Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Kedatangan tamu


__ADS_3

"Eh... ternyata ada tamu toh!"Kata seorang pemuda tampan yang baru datang.


"Inikah Fareal?Ealah ini anak lo toh Rin,kok wajahnya malah mirip emaknya ya?"Ucap Adel saat melihat Fareal.


"Berarti tandanya Ayahnya Fareal cinta banget sama Bunda Rini Tan!"Jawab Fareal sambil mengulurkan tangannya kearah Adel untuk bersalaman.


"Oh gitu...."Ucap Adel sambil tersenyum kearah Rini.


*****


Satu minggu kemudian.


"Mas Fareal...sini balikin..."Rengek Chelsea manja meminta remote televisi yang diambil kakaknya tiba-tiba dan dengan seenaknya kakaknya itu mengganti channel TV saat dirinya sedang asyik menonton film drama Korea kesukaannya.


"Ambil sendiri kalau bisa,huhu...."Ucap Fareal mengangkat remote televisi itu keatas sambil menggoda adiknya yang memiliki tubuh pendek dan mungil.


"Ih, menyebalkan Mas Fareal mengganggu saja, nanti abis ceritanya."Kata Chelsea sambil berusaha mengambil remote televisi dari tangan Fareal, namun Chelsea merasa kesusahan karena tubuhnya yang pendek tidak bisa menjangkau remote yang sedang dipegang kakaknya yang memiliki postur tubuh tinggi dan tegap.


"Hahaha...makanya... tumbuh itu keatas bukan kesamping!"Ledek Fareal belum mau menyerahkan remote televisi ke adiknya.


"Bunda...Mas Fareal nakal Bun...!"Teriak Chelsea mengadu sama Bundanya sambil menarik tangan Fareal dan mendorong tubuh kakaknya itu hingga terjatuh diatas sofa dengan posisi dirinya berada diatas tubuh Fareal.


"Hap...Kena deh,yeah...."Ucap Rini langsung mengambil remote yang digenggam kakaknya setelah ia berhasil membuat kakaknya itu terjatuh.


Saat hendak bangun Chelsea terpeleset , dengan gerakan cepat Fareal menarik tangan dan memeluk tubuh adiknya agar tidak terjatuh sehingga Chelsea kembali terjatuh di atas tubuh Kakaknya, dan....


Cup....


Bibir mereka tidak sengaja bersentuhan.


Deg....


Mereka membelalakkan mata mereka sama-sama kaget.


"Anak-anak...ayok cepetan sini, kita makan bersama sayang!"Teriak Rini diruang makan menyadarkan dua pemuda yang tidak menyadari dengan apa yang sedang mereka lakukan.


"Eh... maaf."Ucap Chelsea langsung bangun dan menyingkir dari tubuh Fareal jadi merasa canggung


"Em... ayok kita makan dulu."Fareal yang sabenarnya juga merasa canggung berusaha bersikap seperti biasanya.


Ia langsung berlari menuju ruang makan meninggalkan adiknya yang masih bengong dengan perasaan tidak menentu, karena itu adalah ciuman pertamanya malah dilakukan dengan kakaknya sendiri.

__ADS_1


"Aduh...aku gak boleh seperti ini,dia Kakakku, ingat Chelsea dia adalah Kakak kamu, buang perasaan itu, perasaan yang salah."Gumam Chelsea dalam hati.


"Mana adikmu Nak!"Kok gak diajak kesini sekalian."Seru Rini saat melihat anak laki-lakinya malah datang seorang diri.


"Kayak Bunda gak tau aja tuh si keong jalannya kan lambat banget."Jawab Fareal cuek sambil duduk di kursi.


Tap...tap....


Terdengar langkah kaki sedang berlari menghampiri mereka diruang makan.


"Tuh kan Bun si keongnya datang."Ucap Fareal menoleh kearah adiknya yang baru datang dan duduk disampingnya.


"Ih...Mas Fareal jahat banget sih."Jawab Chelsea sambil cemberut.


"Em...ayam goreng...."Chelsea mengambil ayam goreng yang ada didepannya tapi langsung direbus Fareal.


"Mas Fareal...!"Teriak Chelsea kesal.


Tapi dengan santainya Fareal langsung menggigit ayam goreng yang tadi hendak diambil Chelsea.


"Em... enaknya...kamu mau Dek?Sini Mas suapin."Ucap Fareal menyodorkan paha ayam yang tadi digigitnya kearah Chelsea.


"Ih... ogah,bekas Mas Fareal malas, jorok."Jawab Chelsea memalingkan wajahnya sambil cemberut.


"Kalian ini, sudah pada gede tapi sikap kalian masih seperti anak-anak,kapan kalian bersikap dewasa."Ucap Rendi yang dari tadi diam saja.


"Ayah...Mas Fareal yang usil duluan."Chelsea mengadu kepada Ayahnya.


"Ya sudah ayok makan jangan pada ribut."Perintah Rini.


Ting...tong....


Terdengar suara bel rumah mengagetkan mereka yang sedang menikmati makanan.


"Mbak... tolong bukain pintu ya Mbak."Kata Rini memanggil asisten rumah tangganya.


Terlihat seorang gadis remaja berlari kedepan untuk membukakan pintu.


"Sayang...makan sayurnya juga biar sehat."Rini menyendok tumis kacang panjang lalu dimasukkan kedalam piring Chelsea.


"Bunda...aku gak suka."Rengek Chelsea manja.

__ADS_1


"Hus...kamu harus makan sayur biar badanmu segar gak loyo."Ucap Rini.


"Iya bener tuh kata Bunda,nih lihat kayak Masmu ini, suka makan sayur jadi kuat."Sambung Fareal memperlihatkan otot tangannya kepada adiknya yang memiliki badan mungil karena susah makan nasi apalagi sayuran kalau tidak dipaksa,Chelsea lebih suka ngemil.


"Maaf Bu, diluar ada seorang perempuan ingin ketemu Ibu ."Kata asisten rumah tangga mereka setelah membukakan pintu untuk tamu.


"Siapa Mbak?"Tanya Rini sambil mengunyah nasi.


"Saya tidak tau Bu, perempuan itu seumuran sama Nyonya besar tapi kelihatan lebih tua sedikit."Jawab gadis remaja yang bekerja sebagai asisten rumah tangga dirumah Rini dan Rendi.


"Siapa ya?"Gumam Rini lirih.


"Ya sudah suruh orang itu masuk , suruh tunggu sebentar ya Mbak!"Perintah Rini.


"Baik Bu."Jawab gadis remaja itu langsung pergi lagi kedepan.


"Siapa Bun?"Tanya Rendi penasaran.


"Gak tau."Jawab Rini.


"Kalian habiskan makanan kalian, Bunda mau lihat dulu siapa yang datang."Lanjut Rini bangun dari duduknya,ia bergegas pergi untuk melihat siapa yang datang meninggalkan suami dan kedua anaknya yang sedang makan siang bersama.Kebetulan hari ini adalah hari minggu jadi meraka bisa makan siang bersama.


"Selamat siang Nak Rini, maaf mengganggu makan siang Nak Rini."Kata perempuan yang sedang duduk di sofa ruang tamu langsung berdiri saat melihat kedatangan Rini.


"Bu Karmila...."Rini merasa terkejut, ternyata yang datang adalah Ibu kandung Siska.


"Waduh... ternyata Bu Karmila yang datang, silahkan duduk lagi Bu."Lanjut Rini.


"Maaf Nak Rini, maksud kedatangan Ibu datang kesini, Ibu pingin ketemu cucu Ibu Nak.


Sabenarnya Ibu ingin mengajak dia untuk menemui Ibunya."Tidak pakai basa-basi,Bunda Karmila langsung mengatakan maksud kedatangannya.


"Saat ini keadaan Siska sangat memprihatinkan, hiks...dia ingin bertemu dengan putrinya."Jelas Bunda Karmila sambil terisak.


"Iya Bu, sabenarnya aku pernah menyuruh dia untuk menemui ibu kandungnya tapi dia menolaknya, bagaimana kata dokter yang menangani Mbak Siska Bu?"Tanya Rini.


"Kata dokter, hanya anak Siska yang bisa mengembalikan jiwa Siska yang mengalami gangguan, dia sangat terguncang, semua orang yang ia temui dianggap anaknya, Siska sangat merindukan Chelsea, Siska membutuhkan Chelsea untuk mengembalikan Jiwanya yang terganggu karena kesalahannya sendiri,Siska terlalu berambisi untuk balas dendam,tapi ambisinya yang terlalu berlebihan itu telah merusak hidupnya,hiks...."Bunda Karmila kembali menangis.


Rini menggeser duduknya mendekati Bunda Karmila yang terlihat begitu sedih.


"Maafin anak Ibu Nak,dia begitu menginginkan hidup Nak Rini hancur tapi malah dia sendiri yang hancur."Lanjut Bunda Karmila.

__ADS_1


"Tenanglah Bu, nanti aku coba bicara baik-baik sama Chelsea semoga ia mau menemui Siska, karena biar bagaimanapun Siska adalah Ibu kandung Chelsea.


"Tidak...aku tidak mau bertemu dengan perempuan jahat itu, perempuan itu bukan Ibuku."Seru Chelsea yang tiba-tiba ada dibelakang mereka.


__ADS_2