
Malam semakin larut, para tamu undangan mulai pulang kerumah mereka masing-masing setelah cukup lama mereka menghadiri acara pernikahan Rendi dan Siska yang diadakan di rumah pak Burhan.
Tinggal beberapa teman Rendi dan saudara-saudara pak Burhan dan bu Citra yang masih berada di sana,juga para asisten rumah tangga yang terlihat sedang membereskan peralatan alat-alat pesta yang berantakan,para asisten rumah tangga itu juga membersihkan piring-piring dan gelas-gelas yang kotor.
Terlihat Rendi sedang berbincang-bincang dengan beberapa temannya di teras rumah.
Mereka adalah Basuki, Wahyu,Rahmat, Nino dan Lambang.
"Hai bro...lo mau kemana? Sudah gak tahan pingin cepat-cepat belah duren ya?"Kata salah satu teman Rendi saat melihat Rendi hendak masuk ke dalam rumah.
"Ih..gue cuma mau ambil minuman sama makanan buat kalian."Kata Rendi.
"Sudah sini aja bro...ini masih ada minumannya."Kata teman Rendi lagi yang bernama Nino.
"Nino...lo jangan begitu dong No... kasih lah pengantin baru ini buat merasakan nikmatnya malam pertama."Ledek teman Rendi yang bernama Basuki.
"Ya sudah sana lo masuk saja Ren, cepat belah semangkanya yang masih tersegel."Kata Lambang.
"Ya iya kalau masih disegel,kalau ternyata sudah jebol segelnya bagaimana?"Kata Basuki teman Rendi yang paling somplak pikirannya, soalnya kebanyakan nonton film adegan ranjang yang super hot.
"Memangnya kenapa kalau sudah jebol?Sama aja kan rasanya."Kata Lambang berbisik lirih ke telinga Basuki.
"Ya bedalah rasanya.
Kalau yang masih tersegel dengan rapat tuh agak susah,kalau yang sudah jebol, sekali tancap langsung blung."Kata Basuki menjelaskan sambil berbisik lirih tapi masih bisa didengar oleh teman-temannya yang lain.
"Kalian ini ngomongin apaan sih... semangka disegel agak susah,yang sudah jebol langsung blung.
Memang ada semangka seperti itu?"Kata Nino polos.
Nino adalah teman Rendi yang paling kalem, tidak tau maksud pembicaraan kedua temannya yang terdengar aneh dan membingungkan.
"Wah... sepertinya kita mesti ajari teman kita yang satu ini agar ngerti soal gituan Bang."Kata Basuki kepada Lambang.
__ADS_1
"Sudah jangan dengerin kata mereka No.. pikiran mereka sudah somplak semua.Mending kita pulang saja yok No, sudah larut malam."Kata Wahyu yang dari tadi diam saja mendengar pembicaraan teman-temannya yang somplak.
"Sebentar Yu.. kalian jangan pada pulang dulu,mending kalian nginap lah malam ini di sini ya semuanya,buat nemenin gue."Kata Rendi belum mau ditinggal teman-temannya.
"Hadewh.... gue gak salah dengar nih Ren?Lo mau kita nemenin lo melakukan gituan sama bini lo?Wah.. parah lo Ren, masak kita yang masih pada perjaka ini suruh menyaksikan adegan malam pertama lo!"Kata Basuki sambil menatap tajam ke arah Rendi.
"Ih.. pikiran lo memang harus dibersihkan deh, hayo..mikirin apa lo barusan."Kata Rendi merasa geli dengan ucapan Basuki.
"Waduh bro.. jangan ngomongin gituan dong, jadi pingin cepat kawin juga nih,sayang sekali gue belum punya cewek yang diajak kawin."Kata Lambang dengan wajah cemberut.
"Ah dasar pikiran mesum lo...!"Kata Wahyu sambil mengacak rambut Lambang.
"Makanya jangan suka ganti-ganti pacar, mulailah serius sama pacar lo, terus ajak dia nikah, ingat... umur sudah hampir sore,ndang nikah jangan lama-lama keburu End,tapi..kawin itu gak enak,kita jadi gak bisa bebas kemanapun kalau kita sudah kawin."Kata Wahyu menasehati Lambang.
"Alah lo Yu.. seperti sudah pernah kawin saja.
Cewek saja gue yakin lo belum punya,iya kan?"Kata Basuki meledek.
"Siapa bilang, sabenarnya sudah ada wanita yang ingin gue ajak nikah.
Rendi yang paham dengan maksud ucapan Wahyu langsung menatap tajam ke arah Wahyu.
"Waduh..dari ucapan lo barusan, gue seperti mencium bau kebencian dan persaingan deh.
Gue gak tau lo sedang punya masalah apa,tapi sebagai teman yang baik,gue akan selalu dukung lo Yu.
Semangat ya bro..kejar cinta sejati lo sampai titik darah penghabisan."Kata Basuki sambil menepuk pundak Wahyu untuk memberi semangat untuk sahabatnya itu.
"Hahaha...Alah biyung...gaya lo Bas... seperti mau berperang melawan kompeni saja."Kata Nino meledek Basuki sambil tertawa terbahak-bahak.
"Ealah bocah..susah jelasinnya sama bocah yang satu ini."Kata Basuki cuek.
"Ya sudah ayok kota pulang saja, biarkan teman kita yang satu ini belah durennya dulu."Kata Lambang.
__ADS_1
"Nah..apa lagi ini,tadi katanya belah semangka? sekarang belah duren?Lo Ternyata masih punya banyak buah ya Ren?Kok gak bilang-bilang sih kalau lo masih nyimpen semangka sama duren?Ah..lo pelit lah Ren,punya duren gak bagi-bagi sama teman-teman lo."Kata Nino dengan polosnya.
"Wadoh.. capek deh...!"Kata Basuki dan Lambang bersamaan sambil menepuk keningnya masing-masing.
"Sudah No..ayok kita pulang saja, masalah duren sama semangka,itu urusan Rendi bukan urusan kita,kita pamit ya Ren,selamat menikmati malam pertama lo ya..dah Rendi."Kata Rahmat langsung menarik tangan Nino setelah berpamitan dengan Rendi.
Rahmat dan Nino Langsung pergi menuju motor mereka yang diparkiran di halaman rumah kedua orang tua Rendi yang sangat luas seperti sebuah lapangan saja.
"Gue juga mau pulang lah."Ucap Basuki sambil bangun dari duduknya.
"Kalian mau tetap disini nemenin Rendi ber indehoy dengan bininya atau mau pulang?"Tanya Basuki kepada Lambang dan Wahyu yang masih duduk manis.
"Ih amit-amit,nggilani.Pulanglah...!"Kata Lambang geli langsung bangun dari duduknya dan pergi bersama dengan Basuki.
Wahyu juga ikut bangun dari duduknya hendak pergi tapi tangan Wahyu langsung ditahan oleh Rendi.
"Apa maksud lo tadi ngomong seperti itu?Gue tidak akan biarin lo ambil Rini.Dia milik gue, siapapun tidak boleh miliki dia,termasuk lo!"Kata Rendi sambil menatap tajam ke arah Wahyu, dengan tangannya masih menggenggam tangan Wahyu.
"Gue tidak akan biarin Rini bersama laki-laki egois seperti lo,gue akan cari dia sampai ketemu, setelah itu gue akan nikahi dia secepatnya kalau dia sudah berhasil gue temukan."Kata Wahyu sambil menghempaskan dengan kasar tangan Rendi.
Wahyu langsung pergi dengan sepeda motornya meninggalkan rumah pak Burhan dan bu Citra.
"Gue tidak akan pernah biarin lo mengambil apa yang sudah menjadi milik gue, ingat itu Yu."Teriak Rendi dengan suara keras.
Rendi membalikan badannya,ia sangat terkejut melihat Siska yang ternyata sudah ada di belakangnya.
Namun Rendi kembali bersikap dingin tanpa merasa bersalah langsung pergi meninggalkan Siska yang masih berdiri mematung.
"Tunggu Ren...Kenapa kamu masih saja memikirkan perempuan itu, padahal kita sudah menikah."Kata Siska dengan kedua mata berkaca-kaca,dia sungguh merasa sakit hati dengan ucapan Rendi.
"Heh.. menikah...?Oh iya gue lupa kalau kita sudah menikah.
Kita memang sudah menikah,lo sudah mendapatkan apa yang lo mau,tapi asal lo tau,kalau hati gue ini hanya milik Rini.
__ADS_1
Selamanya gue gak akan pernah suka sama lo."Kata Rendi sambil tersenyum sinis kearah Siska.