Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Memikirkan kado ulang tahun untuk ibu.


__ADS_3

"Yes... cihuy...!"Teriak Fareal sambil jungkir balik membuat Agus yang baru selesai membersihkan diri merasa heran.


"Kenapa lagi nih bocah!"Seru Agus sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah sahabatnya."Kenapa lo?"Tanyanya lagi.


"Gue lagi seneng bro, akhirnya kita jadian,dia sekarang sudah resmi jadi pacar gue Gus,ye... gue seneng banget, cihuy...yes!"Ucap Fareal kegirangan berguling-guling diatas kasur.


"Haduh Real...lo kayak gak pernah pacaran saja, padahal udah berapa kali lo pacaran,tapi gak sampai seperti itu."Ucap Agus heran melihat tingkah temannya yang sangat berlebihan.


"Yang ini lain bro,kali ini gue beneran mau serius, gue udah gak mau main-main lagi."Jawab Fareal mantap.


"Ah yang bener... kemarin waktu sama Devira katanya lo mau serius tapi nyatanya... putus juga kan lo!"Seru Agus.


"Tapi untuk kali ini gue beneran serius, gue gak mungkin sakiti dia karena gue beneran sayang sama dia,dari masih kecil hingga saat ini dan untuk selamanya.Gue bersungguh-sungguh ingin jadikan dia istri gue nanti."Ucap Fareal.


"Amin... semoga beneran ya, sebagai teman gue cuma bisa mendoakan semoga hubungan. kalian langgeng sampai aki-nini, hanya maut yang dapat memisahkan kalian berdua."Do'a Agus.


"Amiiin... terimakasih doanya bro."Ucap Fareal tulus.


"Ya sudah bro, gue mau istirahat dulu lo jangan berisik,nanti tolong gue di bangunin jam tujuh oke, gue mesti belajar buat tes besok pagi."Ucap Agus merebahkan tubuhnya diatas kasur samping kasur Fareal,kamar mereka memiliki dua kasur satu untuk Fareal satu untuk Agus.


"Oke...."Jawab Fareal singkat,ia masih sibuk memainkan ponselnya.


Fareal mencoba menghubungi Chelsea lagi tapi ternyata nomor adiknya itu tidak aktif.


"Kasihan juga dia, pasti tidurnya kurang gara-gara gue ganggu."Gumam Fareal meletakkan handphonenya diatas meja dekat ranjang.


Fareal memilih untuk membaca buku pelajaran karena tidak ngantuk, sedang Agus sudah terlelap menikmati tidur siangnya setelah seharian belajar di kampus dan akhirnya Fareal pun tertidur karena Kecapean hingga malam hari.

__ADS_1


Di Indonesia.


"Selamat pagi ibu,nenek."Sapa Chelsea sambil duduk dikursi dipagi harinya.


"Selamat pagi sayang,kamu kenapa nak?Kok lesu?Apa kamu sakit?"Tanya bunda Karmila.


"Enggak nek, semalam Chelsea gak bisa tidur."Jawabnya.


"Kenapa nak?" Siska menatap putrinya penuh selidik.


"Apa ada sesuatu yang mengganggumu sayang?"Tanya Bunda Karmila lagi.


"E... enggak nek."Jawab Chelsea gelagapan.


"Maaf nek,gak mungkin aku bilang semalam kakakku menelpon sampai pagi,gila kalau sampai aku bilang begitu,bisa disidang aku pagi-pagi ditanya aneh-aneh sama mereka.


"Chels...kok nasinya cuma diaduk-aduk begitu?Apa kamu minta dibikinin makanan yang lain?Biar ibu suruh mbak buatkan makanan yang kamu mau."Ucap Siska saat melihat Chelsea hanya mengaduk-aduk makanannya tanpa berniat untuk memakannya.


"Eh... enggak bu,ini Chelsea makan kok, hehe...."Jawab Chelsea langsung menyendok nasi dan disuapkan ke-mulutnya sendiri.


Siska hanya geleng-geleng kepala melihat sikap putrinya yang kelihatan aneh pagi hari ini.


"Cepetan habiskan nasinya nak,ibu mau kekamar dulu mau ambil barang ibu yang ketinggalan,"ucap Siska sambil berdiri,ia berjalan menuju kamarnya sementara Chelsea dan Bunda Karmila nampak sibuk dengan makanan mereka yang belum habis.


"Nek,satu minggu lagi ibu ulang tahun ya nek? Kemarin Chelsea tidak sengaja melihat KTP ibu, ternyata seminggu lagi ibu ulang tahun."Bisik Chelsea saat ibunya sudah tidak ada diruang makan bersama mereka lagi.


"Oh iya,nenek malah lupa."Ucap nenek yang baru ingat kalau seminggu lagi putri kesayangannya berulang tahun yang ke-42 tahun.

__ADS_1


"Chelsea mau cari kado buat ibu, kira-kira apa ya nek kado yang cocok untuk ibu."Chelsea minta pendapat Bunda Karmila.Ia dari kemarin memikirkan hendak memberikan kado apa buat ibu kandungnya.


"Kita bikinin kue aja buat Ibumu nak,dia pasti senang.Ibumu gak suka hadiah,dari dulu nenek gak pernah memberikan hadiah untuknya, karena apa yang nenek beli selalu salah,kita hanya memberikan uang saja untuk Ibumu, dia yang nanti mencari hadiahnya sendiri."Jelas Bunda Karmila.


"Oh gitu nek."Ucap Chelsea.


"Kalau Bunda Rini suka banget dikasih surprise nek,gak perlu belikan yang aneh-aneh buat Bunda Rini,dia selalu senang jika kita memberikan hadiah meskipun hadiah sederhana tidak ada harganya.


Chelsea pernah beliin Bunda daster,bunda langsung memeluk Chelsea kegirangan, yang lucu saat kita beliin kado buat bunda saat ulang tahunnya yang ke-38 tahun,kita kasih surprise alat untuk panggangan kue karena kebetulan bunda suka bikin kue, alat panggangan kue milik bunda rusak,bunda sampai nangis panggangan kue miliknya rusak, saat kita kasih surprise belikan alat panggangan kue yang baru buat bunda,dia langsung menangis seperti anak kecil sangking terharu,eh...kita semua malah disuruh bikin kue malam-malam,Ya sudah akhirnya kita turuti kemauan bunda daripada bunda ngambek terus jadi sedih,kita semua paling takut lihat Bunda Rini sedih."Jelas Chelsea dengan wajah ceria menceritakan kenangan tentang bundanya.


"Kamu begitu menyayangi Bunda Rini ya?"Tanya Bunda Karmila.


"Iya nek, Chelsea sangat menyayangi Bunda Rini, seperti Bunda Rini yang begitu menyayangi Chelsea, apapun yang Chelsea inginkan selalu dibelikan oleh Bunda Rini, bunda begitu baik dan sayang sama Chelsea."Ucap Chelsea sambil tersenyum mengingat bundanya.


"Dia memang wanita yang baik,nenek sungguh merasa bersalah dulu pernah berbuat jahat kepadanya, bahkan nenek dengan ibumu sampai berniat ingin menyingkirkan dia, sungguh kami orang jahat yang tidak pantas mendapatkan maaf."Ucap Bunda Karmila dengan kedua mata berkaca-kaca.


"Nenek...maaf kalau cerita Chelsea membuat nenek sedih."Kata Chelsea merasa tidak enak.


"Ayok sayang,apa kamu sudah siap? Kita berangkat sekarang."Ucap Siska yang baru keluar dari dalam kamarnya.


"Iya bu, Chelsea sudah siap,ayok bu kita berangkat sekarang."Jawab Chelsea sambil menggeser kursinya kebelakang, ia segera bangkit dan berjalan menghampiri neneknya yang masih duduk dikursi meja makan.


"Nenek, Chelsea berangkat sekolah dulu ya nek,di sekolah Chelsea mau ada perlombaan, Chelsea mau ikut lomba puisi doakan Chelsea semoga dapat juara satu ya nek."Pamit Chelsea mencium punggung tangan Bunda Karmila.


"Iya hati-hati nak,nenek selalu mendoakan yang terbaik untuk kamu dan ibumu."Jawab Bunda Karmila.


"Siska juga pamit ya bun,bunda hati-hati dirumah."Ucap Siska mencium punggung tangan bundanya,lalu ia pergi mengantar sekolah putrinya yang sebentar lagi mau lulus SMA, seharusnya Chelsea sudah lulus SMA tapi karena dulu waktu masih kelas dua SMP Chelsea terpaksa tinggal kelas dikarenakan ia sakit saat sedang ujian membuat ia tidak naik kelas.

__ADS_1


__ADS_2