
Setelah menemui pak Ridwan, Adel bergegas pergi dengan sepeda motornya ke tempat kerja Wahyu yang ternyata sudah ditunggu oleh Wahyu didepan gedung penerbitan buku milik orang tua Johan.
"Ada apa sih Yu, memangnya lo mau ngomong apa sampai rela berlari ke kampus gue."Kata Adel saat sudah bertemu dengan Wahyu yang ternyata sudah ada didepan gedung penerbit itu.
"Gue mau ajak lo ketempat Johan."Ajak Wahyu.
"Yaelah Yu, kirain mau ngomong apa,gue sampai kepikiran tadi, memangnya mau ngapain ketempat bos lo yang ganteng itu?"Tanya Adel.
"Johan katanya tadi pagi kecelakaan."Jawab Wahyu memberitahu.
"Kecelakaan? Terus bagaimana keadaan dia?"Tanya Adel kaget.
"Ya mana gue tau, makanya gue ajak lo kesana soalnya gue gak bawa motor,gue baru dikasih tau tadi setelah gue sampai kantor."Kata Wahyu menjelaskan.
"Ya sudah ayok kita ketempat si Johan itu,lo yang bawa motor gue ya!"Kata Adel menyerahkan kunci motornya ke Wahyu.
Mereka pun pergi ke apartemen Johan dengan berboncengan motor.
Setelah hampir satu jam diperjalanan, akhirnya mereka sampai juga di apartemen Johan.
Ting tong...
Wahyu memencet bel apartemen Johan, tidak lama pintu apartemen dibuka oleh seseorang dari dalam apartemen.
Wahyu dan Adel terlihat terkejut saat melihat seorang perempuan dewasa keluar dari dalam apartemen.
"Maaf tante, Johan nya ada di dalam?"Tanya Wahyu.
"Ada, sedang istirahat, kalian siapanya mas Johan?"Tanya perempuan itu dengan suara lembut.
"Kami teman-teman Johan tante."Jawab Wahyu.
"Ayok silahkan masuk,mas Johan nya ada didalam kok."Kata perempuan itu ramah.
__ADS_1
"Terimakasih tante."Jawab Wahyu, sedangkan Adel hanya diam saja sambil memperhatikan penampilan perempuan itu dari atas sampai bawah yang terlihat wow, Adel terus menatap perempuan yang ada di depannya dengan penuh selidik.
"Dia ada didalam kamarnya, kalian tunggulah disini dulu,biar aku panggilkan dia dulu."Kata perempuan itu menyuruh dua sepasang pemuda yang baru datang untuk duduk di sofa ruang tamu.
"Terimakasih tante."Ucap Wahyu.
"Tante...alamak....Apa aku beneran sudah terlihat tua?Sampai dipanggil tante sama pemuda itu?"Gumam perempuan itu didalam hati sambil berjalan menuju kamar Johan, perempuan cantik yang sabenarnya memiliki hati baik, sedikit manja walaupun sudah dewasa dan suka memakai baju seksi yang membuat mata kaum laki-laki tidak berkedip saat melihat pahanya yang mulus,dia adalah Nadia, mantan pacar Agung yang sering disebut ondel-ondel oleh neneknya Rendi.
Karena dandanan Nadia yang sedikit menor,selalu memakai baju atau gaun ketat memperlihatkan lekuk tubuhnya yang seksi dan aduhai, dengan panjang gaun diatas lutut, memperlihatkan pahanya yang putih dan mulus, bikin meleleh kaum laki-laki yang melihatnya.
"Wow... ternyata Johan menyimpan cewek seksi didalam apartemennya, tante-tante seksi, jangan-jangan mereka suka uhuk-uhuk didalam apartemen,parah juga bos lo itu ya Yu."Bisik Adel saat Nadia sedang memanggil Johan didalam kamarnya.
"Hus.. sembarangan lo Del, jangan suudzon.
Siapa tau aja dia itu kakaknya Johan atau saudaranya."Ucap Wahyu.
"Kakak?Mana mungkin, kan kamu sendiri yang bilang kalau dia tuh anak tunggal, kalau dilihat dari penampilannya sih dia itu seperti perempuan nakal."Ucap Adel.
"Diam Del, mereka datang tuh!"Ucap Wahyu menyenggol lengan Adel saat melihat Johan sedang berjalan dengan dipapah oleh Nadia.
Wahyu membantu Johan yang sedang dipapah oleh Nadia berjalan dengan hati-hati menghampiri sofa ruang tamu.
"Ternyata kalian yang datang, bagaimana keadaan kantor Yu?"Tanya Johan sambil duduk di sofa.
"Aman bos."Jawab Wahyu memberitahu.
"Em...."Adel terdengar seperti mau bicara sesuatu sambil menatap perempuan seksi yang ada di samping Johan.
"Oh iya, kalian sudah kenalan sama dia belum? Kenalin namanya Nadia,dia yang sudah menolongku."Kata Johan yang mengerti apa yang sedang difikirkan oleh Adel,ia sedikit berbohong padahal kejadian yang sabenarnya adalah gara-gara Nadia keadaan Johan jadi seperti ini.
"Sabenarnya akulah...."
"Kalau gak ada Nadia disana mungkin kalian sudah tidak melihat gue disini cuy."Kata Johan memotong pembicaraan Nadia yang belum selesai berbicara membuat kedua mata Nadia terlihat berkaca-kaca karena merasa terharu Johan sudah menutupi perbuatannya yang sudah membuat pemuda tampan yang usianya enam tahun lebih muda darinya itu terluka.
__ADS_1
******
Setelah cukup lama mereka berbincang-bincang akhirnya Wahyu dan Adel pamit pulang karena hari sudah mulai gelap.
"Kita pamit dulu ya bos,em..."Ucap Wahyu nampak bingung mau memanggil siapa perempuan yang ada disamping Johan.
"Nadia.. panggil aku Nadia saja karena aku juga sama seperti kalian belum menikah cuma umurku saja yang lebih tua dari kalian,he..he..."Ucap Nadia sambil tertawa kecil.
"Iya mbak Nadia, maaf kalau sikap kami membuat mbak Nadia tersinggung."Ucap Wahyu.
"Santai saja mas, senang berkenalan dengan kalian, semoga kita bisa menjadi teman baik ya,senang berkenalan dengan kalian."Jawab Nadia sambil tersenyum ramah.
"Kami juga sangat senang berkenalan dengan mbak Nadia, ternyata mbak Nadia adalah perempuan yang sangat menyenangkan."Kata Adel yang sudah mulai menyukai Nadia, padahal pertama bertemu,ia merasa curiga kalau Nadia adalah perempuan nakal karena berpakaian terbuka memamerkan paha mulusnya, bokongnya yang bahenol dan dua pasang gunung kembarnya yang menonjol terlihat sangat menggoda.
Setelah kepergian kedua sahabatnya, Johan kembali duduk di sofa ruang tamu bersama dengan Nadia,untuk beberapa saat mereka berdua saling diam sama-sama merasa canggung.
"Ternyata sangat menyenangkan ya mempunyai banyak teman."Kata Nadia memecahkan keheningan dan kecanggungan mereka berdua.
"Memangnya kamu tidak memiliki teman Nad?"Tanya Johan menatap serius kearah Nadia.
"Selama ini aku habiskan waktuku hanya untuk satu teman, temanku hanya dirinya seorang,tapi dia malah meninggalkan aku dan sekarang teman dekatku itu akan menikah dengan perempuan lain."Kata Nadia dengan wajah yang tiba-tiba berubah sendu.
Sementara ditempat lain terlihat Adel dan Wahyu sedang berboncengan motor hendak pulang dari apartemen Johan, tiba-tiba Wahyu meminggirkan motor milik Adel yang ia kendarai.
"Lho Yu, kenapa lo berhenti disini?"Tanya Adel yang sedang duduk dibelakang Wahyu.
"Ada yang ingin gue katakan sama lo Del,gue sudah lama ingin mengatakan ini sama lo tapi tidak pernah ada waktu untuk gue bicara berdua dengan lo."Kata Wahyu setelah ia menghentikan motor yang ia kendarai.
"Memangnya lo mau ngomong apa Yu? Sepertinya serius banget deh."Kata Adel sambil turun dari atas motor.
****
(Author):Maaf ya kawan, jika banyak tulisan author yang salah, padahal sebelum tulisan author serahkan sama NT, author sudah periksa dan baca beberapa kali agar tidak ada yang salah ketik,tapi tetap saja masih ada yang salah, Haduwh....🤦
__ADS_1
Jangan lupa like dan komennya,syukur ada yang kasih vote, favorit atau kasih hadiah (Serakah banget yak) berharap ada yang mau kasih hadiah berupa kopi sepesial agar authornya melek terus, soalnya sudah beberapa hari ini gampang banget ngantuk jadi tidak semangat bikin cerita , terimakasih buat pembaca yang sudah dengan setia mengikuti kisah cinta Rini dan Rendi sampai sekarang, terimakasih juga untuk pembaca yang sudah kasih like di cerita author yang masih jauh dari kata bagus ini, maklum baru belajar nulis, hihihi.... mohon maaf kalau ada kata-kata author yang kurang enak dibaca 🙏
Semoga besok author bisa crazy up soalnya author gemes banget pingin cepet namatin cerita ini, soalnya didalam otak author sudah ada cerita lain tentang anak-anak yang bikin gemes... pingin coba bikin cerita tentang dunia anak-anak yang unyu-unyu,he...he..