Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Perubahan sikap Chelsea.


__ADS_3

"Haaaaa...Erna alias Inul...."Teriak Rini histeris merasa terkejut saat melihat sepasang suami-istri yang baru masuk,ia langsung bangun dari duduknya merasa senang bisa bertemu dengan Inul.


"Rini...."Panggil Inul langsung berlari menghampiri mantan majikannya yang sudah seperti saudaranya sendiri karena selama ia bekerja dengan Rini,ia selalu diperlukan seperti saudara bukan seperti asisten rumah tangga.


"Oalah... ternyata kalian toh yang ditunggu Adel."Kata Rendi tidak kalah terkejutnya.


"Halo bro, gimana kabarnya?"Sapa Wahyu berjabat tangan dengan Rendi, mereka berpelukan sebentar lalu berganti ke tuan rumah.


"Kalian kapan ke Jakarta?"Tanya Rendi.


"Tiga hari yang lalu Re."Jawab Wahyu.


Semenjak menikah Wahyu dan istrinya tinggal di kampung sang istri, mereka memutuskan tinggal dikampung karena kedua orang tua mereka masing-masing yang meminta.


"Senangnya...mana anak kamu Nul?"Tanya Rini sangat bahagia bisa bertemu dengan Inul setelah sekian lama mereka berpisah karena Inul memutuskan untuk tinggal di kampung bersama suaminya membuka usaha menjual bakso yang sudah terkenal akan kelezatan bakso mereka.


"Aku tinggal di kampung Rin,dia gak mau ikut ke Jakarta."Jawab Inul.


"Anak kamu sudah berapa bos?"Tanya Rendi ke sahabat baiknya.


"Tiga bro."Jawab Wahyu.


"Hebat lo,top cer tenan,kenapa anak-anak lo gak diajak?"Sambung Julius.


"Mereka sekolah semua Om,gak mau ikut ke Jakarta karena kita cuma sebentar di Jakarta."Wahyu memberitahu.


"Mbak Adel maaf ya,tadi jalanan macet banget jadi telat deh datangnya."Ucap Inul merasa tidak enak.


"Gak apa-apa, santai aja kali Er,ya sudah yok semuanya kita langsung keruang tengah saja, sudah saatnya untuk makan..!"Ajak Adel.


Mana anak-anak kamu Rin?"Tanya Inul sambil berjalan menuju ruang tengah bersama yang lain.


"Fareal gak bisa ikut lagi sibuk ngurusi tugas kuliahnya, Chelsea sama anaknya Adel gak tau dimana tadi sama Cabellita."Jelas Rini.


"Oalah ada Chelsea toh, kangen juga aku Rin, sudah segede apa dia,udah lama banget aku gak lihat dia."Ucap Inul.


"Tingginya udah sama sama biyungnya,he...he...."Kata Rini memberitahu.


"Cantik kayak biyungnya juga pastinya Er."Sambung Adel.


"Ya iyalah... masak cantik kayak Adel,dia kan anak aku."Jawab Rini.


"Iya-iya...."Ucap Adel gak mau berdebat dengan Rini yang tidak mau mengalah setiap kali berdebat dengan teman-temannya.

__ADS_1


"Mbak,tolong panggilkan anak-anak suruh kesini ya!"Kata Adel ke asisten rumah tangganya ketika mereka sudah berada diruang tengah yaitu ruangan yang akan digunakan untuk acara makan bersama.


"Baik Bu."Jawab asisten rumah tangga Adel bergegas pergi mencari keberadaan Cabellita, Chelsea dan Aciel.


"Lo sudah tau soal Riko belum Del?"Tanya Rini sambil menunggu anak-anak datang berkumpul untuk makan bersama.


"Memangnya ada apa sama Riko Rin?"Tanya Adel penasaran.


"Riko udah nikah lagi."Rini memberitahu.


"Beneran... Syukurlah kalau begitu, kasihan dia harus mengurus anaknya seorang diri, gue jadi teringat Sekar, sampai sekarang gue masih belum percaya kalau dia udah pergi untuk selamanya, kenapa Tuhan panggil dia begitu cepat, Sekar harus pergi sebelum sempat melihat bayi yang telah ia lahirkan."Ucap Adel jadi sedih mengingat sahabatnya yang telah meninggal saat melahirkan anak pertamanya.


"Iya Del,aku juga sampai sekarang masih menganggap dia masih hidup dan saat ini sedang bahagia berkumpul bersama anak dan suaminya."Balas Rini sambil meneteskan air mata mengingat sahabat baik mereka dari mereka masih kecil, terlalu banyak kenangan mereka bersama dengan almarhum.


"Lho...kok malah pada nangis...ayok kita mulai acara makan-makan, sudah lapar nih...."Ucap Julius mengalihkan pembicaraan agar kedua emak yang ada disampingnya tidak bersedih lagi.


"Mami... Papi...."Panggil Cabellita sambil berlari menghampiri kedua orang tuanya yang sedang duduk di kursi meja makan.


"Ini anak kalian?"Tanya Wahyu saat melihat anak perempuan sudah berada disamping Julius.


"Iya mas bro,ini princess kami."Jawab Julius sambil mengangkat tubuh Cabellita dan diletakkan dikursi yang ada disampingnya.


"Cantik ya, semoga gak tomboi seperti emaknya."Ucap Wahyu sambil melirik ke Adel.


"Hahaha...."


Terdengar tawa dari semua orang yang ada diruang makan melihat sikap Adel dan Wahyu.


"Mbak Er...."Panggil Chelsea menghampiri Inul dan mencium punggung tangan Inul.


"Wah... ternyata benar,kamu sudah besar dan cantik lagi."Kata Inul mengusap punggung Chelsea dengan lembut.


🌻🌻🌻🌻🌻


Satu bulan kemudian.


"Sayang...kamu gak makan dulu Nak,ayok sini makan dulu."Ajak Rini saat melihat putrinya yang baru pulang dari tempat temannya.


"Gak lapar Bun."Jawab Chelsea langsung berlari menuju kamarnya dan..


Brak....


Chelsea membanting pintu kamar dengan kasar sehingga menimbulkan suara yang cukup keras mengagetkan ketiga orang yang sedang berada diruang makan.

__ADS_1


"Ada apa dengan Chelsea Bun?"Tanya Rendi jadi penasaran.


"Bunda juga tidak tahu Yah, beberapa hari ini dia diam gak mau bicara sama Bunda.


Sabenarnya Bunda sedih melihat dia bersikap seperti itu tapi Bunda gak tau harus bagaimana agar Chelsea mau bicara sama bunda."Kata Rini memberitahu.


"Ya sudah biarkan saja dulu Bun,paling dia lagi ada masalah sama pacarnya,besok kalau masalahnya sudah selesai juga bakal balik lagi ke sikapnya yang semula."Rendi mencoba menghibur istrinya yang terlihat sedih dengan perubahan sikap putri mereka.


Sedang Fareal terlihat cuek, tidak terlalu memperdulikan apa yang sedang dibicarakan oleh kedua orang tuanya.


Fareal malah senyum-senyum sendiri sambil memainkan ponselnya.


"Fareal... kamu mau makan apa main HP Nak?"Tanya Rini melihat putranya malam sibuk bermain handphone.


"Iya Bun, Fareal balas chatting teman Fareal dulu Bun,he..he..."Jawab Fareal sambil cengengesan.


"Main handphonenya lanjut nanti lagi sayang,ayok dimakan dulu nasinya Nak!"Perintah Rini.


"Oke Bunda."Fareal meletakkan handphonenya diatas meja makan,ia langsung menyantap makanan yang ada didepannya dengan lahapnya.


"Makan pelan-pelan sayang."Lanjut Rini saat melihat cara makan anaknya yang seperti kerasukan.


"Hehe... lapar Bun."Ucap Fareal sambil meringis dengan mulut penuh nasi.


"Fareal... Fareal."Ucap Rini sambil menggelengkan kepalanya merasa geli dengan sikap anak laki-lakinya yang masih bersikap seperti anak kecil padahal sudah mau 20 tahun mulai bulan depan.


"Fareal kekamar dulu ya Bun,mau belajar dulu."Ucap Fareal setelah menghabiskan makanannya.


"Ya sudah sana, tidurnya jangan terlalu malam sayang."Rini mengingatkan.


"Iya Bunda sayang."Jawab Fareal menggeser kursinya kebelakang,lalu ia bangun dari duduknya dan berjalan menghampiri Bundanya yang masih duduk.


"Selamat malam Bunda,cup."Lanjut Fareal mencium singkat pipi Bundanya lalu segera berlari meninggalkan kedua orangtuanya yang masih berada diruang makan.


"Jangan main handphone terus Fa!"Teriak Rini saat anaknya sudah menjauh.


"Iya Bunda...."Terdengar suara Fareal dari jauh.


Sementara didalam kamar Chelsea terlihat sedang marah,ia mengobrak-abrik isi kamarnya merasa kesal.


"Kalian pembohong, ternyata kalian bukan orang tua kandungku.Akan aku balas kalian yang sudah membuat ibu kandungku menderita."Ucap Chelsea lirih dengan wajah penuh kebencian.


Sepertinya ada seseorang yang telah berhasil menghasut Chelsea sehingga Chelsea bersikap seperti itu.

__ADS_1


__ADS_2