Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Pergi ke Brengkolang.


__ADS_3

Halo kawan para pecinta novel,bertemu lagi dengan Rini-Rendi,


Bab ini dan dua bab berikutnya masih bercerita tentang kenangan Rini dan Rendi setahun yang lalu ya kawan, bagaimana akhirnya mereka jadian.


Cerita ini author ambil dari cerita cinta Rini yang gagal produk itu author pindah kesini saja, hihihi...


Masih kenangan Rini dan Rendi satu tahun yang lalu.


"Kakak... kembalikan jepitan rambut Ana, hiks..."Ucap Ana sambil mengejar kakaknya yang sudah membawa kabur jepitan rambut miliknya.


"Mau ini...kejar kakak."Teriak Rini menunjukkan jepitan rambut Ana sambil berlari kecil keruang tengah.


"Kakak ...hiks.. hiks..."Ana berlari mengejar kakaknya sambil terisak.


"Rini... jangan bikin adikmu nangis...!"Teriak bu Retno dari dapur.


"Kakak nakal bu..!"Teriak Ana sambil duduk di sofa mengadu kepada ibunya.


Rini pun akhirnya berhenti berlari,ia berjalan mendekati adiknya yang sedang duduk di sofa sambil terisak.


"Sayang..adik kakak yang paling cantik,ini kakak kembalikan."Ucap Rini menyerahkan jepitan rambut Ana.


"Kakak jelek, nyebelin."Ucap Ana mengambil jepitan rambut miliknya dari tangan Rini.


Ia langsung mengelap air matanya sendiri dengan jarinya sambil tersenyum merasa bahagia akhirat jepitan rambut kesayangannya sudah ia dapatkan.


"Gemes deh gemes...."Kata Rini sambil menarik hidung Ana.


"Besok kakak mau pergi jalan-jalan mau ikut gak?"Lanjut Rini.


"Mau-mau."Jawab Ana bersemangat dengan wajah yang sudah kembali ceria,ia paling suka diajak jalan-jalan.


"Sama siapa kak?"Tanya Ana.


"Sama mas Wahyu."Jawab Rini.


"Oh..mas Wahyu yang waktu itu ya kak, yang tiba-tiba muncul saat kita lagi makan, wah... jangan-jangan kakak pacaran ya sama dia?"


"Hus...anak kecil gak boleh ngomong pacar-pacar, nanti gak jadi kakak ajak jalan-jalan lah kalau kamu bicara seperti itu."Ancam Rini pura-pura marah.

__ADS_1


"Iya enggak,tapi kakak janji mau ajak Ana."Rengek Ana.


"Hehehe..iya."Ucap sambil terkekeh.


Setelah peristiwa diwarung kemarin entah kenapa Rini yang selalu deg-degan apabila bertemu atau mendengar nama Wahyu tapi sekarang dia merasa biasa saja.


Saat Rini dan adiknya sedang bercanda tiba-tiba terdengar suara motor didepan rumah, Rini langsung bangun dari duduknya dan berlari keruang tamu,ia mengintip dari jendela ternyata yang datang ketiga sahabatnya yaitu Adel, Riko dan Sekar,ia langsung membuka pintu rumah.


"Halo gaes... tumben pagi-pagi pada kesini,mau ngajak pawai? Kalian juga terlihat rapih pada pakai jaket lagi, Jangan-jangan pada mau mbolang lagi nih, asyik..Mau mbolang kemana?"Tanya Rini yang sudah berada di teras rumah menyambut kedatangan para sahabatnya.


Kerjaan mereka memang suka berpetualang seperti si bolang, si bocah petualang.


"Ah lo mah Rin,ada tamu datang bukannya dipersilahkan masuk dulu terus dibikinin minum, dikasih makan,malah langsung dikasih pertanyaan sudah seperti wartawan mau nyari berita saja."Jawab Riko dengan wajah cemberut duduk di kursi yang ada di teras rumah diikuti kedua temannya.


"Kita mau ajak lo ke Brengkolang."Ucap Adel.


"Hah..ke Brengkolang? Tanya Rini kaget.


"Biasa aja kali Rin, sampai segitunya lo kaget.."Ucap Adel merasa geli dengan ekspresi wajah Rini.


"Hehehe..iya sorry."Jawab Rini merasa malu.


"Iya Rin, besok gue kan mau ke Jakarta,hari ini gue mau pamit dan minta doa restu sama bude."Sambung Sekar.


"Ya sudah, tunggu sebentar gue ganti baju."Ucap Rini.


Ia bergegas masuk kedalam rumah untuk mengganti bajunya dan pamit kepada ibunya.


Mereka pun pergi ke Brengkolang dengan naik sepeda motor setelah berpamitan kepada ibunya Rini.


***


Setelah melakukan perjalanan yang cukup jauh akhirnya sampai juga mereka di desa Brengkolang.


"Subhanallah inilah pemandangan disini,sejuk...."Ucap Rini setelah mereka sudah berada di daerah terpencil yang ada di pegunungan.


"Iya,tapi sepi banget ya kayak gak ada penghuninya."Lanjut Adel sambil menghentikan motornya diikuti oleh teman-temannya yang lain setelah mereka berada di depan tugu yang terdapat tulisan SELAMAT DATANG DI DESA BRENGKOLANG.


Mereka mengabadikan kebersamaan mereka dengan berfoto-foto didepan tugu itu.

__ADS_1


Mereka melanjutkan perjalanan mereka menuju ketempat budenya Sekar.


"Berhenti gaes,itu rumah bude gue."Teriak Sekar yang berada di paling depan berboncengan dengan Adel dibelakangnya ada Rini berboncengan dengan Riko.


"Oalah..ini tadi Sekar toh yang datang."Seru bude yang baru keluar dari dalam rumah ketika mendengar suara motor.


"Assalamu'alaikum bude."Salam Sekar mencium punggung tangan budenya diikuti oleh ketiga temannya.


Mereka dipersilahkan masuk kedalam rumah oleh bude, setelah berbincang-bincang cukup lama dan memberitahu maksud kedatangan mereka ke sana akhirnya mereka pun berpamitan untuk pulang.


"Kok tiba-tiba mendung ya gaes."Seru Riko merasa khawatir setelah mereka sudah berada didepan tugu desa Brengkolang.


"Iya gaes,ayok kita balik ketempat bude."Ajak Sekar.


"Saat mereka baru memutar motor mereka hendak kembali ke rumah budenya Sekar tiba-tiba hujan turun dengan begitu derasnya membanjiri jalan tanpa memberi aba-aba terlebih dahulu, mereka akhirnya berhenti disebuah gubuk tua yang ada didekat tugu untuk berteduh.


"Assalamu'alaikum..apa ada orang? Maaf kami mau numpang berteduh sebentar disini."Ucap Riko setelah memarkirkan motornya didepan rumah tua yang terbuat dari bambu berukuran sedang tapi terlihat sangat rapih.


"Gue seperti kenal nih motor."Ucap Adel melihat sebuah motor Honda berwarna hitam yang terparkir di teras rumah itu.


"Motor seperti itu banyak yang punya kali Del."Kata Sekar.


"Gila dingin banget,mana gue gak bawa jaket lagi.Lihat...kabutnya tebal banget gaes,gimana kita bisa pulang kalau kabutnya seperti itu."Keluh Rini yang sudah mulai kedinginan.


"Lagian lo kenapa tadi gak bawa jaket, udah tau kita mau ke gunung gak bawa jaket."Ucap Adel.


"Tadi panas Del,gue mana tau bakal seperti ini keadaannya."Jawab Rini sambil bersandar di pagar rumah,ia meniup kedua tangannya agar terasa hangat.


Kreet....


Tiba-tiba pintu rumah dibuka oleh seseorang mengagetkan keempat pemuda yang sedang berteduh dirumah itu.


Mereka menoleh kearah pintu, terlihat seorang nenek-nenek dengan rambut sudah berwarna putih digelung berdiri di depan pintu.


"lho..ada orang didepan toh,sini masuk,tapi maaf rumah mbah seperti ini,he.. he..."Ucap mbah sambil tertawa kecil memamerkan giginya yang sudah ompong.


"Iya mbah maaf kami numpang berteduh ya mbah."Jawab Riko sopan.


"Ada siapa mbah?"Terdengar suara laki-laki dari dalam rumah.

__ADS_1


Terlihat seorang pemuda tampan keluar dari dalam rumah membuat ketiga gadis remaja yang sedang berdiri di teras rumah merasa kaget dan kagum dengan ketampanan pemuda itu, apalagi Rini yang terlihat begitu terkejut saat melihat wajah pemuda yang baru keluar dari dalam rumah.


__ADS_2