Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Bab 34. Bekerja di rumah nenek


__ADS_3

Sesuai janjinya, Rendi setelah pulang dari pabrik langsung pergi ketempat Rini karena nenek terus menanyakan Rini.Butuh waktu cukup lama akhirnya Rendi sampai di kontrakan Rini.Terlihat Rini yang sudah siap untuk ikut bersama Rendi karena sebelumnya Rendi sudah menelpon Rini terlebih dahulu untuk bersiap-siap.


Mereka langsung pergi kerumah nenek dengan berboncengan motor karena hari sudah mulai gelap.


Sore hari dijalan sedikit macet karena pas bareng dengan pulangnya para karyawan kantor juga para pegawai dari banyak perusahaan,baik pegawai kantor maupun pabrik,jadi jalanan sedikit macet.


Ditengah kemacetan, Rini melihat seseorang yang tidak asing lagi bagi Rini.


"Itu... seperti Adel..."Ucap Rini melihat seorang perempuan memakai topi tanpa mengenakan helm sedang mengendarai motor seorang diri di jalan berlawanan arah dengannya.


"Ada apa yang?"Tanya Rendi.


"Tadi aku seperti lihat Adel."Jawab Rini.


"Aku salah lihat paling....masa iya Adel ada di Jakarta, katanya Adel mau kuliah di Pekalongan saja."Ucap Rini belum tau kalau Adel ternyata memang ada di Jakarta.


Setelah terjebak kemacetan hampir satu jam, akhirnya jalanan normal kembali.


Rendi mengendarai motornya dengan kecepatan penuh karena hari sudah semakin malam.


Mereka akhirnya sampai dirumah nenek yang super mewah berlantai tiga di daerah Pluit.


mereka turun dari motor untuk membuka pintu gerbang rumah mewah milik kakek nenek Rendi.diambilnya kunci gerbang di dalam tas ransel milik Rendi.


Nenek sengaja memberikan kunci cadangan untuk Rendi dan Agung agar mereka membuka pintu sendiri saat mereka pulang,karena nenek Rendi sudah tidak sanggup jika harus naik turun tangga membukakan pintu.


Rendi mendorong pintu gerbang berlahan,lalu membawa masuk motor miliknya, sedangkan Rini mendorong pintu gerbang untuk ditutup kembali saat Rendi sedang memarkirkan motornya di halaman rumah nenek.


Rendi membuka pintu rumah nenek,lalu mengajak Rini masuk rumah mereka langsung naik kelantai dua untuk menemui nenek.


Sesampai di lantai dua, terlihat nenek tertidur di sofa sambil menyalakan televisi.


"Oalah.. ternyata nenek tertidur toh..! Pantas saja gak dengar pintu gerbang dibuka."Ucap Rendi sambil berjalan mendekati neneknya.


Rendi menggenggam tangan nenek lembut.


Nenek menggeliat, membuka matanya berlahan karena merasakan sentuhan tangan dari seseorang.


"Eh...kamu sudah pulang Ren?"Haduh tadi nenek ketiduran toh,he..he..mana pacar kamu!"Ucap nenek,kedua matanya terlihat sibuk mencari keberadaan seseorang.


Nenek lalu melihat ke arah Rini yang sedang berdiri di belakang Rendi.


"Oh.. syukurlah akhirnya kamu datang kesini juga."Kata nenek sambil menatap wajah Rini.


"Assalamu'alaikum nek..!"Ucap Rini sambil berjalan mendekati nenek, Rini mengulurkan tangannya dan bersalaman dengan nenek, diciumnya punggung tangan nenek.


"Nenek kok tidur disini nek?Apa nenek lagi sakit?"Tanya Rendi khawatir.


Nenek tampak cuek dengan cucunya itu, Nenek malah tersenyum menatap wajah Rini


"Bagaimana ndu'...Kamu sudah siap bekerja tempat nenek?"Tanya nenek memastikan.


"Iya nek, Rini sudah siap."Ucap Rini sambil tersenyum menatap wajah nenek


"Syukurlah... akhirnya nenek ada temannya.Ya sudah Ren,kamu bawa Rini kekamarnya gih."Kata nenek memerintah cucunya.

__ADS_1


" kamu bawa baju kamu kedalam kamar,lalu bersihkan badan kamu dulu Rin, kamu pasti belum mandi kan? Setelah selesai mandi,nanti kamu kesini ,kita bikin makanan soalnya nenek belum masak.Tadi mau masak takut pulangnya sampai larut malam seperti kemarin,makanannya jadi gak dimakan katanya sudah pada makan diluar."Kata nenek menjelaskan.


"Iya nek."Ucap Rini sambil menundukkan kepalanya.


Rendi mengajak Rini ke lantai tiga,kamar para asisten rumah tangga yang sengaja ditempatkan di lantai tiga agar memudahkan mereka yang bekerja disana untuk mengurusi cucian,karena tempat mencuci baju dan menjemur pakaian ada dilantai paling atas.


Rumah nenek memiliki tiga setengah lantai,


lantai satu digunakan sebagai gudang pakaian yang sudah jadi,dan tempat kerja bapaknya Agung.


lantai dua memiliki banyak ruangan,ada empat kamar disana,kamar utama untuk kedua orang tua Agung,kamar Rendi,kamar Agung dan kamar tamu.


Lantai tiga memiliki dua kamar, yang satu tempat untuk asisten rumah tangga, satunya lagi dibiarkan kosong hanya untuk tempat ibadah mereka atau musholla keluarga.


dan yang paling atas, sebuah teras hanya tempat mencuci baju dan menjemur baju.


Tidak lama terdengar suara mobil milik Agung didepan rumah.


Terdengar pintu gerbang dibuka,lalu ditutup kembali.


Terdengar suara langkah sepatu milik Agung naik kelantai dua.


Sesampai di lantai dua Agung langsung menuju kamarnya.


"Gung...kamu pulang langsung masuk kamar saja lho,sini sebentar ibu mau ngomong."Kata nenek kepada Agung.


"Nanti saja ya bu, Agung mau mandi dulu bu,badan Agung lengket banget."Ucap Agung yang sudah berada di depan pintu kamarnya sendiri.


Ceklek...


Rini turun ke lantai dua setelah selesai membersihkan diri.


Tampak nenek sedang membuat makanan di dapur.Nenek tersenyum melihat Rini yang sudah terlihat segar sedang berjalan menghampirinya.


"Sini sayang bantu nenek ya sayang."Ucap nenek dengan lembut.


"Iya nek!"Jawab Rini nampak gugup.


"Kamu gak usah takut,nenek gak jahat kok.


Kamu bisa masak gak?"Tanya nenek.


"Bisa sedikit sih nek."Jawab Rini apa adanya.


"Ya sudah gak apa-apa nenek ajarin kamu masak biar Rendi semakin sayang sama kamu."Kata *****.


wajah Rini berubah merah karena malu mendengar ucapan nenek.


Mereka tampak sibuk membuat makanan untuk mereka makan malam.


"Kamu bawa ini kemeja makan ya, terus nanti kamu panggil Rendi, kamarnya ada di sebelah sana, suruh dia makan, terus kamu panggil anakku, namanya Agung, suruh dia keluar kamar untuk makan."Kata nenek memerintah Rini sambil menunjukkan letak kamar Rendi dan juga Agung.


Rini meletakkan makanan yang sudah matang di atas meja makan,lalau mengetuk pintu kamar Rendi dan Agung bergantian untuk makan bersama.


Rini lalu pamit ke lantai atas tapi dilarang sama nenek.

__ADS_1


"Ayok kita makan dulu."Ucap nenek .


"Tapi nek,saya tidak enek."Kata Rini.


"Sudah..gak ada tapi-tapian,Kita makan bersama."Ucap nenek gak mau dibantah.


"Baiklah nek."Ucap Rini nurut.


Rini akhirnya makan malam bersama nenek dan Rendi, sedang Agung tidak mau keluar kamar, katanya sudah kenyang tadi sudah makan diluar.


*****


*****


Keesokan paginya Agung tampak sudah rapih pagi-pagi sekali keluar dari kamar.


"Bu.. Agung berangkat ke pabrik dulu ya bu,nanti sore Agung pulangnya sampai malam,mau pergi kondangan ke pernikahan sahabat Agung."Ucap Agung sambil minum teh anget dan makan nasi goreng buatan ibunya.


"Oh iya bu ..semalam seperti ada suara perempuan siapa ya?"Tanya Agung penasaran.


Saat ibunya mau menjawab tiba-tiba handphone Agung berbunyi.


Sebuah sms masuk ke handphone miliknya.


Agung tersenyum menatap handphone miliknya.


"Ya sudah bu.. Agung berangkat dulu."Ucap Agung langsung bangun dari duduknya setelah membaca isi pesan SMS dan mencium singkat pipi ibunya.


"Habisin dulu nasgornya Gung."Ucap nenek,tapi Agung langsung turun kelantai satu dengan terburu-buru.


Rendi terlihat sudah rapih keluar dari kamarnya langsung menuju meja makan menghampiri neneknya yang sudah berada di meja makan.


"Om Agung belum keluar kamar nek?"Tanya Rendi belum tau kalau Agung sudah berangkat ke pabrik.


"Sudah berangkat Ren."Jawab nenek.


"Hah... sudah berangkat nek?ish..om Agung kebiasaan deh, padahal Rendi mau nebeng ikut mobilnya,soalnya Rendi lagi malas bawa motor."Ucap Rendi terlihat kesal.


"Oh ya.. Rini mana ya?"Kata Rendi mencari keberadaan kekasihnya.


"Ada diatas lagi nyuci baju.Soalnya nanti siang nenek minta diantar periksa ke rumah sakit,jadi pacar kamu nyuci bajunya pagi-pagi agar nanti siang sudah beresan semua."Kata nenek menjelaskan.


"Oh...gitu, sebentar nek... Rendi mau lihat pacar Rendi dulu ya."Kata Rendi langsung bangun dari duduknya dan berjalan setengah berlari menuju ke lantai atas.


"Awas kamu jangan macam-macam ya Ren!"Teriak nenek mengingatkan.


"Enggak nek mana berani Rendi nek,tapi kalau cuma semacam aja boleh ya nek. "Ucap Rendi sambil menaiki tangga.


"Rendi..."Teriak nenek nampak kesal dengan sikap cucunya itu.


Rendi naik kelantai paling atas berlahan agar langkah kakinya tidak terdengar untuk melihat kekasihnya.


Dilantai atas, Rendi melihat Rini sedang sibuk menjemur pakaian nenek, Agung dan Rendi yang baru selesai dicuci dengan mesin cuci.Rendi dengan hati-hati mengendap-endap seperti maling hendak mencuri mendekati Rini dan memeluk pinggang Rini dari belakang.


"A.. teriak Rini karena kaget tiba-tiba ada yang memeluknya dari belakang, jantungnya seakan mau copot saking kagetnya.Rini membalikan badannya.

__ADS_1


Rendi langsung menutup mulut Rini agar tidak berisik,dan melepaskan lagi setelah Rini melihat dirinya.


__ADS_2