Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Ayok kumpul


__ADS_3

Dirumah sakit yang sama tapi beda kamar inap, Siska dan bunda Karmila dirawat karena sama-sama melakukan percobaan bunuh diri.


Bunda Karmila mengiris pergelangan tangannya sendiri sedangkan Siska meminum obat dalam dosis tinggi.


Untung nyawa mereka berdua berhasil diselamatkan.


Pak Surya menatap wajah putri satu-satunya dengan kedua mata pak Surya berkaca-kaca,ia merasa sedih atas semua yang menimpa pada Putri kesayangannya.


"Ini semua salah bapak, seandainya bapak lebih memperhatikan kamu sayang."Ucap oak Surya lirih menggenggam tangan Siska dengan lembut.


Siska seperti itu karena bunda Karmila sangat memanjakannya.


Apa yang Siska mau selalu ia belikan, apapun keinginannya selalu ia turuti, sedangkan pak Surya hanya memikirkan pekerjaannya saja,yang pak Surya lakukan hanya bekerja dan bekerja,ia tidak ada waktu untuk bercanda atau ngobrol dengan putri satu-satunya.


Mungkin hal itulah yang membuat Siska tumbuh menjadi wanita yang seperti sekarang ini, kurangnya perhatian dan kasih sayang dari kedua orang tuanya, mereka hanya membelikan barang-barang mahal dan bermerek, memberikan fasilitas yang bagus untuk putri mereka tapi lupa memberikan kasih sayang dan cinta untuknya.


Tok.. tok...


"Maaf pak, bolehkah Rendi masuk!"Terdengar suara Rendi yang baru datang menyadarkan lamunan pak Surya.


"Oh...ya boleh dong nak, kemarilah."Kata pak Surya.


"Administrasinya sudah Rendi urus pak,bagaimana keadaan Siska pak?"Tanya Rendi ikut duduk di kursi yang ada di sebelah kanannya Pak Surya.


"Duh nak Rendi,bapak sungguh merasa malu dengan sikap anak dan istri bapak nak,maafin mereka ya nak, mereka sudah menyusahkan nak Rendi dan kedua orang tua nak Rendi."Kata pa Surya merasa tidak enak.


"Iya gak apa-apa,tapi maaf pak mungkin dalam waktu dekat ini Rendi mengirimkan surat perceraian Rendi sama Siska, karena Rendi benar-benar sudah tidak bisa hidup bersama dengan Siska pak."Jawab Rendi berbicara terus terang.


"Bapak mengerti perasaan kamu nak Rendi, justru bapak yang seharusnya meminta maaf, seandainya dulu bapak tidak menyetujui juga menuruti keinginan istri dan anak bapak untuk pergi kerumah kedua orang tua kamu, bilang kalau Siska sedang hamil anak kamu, mungkin kejadiannya tidak seperti ini,bapak sungguh menyesal karena tidak bisa bersikap tegas kepada istri dan anak bapak nak Rendi."Kata pak Surya dengan wajah sendu.

__ADS_1


"Bapak juga minta maaf nak Rendi, karena atas bujukan dari bunda,bapak mengambil uang yang seharusnya dipakai untuk menggaji para karyawan yang bekerja di konvensi papa kamu nak, akibat perbuatan bapak,dua konveksi milik papamu terancam bangkrut."Kata pak Surya penuh penyesalan.


"Hufh.."Rendi menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya dengan pelan.


"Sudah lah pak, yang sudah terjadi biarlah terjadi,jadikan semua itu sebagai pelajaran buat kita agar kedepannya lebih berhati-hati lagi dalam mengambil keputusan tidak gegabah mengikuti hawa nafsu saja.Kalau begitu Rendi pamit pulang dulu ya pak, nanti sore Rendi kesini lagi untuk melihat keadaan Siska pak.


Sekarang Rendi harus melihat seseorang yang saat ini juga terluka karena ulah Siska, Rendi tadi belum sempat melihat keadaannya."Pamit Rendi.


"Mobil Siska Rendi tinggal dirumah sakit ya pak, Rendi mau naik taksi saja, soalnya Rendi mau ambil motor Rendi yang tadi pagi Rendi titipkan dirumah teman Rendi."Lanjutnya.


"Iya nak Rendi, pergilah nak,biar Siska bapak yang urus."Pak Surya kembali menatap wajah putrinya yang terlihat lemas sedang berbaring diatas ranjang pasien dengan selang infus ditangannya setelah kepergian Rendi, menantunya.


"Oh Tuhan,ampuni perbuatan anak dan istri hamba Tuhan."Do'a pak Surya sambil menatap wajah anaknya yang terlihat pucat.


Setelah dari rumah sakit, Rendi langsung pergi untuk menemui kekasihnya dengan naik taksi.


Ia merasa terkejut saat sudah sampai didepan rumah kedua orang tua Rini yang ternyata dirumah itu terlihat sangat ramai.


"Rin...."Rendi tidak melanjutkan ucapannya saat melihat kalau ternyata didalam ada teman-teman Rini dan juga Wahyu, teman sekaligus saingan Rendi untuk mendapatkan Rini.


"Eh.. cowok lo datang tuh Rin."Teriak Riko yang masih disana sejak pagi tadi bersama dengan istrinya.


Semua yang ada didalam rumah menoleh kearah Rendi yang sedang berdiri di depan pintu.


tatapan mata Rendi tidak lepas dari sahabatnya yaitu Wahyu yang sedang duduk disamping Rini berpindah ke seorang pemuda tampan yang duduk di sebelah Wahyu.


"Tenanglah bro...gue kesini cuma mau melihat keadaan Rini saja sekaligus mengucapkan selamat tahun baru sama pacar kamu ini,ayok kumpul."Kata Wahyu yang mengerti dengan maksud tatapan dari Rendi.


Wahyu yang baru pulang dari Jakarta kemarin sore bersama Johan sahabat sekaligus atasannya itu, pergi ke tempat Rini karena mereka ingin melihat keadaannya.

__ADS_1


Sedang Rini langsung bangun dari duduknya saat melihat kedatangan Rendi,ia berlari menghampiri Rendi yang malah bengong didepan pintu.


"Ayok masuk."Ajak Rini menggandeng tangan Rendi.


"Kenapa mereka ada disini sayang?"Bisik Rendi lirih.


"Mereka cuma main saja mas."Jawab Rini juga berbisik lirih.


"Siapa pemuda yang disebelah Wahyu?"Tanya Rendi curiga.


"Teman mas Wahyu juga teman Rini waktu di Jakarta mas."Jawab Rini jujur.


"Apa?"Rendi menggenggam tangan Rini dengan erat dan menatap tajam kearah kekasihnya itu.


"Kami gak ada hubungan apa-apa mas."Jawab Rini menatap wajah Rendi penuh arti.


"Sayang..apa ini sakit?"Tanya Rendi menyentuh perban yang ada di pipi Rini, mereka saling berhadapan membuat iri orang yang melihat mereka.


"Duh.... mesra-mesraannya nanti aja Ren, tunggu kami pulang,gak sabaran amat sih,tenang saja bro, cewek lo aman."Kata Wahyu yang dari tadi sabenarnya kesal dengan kedatangan Rendi.


Karena kalau Rendi sudah datang maka dirinya sudah tidak bebas lagi untuk menggoda Rini.


Sedang Johan hanya diam saja melihat Rendi dan Rini yang terlihat begitu mesra.


"Ih mas Wahyu apaan sih."Kata Rini sambil tersenyum malu.


"Apa lo bener-bener bahagia dengan cowok itu Rin? Karena jika ternyata lo gak bahagia, gue bakal ajak lo kembali ke apartemen gue."Gumam Johan didalam hati menatap kearah Rini.


"Tinggal satu orang lagi nih yang belum kelihatan."Ucap Sekar yang dari tadi diam saja.

__ADS_1


"Nunggu siapa bep?"Tanya Riko penasaran, berbisik lirih ditelinga istrinya.


"Ada deh..dia semalam telpon, katanya hari ini mau datang kesini bang,tapi gak boleh bilang-bilang sama Rini."Bisik Sekar lirih ditelinga suaminya.


__ADS_2