Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Bunda Karmila di bawa kerumah sakit.


__ADS_3

"Bapak...!"Panggil Siska dan bunda Karmila bersamaan, mereka merasa terkejut saat melihat pak Surya tiba-tiba ada di pintu kamar.


"Bapak sungguh kecewa dengan kalian,belum puaskah kalian sudah menipu keluarga Burhan?Bapak sudah mengikuti keinginan bunda untuk mengambil dana yang seharusnya untuk modal konveksi milik Burhan,dan sekarang konveksi Burhan terancam bangkrut karena ulah bapak,itu semua bapak lakukan untuk kalian agar kalian bahagia,tapi kalian malah berusaha menyelakai keluarga teman bapak itu,bapak gak bisa biarkan kalian melakukan hal bodoh seperti itu.


Yang ada di kepala kalian cuma uang dan uang.


Hidup kalian sudah dikuasai dengan uang."Kata pak Surya dengan suara keras.


"Pak.. tunggu pak,bapak dengerin dulu penjelasan bunda."Kata bunda Karmila berjalan menghampiri suaminya.


"Bapak harus katakan semuanya ke Burhan dan Citra secepatnya, bapak mau minta maaf sama mereka.


Bapak juga mau menyerahkan diri ke polisi kalau bapak sudah melakukan kejahatan telah mengambil uang keluarga Burhan."Kata pak Surya sambil berjalan keluar kamar.


"Tunggu pak, bapak jangan lakukan itu,bunda tidak mau bapak di penjara,bunda tidak mau hidup menderita."Ucap bunda Karmila berjalan mengejar suaminya yang sudah keluar dari kamar Siska.


Sedangkan Siska hanya diam tidak berani ikut berbicara.


Malam semakin larut tapi masih terdengar keributan di rumah pak Surya,


Kedua pasang suami-istri itu masih terdengar sedang bertengkar didalam kamar mereka, tidak lama terdengar teriakan dari dalam kamar pak Surya dan bunda Karmila.


"Siska.. tolongin bapak nak!"Teriak pak Surya membuat Siska yang sudah mulai terlelap tidur karena merasa lelah seharian marah-marah terus langsung terbangun dan bergegas lari keluar kamar menghampiri kedua orang tuanya yang sedang berada didalam kamar mereka.


"Ada apa pak?"Tanya Siska yang baru masuk kedalam kamar kedua orang tuanya.


"Hah,bunda...!"Teriak Siska terkejut melihat bundanya sedang berada di pangkuan bapaknya tidak sadarkan diri dengan darah segar keluar dari pergelangan tangannya.


"Bunda kenapa pak?"Tanya Siska membulatkan kedua matanya sangking kagetnya langsung menghampiri kedua orang tuanya yang sedang berada dilantai,lalu ia segera memeriksa keadaan bundanya karena Siska adalah seorang dokter.


"Bapak gak tau Sis,bapak tadi sedang berada didalam kamar mandi, saat keluar bundamu sudah seperti ini, bapak juga kaget melihat bunda kamu tau-tau sudah tergeletak di lantai dengan tangan bunda keluar darah."Kata pak Surya menjelaskan.


Terlihat pergelangan tangan kiri bunda Karmila terluka sedang disampingnya terlihat sebuah pisau kecil terkena noda darah.

__ADS_1


Sepertinya bunda Karmila mencoba bunuh diri dengan melukai pergelangan tangannya menggunakan pisau kecil itu karena mendapat ancaman dari suaminya kalau dia akan mengakui semua kesalahannya pada keluarga pak Burhan, dan berniat menyerahkan diri kepada polisi serta memberitahu rencana istri dan anaknya kepada keluarga pak Burhan.


Siska dan pak Surya langsung membawa bunda Karmila kerumah sakit.


Keesokan paginya bu Citra mendapatkan telpon dari menantunya kalau saat ini bundanya sedang berada di rumah sakit.


Bu Citra langsung menelpon pak Rudi,orang kepercayaan pak Burhan untuk mengantarnya pergi kerumah sakit yang diberitahu Siska saat mengetahui besannya sedang berada disana.


Siang harinya bu Citra baru bisa pergi kerumah sakit untuk melihat keadaan besannya.


Kita tinggalkan dulu orang-orang di Pekalongan ya gaes!Kita menuju ke Jakarta.


Di Jakarta.


Terlihat seorang pemuda tampan sedang sibuk bekerja.


Dert..dert...


Dilihatnya layar ponsel, terlihat sebuah tulisan ibu dan foto sepasang dua orang tua sedang tertawa, terlihat gigi-gigi mereka yang sudah banyak yang ompong.


"Halo bu."Kata pemuda itu yang ternyata adalah Agung setelah mengangkat telpon dari seseorang yang ternyata dari nenek, ibunya Agung yang saat ini sudah berada di Pekalongan.


"Gung,kamu dimana?Di rumah apa di pabrik."Kata nenek diseberang telpon.


"Masih di pabrik bu,ada apa bu? Bagaimana keadaan Rendi?"Tanya Agung sambil memeriksa berkas-berkas yang ada dihadapannya.


"Besok kamu kalau kesini ajak Bila juga ya Gung,mas sama mbak yu mu mau kenalan sama calon istrimu!"Perintah nenek


"Coba nanti Agung tanya sama dia mau gak Agung ajak ke Pekalongan."Jawab Agung dengan tangan kanannya terlihat masih sibuk menulis dan memeriksa berkas-berkas.


"Harus mau, pokoknya dia harus mau,kamu paksa dia supaya mau,kalau gak ibu bakalan marah."Kata nenek memaksa.


"Ealah bu,jahat banget sih ibu,suka banget memaksa."Kata Agung menghentikan pekerjaannya.

__ADS_1


"Sudah,ibu mau kerumah sakit lihat keadaan Rendi,karena mas sama mbak yu kamu sedang menjenguk besannya yang juga masuk rumah sakit.Kamu cepetan cari Salsabila,ajak dia ke Pekalongan menyusul ibu sama bapak ditempat mas mu Burhan,kalau gak ibu bakal marah besar."Ancam nenek.


"Tut..tut..."Terdengar panggilan telpon dimatikan oleh nenek sebelum Agung menjawab.


"Duh Gusti.... punya ibu satu kalau sudah punya kemauan kudu dituruti,kalau gak bisa perang dunia kesepuluh."Kata Agung sambil meletakkan ponselnya di atas meja lagi, lalu Agung melanjutkan memeriksa berkas-berkas tadi, setelah cukup lama berada didalam ruangannya akhirnya dia selesai juga, dirapikan berkas-berkas itu lalu diambilnya ponsel dan kunci mobil yang diletakkan di atas meja,ia berjalan keluar ruangan.


Dert...


Tiba-tiba ponsel Agung kembali bergetar saat dia sudah berada di luar ruangan.


Dirogohnya ponsel miliknya yang dimasukkan didalam saku celananya.


Agung melihat ke layar ponsel, terlihat sebuah nomor yang tidak ada namanya.


"Siapa ini?"Gumam Agun lirih,tapi akhirnya ia angkat panggilan telpon itu karena merasa penasaran.


"Halo..siapa ini."Kata Agung setelah mengangkat panggilan telpon dari seseorang yang tidak diketahui siapa.


"Halo mas, akhirnya kamu mau mengangkat telpon aku."Kata seseorang dipangilan telpon.


"Oh...lo!


Ngapain lo telpon gue?"Tanya Agung yang sepertinya sudah mengenal suara orang yang menelponnya.


"Kenapa sih mas Agung tidak pernah mau mengangkat telpon dari aku?"Tanya orang yang menelpon Agung.


"Buat apa?"Tanya Agung terlihat cuek.


"Kok buat apa sih mas? Memangnya mas Agung gak kangen sama aku?"Tanyanya.


"Hahaha..buat apa kangen sama lo,kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi Nadia,tolong lo jangan ganggu gue lagi karena sebentar lagi gue akan menikah."Kata Agung langsung mematikan panggilan telpon yang ternyata dari mantan pacarnya yaitu Nadia.


Setelah mematikan panggilan telpon dari mantan pacarnya,Agung tersenyum geli menatap ponselnya sendiri mendengar ucapan dari mantan pacarnya itu,lalu dia memasukkan lagi ponselnya kedalam saku celananya,ia bergegas keluar untuk menemui Salsabila yang saat ini sedang bekerja menjahit baju di pabriknya.

__ADS_1


__ADS_2