Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Saling minta maaf.


__ADS_3

"Sayang... bisakah kita nanti selesai makan bicara sebentar Nak,ibu ingin bicara sama kamu."Kata Rini saat mereka sedang makan malam bersama.


"Mau bicara apa Bun?"Tanya Chelsea penasaran.


"Nanti saja selesai makan."Jelas Rini.


****


"Bunda mau bicara apa Bun?"Tanya Chelsea lagi setelah mereka selesai makan sambil berjalan menghampiri Bundanya yang sedang duduk diruang tengah bersama sang Ayah.


"Duduk sini Nak,"Rini menepuk sofa disampingnya agar Chelsea duduk ditempat yang Rini tepuk itu.


"Sayang...besok kan hari libur, ikut Bunda yok jenguk Ibu Siska di rumah sakit."Ucap Rini dengan lembut sambil menggenggam tangan Chelsea yang sudah duduk disampingnya.


"Enggak...aku gak mau ketemu sama dia, perempuan jahat."Jawab Chelsea tegas langsung menarik tangannya yang sedang digenggam Rini.


"Sayang... Dengerin dulu Nak...."


"Enggak... Chelsea pokoknya gak mau ketemu perempuan itu Bun, Bunda jangan paksa Chelsea,atau... jangan-jangan Bunda sudah tidak menginginkan Chelsea lagi, Bunda berniat ingin menyerahkan Chelsea dengan perempuan jahat itu,hiks...."Teriak Chelsea memotong ucapan Rini yang belum selesai.


"Bukan begitu sayang, sampai kapanpun kamu tetap putri kesayangan Bunda sama Ayah, Bunda sangat menyayangi kamu tapi Bunda gak mau memisahkan kamu dengan ibu kandungmu Nak, Bunda meminta kamu menemuinya karena Bunda gak mau kamu jadi anak durhaka yang tidak mau mengakui Ibu kandungnya sendiri.


Bunda akan merasa berdosa jika Bunda hanya diam saja tidak membiarkan anak dan Ibunya bertemu.


Sejahat apapun dia,dia tetap Ibu kandungmu Nak,Ibu yang sudah melahirkan kamu,satu yang perlu kamu ketahui, karena dia kamu bisa bertemu dengan Bunda,kita bisa menjadi keluarga.


Bunda sangat berterimakasih dengannya karena dia telah memberikan malaikat kecil untuk Bunda yaitu kamu Nak,kalau tidak ada perempuan itu Bunda tidak bisa memiliki kamu.


Kamu sayang Bunda kan Nak, Bunda cuma minta satu keinginan dari kamu,temuilah Ibumu sayang, saat ini Ibumu sedang sakit,dia butuh kamu."Rini mendekap putrinya, diusapnya lembut rambut Chelsea,ia terus berusaha membujuk Chelsea agar mau menemui Ibu kandungnya yang saat ini sedang dirawat dirumah sakit jiwa.


"Tapi...dia sudah jahat sama Bunda,dia hampir saja bunuh Bunda,aku benci perempuan itu Bun,hiks...."Chelsea menangis didalam dekapan Rini.

__ADS_1


"Sekarang coba kamu bayangkan seandainya yang sekarang ada dirumah sakit itu Bunda, terus apa yang akan kamu lakukan? Bagaimana perasaan kamu saat melihat orang yang kamu sayangi malah tidak memperdulikan kamu."Tanya Rini melepas pelukannya, disingkirkan rambut Chelsea yang menutupi wajah putrinya itu.


"Bunda gak boleh sakit, Chelsea bakal lakukan apapun buat Bunda agar Bunda sehat kembali, aku juga akan terus berjuang untuk mendapatkan orang yang aku sayang untuk kembali bersama."Jawab Chelsea dengan kedua mata mengeluarkan cairan bening.


"Begitulah yang dirasakan oleh Ibu kamu sayang,Bu Siska juga selama ini berusaha untuk mendapatkan orang yang dia sayang,tapi caranya yang salah, dia sangat menyayangi kamu Nak, kamu harus menemui Ibumu sayang, saat ini dia sangat membutuhkan kamu, kasihan dia sendirian gak ada yang memberikan kasih sayang dan perhatian.


Besok Bunda temani kamu menemuinya mau ya sayang, Bunda mohon temuilah Ibumu demi Bunda."Ucap Rini dengan lembut.


Keesokan harinya.


"Apa kamu sudah siap sayang?"Tanya Rini saat mereka sudah berada didepan rumah sakit jiwa tempat Siska saat ini sedang dirawat.


"A...aku takut Bun, bagaimana kalau dia ngamuk terus memukuli aku lagi seperti waktu itu."Ucap Chelsea nampak ketakutan.


"Tenanglah sayang,kamu nanti akan didampingi Dokter untuk menemui Ibumu karena Bunda gak mungkin ikut masuk saat ini, Ibumu masih menyimpan dendam sama Bunda, dokter menyarankan agar Ibumu tidak bertemu dengan seseorang yang dibencinya, sebab itu hanya akan memperburuk keadaan Ibumu Nak, Bunda menunggumu disini saja ya sayang."Jelas Rini.


"Nah...itu dia dokter yang akan menemani kamu sayang."Ucap Rini saat melihat seorang laki-laki paruh baya memakai jas warna putih sedang berjalan kearah mereka.


"Iya Dok,"Rini yang menjawab.


"Ayok Nak,kamu gak usah takut sayang,dia hanya butuh seseorang yang mau ngertiin dia aja sih sabenarnya."Jelas Dokter.


Rini hanya bisa menatap kepergian Chelsea dan dokter itu masuk kedalam ruangan rumah sakit yang berukuran sangat luas, terdapat sebuah taman didalamnya sebagai tempat para pasien untuk merasakan kebebasan agar tidak terlalu tertekan didalam rumah sakit dengan beberapa perawatan yang terus mengawasi mereka disana secara bergantian, karena para pasien gangguan jiwa tidak boleh lepas dari pengawasan dari para perawat.


Melalui jendela gedung rumah sakit Rini dapat melihat putrinya berjalan mendekati Siska yang saat ini sedang duduk seorang diri sambil mendekap sebuah bantal, keadaannya sangat memprihatinkan.


Chelsea terlihat ragu-ragu berjalan mendekati Siska, sesekali ia menoleh kearah dokter yang saat ini sedang berdiri dibelakangnya.


Dokter laki-laki itu memberi kode agar Chelsea tidak takut.


"I...ibu...ini Chelsea datang Bu."Ucap Chelsea gugup mencoba menghilangkan rasa takutnya.

__ADS_1


Seketika Siska yang sedang menunduk langsung mengangkat wajahnya dan menoleh kebelakang saat mendengar suara Chelsea yang saat ini sedang berdiri dibelakangnya.


"Ce... Chels..."Terdengar suara Siska terputus-putus dengan kedua mata berkaca-kaca menatap wajah Chelsea.


"Hehehe...dia bukan Chelsea... kamulah Chelsea, sayang... maafin Ibu ya sayang,cup...cup... jangan nangis sayang,ada Ibu disini Nak!"Siska berbicara dengan bantal guling yang dianggap anaknya, dibelainya ujung bantal guling seolah sedang membelai rambut seseorang, digoyang-goyangkan bantal guling dan diciumnya dengan lembut seperti sedang mencium bayinya.


"Hiks...Bu... akulah Chelsea Bu... maafin Chelsea Bu...hiks...,"panggil Chelsea sambil terisak.


Chelsea duduk disamping Siska, dengan hati-hati Chelsea memegang tangan Siska.


Siska langsung menoleh kearah Chelsea saat merasakan sentuhan tangannya.


"Bu... Chelsea datang Bu,hiks...ini Chelsea Bu."Ucap Chelsea lagi.


"Chelsea... benarkah kamu Chelsea, Chelsea anakku? Terus dia."Kata Siska beralih menatap bantal guling yang sedang berada di-pangkuannya.


Dengan hati-hati Chelsea mengambil bantal guling yang sedang digenggam erat oleh Siska.


"JANGAN AMBIL ANAKKU! JANGAN SAKITI ANAKKU!"Bentak Siska terlihat sangat marah sambil mendekap erat bantal guling itu.


"Enggak Bu,gak ada yang menyakiti anak ibu percayalah."Ucap Chelsea dengan suara lembut,berusaha bersikap tenang walau sabenarnya ia merasa takut.


"Bu... lihatlah kearah Chelsea Bu,ini Chelsea Bu, percayalah... akulah Chelsea putri Ibu."Kata Chelsea sambil berusaha mengambil bantal guling yang ada ditangan Siska,lalu ia menyerahkan bantal guling itu kepada dokter yang sedang berdiri dibelakangnya setelah bantal guling itu terlepas dari tangan Siska.


"Chelsea... benarkah ini Chelsea?"Tanya Siska lagi sambil meraba dan mengusap lembut wajah Chelsea, tampak kedua mata Siska berkaca-kaca memperhatikan wajah Chelsea.


"Hua... Chelsea...."Tangis Siska langsung pecah sambil mendekap tubuh Chelsea.


"Chelsea... anakku, akhirnya kamu datang Nak...! Jangan tinggalkan Ibu lagi sayang, Maafin Ibu,hiks..."


"Ibu...hiks...."Ucap Chelsea sambil terisak didalam dekapan Ibu kandungnya.

__ADS_1


__ADS_2