
Bab ini mengandung 21+
Bocil...tolong menyingkir dulu ya, author gak tanggung jawab kalau sampai kamu kebayang-bayang sama adegan panasnya pengantin baru๐
.........
*D*uhai senangnya pengantin baru
Duduk bersanding bersenda gurau
Duh senangnya pengantin baru
Duduk bersanding bersenda gurau
Bagaikan raja dan permaisuri
Tersenyum simpul bagai bidadari
Duhai senangnya menjadi pengantin baru
Hilangkan saat remaja mu
Disaat kau berbulan madu
Hilangkan saat remaja mu
Disaat kau berbulan madu
Agar kelak kau hidup berbahagia
Rukun,aman,damai,dan sentosa
Duhai senangnya menjadi pengantin baru
(Penyanyi Jihan Audy)
Terdengar lagu pengantin baru dari penyanyi yang bernama Jihan Audy dinyanyikan oleh Adel dan Sekar sebagai kado untuk sahabatnya yang saat ini sedang berbahagia menjadi pengantin baru.
Mereka berdua sangat lihai bersama-sama menyanyikan lagu pengantin baru, dengan suara mereka yang terdengar begitu merdu membuat semua orang yang berada disana sampai terpukau.
Terdengar tepuk tangan dari para tamu undangan saat mereka berdua selesai menyanyikan lagu pengantin baru.
Swiiiit....
Terdengar suara switan dari salah satu tamu undangan saat Adel dan Sekar sudah kembali ketempat semula bergabung lagi dengan teman-temannya yang lain.
Sekar menghampiri suaminya yang dari tadi tersenyum menatapnya sedang Adel berjalan menghampiri pengantin wanita
Adel meminta Rini melakukan goyang ngebornya yang sempat membuat heboh para cowok ketika mereka mengadakan acara perpisahan sekolahnya dulu,tapi Rendi langsung melototi istrinya agar tidak melakukannya.
__ADS_1
"E..enggak....mas"Jawab Rini melihat kearah suaminya,ia takut dengan tatapan Rendi yang terlihat seperti seekor macan siap menerkam mangsanya.
"Ayok Rin... katanya lo mau menunjukkan goyangan lo kalau gue mau nyanyi dangdut, padahal lo tau sendiri kalau gue kurang pintar bernyanyi dangdut,tapi demi lo gue bisa kan nyanyi dangdut, sekarang gantian lo yang menunjukkan kebolehan dalam bergoyang."Perintah Adel.
"Duh Del,bisa mampus gue dihukum mas Rendi nanti kalau gue joget goyang ngebor seperti waktu di acara pernikahan Sekar sama Riko."Bisik Rini kepada Adel.
"Hah.. memangnya Rendi lihat lo goyang ngebor di acara pernikahannya Sekar sama Riko Rin?"Tanya Adel kaget.
"Iya...dia sangat marah langsung menghukum gue dengan cara..."Rini tidak melanjutkan ucapannya karena malu untuk mengatakannya.
"Dengan cara apa?"Tanya Adel penasaran.
"Eh..udah ah jangan dibahas,ayok kita temui mas Johan sama mas Wahyu."Jawab Rini mengalihkan pembicaraan.
Terlihat Wahyu dan Johan sedang asyik bercanda dengan Riko dan Sekar.
Saat Rini hendak berjalan menghampiri teman-temannya, tangan Rini langsung ditarik oleh Rendi.
"Haduh.. maaf Del,lo aja yang menemui mereka ya."Kata Rini menghentikan langkahnya sambil memberi kode kalau suaminya terlihat tidak menyukai dia menemui dua pemuda tampan yang saat ini sedang bercanda bersama Riko dan Sekar sambil duduk dikursi para tamu.
"Oke..lo tenang saja,urus laki lo sana,biar mereka gue yang urus."Ucap Adel mengerti kalau Rendi tidak suka istrinya menemui Johan sama Wahyu, Adel tau kalau Rendi cemburu melihat Rini terlalu dekat dengan kedua pemuda itu.
"Kamu ngapain sih malah mau menemui mereka, sudah...kamu duduk di sini saja sama mas jangan kemana-mana."Perintah Rendi menggenggam tangan Rini dengan erat.
Malam pun semakin larut, terlihat para tamu undangan sudah banyak yang pulang kerumah mereka masing-masing.
"Gue juga pamit ya Rin... selamat menikmati malam pertama kalian, Rendi... jangan terlalu kasar melakukannya ya, pelan-pelan saja biar terasa nikmat,"Bisik Adel kepada kedua pengantin baru itu,sok sudah berpengalaman padahal pacaran aja belum pernah.
Meskipun saat ini hubungannya dengan Wahyu semakin dekat tapi belum ada pernyataan cinta dari keduanya.
"Ih....lo Del kayak udah pernah melakukan saja."Ucap Rini jadi malu, tiba-tiba bulu kuduknya berdiri membayangkan hal jorok bersama Rendi nanti.
"Kenapa yang?Apa kamu sudah tidak sabar melakukannya?"Goda Rendi dengan senyum mesumnya.
"Ish..."Rini mencubit pinggang Rendi sangat kuat.
"Aw ... sakit yang, nanti dikamar saja kita main cubit-cubitan nya ya,aku pingin tiga ronde nanti,"bisik Rendi lirih ditelinga Rini membuat Rini menggigit bibir bawahnya semakin merinding, kembali membayangkan hal jorok bersama suaminya itu.
"He..he..."Rendi terkekeh saat melihat wajah istrinya yang langsung berubah tegang dan berwarna merah setelah mendengar ucapannya.
"Ayok kita masuk kekamar yang, tamunya kan sudah pada pulang,kita bikin adek dulu yok,mas sudah tidak sabar jadi teringat waktu sore-sore menelpon kamu yang,"Bisik Rendi lagi,ia langsung menggandeng tangan Rini mengajak masuk kedalam kamar mereka.
"Eh... pengantinnya sudah mau bikin cicit buat nenek ya?"Kata nenek membuat Rini semakin malu.
"Ih nenek tau aja,ya iyalah nek, Rendi mau bikinin cicit buat nenek sama kakek."Jawab Rendi dengan santainya dan langsung diinjak kakinya oleh Rini yang sudah sangat malu.
"Aduh yaaaaaang...baru mau ajak bikin dedek dari tadi dianiaya terus deh!"Kata Rendi kesal,ia langsung membopong tubuh Rini untuk segera pergi meninggalkan neneknya yang masih berdiri melihat tingkah mereka.
"Mas.. turunin aku,malu lah mas."Teriak Rini lirih sambil memukul dada Rendi.
__ADS_1
"Biar kita cepat sampai kamar yang, kakimu pegel kan?Mas bantuin jalan biar cepet."Jawab Rendi tetap membopong tubuh Rini.
"Dasar bocah gemblung,sudah tidak sabar ternyata dia pingin cepat-cepat mengeluarkan kerisnya,he..he..."Ucap nenek sambil terkekeh melihat sikap cucunya.
"Lho.. Rendi sama Rini mana bu?"Tanya bu Citra kepada ibu mertuanya.
"Lagi bikin cucu buat kamu Cit,sudah ayok...kita tunggu disana saja biarkan mereka membuat cucu untuk kamu sama Burhan."Ucap nenek mengajak menantunya itu keruang tamu berkumpul bersama keluarga Rini yang masih ngobrol diruang tamu.
Di dalam kamar.
Rendi meletakkan tubuh Rini dengan hati-hati diatas kasur empuk mereka setelah berada didalam kamar.
Ia langsung melu**mat bibir istrinya itu dengan rakus, sementara jari jemarinya merayap kebagian yang lain.
Terdengar nafas mereka begitu cepat seperti sedang berolahraga.
Mereka dapat merasakan nafas mereka yang saling beradu.
"Mas.. pintunya belum dikunci."Bisik Rini lirih sambil menahan sentuhan tangan Rendi yang terasa menggelitik ditubuhnya berusaha menerobos masuk dari baju pengantin yang dipakainya.
Rendi melepas ciumannya sebentar untuk mengunci pintu kamar mereka.
"Aku mau mandi dulu mas, badanku terasa lengket semua."Kata Rini sambil bangun dari rebahannya.
"Nanti saja, kita mandi sama-sama setelah bikin Rendi junior."Jawab Rendi kembali mendorong tubuh Rini hingga terjatuh di atas kasur lagi,ia langsung menindih tubuh Rini.
"Tapi aku masih pakai ini."Kata Rini menunjukkan gaun pengantinnya.
"He..he..iya,ya sudah ayok mas bantuin melepaskannya."Jawab Rendi langsung berdiri dan menarik tangan Rini dengan lembut untuk membantu Rini berdiri.
Dengan hati-hati Rendi melepas baju pengantin Rini, Terlihat Rendi sudah tidak sabar pingin memasukkan keris pusaka kedalam tempatnya.
Alih-alih melepas baju pengantin,Rendi mencium leher Rini berkali-kali dan berpindah ke dada Rini saat baju pengantin berhasil dia buka sehingga terlihat dada mulus istrinya itu, bibirnya terus menciumi leher jenjang Rini, sementara kedua tangannya sibuk menarik baju Rini sampai kebawah hingga akhirnya baju pengantin itu merosot ke bawah terlepas dari tubuh istrinya dengan sempurna.
Terlihat tubuh polos istrinya tanpa memakai busana.
kedua tangan Rendi langsung mengusap lembut punggung Rini yang sudah tidak memakai busana, dilepasnya kacamata pembungkus dua gunung kembar milik istrinya.
Diusapnya lembut seluruh tubuh Rini yang sudah tidak terbungkus dengan sehelai benangpun.
Rini terus menggerakkan tubuhnya karena merasa geli dengan sentuhan tangan Rendi yang terus merayap hingga ke daerah terlarang.
"Uh..."suara Rini saat suaminya meremas dua gunung kembar miliknya.
Terdengar suara-suara kecil dari keduanya menambah suasana menjadi semakin panas didalam kamar pengantin.
Dengan gerakan cepat Rendi langsung membopong tubuh Rini dan di letakkan diatas kasur dengan bibir mereka masih menyatu, di tariknya segitiga dan dilempar ke-sembarang arah kain yang menutupi tempat rahasia istrinya yang harus dia tancapkan dengan menggunakan keris andalannya.
"Sebentar sayang,mas lepas baju mas dulu ya,bisik Rendi lirih turun dari atas tubuh Rini dan dengan gerakan cepat melepas kemeja dan celananya sendiri hingga terlihat keris panjang milik Rendi siap menancap pada tempatnya ketika ia sudah melepas semua baju yang menutupi tubuhnya.
__ADS_1