
"Hai anak gadis malam-malam bengong sendiri diluar,awas lho.... nanti ada mbak kunti datang, hihihi.."Terdengar suara dari belakang membuat Rini yang sedang melamun langsung menoleh kearah sumber suara.
"Ah ibu, ngagetin aja."Ucap Rini setelah melihat kebelakang yang ternyata ada ibunya sedang berdiri dibelakangnya.
"Ada apa sih anak gadis ibu malam-malam kok melamun didepan?Ada masalah apa sayang?Coba cerita sama ibu nak!"Kata bu Retno sambil duduk disamping Rini.
"Bu... Rini sedih, besok Adel mau balik ke Jakarta, sedangkan Sekar sudah menikah sama Riko.
Sekarang Rini gak punya kawan lagi."Kata Rini manja meletakan kepalanya dipundak ibunya.
"Apa kamu mau nikah juga? Biar ibu carikan calon suami buat kamu ya!"Kata bu Retno.
"Ih ibu.. bukan itu!"Jawab Rini kesal.
"La terus kamu mau apa?Biar kamu gak merasa sendiri,gak bosan,besok ikut bapakmu saja bantuan pakde sama budemu jait baju,disana kamu bisa bertemu dengan teman-teman kamu yang lain juga kerja disana."Suruh bu Retno.
"Iya bu, rencana Rini juga mau bantuin jait baju tempat bude, habisnya bosen bu gak ngapa-ngapain.
Kasihan bapak kerja terus,biar Rini saja lah yang keja, bapak biar dirumah saja."Kata Rini.
Saat mereka sedang berbincang-bincang tiba-tiba Ana berlari dari dalam rumah menghampiri mereka yang sedang duduk dikursi yang ada di teras rumah.
"Bu..kak Bila ke telpon."Teriak Ana sambil berlari menyerahkan handphone ke bu Retno.
Ana berlari masuk kedalam rumah lagi setelah menyerahkan handphone ke ibunya.
"Halo Bil."Kata bu Retno setelah handphone sudah berada di tangannya.
"Halo bu, bagaimana keadaan ibu?"Tanya Salsabila dari seberang telpon.
"Ibu masuk dulu ya Rin."Kata bu Retno ke Rini yang sedang duduk.
Lalu bu Retno berjalan masuk kedalam rumah sambil telponan dengan Salsabila.
Rini kembali duduk seorang diri di luar dengan wajah yang terlihat sedih.
Lalu ia bangun dari duduknya dan berjalan malas masuk kedalam rumah dengan wajah murung.
__ADS_1
"Eh..gue kok ngerasa seperti ada yang perhatiin gue ya?"Gumam Rini lirih menoleh kebelakang menatap ke-jalanan.
"Ah..cuma perasaan gue aja,he..he.."Rini kembali berjalan masuk kedalam rumah.
Dari kejauhan diam-diam Rendi mengawasinya tapi tidak berani menemui kekasihnya itu karena janjinya ke pak Karta waktu itu.
"Sebentar lagi kita akan kembali bersama sayang, semua bukti sudah terkumpul."Kata Rendi sambil melihat kearah Rini dari jauh yang sedang berjalan masuk kedalam rumah.
**
Prang...
Terdengar suara pecahan kaca dari dalam rumah pagi-pagi sekitar pukul 08.30 WIB.
Bu Retno yang sedang berada diluar rumah baru pulang dari pasar,merasa terkejut langsung berlari masuk kedalam rumah.
"Ada apa Rin?"Tanya bu Retno terkejut saat melihat Rini sedang memunguti pecahan gelas yang berserakan di lantai.
"Gak tau bu, tiba-tiba gelas yang Rini pegang terjatuh jadi pecah deh."Jawab Rini jujur.
"Baik bu."Ucap Rini singkat bergegas kedapur mengambil sapu dan serok sampah.
"Ada apa ya bu?Kok perasaan Rini gak enek."Kata Rini sambil menyapu, mengumpulkan pecahan kaca yang berserakan di lantai.
"Ada apa ndu'?"Tanya bu Retno menatap anak gadisnya.
"Gak tau bu, ada apa ya bu?Kok perasaan Rini gak enak gini."Rini memegangi dadanya sendiri.
"Kamu sakit ndu'?"Istirahat saja sana kalau sakit."Perintah bu Retno.
"Enggak bu,cuma tiba-tiba dadaku berdebar terasa nyeri."Jawab Rini.
Ditempat lain terlihat Rendi tidak sadarkan diri dengan kepalanya berlumuran darah segar.
Lima menit yang lalu, Rendi mengalami kecelakaan,mobil yang ia tumpangi tiba-tiba remnya blong membuat Rendi yang sedang mengendarai mobil dengan kecepatan penuh karena terburu-buru mengalami kecelakaan tidak bisa menghindari sebuah mobil yang juga berjalan cepat berlawanan arah.
Semua orang yang melihat kejadian itu langsung menolong korban dan segera dilarikan ke rumah sakit terdekat.
__ADS_1
Bu Citra terlihat sangat syok mendengar kabar tentang anaknya yang mengalami kecelakaan.
Ia bersama suami dan juga menantunya langsung pergi kerumah sakit tempat Rendi saat ini dirawat ditemani pak Rudi,orang kepercayaan pak Burhan.
"Rendi.. Hiks...Kenapa kamu bisa seperti ini nak?"Ucap bu Citra sambil terisak melihat keadaan anaknya yang belum sadarkan diri diruang ICU.
"Sabarlah ma,kita berdoa saja semoga Rendi tidak apa-apa."Kata Siska berusaha menenangkan ibu mertuanya
Kedua orang tua Siska juga datang untuk melihat keadaan menantu mereka.
"Apa yang terjadi bu?Kok Rendi bisa seperti ini?"Tanya bunda Karmila.
"Tidak tau bu, polisi sedang menyelidiki kasus ini,hik..."Jawab bu Citra sambil terisak
"Yang sabar ya bu, kita doakan saja yang terbaik untuk Rendi."Kata bu Karmila menenangkan besannya yang terlihat sangat sedih.
Bunda Karmila melirik kearah pak Burhan yang sepertinya tidak menyukai kehadirannya.
"Huh...sudah tidak bisa apa-apa tapi masih bersikap sombong."Kata bu Karmila dalam hati.
Bunda Karmila berjalan menghampiri putrinya.
"Kok bisa seperti ini sayang?Apa yang sabenarnya terjadi?"Bisik bunda Karmila lirih ditelinga Siska.
Semalam saat semua orang sedang terlelap tidur, diam-diam Siska keluar dan mengutak-atik mobil yang biasa dipakai Rendi untuk pergi ke konveksi.
Ia sengaja melakukan itu karena Rendi mengancam akan memberitahukan semua kejahatannya ke ibunya Rendi, Rendi menunjukkan banyak bukti-bukti kejahatannya, ternyata Rendi diam-diam dibantu oleh om Agung dan pak Rudi mengumpulkan bukti-bukti dari saat dirinya dulu pernah berhubungan yang pertama kali dengan kekasihnya hingga ia hamil dan saat di Bali, Rendi juga menunjukkan sebuah rekaman cctv saat ia menculik Rini dan juga rekaman yang tidak tau Rendi mendapatkannya darimana saat ia sedang berbicara dengan seseorang kalau ia hanya menginginkan harta kedua orangtuanya Rendi saja.
Tiga hari yang lalu Rendi menemui Wahyu di Jakarta tanpa ada yang tau.
Sempat terjadi perkelahian antara Rendi dan Wahyu karena mereka menginginkan perempuan yang sama dan berusaha mendapatkan perempuan yang mereka suka .
Tapi lagi-lagi Wahyu mengalah karena Rendi terlihat begitu mencintai Rini sampai rela melakukan apa saja untuk mendapatkan restu dari kedua orangtuanya dan juga kedua orang tua Rini.
Rendi diberitahu Adel kalau Wahyu dan temannya punya bukti kejahatan Siska yang sudah menculik Rini.
Selama ini Rendi sedang mengumpulkan bukti-bukti untuk membongkar kejahatan Siska dan kedua orang tua Siska yang diam-diam sudah menggelapkan uang hasil dari usaha kain milik orangtuanya Rendi dalam jumlah yang lumayan besar membuat dua konveksi milik pak Burhan terancam bangkrut.mereka melakukan itu untuk berfoya-foya dan membeli tanah tanpa sepengetahuan dari kedua orang tua Rendi.
__ADS_1