
Pagi hari yang cerah, secerah hati kedua pasang kekasih yang sedang dimabuk asmara.
"Mas Rendi,kamu sudah gila,pingin aku terkena penyakit jantung ya..."Ucap Rini kesal sambil cemberut menatap wajah kekasihnya itu.
"He..he.. maaf sayang."Ucap Rendi masih memeluk tubuh Rini.
"Apa yang mas Rendi lakukan? Lepasin nanti Nenek lihat."Kata Rini sambil mendorong tubuh Rendi agar mau melepaskan pelukannya.
"Aku sudah susah payah ajak kamu kesini kok suruh melepaskan, tidak bisa.Nanti kamu kabur lagi."Jawab Rendi cuek belum mau melepas pelukannya.
"Akhirnya aku sudah bisa melihatmu setiap hari sekarang, sudah tidak ada yang bisa ambil kamu dariku lagi."Kata Rendi sambil menatap wajah Rini dengan tatapan mesumnya.
"Lepasin gak?Kalau gak aku bakalan teriak,besok aku pastikan mas Rendi tidak bisa bertemu dengan aku lagi."Ancam Rini.
"Jangan dong sayang...."Ucap Rendi.
"Aku mau minta jatah pagi dulu dari kamu sebelum berangkat kerja."Kata Rendi dengan tatapan mesumnya sambil tersenyum licik menatap wajah Rini.
"Jatah pagi apa?"Tanya Rini bingung.
Rendi bukannya menjawab pertanyaan Rini malah menahan belakang kepala Rini dengan telapak tangan kanannya dan langsung mencium bibir Rini dengan begitu rakus.
Tentu saja Rini kaget bukan main, Rini menginjak kaki Rendi dengan keras karena merasa kesal dengan sikap kekasihnya itu.
Kalau soal perasaan Rini,hanya Rini yang tau tentang perasaannya saat ini seperti apa.
"Aw.. sayang... sakit...."Rengek Rendi manja sambil memegangi kakinya sendiri karena merasa sakit gara-gara diinjak Rini.
"Makanya jangan bikin kesel, awas minggir aku mau mandi, Nenek minta diantar ke rumah sakit."Kata Rini sambil mendorong tubuh Rendi dengan menahan tawanya dengan wajah Rini yang sudah merah merona.
Rendi tidak terima diperlakukan dengan kasar oleh kekasihnya itu,dia merasa kesal dengan sikap Rini,lalu menarik tangan Rini dengan kasar dan kembali mendekap tubuh Rini kedalam pelukannya.
"Mas Rendi...kamu mau aku injak lagi kaki satunya."Kata Rini sambil menatap tajam ke arah Rendi.
"Em...ini hukuman karena kamu sudah berani menginjak kaki gue."Ucap Rendi sambil tersenyum licik menatap wajah Rini.
"Mas Rendi mau apa?lepasin gak?"Kata Rini mulai panik berusaha melepas cengkraman tangan Rendi yang begitu kuat.
__ADS_1
"Sudah sayang... jangan banyak bergerak, biarkan aku memelukmu sebentar untuk menambah semangat bekerja nanti."Ucap Rendi cuek dan kembali mencium bibir mungil milik Rini dengan begitu lembut.
Rini akhirnya pasrah tanpa ada perlawanan karena Rendi melakukannya dengan lembut, Rendi begitu pintar membuat Rini hanyut dalam permainan Rendi dipagi hari.
"Rendi...bocah kucluk....ngapain kamu diatas lama-lama,Awas kamu ya kalau berbuat macam-macam."Teriak neynek dari lantai dua menggema menghentikan aksi Rendi yang sudah dipenuhi dengan nafsu.
"Iya nek sebentar..lagi bantuin Rini jemur pakaian!"Teriak Rendi dari lantai atas berbohong sambil menatap wajah Rini yang menggemaskan.
"Bantuin jemur pakaian pakaian apaan..!"Ucap Rini sambil cemberut menatap wajah Rendi yang masih belum mau melepaskan pelukannya.
"Enggak bantuin jemur yang..tapi bantuin mandiin bibir lo yang bikin mabuk,yang selalu pingin gue kunjungi setiap hari.. sayang aku sangat mencintaimu,kamu sangat luar biasa,kamu adalah detak jantungku, satu-satunya detak dihatiku." Ucap Rendi lirih berbisik ditelinga Rini.
Membuat bulu kuduk Rini berdiri,merasa geli dengan ucapan Rendi.
Rini jadi merinding mendengar kata-kata Rendi.
Sekali lagi Rendi berhasil mencium bibir Rini sebelum akhirnya Rendi melepaskan pelukannya.
"Ya sudah a..ayok kita turun sayang,aku mau mandi."Ajak Rini jadi gugup.
"Em...apa boleh aku temenin kamu mandi sayang...!"Ucap Rendi menggoda Rini lagi.
"He..he... enggak sayang,aku bercanda..."Kata Rendi sambil langsung melepas pelukannya dan mengangkat kedua tangannya keatas meminta ampun.
"Huh..."Rini membalikan badannya dan langsung turun ke lantai tiga untuk kembali ke dalam kamarnya.
"Sayang... barengan dong, kok aku ditinggalkan sih..!"Kata Rendi mengejar kekasihnya yang sudah turun duluan kelantai tiga sambil terpincang-pincang taulannya karena kakinya masih terasa sakit akibat di injak Rini tadi
Rini langsung masuk kedalam kamarnya begitu sudah sampai di lantai tiga,sedangkan Rendi dengan berjalan pincang turun ke lantai dua menghampiri neneknya yang sudah ada di ruang santai sambil membereskan ruang santai yang berantakan.
"Nenek ... Rendi pamit pergi ke pabrik dulu ya nek."Ucap Rendi setelah sampai diruang santai yang ada di lantai dua.
"Kaki kamu kenapa Ren?"Tanya Nenek saat melihat Rendi yang berjalan pincang.
"Tadi kepleset nek saat sedang bantuin Rini."Ucap Rendi berbohong lagi.
"Kamu pecicilan sih, bukannya berangkat kerja malah naik keatas."Kata Nenek.
__ADS_1
"He..he... kangen Nek sama pujaan hati, Nenek kayak gak pernah muda saja deh."Ucap Rendi sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Ya sudah sana cepetan ke pabrik,kamu mau dimarahin om kamu,jam segini belum sampai pabrik."Kata Nenek.
"Iya Nek, pamit ya nek."Ucap Rendi sambil mencium punggung tangan neneknya.
Rendi langsung pergi meninggalkan Neneknya, saat mau turun,rendi berhenti sebentar dan menoleh keatas.
"Sayang....mas berangkat kerja dulu ya sayang..."Teriak Rendi lalu turun kelantai satu.
"Dasar bocah kucluk, cinta memang luar biasa,sampai bisa merubah seseorang jadi tambah kucluk seperti kamu Ren. "Ucap netnek sambil menggeleng kepalanya melihat tingkah cucunya.
Tidak lama terdengar pintu gerbang dibuka,
Rini berlari ke teras yang ada dilantai tiga,dia melihat Rendi dari teras lantai tiga.
Rendi melihat keatas,dia tersenyum melihat pujaan hatinya ternyata sedang menatapnya dari lantai atas.
Rendi mencium tangannya sendiri dan melempar keatas seolah sedang memberikan ciumannya untuk kekasihnya yang masih berdiri menatapnya dari lantai atas.
Rini memalingkan wajahnya pura-pura tidak perduli sambil menyembunyikan senyumnya.
Rendi nampak kesal dengan sikap Rini.Dia mengancam Rini melalui tanda isyarat.
Rini hanya tersenyum dan langsung berlari untuk kembali kedalam.
"Awas kamu ya...kamu sudah berani menolak ciuman dariku,lihat saja apa yang akan aku lakukan sore nanti."Kata Rendi dalam hati sambil tersenyum licik memikirkan sebuah rencana untuk membalas sikap kekasihnya itu.
Pagi hari ini terasa begitu indah buat Rendi, hatinya merasa sangat bahagia dengan kehadiran Rini, kebahagiaan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
Kehadiran Rini telah merubah hidupnya menjadi lebih terasa indah.
Pagi hari yang cerah secerah hati seorang pemuda tampan yang sedang jatuh cinta.
Sementara Agung datang kekantor dengan muka kusut,pagi ini dia tampak kesal karena terlambat menjemput pujaan hatinya.
Agung pagi-pagi sekali pergi ketempat biasa, menunggu pujaan hatinya di gang sempit dekat supermarket.Siapalagi kalau bukan menunggu Salsabila, perempuan pujaan hatinya yang sudah membuatnya uring-uringan di pagi hari ini karena Salsabila ternyata sudah berangkat ke pabrik bersama tukang ojek langganan Salsabila sendiri.
__ADS_1
Agung lama berdiam diri di dalam mobil menunggu seseorang keluar dari gang sempit tersebut, tapi sudah satu jam yang ditunggu tidak nongol-nongol juga, akhirnya Agung memberanikan diri untuk bertanya tempat tinggal Salsabila ke orang yang tinggal disekitar gang sempit itu,ada yang bilang kalau Salsabila sudah berangkat kerja dg naik ojek.
Mendengar penjelasan dari tetangga Salsabila itu, Agung nampak marah dan kesal,disepanjang perjalanan menuju ke pabrik Agung terus saja ngedumel sambil mengemudikan mobilnya, wajahnya tak ada cerianya sama sekali, terlihat kusut seperti kertas yang diremas-remas kusutnya,he...he..