Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Berantem lagi.. berantem lagi.


__ADS_3

Sementara ditempat lain terlihat Rini sedang meringis kesakitan akibat ulah Siska yang ngamuk seperti sedang kesurupan jin kiprit, hihihi...


"Aduh dek sakit dek."Ucap Rini ketika lukanya sedang diobati oleh Ana.


"Hua..."Ana yang tidak bisa melihat orang lain menderita langsung menangis dengan kencang melihat luka kakaknya.


"Lho..kok malah kamu yang nangis si dek?Yang sakit kakak kok kamu yang nangis, wadoh....!"Kata Rini menepuk keningnya sendiri melihat Ana yang disuruh mengobati lukanya malah menangis dengan keras.


"Itu kuntilanak siapa sih namanya kak?Ana pingin cincang dia di bikin megono saja deh kak, Ana sebel sama dia, hua...."Ucap Ana sambil menangis.


"Namanya Siska dek bukan kuntilanak."Jelas Rini.


"Bukan,nama Siska terlalu bagus buat perempuan seperti dia,nama yang cocok buat dia ya kuntilanak,awas saja kalau Ana ketemu dengan dia lagi,tak bikin megono dia."Kata Ana sambil memukul bantal yang ada disampingnya.


"Aduh.. terserah kamu saja dek, yang penting tolong obatin luka kakak cepetan."Perintah Rini.


"Hua... Ana gak sanggup kak."Teriak Ana sambil menangis.


"Wadoh..."Rini jadi gemas dengan sikap adiknya itu.


Tok..tok...


"Rini...."


Rini yang sedang kesakitan merasa kaget saat ada yang memanggil namanya disertai suara ketukan pintu dari luar.


"Waduh siapa itu Na?"Tanya Rini penasaran.


"Jangan-jangan perempuan kuntilanak tadi datang lagi, kakak diam disini saja biar Ana yang menemuinya."Kata Ana langsung bangun dari duduknya,ia berlari kedapur mengambil sapu, setelah itu dia berlari kedepan untuk membukakan pintu, Rini mengikuti adiknya dari belakang


"Kakak gak usah ikut keluar,biar Ana saja yang menghajar kuntilanak itu."Bisik Ana mendorong tubuh kakaknya yang sudah ada di belakangnya.


"Rini..."Terdengar suara perempuan yang tidak asing lagi buat Rini dan Ana.


"Gak ada orangnya paling bep,yok kita balik saja."Terdengar suara laki-laki juga diluar rumah.


"Itu suara mbak Sekar sama mas Riko lho dek,ah kamu mah..."Kata Rini langsung membuka pintu.


Ceklek...

__ADS_1


"Sekar.. Riko.."Panggil Rini setelah membuka pintu rumah.


"Hai gaes .... selamat tahun baru..."Teriak Sekar sambil berlari menghampiri Rini setelah pintu rumah dibuka.


"Ha...lo kenapa Rin?"Teriak Sekar histeris setelah melihat wajah Rini yang lebam dan di pipinya terdapat luka seperti sebuah cakaran.


"Tadi ada kuntilanak ngamuk mbak Sekar."Kata Ana.


"Hah.. kuntilanak?"Tanya Sekar dan Riko bersamaan.


"Sudah jangan didengarkan ucapan Ana,ayok masuk gaes."Rini mengajak kedua pengantin baru itu masuk kedalam rumah.


"Beneran jujur deh Rin,siapa yang sudah buat wajah cantik lo sampai seperti ini."Kata Riko tidak terima sahabatnya di sakiti seperti itu.


"Tadi Siska datang kesini tau-tau nyerang gue gitu aja."Jelas Rini.


"Siapa tuh Siska Rin? Kurang asem dia, pingin dijadikan kecombro dia sudah bikin mantan pacar gue seperti ini."Kata Riko asal, Sekar yang sedang berjalan disamping Rini menoleh ke arah suaminya dan langsung menjewer telinga suaminya itu yang suka berbicara asal njeplak.


"Haduh bep...tatit lho bep."Kata Riko memegang telinganya sendiri.


"Hihihi..mas Riko sama mbak Sekar lucu."Ucap Ana yang sedang berjalan di paling belakang sambil terkekeh merasa lucu dengan sikap sepasang suami-istri didepannya.


Mereka duduk di sofa ruang tengah sambil menonton film kartun kesukaan Ana.


"Tadi Ana suruh ngobati malah nangis."Ucap Rini.


"Habisnya Ana sedih lihat kakak seperti itu."Kata Ana manja sambil cemberut.


"Ya sudah sini biar gue yang obati luka lo!"Sekar mengambil Betadine dan kapas untuk mengobati luka Rini.


"Si Siska itu siapa sih Rin?"Tanya Sekar sambil mengobati luka Rini.


"Bininya mas Rendi."Jawab Rini singkat.


"What.... Rendi sudah nikah?"Tanya sepasang suami-istri itu bersamaan.


"Sudah."Jawab Rini singkat.


"Tapi lo masih berhubungan sama Rendi?"Tanya Riko merasa terkejut.

__ADS_1


"Iya."Rini kembali menjawab dengan singkat.


"Haduh Rini..salah itu salah,lo cantik,pinter,lo baik, please deh Rin, jangan jadi pelakor."Nasehat Riko.


"Gue sudah berusaha jauhi mas Rendi Ko,gue sampai harus pergi ke Jakarta waktu itu lho Ko demi menjauhi mas Rendi yang akan menikah dengan perempuan pilihan kedua orang tua dia yang bernama Siska.


Gue sudah mencoba melupakan dia,tapi kita selalu di pertemukan kembali,mas Rendi terus deketin gue, terus salah gue dimana coba?"Kata Rini membela diri.


"Berarti Rendi yang salah,dia harus dikasih tau ini gak bener."Kata Riko bersikap seperti orang tua.


"Alah.. gayanya si abang."Ucap Sekar sambil menggelengkan kepalanya merasa geli dengan sikap suaminya


"Haduh bep,awas aja ya kalau sampai bepbep berani selingkuh dibelakang abang,bakal tak kurung dalam kamar gak boleh keluar,biar kita bisa berindehoi tiap hari, hem...!"Kata Riko sambil tersenyum menatap wajah istrinya dengan tatapan mesumnya.


"Ih...itu mah mau lo aja kali ko,ha..ha...!"Kata Rini mendorong pelan tubuh Riko sambil tertawa terbahak-bahak.


"He..he..itu hukuman buat bini gue kalau dia berani macam-macam dibelakang gue."Jawab Riko sambil terkekeh.


"Bang.. ngomongnya dijaga,ada anak kecil oy..!"Kata Sekar melirik ke arah Ana.


"Ups..lupa bep."Ucap Riko langsung menutup mulutnya sendiri menoleh kearah Ana yang sepertinya tidak terlalu perduli dengan percakapan ketiga pemuda yang sedang duduk disampingnya,ia fokus pada film kartun yang sedang ditontonnya.


Rini tersenyum bahagia, disaat hatinya sedang terluka, sedih, lagi-lagi sahabat-sahabatnya selalu datang menghiburnya membuat dia lupa akan masalah yang sedang dihadapi.


Sementara dirumah kedua orang tua Rendi terlihat Rendi berganti mengamuk memarahi istrinya yang sudah kelewatan.


"Lo sungguh keterlaluan Siska,aku semakin muak melihat lo!"Bentak Rendi.


"Ren... Kenapa lo selalu membela pela**cur itu sih? Ingat Ren, gue bini lo, seharusnya lo bela gue bukan pela**cur itu."Teriak Siska tidak terima dirinya disalahkan.


Prang...


Rendi melempar vas bunga yang ada diatas meja merasa sangat marah dengan sikap Siska.


"Duh ... berantem lagi.. berantem lagi, siap-siap nanti kita bersih-bersih lagi Ca."Kata perempuan yang memakai jilbab kepada teman sekerjanya saat mendengar sepasang suami-istri yang sedang berantem disertai suara pecahan kaca.


"Iya Nul,apa gak capek mereka berantem ya Nul."Lanjut Caca.


"Mbak Er..."Teriak Siska dengan suara keras memanggil nama Inul,nama asli Inul adalah Erna,tapi biasa dipanggil Inul oleh teman-temannya,hanya keluarga majikannya saja yang memanggil nama aslinya dia.

__ADS_1


"Iya non...!"Jawab Inul dengan suara keras langsung berlari menghampiri menantu dari majikannya itu.


__ADS_2