
"Halo Del,ini gue Rini."Kata Rini saat panggilan telponnya diangkat oleh Adel.
Rini menghubungi Adel dengan menggunakan handphone milik Rendi.
Hanya nomor Adel yang Rini ingat.
"Halo Rin,lo dimana? Katanya lo ilang diculik orang,gimana keadaan lo? Beneran lo diculik?"Ucap Adel diseberang telpon terdengar tidak sabar pingin mengetahui tentang Rini, sahabatnya dari masih kecil.
"Duh Del...kalau nanya tuh satu-satu napa, kebiasaan deh!"Kata Rini protes.
"Sorry cuy,gue panik banget saat dengar dari Wahyu sama bos lo yang bernama Johan itu,kata mereka lo ilang diculik orang."Jawab Adel.
"Hah..lo sudah ketemu sama mas Wahyu dan mas Johan Del?"Tanya Rini kaget.
"Sudah, kemarin malam disebuah bar saat gue sama teman-teman lagi manggung.
Mereka tuh lagi nyari lo Rin, semalaman mereka nyari lo, hampir semua hotel di Jakarta mereka kunjungi untuk mencari informasi siapa tau lo disembunyikan di salah satu hotel itu.
memangnya bener Siska yang sudah menculik lo Rin?"Tanya adel lagi.
"Iya Del, perempuan itu ternyata jahat banget.
Dia bermaksud memberikan kesucian gue ke laki-laki hidung belang agar mas Rendi jijik dengan gue yang sudah tidak suci lagi.
Ternyata yang bernama Siska itu jahat banget Del,hiks...."Ucap Rini sambil terisak mengingat kejadian kemarin sebelum dia berhasil melarikan diri.
"Kurang ajar...dasar perempuan jadi-jadian, terus keadaan lo sekarang bagaimana?Lo sekarang dimana biar gue jemput."Kata Adel terdengar begitu marah juga khawatir.
"Gue gak tau gue sekarang ada dimana,tapi yang jelas gue sekarang sudah aman Del,mas Rendi sudah menyelamatkan gue Del."Jawab Rini.
"Sumpah demi apa lo?Jadi lo sekarang sudah sama Rendi lagi? Bagaimana ceritanya kok lo sama Rendi lagi? Jangan-jangan kalian memang jodoh Rin, beberapa kali kalian berpisah selalu saja di pertemukan kembali."Ucap Adel.
"Sabenarnya gue gak sengaja ketemu sama mas Rendi, saat itu gue sedang berusaha menyelamatkan diri dari tempat yang digunakan buat menyembunyikan gue oleh Siska.
Gue gak tau apa yang bakal terjadi sama gue kalau mas Rendi gak ada disana waktu itu, mungkin sekarang gue...hua..."Rini kembali menangis saat teringat kejadian waktu itu.
"Sudah Rin,lo jangan nangis lagi.
__ADS_1
Lihat aja kalau sampai gue ketemu sama tuh cewek jadi-jadian bakal gue bikin pecel tuh nenek lampir.
Tapi syukur deh gue seneng banget akhirnya lo gak kenapa-kenapa."Ucap Adel merasa lega.
Sangking asyiknya ngobrol, mereka sampai lupa kalau mereka sudah satu jam lebih berbincang-bincang.
"Del...gue minta tolong sama lo ya,nanti tolong bilangin sama mas Johan kalau gue gak kenapa-kenapa,gue takut dia khawatir."Kata Rini meminta tolong.
"Oke..nanti gue bilangin,tuh bos lo sepertinya memang sangat khawatir, kemarin gue ikut mereka keliling Jakarta buat nyariin lo."Kata Adel memberitahu.
"Beneran Del,gue terharu banget, terimakasih ya, kalian sudah mengkhawatirkan gue.
Nanti tolong bilangin sama mas Johan ya Del,kalau gue sekarang sudah gak kenapa-kenapa,gue sekarang sudah aman sama mas Rendi, mungkin gue mau langsung pulang ke Kajen aja deh Del,nanti kapan-kapan gue bakal kesana buat ucapin makasih buat sama mas Johan yang sudah berbaik hati memberikan gue makan dan tempat gratis,gue minta maaf belum sempat membalas kebaikannya selama ini sama gue, tolong ya Del bilangin ucapan terimakasih sama maaf gue sama mas Johan karena gue pergi tanpa pamit dulu sama dia.Ya sudah ya Del, makasih banget lho Del,lo masih setia jadi teman gue.
Gue gak enak sama mas Rendi, soalnya nih HP punya dia,hp gue ketinggalan di apartemen mas Johan saat gue kemaren ketemuan sama lo."Kata Rini.
"Oke Rin, nanti gue telpon dia." Jawab Adel.
"Lo punya nomor mas Johan Del? Jangan-jangan kalian....?"Tanya Rini kaget.
"Oh iya,he..he.."Ucap Rini sambil tertawa kecil.
"Ya sudah, makasih ya Del,bye Adel!"Ucap Rini setelah itu ia memutuskan panggilan telponnya.
"Adel,gue beruntung banget punya sahabat seperti lo,lo sahabat yang paling the best pokoknya."Kata Rini bergumam lirih setelah mematikan panggilan telponnya.
"Hayo..siapa yang paling the best?"Tanya Rendi yang tau-tau masuk aja didalam kamar.
"Eh,mas Rendi ngagetin orang aja deh,ketuk pintu dulu kek."Protes Rini.
Ceklek..
Rendi mengunci pintu kamar,lalu dia dengan santainya tidur di samping Rini yang sedang duduk diatas kasur penginapan yang sudah disewanya.
"Ma..mas Rendi ma..mau apa?"Tanya Rini gugup juga takut.
"Ya tidurlah,gak lihat sekarang sudah jam berapa?"Kata Rendi sambil memperlihatkan jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya kepada Rini.
__ADS_1
"Buju buneng... ternyata sudah jam 12 ya?"Ucap Rini melihat jam tangan Rendi.
"Nih gue balikin hp mas Rendi, makasih ya mas."Kata Rini sambil menyerahkan handphone ke Rendi.
"Oke... terus mana sewanya?"Tanya Rendi sambil mengambil handphonenya di tangan Rini.
Alih-alih mengambil handphone miliknya ditangan kekasihnya itu, Rendi menarik tangan Rini hingga membuat tubuh Rini jatuh kedalam pelukannya.
"Ah...mas Rendi lepasin."Ucap Rini merasa terkejut dengan sikap Rendi yang tiba-tiba menarik tangannya, Rini berusaha bangun dari tubuh Rendi tapi Rendi malah memeluknya dengan begitu erat
Rini menelan ludahnya sendiri, jantungnya berdebar kencang, dengan wajah mereka yang sangat dekat.
"Ma..mas Rendi,mau apa?"Tanya Rini dengan perasaan takut.
"Mau minta sewa,kan tadi kamu bilang gampang nanti."Kata Rendi sambil memandang wajah kekasihnya itu yang terlihat sangat tegang.
Ia dapat merasakan nafas Rini begitu cepat seperti habis lari.
Rendi membalikkan tubuh Rini dengan kasar,sekarang tubuh Rini berada dibawah tubuhnya.
Rendi mencium bibir Rini dengan sangat lembut, terlihat cairan bening keluar dari kedua mata Rini.
Rendi melepas ciumannya saat melihat cairan bening keluar dari kedua mata kekasihnya itu.
Ia menyingkir dari tubuh Rini dan tidur di sampingnya, ditatapnya wajah kekasihnya itu.
"Maaf sayang,aku tidak bermaksud untuk membuatmu menangis,aku gak akan melakukan itu sebelum kita benar-benar halal melakukannya,aku akan meminta hak ku nanti saat kita sudah sah menjadi suami istri."Kata Rendi sambil mengusap lembut air mata Rini dengan jarinya.
"Aku hanya ingin mencium mu saja, karena aku sangat merindukanmu, sekarang tidurlah, biarkan kita seperti ini sampai pagi.
Aku janji gak akan melakukan lebih dari ini sayang."Kata Rendi kembali memeluk tubuh Rini dari samping.
Rini membalikkan badannya menghadap kearah Rendi,ia menyembunyikan wajahnya di dada Rendi.
"Aku sangat mencintaimu, izinkan aku untuk menjaga dan melindungimu."Kata Rendi sambil mencium kening Rini.
Mereka akhirnya tidur bersama sambil berpelukan didalam kamar.Rini dapat merasakan hangatnya tubuh Rendi yang selalu membuatnya nyaman.
__ADS_1