
*****
Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu telah tiba,dipagi yang cerah duduk dua pasang kekasih didepan bapak penghulu dan disaksikan oleh kedua orang tua mereka masing-masing dan juga para sahabat serta beberapa saudara mereka juga tetangga.
Mereka telah mengucapkan sebuah janji dan bersumpah untuk sehidup semati selalu bersama menghadapi segala masalah yang mungkin datang dalam hidup mereka baik suka maupun duka.
Tampak semua orang tersenyum bahagia saat terdengar suara "Sah...." dari semua orang yang menyaksikan acara Ijab-kabul dari sepasang pengantin baru itu.
"Alhamdulillah... selamat ya sayang,ucap kedua orang tua mereka masing-masing saat sepasang pengantin baru itu menyalaminya dan sungkem untuk meminta doa restu setelah acara Ijab-kabul selesai, sepasang pengantin baru itu juga berkeliling menyalami semua yang hadir disana yang ikut menyaksikan acara Ijab-kabul yang diadakan di rumah pak Karta dan bu Retno tepat pukul sembilan pagi.
Semua orang yang ada disana mengucapkan selamat kepada sepasang pengantin baru itu serta do'a yang baik untuk keluarga mereka kelak.
"Hai gaes..selamat ya...!"Ucap Adel yang juga ikut menyaksikan acara Ijab-kabul sahabatnya itu,ia memeluk sang pengantin wanita sambil terisak karena merasa terharu akhirnya perjuangan si pengantin wanita untuk terus mempertahankan cintanya terbayar sudah dengan dinikahi oleh seorang laki-laki yang sangat dicintainya.
"Terimakasih ya Del,lo sudah mau pulang kampung demi gue,hiks..."Rini membalas pelukan Adel sambil menangis kerena merasa bahagia.
Setelah cukup lama mereka berpelukan sambil menangis,kedua sahabat itu akhirnya melepas pelukannya karena ada Sekar dan suaminya yang dari tadi berdiri di samping Rini dan Adel untuk memberikan selamat juga.
"Selamat ya Ren, tolong jaga baik-baik teman gue,awas jangan sampai lo nyakitin dia lagi karena kalau sampai itu terjadi maka habislah lo gue bikin bergedel."Ancam Adel sambil menyalami Rendi yang sekarang sudah sah menjadi suami Rini sahabat baik Adel dari mereka masih kecil.
"He..he...iya, makasih Del."Jawab Rendi sambil tertawa kecil mendengar ucapan Adel.
"Selamat ya Rin, akhirnya lo nikah juga."Ucap Sekar memeluk singkat sahabatnya itu.
"Selamat gaes.... akhirnya nyusul juga lo."Lanjut Riko menyalami Rini berganti menyalami Rendi.
"Kadonya nanti dibuka bareng-bareng saat kalian mau tidur saja ya,itu disana kadonya yang paling gede, hihihi..."Ucap Adel sambil terkekeh menunjukkan sebuah kado yang berukuran jumbo diatas meja didekat pintu masuk bersama dengan kado-kado yang lain dari sahabat-sahabat Rini.
"Gila besar sekali Del,apa isinya?"Bisik Rini lirih ditelinga Adel.
"Ada deh..."Jawab Adel sambil tersenyum misterius, karena hanya Adel yang tau arti dari senyumnya.
__ADS_1
"Jangan-jangan sama seperti yang lo kasih ke Sekar ya?"Tanya Rini menebak.
"Hihihi... nanti juga kamu tau sendiri."Jawab Adel sambil terkekeh.
"Memangnya Adel ngasih kado apa saat Sekar nikah yang?"Tanya Rendi yang mendengar percakapan istri dan sahabatnya itu setelah para sahabat Rini sudah kembali duduk ke kursi tamu untuk menikmati hidangan yang sudah disajikan dari yang punya hajat.
"Adel ngasih kado dalaman wanita yang dibungkus dengan kado super besar,parah banget dia, malam-malam Riko sama Sekar sampai ngomel-ngomel karena membuka kado yang enggak habis-habis,Adel sengaja membungkus dalaman wanita itu kedalam kardus kecil lalu dimasukkan kedalam kardus lagi yang berukuran lebih besar,ia bungkus lagi dengan kertas kado lalu dimasukkan lagi kedalam kardus yang berukuran lebih besar dari sebelumnya,dan begitulah seterusnya hingga kado itu menjadi besar membuat mereka kuwalahan terus membuka kado yang enggak habis-habis, hihihi...
Tapi dia ngasih kado lagi sih paginya,dia ngasih kado bed cover katanya biar Sekar sama Riko tambah semangat bikin dedek bayi, hihihi..."Jawab Rini memberitahu jahilnya Adel mengerjai taman-temannnya.
"Ngomong-ngomong soal dedek bayi,mas nanti juga mau bikin ah."Bisik Rendi sambil tersenyum menatap wajah istrinya.
"Ih..mas Rendi...!"Ucap Rini jadi malu sambil mencubit pinggang suaminya itu.
Ia jadi salah tingkah gara-gara ucapannya sendiri.
Brum...
Terlihat dua pemuda tampan turun dari mobil itu.
Mereka adalah Wahyu dan Johan yang baru sampai dari Jakarta.
"Sayang..lo bilang sama mereka tentang pernikahan kita?"Tanya Rendi menatap tajam kearah Rini.
"Enggak..."Jawab Rini singkat melihat kedua pemuda tampan yang sedang berjalan menghampirinya.
"Hai bro...parah banget lo nikah gak undang-undang, untung kemarin ketemu sama Adel, Adel yang ngasih tau kalau kalian hari ini nikah."Ucap Wahyu sambil meninju lengan atas Rendi ketika sudah ada didepan Rendi-Rini.
"Sorry bro...ini mendadak soalnya,jadi gak sempet nyebar undangan."Jawab Rendi.
"Ah..lo mah gitu,dulu waktu nikah sama Siska lo gak kasih kabar ke gue, sekarang juga lo gak kasih kabar ke gue saat lo sudah berhasil menikahi Rini,pujaan hati lo,jadi ceritanya gue sudah tidak dianggap lagi jadi teman lo nih..."Kata Wahyu pura-pura marah.
__ADS_1
"Sorry banget lho bro...bukan begitu ceritanya,haduh.. bagaimana cara gue jelasin ya!"Jawab Rendi sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena merasa bingung mau bilang apa sama sahabat baiknya itu yang sempat renggang persahabatan mereka gara-gara menyukai perempuan yang sama.
"He..he..iya.. gue cuma bercanda, santai aja bro."Ucap Wahyu menepuk pundak sahabatnya yang sekarang terlihat sangat tampan dan gagah memakai kemeja warna putih dipadukan dengan jas warna hitam.
Sementara Rendi sedang berbincang-bincang dengan Wahyu, Johan mendekati Rini untuk memberikan selamat buat wanita yang tanpa ia sadari telah masuk kedalam hatinya.
Johan diam-diam mulai mencintai Rini tapi ia berusaha menghilangkan perasaannya karena ingin melihat wanita yang dicintainya bahagia bersama laki-laki yang sangat dicintainya dari dulu hingga sekarang dan semoga untuk selamanya.
"Lo cantik banget Rin, seperti bukan Rini yang gue kenal deh, sumpah hari ini lo beda banget Rin,jauh lebih cantik dari biasanya"Ucap Johan sangat mengagumi kecantikan dari wanita yang ada dihadapannya.
Ia menyalami Rini sambil tersenyum menatap wajah Rini yang terlihat sangat cantik memakai riasan wajah dan gaun pengantin, Johan sampai tidak berkedip melihat wajah Rini yang terlihat sangat cantik.
"He..he...mas Johan bisa aja.
Terimakasih ya mas jauh-jauh dari Jakarta mau datang ke acara pernikahan Rini di Jawa."Jawab Rini sambil tersenyum manis menambah kecantikannya membuat Johan semakin jatuh cinta dengan wanita yang ada di depannya itu.
" Alamak...lo cantik banget sih Rin? Bagaimana gue bisa melupakan lo kalau lo seperti ini."
Gumam Johan dalam hati saat melihat Rini tersenyum kepadanya.
"Iya, kemarin Wahyu bilang mau pulang kampung untuk menghadiri pesta pernikahan Rendi sama lo, jadi gue ikut sekalian.
Kok lo gak kasih tau sama gue sih Rin, kalau lo mau nikah hari ini? Untung kemarin Wahyu ngasih tau kalau gak mana tau gue lo nikah hari ini."Ucap Johan.
"Iya maaf mas, Rini gak sempet ngasih tau mas Johan karena acaranya mendadak sekali mas,baru satu hari bapak sama ibu pulang dari Jakarta kedua orang tua mas Rendi datang ke rumah,mas Rendi langsung melamar Rini, lima hari setelah lamaran,kita nikah jadi ya gak sempet ngasih kabar deh,he..he.....
Ini aja mbak Bila belum pulang,nanti sore katanya mbak Bila pulang diantar sama keluarga pacarnya."Jelas Rini.
"Tapi.. selamat ya,gue seneng banget lihat lo bahagia seperti ini.
Gue udah anggap lo seperti adik gue sendiri jadi kalau ada apa-apa lo jangan takut untuk kasih tau ke gue ya Rin!"Ucap Johan.
__ADS_1
"Ehem...."Terdengar suara deheman saat Rini dan Johan sedang asyik berbincang-bincang.