Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Lupa.


__ADS_3

"Adel."Teriak Wahyu kepada perempuan yang baru turun dari panggung bersama dengan lima temannya yang baru selesai bernyanyi untuk menghibur para pengunjung yang datang di bar itu.


"Perempuan yang berpenampilan seperti anak cowok langsung menoleh kearah sumber suara,dia nampak kebingungan menoleh ke kanan-kiri mencari asal suara seseorang yang tadi memanggilnya.


"Hai Del,sini...!"Teriak Wahyu sambil melambaikan tangannya ke atas.


Adel mengernyitkan alisnya merasa bingung dengan laki-laki yang sedang melambaikan tangannya.


"Siapa dia?"Ucap Adel lirih, ternyata Adel lupa dengan Wahyu.


"Ya sudah gue kesana dulu gaes, kalian balik duluan gak apa deh, nanti biar gue balik sendiri."Kata Adel kepada teman band nya.


"Oke..kalau begitu kita duluan ya Adel."Kata teman-temannya.


"Bay Adel."Ucap mereka bersama-sama sambil melambaikan tangan mereka kearah Adel.


"Bay.."Jawab Adel singkat ikut melambaikan tangannya ke arah mereka.


Lalu Adel berjalan menghampiri dua laki-laki yang sedang duduk dikursi sebelah kiri paling belakang.


"Maaf, kalian siapa ya,kok bisa tau nama gue?"Tanya Adel bingung.


"Lo beneran lupa sama gue Del?"Tanya Wahyu.


"Em... tunggu gue ingat-ingat dulu ya."Kata Adel sambil berfikir berusaha mengingat siapa laki-laki berwajah tampan yang ada dihadapannya itu.


"Kok mirip Wahyu temennya Rendi ya?Tapi lo lebih tampan dari Wahyu."Kata Adel berterus terang.


"Ih teganya lo Del, jadi menurut lo si Wahyu itu jelek?"Tanya Wahyu.


"Bukan begitu, Wahyu juga tampan tapi lo jauh lebih tampan,he..he..."Kata Adel polos.


"Ah yang bener Del...,gue Wahyu lho Del,masa lo lupa sama gue."Kata Wahyu memberitahu.

__ADS_1


"Hah.. seriusan lo?Jadi lo Wahyu?Gak mungkin, Wahyu yang gue kenal, kulitnya item, sedang lo putih."Kata Adel masih belum percaya.


"Ya elah Del,gue beneran Wahyu, kita sudah dua kali ketemu, yang pertama waktu dirumah Rini,yang kedua waktu kita ada di brengkolang,tempat mbahnya Rendi.Lo masih inget kan?"Kata Wahyu berusaha mengingatkan Adel tentang dirinya.


"Oh...ya,gue masih ingat, berarti lo memang Wahyu.


Gila lo Yu, sekarang lo jadi lebih tampan gini,gue sampai pangling,he..he..."Kata Adel sambil tertawa kecil.


"Aduh.. makasih pujiannya, gue jadi malu,he..he..."Ucap Wahyu ikut tertawa kecil.


"Kok lo bisa ada disini?Jadi lo sekarang jadi penyanyi band?"Tanya Wahyu.


"Cuma iseng aja kok Yu,gue kuliah di Jakarta, mereka teman-teman kuliah gue,kita bentuk anggota band dan coba nyanyi, kebetulan kita dapat undangan dari pemilik bar ini yang kebetulan adalah om nya temen gue, beliau minta kita buat ngisi acara disini, lumayan kan Yu,bisa untuk menambah uang jajan kami,he..he..."Ucap Adel.


"Jadi lo kuliah,ambil jurusan apa?"Tanya Wahyu lagi.


"Ambil jurusan bisnis Yu."Jawab Adel.


"Hebat lo Del,gue doain semoga lo besok menjadi seorang pengusaha sukses ya."Kata Wahyu ikut senang.


Johan yang dari tadi diam saja mendengar pembicaraan mereka berdua hanya tersenyum menyapa Adel.


"Tunggu,dia Johan?"Tanya Adel nampak terkejut.


"Iya,memang kenapa?Lo kenal sama dia?"Tanya Wahyu penasaran.


"Hai.. jangan-jangan lo bosnya Rini ya?"Tanya Adel menatap tajam ke arah Johan.


"Hem..hem..."Jawab Johan dengan senyum yang dipaksakan, sabenarnya Johan sudah menebak kalau perempuan tomboi yang sedang bicara dengan Wahyu adalah Adel teman Rini dan ternyata benar.


Dia merasa malu karena sempat mengatainya,dia kira si Adel tomboy adalah seorang emak-emak cerewet yang galak berwajah peot, ternyata Adel adalah seorang perempuan cantik mesti terlihat tomboy tapi tetap terlihat cantik walau hanya memakai make up tipis.


"Oalah..jadi lo bos Rini yang galak itu,si bujang tua yang gak kawin-kawin."Kata Adel.

__ADS_1


"Hah.. Apa?Rini bilang gue bis galak?Bujang tua?Wah parah banget tuh si kutu kupret,awas saja kalau nanti ketemu lagi."Kata Johan terlihat emosi mendengar ucapan Adel.


"Ayok ngaku, Rini sekarang ada dimana? Kemarin yang telpon gue pasti lo ya kan?Kenapa hp Rini ada sama lo?Dimana Rini,lo gak apa-apain dia kan?"Tanya Adel khawatir dengan keadaan sahabatnya.


"Justru itu, sekarang kita lagi nyari si kutu kupret itu,dia menghilang dari kemarin "Kata Johan memberitahu.


"Hah.. Rini hilang? Kok bisa? Kemarin dia habis ketemuan sama gue di warung seberang jalan depan gedung apartemen tempat dia bekerja."Kata Adel kaget.


"Jadi dia kemarin ketemu sama lo?"Tanya Wahyu.


"Iya Yu,dia kemarin minta ketemuan sama gue membicarakan tentang Rendi, Rini masih belum move on dari mantan pacarnya itu."Kata Adel menjelaskan.


Sementara ditempat lain terlihat seorang perempuan sedang berada di dalam ruangan seperti sebuah gudang, Dia adalah Rini,ia mondar-mandir didalam kamar yang dipakai sebagai tempat menyimpan barang-barang yang sudah tidak terpakai.


Rini memperhatikan ruangan itu, terlihat sebuah jendela di belakang Lemari besar yang ada didalam gudang, Rini berusaha menggeser lemari besar itu agar ia bisa keluar dari gudang melalui jendela itu tapi tidak bisa karena Rini tidak punya tenaga untuk menggeser lemari besar yang menutupi jendela.


"Haduh...lemari ini berat sekali,huh.."Ucap Rini lirih masih berusaha mendorong lemari besar.


"Apa sih isi lemari ini,berat sekali yak.Sabenarnya siapa sih yang sudah bawa gue kesini?apa sih maksud tuh orang menyembunyikan gue di tempat seperti ini?"Gumam Rini lirih.


Tap..tap...


Tiba-tiba terdengar langkah kaki dari seseorang mendekati gudang.


Rini menoleh ke arah pintu dengan wajah tegang ia mencoba mencari sesuatu untuk senjata siapa tau orang itu hendak berniat jahat.


Ceklek..


Pintu dibuka oleh seseorang, terlihat seorang perempuan paruh baya masuk kedalam gudang itu bersama dengan seorang wanita muda yang wajahnya tidak asing lagi bagi Rini.


"Hah... ternyata lo...!"Ucap Rini membulatkan matanya dengan sempurna saat melihat salah satu wanita yang masuk kedalam gudang tempat ia disembunyikan.


"Halo..lo masih ingat sama gue?"Tanya perempuan itu sambil tersenyum sinis ke arah Rini.

__ADS_1


Dua hari yang lalu, Rini yang baru sadar dari pingsannya merasa kaget tau-tau dirinya ada Disebuah kamar yang sangat kotor seperti sebuah gudang.


Setiap pagi dan sore selalu datang seorang laki-laki paruh baya masuk kedalam gudang itu hanya untuk memberi makanan untuk Rini saja setelah itu laki-laki tadi mengunci gudang itu kembali setelah meletakkan makanan diatas meja yang ada didalam gudang.


__ADS_2