
"Sayang, sabenarnya sampai sekarang aku masih penasaran, bagaimana ceritanya kamu waktu itu bisa terjatuh,apa ada seseorang yang sengaja mendorong kamu atau kamu memang terjatuh sendiri?"Tanya Rendi ketika mereka sudah kembali ke Jakarta.
"Ah... sudahlah Yah, itu sudah lewat gak usah dibahas lagi, yang penting akunya kan baik-baik saja sekarang."Jawab Rini sambil menonton acara televisi.
"Tapi aku masih suka kepikiran masalah itu lho Bun,kalau memang ada yang sengaja membuat Bunda celaka, orang itu harus dikasih pelajaran Bun,Ayah gak bakalan tinggal diam."Ucap Rendi.
"Sudahlah Yah, lagian itu kejadian kan sudah dua tahun yang lalu, ayok kita sebaiknya tidur saja sudah malam."Ajak Rini mengambil remote televisi dan mematikan televisinya.
"Asyik... kita bikin dedek lagi ya Bun!"Bisik Rendi lirih ditelinga istrinya.
"Ih... dasar otak mesum, gak bosen apa tiap malam gituan terus."Rini mencubit pinggang Rendi.
"Enggak dong Bun,enak gitu mana bosen Ayah Bun."Rendi langsung membopong tubuh istrinya.
"Haduh Bun,kok kamu tambah berat aja sih!"Seru Rendi.
"Ayah... makanya turunin, siapa juga yang suruh gendong bunda, Bunda mau lihat Fareal dulu yah."Berontak Rini minta diturunkan sambil melingkarkan tangannya di leher suaminya takut jatuh.
"Sudah biarkan saja Fareal sedang tidur jangan di ganggu, saatnya kita bikin dedek buat Fariel."Ucap Rendi.
"Fariel aja masih kecil lho Yah,masa mau dikasih dedek lagi, kasihan Farealnya."Protes Rini langsung ditutup mulutnya dengan mulut suaminya.
"Em...Ayah...."Protes Rini setelah suaminya melepas ciumannya.
"Ya biarkan saja, nanti kan ada si mbak yang bantuin jaga Fareal, biar rumah ini tambah rame yang."Bisik Rendi masih menggendong istrinya, dibukanya pintu kamar mereka menggunakan siku tangannya dan dengan hati-hati ia meletakkan tubuh istrinya diatas kasur empuk.
"Sebentar ya Bun, Ayah kunci pintunya dulu takut ada yang ngintip bahaya."Bisik Rendi sambil tersenyum menatap wajah istrinya yang masih terlihat cantik meskipun badannya sekarang sudah tidak selangsing dulu.
Rendi cepat-cepat mengunci pintu kamar dan kembali lagi menghampiri istrinya yang sedang berbaring diatas kasur.
__ADS_1
Saat Rendi mulai melakukan aksinya menaiki tubuh polos istrinya yang sudah tidak memakai sehelai benangpun tiba-tiba terdengar suara tangis anak mereka dari ruangan sebelah, mereka sengaja memisahkan tempat anaknya dengan tempat tidur mereka , masih satu ruangan hanya terpisah dinding saja karena Rendi tidak mau saat sedang berindehoi dengan istrinya terganggu oleh anaknya sendiri.
Tapi walaupun mereka memisahkan tempat tidur anaknya, ya tetap saja diganggu saat sedang berindehoi,itu buktinya,he..he...
Hua...huaaaa....
Terdengar suara tangis Fareal menggema memenuhi ruangan kamar mereka.
"Ayah...awas, kasihan Fareal nangis."Rini mendorong tubuh suaminya yang masih setia nangkring diatas tubuhnya.
"Yaelah...baru mau mulai. Fareal mengganggu saja deh, nangisnya nanti saja napa Real, nunggu Ayah sama Bunda menyelesaikan misinya dulu membuat dedek baru buat kamu."Gerutu Rendi kesal sambil merebahkan tubuhnya disamping istrinya dengan wajah cemberut seperti anak kecil sedang ngambek.
"He...he...nanti gampang lanjut lagi Yah, jangan marah,cup..."Ucap Rini sambil tersenyum merasa geli dengan sikap suaminya,ia mengecup singkat pipi suaminya setelah itu ia bergegas memakai dasternya yang sudah tercecer di lantai lalu pergi keruang sebelah untuk melihat keadaan anaknya.
Huaaaa....
Fariel semakin mengencangkan tangisannya.
"Oalah.. ternyata karena ini kamu nangis? Sebentar ya sayang, Bunda ambilkan Pampers yang baru."Ucap Rini setelah membuka pampers yang sudah penuh dengan pi**pis Farel,Rini berjalan menuju lemari kecil yang berada disamping ranjang Fareal yang berisi peralatan dan baju-baju Fareal.
Diambilnya Pampers lalu dipakaikan ke Fareal.
Rini membuatkan susu formula yang sudah ia siapkan didalam kamar untuk anaknya karena anaknya sudah berusia 2 tahun, tidak minum ASI lagi.
Rini pun kembali ke ruangannya setelah memastikan anaknya sudah kembali tertidur dengan pulas.
Terlihat suaminya yang sedang berbaring diatas kasur sambil menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.
"Hem...."Rini tersenyum menatap suaminya yang sedang tidur membelakanginya,ia pun merebahkan tubuhnya disamping suaminya yang sepertinya sudah terlelap.
__ADS_1
"Em...."Rendi membalikkan badannya menghadap istrinya yang sudah kembali, dipeluknya tubuh istrinya yang sedang berbaring disampingnya.
"Eh... kirain Ayah sudah tidur."Ucap Rini kaget saat suaminya tiba-tiba memeluknya.
"Mana bisa aku tidur,selama si Otongnya belum tidur,dari tadi terus memberontak pingin ketemu mak Jenong."Ucap Rendi mencium bibir istrinya,ia melanjutkan aksinya yang sempat tertunda gara-gara anaknya yang tiba-tiba menangis.
Mereka melanjutkan pergulatan mereka dibawah selimut tebal.
Ketika pagi harinya mereka dikejutkan dengan suara tangis bayi dari depan rumah, saat asisten rumah tangga mereka membuka pintu rumah, ternyata ada bayi didalam keranjang yang terbuat dari kayu tergeletak didepan pintu.
"Bayi siapa ini ya ?"Tanya asisten rumah tangga mereka bingung lalu membawa masuk bayi itu kedalam rumah untuk di kasih tau kepada majikannya.
Rendi dan istrinya sangat terkejut dengan penemuan bayi di depan rumahnya.
"Siapa orang yang sudah dengan tega membuang bayi ini, kasihan sekali dia Yah."Ucap Rini menggendong bayi mungil berjenis kelamin perempuan yang terlihat masih merah, sepertinya bayi itu baru lahir karena masih ada tali pusarnya yang belum putus.
17 tahun kemudian.
"Bunda...,Fareal berangkat kuliah dulu ya."Pamit Fareal yang sudah berusia 19 tahun.
"Kamu gak sarapan dulu Fa... sarapan dulu gih Nak!"Perintah Rini yang sedang menyiapkan sarapan diatas meja makan dibantu asisten baru mereka karena Inul sudah tidak bekerja di rumahnya lagi setelah menikah dengan Wahyu.
Ya... akhirnya Inul dan Wahyu menikah setelah lima tahun mereka pacaran,yang lebih parah lagi dengan hubungan Adel dan Julius, akhirnya mereka juga menikah setelah tujuh tahun pacaran sempat putus nyambung sampai beberapa kali karena sikap Adel Julius yang sama-sama keras kepala tidak mau ada yang mengalah, ditambah Adel yang tetap mempertahankan karirnya sebagai seorang penyanyi dan pengusaha muda sesuai dengan keinginan kedua orang tuanya, membuat hubungan mereka sering mendapat masalah, hingga putus beberapa kali tapi akhirnya balik lagi karena kenyataannya mereka masih saling cinta.(Hem..🤔kalau ngomongin soal cinta memang kadang bikin pusing ya,benar juga kata Om Agung, cinta bikin puyeng😅) Mungkin itu juga hukuman buat Julius yang sempat bilang kalau dirinya tidak mau berhubungan dengan perempuan yang hanya membuat hidupnya jadi ribet, ia dulu juga pernah bertekad tidak mau menikah karena menikah cuma membuat hidupnya dipenuhi masalah.
Akhirnya Julius menikah dengan Adel,yang juga sama-sama keras kepala,tapi lama-kelamaan Adel akhirnya mau mengalah untuk Julius, laki-laki dewasa yang sudah menguasai hatinya.
"Nanti beli sarapan di kantin saja Bun, Fareal sudah ada janji sama temen."Jawab Fareal mencium punggung tangan bundanya lalu ia bergegas keluar rumah, tidak lama terdengar suara motor milik Fareal pergi menjauh dari rumah mereka.
"Ealah... punya anak laki-laki satu susah kali diaturnya."Gumam Rini lirih sambil berjalan untuk melihat keadaan anak perempuannya yang belum keluar dari dalam kamar.
__ADS_1
Tok...tok....
Sayang...apa kamu sakit Nak?Kok belum keluar,ayok kita sarapan dulu nak."Ucap Rini sambil mengetuk pintu kamar anak perempuannya yang masih dikunci dari dalam.