Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Nenek masuk rumah sakit.


__ADS_3

"Anda beneran Pak Eko toh?"Tanya perempuan yang ada didepannya sekali lagi hanya ingin memastikan.


"Iya benar bu, saya Eko Prasetyo teman bu Sundari semasa masih sekolah SMP dulu,wah... ternyata Bu Sundari ngajar disini?"Tanya Pak Eko ramah.


"Iya pak, saya sudah lima tahun pindah ngajar disini setelah sebelumnya ngajar didaerah kapuk."Jawab Bu Sundari.


"Bapak kok ada disini?Apa anak bapak juga sekolah ditempat ini?


"Hehehe... enggak bu, kebetulan saya gak punya anak, saya kesini ada urusan dengan kepala sekolah."


"Oalah... begitu toh.Bapak apa kabar?Lama gak ketemu,tadi dari kejauhan saya perhatikan bapak berjalan seperti teman saya ternyata memang benar."Ucap Bu Sundari.


"Alhamdulillah kabar saya baik-baik saja bu.Maaf bu,ini tadi ada salah satu siswa tidak sengaja menjatuhkan ini, saat saya panggil ingin memberikannya ternyata anaknya sudah ngilang."Ucap Pak Eko mengambil sesuatu dari dalam kantong kemejanya.


"Saya nitip sama ibu saja ya untuk menyerahkan kartu pelajar ini ke yang punya."Pak Eko menyerahkan sebuah kartu pelajar kepada perempuan yang ternyata adalah seorang guru disekolah Chelsea."


"Oh... iya pak,ini milik salah satu murid saya, terimakasih pak."Ucap Bu Sundari.


Mereka berpisah karena Bu Sundari harus mengajar sedang Pak Eko harus menemui bapak kepala sekolah.


Ternyata Pak Eko berniat ingin memberikan sebagian uangnya untuk sekolah itu karena Pak Eko tidak memiliki anak ataupun istri.


🌻🌻🌻🌻


Ditempat lain.


"Halo Rin, nanti sore kamu datang kesini dengan suami kamu ya Rin, ibunya Bang Agung sakit, sekarang mau dibawa kerumah sakit tempat biasa ibu check up."Ucap seseorang dipanggilan telpon kepada Rini.


"Oalah iya mbak, nanti kita kesana setelah ayahnya Fareal pulang."Jawab Rini kepada seseorang yang menelponnya,dia adalah Salsabila, kakak kandung Rini memberi kabar kalau neneknya Rendi sedang sakit.


"Ya sudah mbak juga mau menelpon mertua kamu di Pekalongan."


"Iya mbak,mbak jaga kesehatan jangan terlalu capek."


Panggilan telpon dimatikan oleh Salsabila setelah selesai memberi kabar.

__ADS_1


Rini langsung menghubungi suaminya untuk memberitahu tentang keadaan nenek.


"Halo yah, ayah sedang sibuk gak?"Tanya Rini setelah panggilan telponnya diangkat oleh Rendi.


"Ayah tidak terlalu sibuk sih bun, Alhamdulillah pekerjaan hari ini berjalan lancar tidak ada masalah,ada apa bun? Tumben jam segini bunda menelpon ayah?"Tanya Rendi.


"Yah,nenek masuk rumah sakit,tadi Mbak Bila memberitahu bunda kalau nenek dibawa kerumah sakit."Kata Rini


"Nenek masuk rumah sakit bun?Rumah sakit mana?Ya sudah ayah pulang sekarang."Ucap Rendi nampak terkejut mendengar kabar tentang neneknya, panggilan telpon pun dimatikan oleh Rini.


Rini bergegas masuk kedalam kamarnya untuk membersihkan diri dan menyiapkan apa saja yang mau dibawa.


Setelah menunggu hampir satu jam akhirnya Rendi pulang.


"Bun... Panggil Rendi sambil berjalan setengah berlari masuk kedalam rumah.


"Ayah, gimana?Apa kita langsung kerumah sakit?Rini menghampiri suaminya yang baru pulang.


"Iya kita langsung kerumah sakit aja,kata mbak Bila nenek sakit apa bun? Terus dibawa kerumah. sakit mana?"Tanya Rendi sangat mencemaskan keadaan neneknya sambil berjalan masuk kedalam kamarnya untuk membersihkan diri.


"Ya sudah ayah mau mandi dulu bun,bunda sudah siapkan semuanya kan yang perlu kita bawa, kita nginep tempat nenek malam ini."Ucap Rendi langsung menuju ke kamar mandi setelah berada didalam kamar mereka.


"Sudah yah, bunda tunggu diluar ya yah, itu baju ayah sudah bunda siapkan."Ucap Rini bergegas keluar dari kamar sambil menenteng tas berukuran sedang berisi baju ganti untuk dirinya dan suami karena malam nanti mereka menginap dirumah nenek.


"Mbak...hari ini gak usah masak kita mau kerumah nenek, nanti malam kita gak pulang ya mbak,kamu masak untuk kalian saja, kalau ada yang menelpon menanyakan kami,mbak bilang saja kami sedang pergi ada keluarga yang sakit,oh iya mbak, kalau nanti Fareal telpon rumah, suruh telpon ke handphone aku atau bapak ya mbak."Perintah Rini sambil duduk dikursi meja makan menunggu suaminya selesai membersihkan diri.


"Baik bu."Jawab asisten rumah tangganya dengan sopan.


"Ayah...makan dulu yah."Panggil Rini saat melihat suaminya keluar dari dalam kamar.


"Mama sama Papa tadi sudah dikasih tau belum bun?"Tanya Rendi sambil duduk.


"Tadi sudah diberitahu oleh Mbak Bila yah."Jawab Rini.


Mereka bergegas pergi kerumah sakit setelah selesai makan siang.

__ADS_1


Hampir dua jam lebih mereka berada dijalan karena keadaan jalanan sangat macet, mereka pergi pas barengan para karyawan pulang dari tempat kerja mereka masing-masing jadi jalanan macet membuat mereka harus bersabar.


"Gila... macetnya kenapa bisa separah ini,ada apa ya didepan?"Tanya Rendi penasaran sambil memperhatikan keadaan didepannya.


"Apa ada kecelakaan paling yah,"Ucap Rini yang juga merasa heran dengan keadaan jalan yang begitu macet membuat mereka terpaksa mematikan mesin mobil karena tidak bisa bergerak alias diam ditempat,ndak bisa maju atau mundur.


"Alhamdulillah... akhirnya."Ucap Rendi merasa lega setelah melihat kendaraan sudah mulai berjalan,ia pun menyalakan mesin mobilnya kembali dan mulai menjalankan dengan pelan.


"Didepan ada apa pak?Kok tumben macet banget jam segini?"Tanya Rendi kepada seorang laki-laki yang sedang berdiri mengatur mobil agar bisa kembali berjalan dengan lancar.


"Didepan ada perbaikan jalan pak, mohon hati-hati ya pak."Jawab laki-laki itu sambil berteriak karena suara berisik kendaraan bermotor maupun mobil.


"Oalah... kirain ada apa,ya sudah terimakasih pak."Ucap Rendi melanjutkan menyetir mobilnya.


"Ada perbaikan jalan ternyata bun, pantas saja macet banget,"Ucap Rendi dengan kedua mata fokus kedepan.


Dert....


Handphone Rendi bergetar.


"Bun, handphone ayah bunyi bun, tolong angkat bun, siapa yang menelpon."Ucap Rendi.


Rini mengambil handphonenya suaminya yang diletakkan di dalam laci mobil bawah setir mobil.Terlihat dilayar handphone tertulis nama Papa, berarti yang menelpon suaminya adalah Pak Burhan, papanya Rendi.


"Papa mas."Ucap Rini langsung mengangkat panggilan telpon dari bapak mertuanya.


"Halo pa,"sapa Rini setelah mengangkat panggilan telpon dari bapak mertuanya.


"Halo Rin,kamu dimana nak?Apa kalian sudah diberitahu dengan keadaan nenek?"Tanya Pak Burhan.


"Iya pa,ini kita lagi dijalan untuk melihat keadaan nenek,"jawab Rini memberitahu.


"Oh... syukurlah, papa sama mama mungkin besok pagi baru ke Jakarta, nanti kalau sudah sampai sana kabari papa ya nak!"Ucap Pak Burhan terdengar sangat mengkhawatirkan keadaan ibu kandungnya yang saat ini sedang berada dirumah sakit.


"Iya pa."Jawab Rini.

__ADS_1


__ADS_2