Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Pingin makan martabak telor.


__ADS_3

Ternyata benar tebakan Inul, yang datang adalah Juju dan Caca yang baru pulang dari pasar dengan menenteng kantong plastik berukuran besar.Inul membantu membawakan belanjaan yang sedang ditenteng oleh Caca karena Caca sepertinya sangat kesusahan dan keberatan membawa belanjaan yang lumayan banyak.


Mereka masuk kedalam lewat garasi mobil,dari dalam garasi mobil terdapat sebuah pintu menuju lorong yang langsung terhubung dengan dapur dan tempat tidur mereka.


Sesampai di dapur ternyata sudah ada Rini yang sedang berdiri menunggu mereka.


"Akhirnya kalian pulang juga,aku pingin makan martabak telor."Kata Rini ketika ketiga asisten rumah tangga itu sudah sampai dapur.


"Iya mbak Juju,non Rini dari tadi nungguin mbak Juju katanya pingin dibuatkan martabak telor."Inul memberitahu kepada mbak Juju yang merupakan tukang masak di rumah Pak Burhan dan bu Citra.


"Oalah non,iya nanti aku buatkan martabak telor, tunggu sebentar ya non."Ucap Juju tidak enak sudah membuat majikannya itu menunggu.


"Haduh panggil aku Rini saja ya mbak, nanti panggil non-nya kalau papa-mama sama mas Rendi ada dirumah saja,kalau gak ada mereka kalian panggil aku Rini saja."Ucap Rini manja.


"Waduh non... jangan begitu,gak enak kita,masa mesti panggil nama aja,gak berani mbak mah non."Ucap mbak Juju merasa tidak enak jika harus memanggil nama Rini saja,tapi akhirnya mereka menuruti keinginan Rini karena Rini terus memaksa dengan wajah sedih meminta ketiga asisten rumah tangga itu untuk mengikuti keinginannya.


Kring..kring...kring...


Terdengar suara telpon rumah terus berbunyi saat keempat perempuan sedang sibuk membuat makanan didapur sambil bercanda.


"Caca, tolong angkat telponnya ya Ca."Perintah Rini kepada Caca yang usianya lebih muda diantara mereka berempat.


"Iya mbak Rini."Jawab Caca memanggil Rini dengan menggunakan mbak bukan nona karena Rini yang meminta.


Caca bergegas lari keruang tengah untuk mengangkat telpon.


Sedangkan Rini dan kedua asisten rumah tangga yang lain masih asyik ngobrol didapur sambil membuat martabak telor.


Tidak lama Caca datang lagi ke dapur sambil berlari.


"Mbak Rini, nyonya telpon mau ngomong sama mbak Rini."Kata Caca memberitahu.

__ADS_1


"Oh..."Ucap Rini langsung berjalan ke ruang tengah untuk menerima telepon dari ibu mertuanya.


"Halo ma."Ucap Rini setelah mengangkat panggilan telpon dari ibu mertuanya.


"Halo Rin, kamu ngapain didapur?Kata Caca kamu lagi ada di dapur."Tanya bu Citra setelah panggilan telponnya diangkat oleh menantunya.


"Rini cuma ngobrol sama mbak-mbak yang sedang masak didapur kok ma, habisnya Rini kesepian."Jawab Rini jujur.


"Oh.. kirain kamu ikut masak juga,kamu jangan ikut masak sayang,biar mbak-mbak saja yang masak,kalau kamu pingin dibikinin makanan tinggal bilang saja sama mbak Juju, pokoknya mama gak mau kamu terlalu capek, sebentar lagi mama-papa pulang, kamu mau minta dibelikan apa sayang? Pingin rujakan tidak?"Tanya bu Citra.


"Rujak?Mau dong ma."Jawab Rini dengan wajah ceria sambil menggerakkan mulutnya seperti sedang memakan sesuatu,air liurnya langsung keluar membayangkan segarnya makan rujak.


"Ya sudah, nanti mama belikan.


Kamu hati-hati di rumah ya sayang,gak usah didapur,kamu nonton TV saja gak usah ikut masak didapur nanti kamu capek."Perintah bu Citra.


"Iya ma."Jawab Rini singkat.


Bu Citra pun mengakhiri panggilan telponnya, Rini meletakkan telpon rumah ketempat-nya setelah bu Citra mematikan panggilan telpon.


Kring..


Baru Rini membalikkan badannya hendak kedapur untuk menemui ketiga asisten rumah tangga yang sedang berada didapur setelah menutup telpon rumah, tiba-tiba telpon rumah itu kembali berbunyi.


Rini bergegas mengangkat telpon rumah itu lagi.


"Halo ma..."Ucap Rini mengira mama mertuanya lagi yang menelpon.


"Sayang..ini mas,tadi mas telpon ke handphone kamu gak diangkat,kamu lagi ngapain?"Tanya seseorang di panggilan telpon.


"Eh..mas Rendi, kirain mama lagi yang telpon."Jawab Rini setelah mendengar suara seseorang dari seberang telpon yang ternyata adalah suaminya Rini yang menelpon.

__ADS_1


"Tadi pak Bokir telpon mas katanya Siska tadi datang kerumah marah-marah sama kamu apa benar itu yang?Kamu gak diapa-apain kan sama dia,kamu baik-baik saja kan?Kamu tidak ada yang terluka kan sayang?"Ucap Rendi terlihat sangat khawatir, terus bertanya kepada istri tercintanya itu.


"Gak apa-apa mas,ini aku lagi nunggu martabak telor buatan mbak Juju."Jawab Rini.


"Syukurlah kalau begitu,kamu hati-hati di rumah ya sayang, jangan lupa makan yang banyak biar jagoan mas sehat."Kata Rendi.


"Iya sayang,mas Rendi juga hati-hati kerjanya, jangan lupa makan, terus nanti sore jangan lupa beli jagung, karena aku pingin makan jagung bakar."Ucap Rini.


"Iya sayangku,dah sayang, muach."Ucap Rendi sambil mengecup Rini melalui panggilan telpon lalu ia mematikan panggilan telponnya.


Rini hanya bisa tersenyum merasa bahagia sambil meletakkan kembali telpon rumah itu Ketempat semula.


"Martabak telor sudah matang...."Terdengar. suara Inul dari belakang sambil berjalan menghampiri Rini yang sedang duduk di sofa ruang tengah.


"Em.. nyami-nyami...."Ucap Rini sambil menggerak-gerakkan lidahnya ke bibirnya sendiri sudah tidak sabar pingin cepat melahap makanan yang ada diatas piring di tangan Inul.


"Ini martabak telor pesanannya bu."Ucap Inul sambil meletakkan piring berisi martabak telor diatas meja.


"Makasih Nul."Ucap Rini dengan tulus,ia langsung mengambil martabak telor itu yang masih panas dengan menggunakan garpu.


"Nul, boleh minta tolong lagi gak? Tolong ambilkan saos sambal yang ada diatas meja makan dong."Perintah Rini dengan sopan meminta Inul mengambilkan saos sambal yang ada diatas meja makan.


"Oke bu."Jawab Inul langsung bergegas pergi ke ruangan makan untuk mengambilkan saos sambal itu dan menyerahkannya kepada Rini.


"Terimakasih ya Nul,ini benar-benar mantap,ayok Nul kita makan bersama."Ajak Rini sambil memakan martabak telor yang masih panas.


"Makasih,aku sudah kenyang."Jawab Inul sambil tersenyum melihat cara makan Rini yang seperti anak kecil.


Diluar rumah terlihat dua orang laki-laki sedang mengawasi rumah pak Burhan dan bu Citra dari jauh, gerak-geriknya sangat mencurigakan.


"Pak Bokir,coba bapak lihat dua laki-laki itu, mereka dari tadi terlihat mencurigakan berdiri disana sambil melihat kearah sini, perasaan aku kok jadi gak enak ya pak."Kata seorang satpam pak Burhan yang sedang berjaga di depan.

__ADS_1


"Iya Man, sabenarnya dari tadi aku juga punya perasaan seperti kamu, yang penting kita waspada saja jangan sampai lengah, takut mereka bermaksud tidak baik kepada keluarga ini."Jawab pak Bokir.


__ADS_2