuka disana aja semoga mas Fareal suka,ini Chelsea beli pakai uang tabungan Chelsea sendiri lho ya,jadi mas Fareal gak boleh buang. Aku doain semoga mas Fareal betah disana, kalau mas sudah jadi orang sukses jangan lupa sama Chelsea lho ya..., hehehe...."Ucap Chelsea sambil tertawa kecil.
"Haduh dek,apa ini dek? Penasaran."Ucap Rendi sambil memperhatikan kantong plastik berwarna abu-abu di lem pakai lakban bening dengan rapih.
"Buka-nya nanti saja kalau sudah didalam pesawat."Perintah Chelsea sambil tersenyum.
"Oke, terimakasih ya dek."Jawab Fareal merasa senang.
Sabenarnya Fareal ingin sekali memeluk adiknya dan menciumnya sebelum akhirnya berpisah tapi takut ditampar lagi oleh ayahnya yang dari tadi nampak waspada menatap tajam kearah dirinya dengan Chelsea.
"Ciye-ciye...."Goda Agus yang sudah tau bagaimana perasaan Fareal sabenarnya kepada gadis cantik yang ternyata baru diketahui bukan adik kandung sahabatnya itu, Fareal sudah menceritakan semuanya ke Agus.
"Mas pasti bakalan kangen banget sama kamu dek,kamu jaga kesehatan ya, nitip bunda dek,kamu sering-sering main kerumah biar bunda gak kesepian."Perintah Fareal menatap wajah Chelsea dengan intens
"Ayok bro...udah mau berangkat pesawatnya."Ajak Agus saat mendengar pemberitahuan bahwa pesawat menuju negara dengan julukan Paman Sam itu akan segera diberangkatkan.
"Dek...mas berangkat do'akan mas ya dek."Ucap Fareal memeluk tubuh Chelsea begitu erat, sedetik mereka lupa kalau saat ini ada kedua orang tua mereka.
"Kalian mau sampai kapan pelukannya,ayok buruan Real...!"Seru Agus takut ketinggalan pesawat saat melihat sahabatnya malah sepertinya sangat menikmati pelukannya dengan Chelsea.
"Iya sorry."Jawab Fareal melepas pelukannya, ditatapnya sekali lagi wajah adiknya yang sangat dirindukan, bukan hanya sebagai kakak terhadap adik saja tapi kerinduan terhadap wanita yang sangat dicintainya.
Fareal... Udah sana cepetan berangkat nanti ketinggalan pesawatnya."Perintah Rini.
"Iya bun,pamit ya bun,bunda jaga kesehatan,makan yang banyak, jangan terlalu banyak pikiran nanti bunda sakit."Ucap Fareal mencium punggung tangan bundanya lalu mencium kedua pipinya.
"Hiks... hati-hati sayang, jangan sering begadang ya nak, kalau sudah sampai sana langsung telpon bunda,hiks...."Rini memeluk tubuh anaknya dengan begitu erat sambil terisak.
"Sudah bun, nanti Fareal ketinggalan pesawat."Kata Rendi mengusap lembut punggung istrinya.
Rini melepas pelukannya berganti memeluk tubuh sang suami yang sedang berdiri disampingnya,ia menyembunyikan wajahnya di dada suaminya itu, terdengar lirih suara tangis Rini membuat semua orang yang ada di sana jadi ikut sedih
__ADS_1
Rendi mengusap lembut rambut istrinya.
"Bunda jangan nangis bun, Fareal jadi sedih."Ucap Fareal memeluk tubuh bundanya yang saat ini berada didalam dekapan Rendi.
"Sudah Fa, berangkatlah nak,bunda urusan ayah."Kata Rendi sambil tersenyum menatap wajah anak laki-lakinya yang hendak pergi mencari ilmu di negeri orang.
"Ayah pamit."Rendi berganti mencium punggung tangan ayahnya setelah itu ia langsung berlari bersama Agus menuju pesawat yang sudah siap-siap diterbangkan, Terdengar suara gemuruh mesin pesawat.
"Bye-bye semuanya, do'akan kami biar nanti bisa menjadi orang sukses disana."Teriak Agus sambil melambaikan tangannya setelah berada di tangga hendak masuk kedalam pesawat.
"Hiks... Fareal... hati-hati nak,bunda selalu berdoa untukmu sayang."Ucap Rini sambil terisak.
Terlihat dari jauh kedua pemuda masuk kedalam pesawat, pintu pun tertutup setelah kedua pemuda itu masuk dan tidak lama pesawat diterbangkan dari bandara internasional Soekarno-Hatta menuju Amerika.
Didalam pesawat Fareal langsung membuka bungkusan dari Chelsea.
kreeet....
Fareal menarik lakban bening yang digunakan untuk merekatkan plastik agar tidak terbuka.
Dibukanya pelan-pelan kantong plastik pemberian Chelsea, gadis cantik yang masih berstatus sebagai adik yang sekarang sudah menguasai hatinya.
"Adik lo kasih apa buat lo Real?"Tanya Agus kepo sambil melongok kan kepalanya melihat apa yang ada didalam kantong plastik.
"Wow...adik lo kasih jaket keluaran terbaru, keren...!"Seru Agus saat Fareal mengeluarkan isi kantong plastik ternyata adalah sebuah jaket berwarna abu-abu yang sangat lembut.
"Ini kan mahal,uang tabungannya habis dong buat beli jaket ini? Hiks... terimakasih dek,mas janji bakal pakai terus jaket pemberian kamu ini, nanti mas bakal ganti uang kamu setelah mas punya uang sendiri."Ucap Fareal lirih langsung melepas jaket yang ia pakai ganti memakai jaket pemberian dari adiknya yang sangat ia sayangi.
"Ehem...."Agus berdehem sambil tersenyum menggoda sahabatnya yang sedang senyum-senyum sendiri.
"Dia kasih gue jaket Gus!"Ucap Fareal nampak bahagia,lalu ia memejamkan matanya mendekap tubuhnya sendiri yang saat ini memakai jaket pemberian dari Chelsea yang terasa begitu lembut dan hangat.
__ADS_1