
Tidak terasa satu minggu sudah usia pernikahan Rendi-Rini.
Hari ini adalah hari dimana Rini diboyong oleh Rendi untuk pindah kerumah kedua orangtuanya di Pekalongan.
Rini diantar oleh kedua orang tuanya, saudara-saudaranya dan beberapa tetangga untuk pindah kerumah sang mertua, mereka melakukan itu karena mengikuti adat Jawa yang disebut ngunduh mantu,yaitu mengantarkan pengantin wanita kerumah orang tua pengantin laki-laki, kedua orang tua Rendi membuat pesta kecil-kecilan yang hanya dihadiri oleh beberapa orang kepercayaannya serta teman baik mereka dan keluarganya saja untuk memperkenalkan menantu mereka yang baru.
"Wow....ini rumah besan kamu toh Ret?"Tanya salah satu tetangga bu Retno dan pak Karta yang ikut mengantarkan Rini dengan suaminya saat mereka sudah sampai didepan rumah pak Burhan dan bu Citra,ia begitu takjub saat melihat bangunan mewah yang ada didepannya melalui kaca mobil.
Mereka mengantarkan kedua pasangan pengantin baru dengan menggunakan mobil milik kakaknya bu Retno atau pakde-nya Rini.
Sedangkan Rini dan Rendi pergi dengan naik mobil milik Bowo yang juga ikut mengantar ponakannya mengajak kedua anaknya, yaitu Sari dan Aciel yang kebetulan sedang berada di Pemalang,
Sedangkan Nia istri Bowo tidak bisa ikut karena repot dengan kelima anak kembarnya yang masih kecil-kecil.(Untuk mengetahui kisah Bowo bisa di lihat dicerita emak yang berjudul suamiku menyebalkan, Bowo yang memiliki delapan anak,lima diantaranya adalah kembar,hehe...promosi bentar bolehlah ya,siapa tau ada yang mampir buat ngintip keluar Bowo 🤭 Butuh saran dan komen dari pembaca soalnya untuk memperbaiki tulisan emak yang amburadul 😁disana kita bakalan ketemu dengan Rini dan kawan-kawan yang suka berpetualang, mereka di suamiku menyebalkan masih sekolah SMP.)
Didalam mobil Bowo juga ada kakak pertama Rini dan suaminya serta tiga anaknya yang datang dari Semarang dari dua minggu yang lalu sengaja belum balik ke Semarang demi ingin ikut ngunduh mantu,ada Salsabila serta teman-teman Rini, Riko, Adel dan Sekar juga.
"Ta.. Karta...ini beneran rumahnya Ta?"Tanya kakak ipar pak Karta yang sedang menyetir mobil.
"Lha..iya paling mas,aku juga baru pertama kali kesini."Jawab pak Karta yang duduk di depan samping kakak iparnya yang sedang mengemudi mobil.
"Iya pak de,ini rumah mas Rendi, Ana sudah pernah diajak kesini sama kak Rini dan mas Rendi."Kata Ana yang duduk dikursi tengah belakang kursi kemudi.
"We...lah,mantu kamu ternyata anak orang kaya Ta."Kata kakak ipar pak Karta ikut merasa bahagia.
Kakak ipar pak Karta menjalankan mobilnya dengan pelan mengikuti mobil Bowo yang berada didepannya.
Terlihat dua orang laki-laki berbadan tinggi dan tegap berjalan menghampiri kedua mobil yang baru memasuki halaman rumah pak Burhan.
Kedua laki-laki itu tersenyum ramah menyambut rombongan dari pengantin wanita yang baru datang.
"Gila lo Ren, ternyata lo sekaya ini."Kata Adel kagum.
__ADS_1
"Ini bukan rumah gue Del,tapi rumah nyokap sama bokap gue.
Gue cuma numpang disini"Ucap Rendi merendah.
"Ah..lo Ren,ya sama aja lah."Jawab Adel.
"Pantas saja Rini gak mau move on dari lo, ternyata lo anak orang kaya."Lanjut Riko.
"Bang...."Sekar langsung melotot kearah Riko yang suka asal ngomong.
"He..he..iya bep abang cuma bercanda."Jawab Riko mengusap lembut rambut istrinya yang sedang berjalan disampingnya.
"Enggak Rin, bercanda.
Gue tau kok lo gak mungkin seperti itu.
Cinta lo tulus bukan karena harta."Lanjut Riko melihat kearah Rini yang terlihat begitu cuek tidak terlalu perduli dengan ucapan Riko yang menganggapnya cewek matre.
"Santai saja Ko, gue gak marah kok.
"Oh..jadi gitu... ternyata selama ini kamu mau sama aku karena aku kedua orang tua aku banyak uang...!"Ucap Rendi kepada istrinya pura-pura marah.
"Ih.. enggak gitu yang, maksud Rini..."Rini langsung menempelkan kepalanya ke lengan suaminya dan melingkarkan tangannya di tangan suaminya itu bersikap manja.
"He..he...iya sayang...mas tau kok."Ucap Rendi sambil menarik hidung Rini gemas.
"Haduh mulai deh... romantis-romantisannya nanti saja napa sih?Masih ada anak kecil nih..!"Teriak Adel.
"He..he.. sorry Del habis gemas sama bini gue."Jawab Rendi melihat kearah Adel yang berjalan dibelakangnya.
"Keren ya mbak yu, rumah besan kamu,ada satpamnya juga lho...! Beruntung sekali Rini dapat suami orang kaya,wehdah....ini rumah apa istana ya mbak yu?"Kata saudara bu Retno tidak henti-hentinya memuji rumah kedua mertua Rini sambil berjalan mengikuti langkah kaki rombongan Rini dan Rendi yang sudah berjalan duluan didepan mereka.
__ADS_1
Terlihat beberapa perempuan muda yang terlihat sangat cantik memakai batik dengan model yang sama, mereka adalah para asisten rumah tangga pak Burhan dan bu Citra berdiri berbaris di depan pintu menyambut kedatangan para rombongan dari pengantin wanita yang sedang berjalan memasuki rumah pak Burhan dan bu Citra.
Selamat datang pak,bu...!"Ucap mereka ramah sambil tersenyum menyalami para rombongan dari pengantin wanita.
"Halo Ana."Sapa perempuan itu saat melihat Ana.
"Wow.. kakak-kakak sangat cantik hari ini."Ucap Ana dengan polosnya memuji ketiga asisten rumah tangga kedua orang tua Rendi.
"Ah..masa sih?"Kata mereka sambil tersenyum bahagia.
"Kamu juga kenal dengan mereka Na?"Tanya bu Retno saat mereka sudah masuk kedalam rumah.
"Mereka yang bekerja dirumah ini bu."Jawab Ana memberitahu.
"Oalah....jadi mereka pembantu disini? pembantunya aja ramah-tamah seperti itu,em.....hebat bener ya besan kamu Ret."Kata istri dari kakak pertama bu Retno yang memiliki usaha konveksi juga didaerah Kajen.
"Selamat datang dirumah kami pak,bu!"Kata bu Citra mengulurkan tangannya menyambut kedatangan keluarga besan.
Didalam rumah pak Burhan dan bu Citra ternyata sudah banyak orang yang semua memakai baju batik,baik laki-laki maupun perempuan.
Baju batik yang mereka pakai adalah buatan sendiri dari konveksi milik kedua orang tua Rendi.
Lima hari sebelum acara ngunduh mantu, bu Citra menyuruh orang kepercayaannya untuk membuat pola seragam batik dan mengerahkan semua karyawan konveksi supaya menjahit seragam batik untuk acara ngunduh mantu.
"Weladalah... ternyata bukan cuma diluar saja yang keren, didalamnya ternyata lebih keren."Kata saudara-saudara pak Karta dan bu Retno terus memuji rumah kedua orang tua Rendi.
Mereka sampai bengong tidak berkedip melihat isi rumah kedua orang tua Rendi yang banyak terdapat barang-barang antik yang mungkin harganya selangit.
Setelah pengantinnya datang,acara pun dimulai,
Pak Burhan yang merupakan tuan rumah sekaligus orang tua dari pengantin laki-laki berbicara sambil duduk dikursi rodanya karena pak Burhan belum bisa berjalan dengan baik akibat stroke yang dideritanya.
__ADS_1
Dengan suara lembut dan sopan beliau mengucapkan terimakasih dengan tulus buat para tamu undangan dan keluarga dari besannya yang sudah mau datang mengantar kedua pengantin kerumahnya, beliau memperkenalkan menantunya kepada saudara-saudaranya dan teman-temannya yang sengaja ia undangan untuk ikut merasakan kebahagiaannya, teman-teman Pak Burhan yang ikut membantu mengurus semua usahanya yang terdapat dibeberapa tempat.
Semenjak dirinya sakit,ia serahkan semua usahanya kepada teman-teman baiknya itu yang sudah dengan setia ikut membantu pak Burhan mengembangkan bisnisnya dari waktu masih baru didirikan hingga sudah berkembang seperti sekarang ini.