Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Mencari Tukang bakso.


__ADS_3

Sore hari dirumah kedua orang tua Sekar sangat ramai dipenuhi banyak tamu undangan.


Disepanjang jalan dekat rumah bu Lasmi dan pak Tolip berjejer para penjual makanan dan mainan anak-anak juga penjual aksesoris.


Karena ada hiburan dangdutan di acara pernikahan Riko dan Sekar untuk menghibur para tamu undangan.


Rendi yang baru datang merasa terkejut saat melihat kedua mempelai ternyata adalah teman-temannya Rini.


"Lho... ternyata kalian berdua pengantinnya?"Tanya Rendi kaget.


"Em...lo siapa ya?"Tanya Riko lupa dengan pemuda tampan yang sedang berdiri di depannya.


"Dia Rendi bang, pacarnya Rini."Bisik Sekar ditelinga suaminya.


"Oalah...lo Rendi toh yang sering dibicarakan sama Rini, sorry bro..gue lupa, soalnya kita kan baru sekali bertemu yaitu saat di Brengkolang, waktu itu kita mau pulang dari tempat budenya Sekar tiba-tiba hujan,kita numpang berteduh di rumah seorang mbah yang ternyata adalah mbah lo,udah berapa tahun yang lalu itu ya?Jadi wajarlah kalau gue lupa,he..he.. sorry bro, gue beneran lupa,habis penampilan lo beda sama waktu itu,lo kelihatan lebih ganteng,tapi tetep lebih gantengan gue sih...!"Kata Riko dengan sombongnya.


"Bang....!"Ucap Sekar lirih sambil mencubit lengan suaminya.


"Hem....nama lo Riko kan?"Tanya Rendi.


"Iya bro bener banget,nama gue Riko Saputra, panggilan gue Riko, laki-laki paling ganteng diantara ketiga teman gue."Kata Riko dengan bangganya.


"Ya jelas aja lo paling ganteng,orang lo cowok sendiri diantara kita bertiga."Protes Sekar sambil cemberut.


"Iya bepbep cayang..bercanda...!"Ucap Riko sambil mencubit pipi istrinya gemas.


"Kalau yang nikah mereka berdua, berarti Rini datang kesini, mereka kan teman baiknya Rini."


Gumam Rendi dalam hati.


"Em.. Apa Rini tau kalian nikah?"Tanya Rendi ragu.


"Ya tentu saja tau,orang dia yang sudah buat bidadari gue jadi secantik ini."Jawab Riko.


"Dia juga semalam yang sudah buat bidadari gue ini jadi kayak badut, sekarang dia lagi pulang ke rumahnya buat ganti baju, nanti juga dia balik ke sini lagi."Lanjut Riko.


"Oh..."Ucap Rendi sambil berfikir.


"Bolehkah gue minta tolong sama kalian berdua?"Ucap Rendi.

__ADS_1


"Mau minta tolong apa bro? Katakan saja."Kata Riko.


"Jangan bilang sama Rini kalau gue ada disini."Jelas Rendi.


"Oke.. kita gak bilang sama Rini kalau lo kesini."Ucap Riko.


Rendi pergi meninggalkan kedua pasangan pengantin baru, tidak lama terlihat Rini datang dengan memakai gaun yang dibelikan oleh Rendi Waktu mereka mau pulang kampung,ia datang bersama dengan Adel yang juga terlihat begitu cantik memakai gaun.


"Wow... cantiknya mantan-mantan gue."Ucap Riko langsung mendapat cubitan dari Sekar di pinggangnya.


"He..he.. enggak bep, bercanda kok."Ucap Riko memeluk istrinya dari samping.


"Halo pengantin baru...!"Kata Adel dan Rini sambil membawa kado untuk mereka.


"Besar sekali kadonya Del?"Tanya Sekar kaget


"Ini kado spesial dari kita untuk kalian berdua!"Kata Adel sambil menyerahkan dua kado berukuran besar dan ukuran sedang kepada Sekar dan Riko.


Terlihat mereka tampak bahagia berbincang-bincang, sesekali Adel dan Riko kembali beradu mulut saling mengejek, Rini dan Sekar hanya bisa menonton pertengkaran mereka berdua sambil menepuk kening mereka masing-masing.


Tapi mereka kembali tertawa bersama saat Riko mengeluarkan jurus candanya yang bikin ngakak ketiga perempuan cantik yang selalu membuat hidupnya jadi terasa indah karena mereka berempat adalah sahabat sejati dari masih kecil, julukan mereka di sekolahan mereka dulu adalah empat serangkai atau para sibolang dari Kajen,karena hobi mereka berpetualang.


Sekar meminta kedua sahabatnya itu naik ke panggung untuk menyumbangkan sebuah lagu untuknya, lebih tepatnya Sekar pingin balas dendam soal semalam, dirinya sudah dikerjain abis-abisan oleh Rini dan Adel.


Tapi akhirnya Rini menuruti keinginan mempelai wanita karena dia terus merajuk.


Si mempelai wanita juga ikut naik ke panggung bersama kedua sahabatnya itu.


Rini beberapa kali salah lirik tapi Adel langsung menyambung agar Rini bernyanyi dengan benar.


"Sambil goyang dong..setuju gak semuanya..?"Kata Sekar berbicara dengan menggunakan mic agar didengar oleh orang banyak.


"Ah sialan lo Kar, rupanya dia sedang balas dendam mengerjai kita Rin."Bisik Adel lirih.


Sekar hanya tersenyum penuh kemenangan kearah kedua sahabatnya.


"Oke.. tidak masalah kalau soal goyang, gue jagonya..!"Ucap Rini menyerahkan mic-nya ke Adel dan langsung menunjukkan kebolehannya bergoyang.


Terdengar tepuk tangan disertai bunyi suwitan dari para tamu undangan dan juga para penonton.

__ADS_1


Ada sepasang mata yang dari tadi menatapnya dengan tatapan tidak suka.


Orang itu meremas tangannya menahan amarahnya.


"Lagi..lagi..."Terdengar dari para penonton dan para tamu undangan sambil bertepuk tangan.


"Oalah... ternyata mereka pingin lihat lo goyang lagi Rin, tunjukkin lagi Rin."Kata Sekar kembali menyuruh Rini untuk bergoyang.


"Oke..tapi sekali lagi ya, nanti encok gue kumat kalau goyang terus, bisa berabe urusannya."Kata Rini dengan manja membuat semua orang yang berada disana tertawa, Rini bergoyang lagi demi sahabat baiknya itu.


Tepuk tangan kembali diberikan untuk Rini dari semua orang yang ada di acara pernikahan.


Rini dan Adel juga Sekar akhirnya turun dari panggung setelah menghibur para tamu undangan dengan suara emas dari Adel dan goyang ngebor Rini, Sekar kembali duduk bersama suaminya dengan wajah ceria, Rini dan Adel duduk ditempat para tamu undangan sambil menyantap hidangan yang disediakan diatas meja.


"Gue pingin makan bakso deh,lo mau makan bakso gak Del?Beli bakso yok!"Ajak Rini.


"Malas lah Rin,gue lagi gak pingin makan bakso."Jawab Adel sambil makan cemilan.


"Ya udah deh, gue mau cari bakso dulu ya."Kata Rini lalu pergi meninggalkan Adel untuk mencari makanan kesukaannya.


Rini berjalan ketempat para penjual yang berjejer di sepanjang jalan dekat rumah bu Lasmi.


"Tukang baksonya ada disebelah mana ya?"Gumam Rini lirih.


"Ana..!"Panggil Rini ke adiknya yang sedang sibuk memilih aksesoris di tempat penjual aksesoris yang ada dipinggir jalan.


"Eh kakak,ada apa kak?"Tanya Ana.


"Yang jual bakso disebelah mana ya?"Tanya Rini.


"Paling ujung sana tuh..!"Ana menunjukkan letak penjual bakso.


"Oalah...jauh amat sih,selain itu ada lagi gak yang jualan bakso?"Tanya Rini lagi.


"Ada didekat rumah Mbah Halimah,tapi baksonya kurang mantap tadi siang Ana beli sama Trini tapi gak habis, mending kakak beli yang diujung sana,kata teman Ana baksonya enak."Kata Ana menjelaskan.


"Oalah..ya sudah,kakak mau beli disana saja deh,lo mau beli apa Na?"Tanya Rini.


"He..he..ada deh..!"Jawab Ana singkat sambil tertawa kecil.

__ADS_1


"Yo wes lah,kakak tinggal."Kata Rini pergi meninggalkan Ana yang sedang berdiri ditempat penjual aksesoris.


Ia terus berjalan menuju penjual bakso yang ada ditempat paling ujung, tanpa Rini sadari ada seseorang dari tadi mengikutinya dari belakang.


__ADS_2