
"Itu semua karena salah kamu sendiri yang tidak mau nurut Ibu."Ucap Siska sambil meletakkan nampan diatas meja.
"Maksud Tante apa?"Tanya Chelsea bingung.
"Ibu cuma minta kamu untuk melakukan sesuatu untuk Ibu tapi ternyata kamu tidak melakukannya, ingat Chelsea,akulah Ibu kandungmu yang sudah melahirkan kamu bukan perempuan yang bernama Rini,kamu milik Ibu bukan Rini."Jelas Siska.
"Melakukan apa?"Tanya Chelsea semakin bingung.
"Aku cuma minta agar kamu hancurkan keluarga Rini, bikin perempuan itu menderita seperti dia sudah membuat ibumu ini menderita, dialah yang sudah membuat Ayah kamu sampai meninggalkan Ibu, perempuan itu yang sudah membuat Ibu terpaksa harus menyerahkan kamu ke mereka,kamu harus membalaskan dendamku, karena kamu anakku."Jelas Siska.
"Tante jangan bicara seolah-olah Tante mempunyai hak atas diri aku,kalau benar Tante adalah ibu kandung aku, kenapa Tante menyerahkan aku ke orang lain? Kenapa Tante tidak mau mengurus aku?Ibu macam apa Tante ini, AKU BUKAN ANAK TANTE,AKU ANAK BUNDA RINI DAN AYAH RENDI..!"Teriak Chelsea dengan suara keras menatap wajah perempuan yang sedang berdiri didepannya dengan tatapan tidak suka.
Plak...
Siska menampar pipi Chelsea dengan keras.
"Kamu jangan pernah membentak ibumu sendiri, suka atau tidak suka, akulah Ibu kandungmu bukan pela**kor itu, panggil aku Ibu!"Ucap Siska sangat marah.
"Tidak mau."Jawab Chelsea singkat sambil memegang pipinya yang terasa sakit akibat tamparan cukup keras dari Siska.
Ia berusaha untuk tidak menangis.
"Panggil aku Ibu!"Paksa Siska.
"Tidak mau,aku tidak sudi memanggilmu Ibu,cih... Ibu macam apa kamu!"Jawab Chelsea sambil tersenyum sinis, terlihat warna biru di pipinya bekas tamparan yang cukup keras dari Siska.
"Kamu...!"Bentak Siska mengangkat tangan kanannya lagi siap menampar kembali pipi Chelsea.
"SISKA..!"Teriak seorang perempuan dari pintu langsung berlari menghampiri Siska yang hendak menampar Chelsea.
__ADS_1
Perempuan itu adalah Bunda Karmila.
"Apa yang kamu lakukan dengan cucu Bunda, Bodoh kamu."Bentak Bunda Karmila menghempas tangan Siska dengan kasar.
Bunda Karmila langsung memeluk tubuh cucunya.
"Sayang..kamu gak apa-apa kan Nak?"Tanya Bunda Karmila melepas pelukannya.
"Hiks...."Chelsea tidak menjawab pertanyaan dari neneknya,ia hanya bisa menangis.
"Apa yang sudah kamu lakukan, bagaimana anak kamu ini menurutimu kalau kamu bersikap seperti itu, selamanya kamu tidak akan mendapatkan anakmu kembali karena sikapmu yang kasar."Kata Bunda Karmila sambil mendekap tubuh Chelsea kembali.
"Gak taulah Bun,hah..."Ucap Siska sambil menjatuhkan badannya di atas kasur.
"Kapan kamu berubah, sikapmu masih saja seperti itu, keras kepala, ceroboh, selalu berbuat tanpa berfikir panjang.
Sadarkah kamu, semua yang terjadi akibat dari perbuatan kamu sendiri yang selalu bersikap semau kamu sendiri tanpa berpikir panjang.
"Makanlah Nak,kamu dari kemarin gak makan, nanti kamu sakit Nak,nenek suapin ya sayang."Bujuk Bunda Karmila dengan suara lembut.
"Hiks... Chelsea mau pulang Nek, Chelsea kangen Bunda Rini, hiks...."Ucap Chelsea sambil terisak.
"HAH...RINI...RINI...RINI...KENAPA SELALU RINI!"Teriak Siska langsung bangun dan berjalan keluar kamar,ia terlihat begitu kesal saat mendengar nama Rini kembali disebut oleh putrinya.
"Tenanglah sayang, jangan kamu dengarkan Ibumu Nak,dia sedang sedang banyak masalah jadi seperti itu."Kata Bunda Karmila membelai lembut rambut Chelsea.
"Sekarang makanlah sedikit ya sayang, Nenek suapin.
Ayok sayang, paling enggak demi.... "Bunda Karmila menghentikan ucapannya,ia terlihat sedang berfikir.
__ADS_1
"Demi...Bunda Rini,ya sayang.
Makanlah demi Bunda Rini kalau kamu memang sangat menyayangi Bunda Rini kamu itu."Rayu Bunda Karmila agar Chelsea mau makan.
"Hiks... Chelsea kangen Bunda Nek, ucap Chelsea kembali terisak.
"Iya, Nenek tau, makanya kamu makanlah sayang biar gak lemes,nanti Nenek coba bujuk Ibu kamu agar dia mau mengantarkan kamu untuk kembali bertemu dengan kedua orang tua kamu ya sayang."Bunda Karmila berusaha merayu Chelsea agar ia mau makan nasi karena Chelsea sudah dua hari tidak mau makan nasi.
"Ayok a... sayang."Lanjut Bunda Karmila menyuapkan nasi ke mulut cucunya.
"Em...."Chelsea akhirnya mau menuruti perintah neneknya,ia memakan nasi yang Bunda Karmila siapkan ke mulutnya.
"Bunda Rini, hiks...!"Chelsea kembali menangis jadi teringat dengan Bundanya yang suka menyuapinya.
"Sudahlah sayang,kamu jangan sedih lagi,ada nenek."Ucap Bunda Karmila meletakkan piring yang berisi nasi itu diatas meja,lalu Bunda Karmila kembali mendekap tubuh cucunya kembali untuk menenangkan cucunya yang saat ini terlihat sangat merindukan orang yang sudah merawat dan membesarkannya dengan penuh kasih.
Sementara ditempat lain.
"Jadi Ibu kandung Chelsea adalah Siska? Kenapa dia melakukan itu?"Tanya Bu Citra setelah mendengar penjelasan dari menantunya.
"Itulah yang Aku ingin ketahui apa maksud dan tujuan Mbak Siska meletakkan bayinya dirumah kamu 17 tahun yang lalu.
Sabenarnya ada satu rahasia lagi yang sengaja tidak aku kasih tau ke kalian semua, sabenarnya yang mendorong aku di Mall saat itu adalah Mbak Siska,aku sengaja tidak memberitahu masalah ini ke kalian karena dulu aku berfikir yang penting aku dan anakku selamat,aku gak mau nanti kalian malah akan memasukkan Mbak Siska ke penjara, biarkan masalah itu cukup aku dan Tuhan yang tau,aku selalu berharap Mbak Siska bisa berubah menjadi orang baik."Rini kembali memberitau sebuah rahasia yang kembali membuat mereka semua yang ada didalam mobil jadi semakin geram dengan sikap Siska yang sudah sangat keterlaluan.
"Perempuan Ib**lis,dia benar-benar perempuan Ib**lis."Ucap Bu Citra sangat marah.
"Ternyata kamu adalah perempuan yang berhati lembut, pantas saja Rendi begitu tergila-gila dengan kamu,dulu kami selalu berusaha untuk memisahkan kalian karena kami pikir kamu hanya memanfaatkan Rendi saja,tapi ternyata kami salah, maafin kami ya sayang."Bu Citra terlihat sangat menyesal dengan kebodohan dirinya dulu yang selalu menghina dan berusaha memisahkan anak semata wayangnya dengan Rini.
Mereka bahkan pernah menggunakan cara licik agar anaknya itu mau meninggalkan Rini.
__ADS_1
"Sudahlah Ma, jangan diingat masalah yang telah lalu, yang penting sekarang kita bisa kembali bersama."Ucap Rini memeluk tubuh ibu mertuanya yang terlihat sangat sedih.
"Apakah itu rumahnya?"Suara Fareal mengagetkan kedua perempuan yang sedang berpelukan, Bu Citra dan Rini langsung melepas pelukannya, mereka menoleh kedepan terlihat dari kejauhan sebuah rumah berukuran lumayan besar dengan dikelilingi bunga-bunga yang tertata dengan rapih dihalaman rumah itu.