
"Abang...sudah sholat zhuhur belum?"Tanya Salsabila.
"Belum."Jawab Agung kembali mendekap tubuh kekasihnya itu.
"Sholat dulu gih, sudah jam satu lho bang,Bila beliin makanan dulu ya, katanya bang Agung belum makan."Kata Salsabila lagi.
"Gak usah,lo disini saja."Kata Agung belum mau melepaskan pelukannya.
"Tapi Bila harus kerja lagi bang,ini sudah waktunya masuk kerja lho bang, nanti kalau Bila dimarahin bagaimana?"Tanya Salsabila.
"Hahaha..siapa yang berani marahin lo? Suruh dia menghadap ke gue,lo lupa siapa bosnya di pabrik ini."Kata Agung dengan sombongnya.
"Iya deh bos,yang punya kuasa."Jawab Salsabila memalingkan wajahnya karena Agung mendekatkan wajahnya ke wajah dirinya.
"Heit...kok lihat kesana, lihatnya kesini dong!"Kata agung membalikkan wajahnya Salsabila dengan tangannya untuk menghadap ke arahnya.Ia mendekatkan wajahnya lagi ke wajah Salsabila hendak mencium bibir mungilnya,tapi Salsabila langsung menutup mulut Agung dengan telapak tangannya.
"Lebih baik bang Agung sholat dulu,Bila beliin makanan buat bang Agung,"Kata Salsabila menghentikan niat Agung yang hendak menciumnya.
"Sudah..lo disini saja,biar gue telpon Joko suruh belikan makanan buat gue."Kata Agung melepas pelukannya,ia merogoh ponselnya yang ada didalam kantong celananya lalu menelpon Joko,orang kepercayaan Agung.
Setelah selesai menelpon Joko, Agung melinting lengan kemejanya yang panjang sampai ke-siku. bergegas pergi kedalam kamar mandi untuk berwudhu.
Setelah beberapa menit Agung keluar dari kamar mandi dengan wajah basah,ia merapikan kemeja dan celananya.
"Lo gak sholat?Ayok bareng!"Ajak Agung.
"Iya, tungguin."Kata Salsabila bergegas masuk ke dalam kamar mandi untuk berwudhu, setelah beberapa menit ia keluar dan mengambil mukenanya yang ada didalam tasnya.
"Sudah siap?"Tanya Agung menoleh ke belakang terlihat Salsa yang sudah terlihat begitu cantik, wajahnya berseri memakai mukenanya,Salsabila tersenyum.
Lalu mereka melaksanakan ibadah shalat Dzuhur berjamaah didalam ruang kerja Agung.
__ADS_1
Saat mereka sedang melakukan ibadah shalat zhuhur berjamaah terdengar suara pintu ruangan Agung diketuk oleh seseorang dari luar.
Karena tidak ada jawaban dari dalam ruangan,orang itu membuka pintu ruangan Agung yang tidak dikunci.
saat pintu sudah terbuka,ia melihat didalam ruangan ternyata Agung sedang beribadah bersama seorang perempuan.
Orang itu yang ternyata adalah Joko merasa terkejut sampai mengucek matanya sendiri untuk memastikan apa yang dilihatnya itu benar,ia sungguh terharu hampir tidak percaya bosnya mau melaksanakan shalat Dzuhur padahal selama ini yang dia tau, bosnya itu tidak pernah melaksanakan shalat.Terlihat senyum Joko mengembang merasa bahagia akhirat bosnya yang super cuek selalu bersikap masa bodoh ternyata berubah jadi laki-laki beriman setelah mengenal Salsabila, perempuan yang selalu membuat bosnya itu tiba-tiba uring-uringan gak jelas,kadang senyum-senyum sendiri,kadang jadi seperti anak kecil yang manja.Jauh berbeda dengan saat Agung bersama dengan pacarnya yang dulu, Joko sering melihat mereka sering melakukan hal yang menjijikan di ruangan bosnya itu.
Agung juga sering ke bar bersama pacarnya yang dulu,dan selalu pulang dalam keadaan mabuk, Joko lah yang selalu menemani Agung.
Tempat-tempat yang sering mereka kunjungi kalau gak ke bar atau ke diskotik,ya syoping ke mall.Tapi semenjak kenal Salsabila, Joko tidak pernah diminta menemani bosnya ketempat-tempat itu lagi,ia juga tidak pernah melihat bosnya itu minum minuman keras bahkan sampai mabuk-mabukan.
Joko merasa bahagia saat mengetahui kalau bosnya itu sudah tidak berhubungan lagi dengan perempuan yang bernama Nadia.
"Semoga mbak Salsa membawamu menjadi sosok laki-laki yang jauh lebih baik lagi ya bos!"Batin Joko dalam hati.
"Ternyata cinta bisa merubah segalanya."Gumamnya lagi didalam hati sambil tersenyum.
"Syukurlah bos, akhirnya kamu mau sholat juga, semoga kalian bisa bersatu dan bahagia untuk selamanya."Batin Joko ketika audah berada diluar ruang kerja Agung.
Sementara keesokan paginya ditempat lain.
"Bagaimana keadaan Rendi ndu'?"Apa dia sudah ada perkembangan?"Tanya bu Retno saat mereka sedang sarapan bersama.
"Alhamdulillah keadaan mas Rendi sudah jauh lebih baik bu."Jawab Rini.
"Kamu kok setiap hari kesana sih ndu'? Memangnya istrinya Rendi atau kedua orang tuanya gak marah kamu terus menemuinya?"Tanya pak Karta.
"Malah kedua orang tua mas Rendi yang nyuruh Rini datang ke sana tiap hari pak,kalau istrinya.... Rini gak tau, semenjak mamanya mas Rendi marahi dia waktu itu karena melihat mbak Siska menampar Rini,dia gak pernah datang kesana lagi.
Rini gak tau apa yang terjadi selanjutnya karena Rini beberapa hari ini tidak melihat mbak Siska datang kerumah sakit.
__ADS_1
"Apa nanti kamu mau kesana lagi?"Tanya pak Karta.
"Pinginnya sih pak,tapi gak tau pak soalnya kemarin kata tante Citra, Rini kalau mau kerumah sakit nunggu dijemput pak Rudi,irang kepercayaan om Burhan."Kata Rini menjelaskan.
"Yang kemarin mengantarmu ndu'?"Tanya bu Retno.
"Iya bu."Jawab Rini singkat.
"Kakak keren, punya pacar orang kaya,besok Ana juga mau cari pacar orang kaya lah biar bisa naik mobil tiap hari."Kata Ana dengan polosnya.
"Hus..anak kecil gak boleh ngomong pacar.
Kamu sekolah aja yang bener."Kata bu Retno mengacak rambut Ana yang sedang duduk disamping kanannya.
"He...he.."Ana hanya ketawa kecil sambil makan.
"Oh iya bu,kata ibu kemarin Bila telpon katanya orang tua cowoknya mau datang kesini,jadi gak?"Tanya pak Karta.
"Hah..mbak Bila punya cowok bu? Alhamdulillah kalau begitu mbak Bila mulai mau membuka hatinya ke cowok lain, Rini seneng dengarnya."Kata Rini.
"Ibu juga ndu', sempat kepikiran saat mbak kamu bilang gak mau nikah lagi padahal mbakmu masih sangat muda,ibu sabenarnya sedih lihat mbak kamu yang memutuskan gak mau menjalin hubungan dengan laki-laki lain,tapi kemarin saat mbak kamu bilang kalau sekarang dia sudah punya pacar, dan kedua orang tua pacarnya ingin mereka segera menikah,ibu seneng banget.
Ibu langsung setuju,tak suruh secepatnya bawa cowoknya kesini untuk dikenalin sama bapak dan ibu "Kata bu Retno memberitahu.
"Hore... berarti sebentar lagi dirumah ini mau ada pesta ya bu,kak Rini sama kak Bila mau nikah."Kata Ana kegirangan.
"Ngomong apa Na...!"Ucap Rini mengusap wajah Ana dengan telapak tangannya.
"Ish..kak Rini."Ucap Ana kesal.
Pak Karta dari tadi hanya diam saja mendengarkan percakapan antara dua anak perempuan dan istrinya sambil menyantap makanan.
__ADS_1
Namun dia terlihat sedang memikirkan sesuatu yang hanya dia saja yang tahu.