Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Bab 24. Perasaan aneh Agung.


__ADS_3

Selesai menandatangani dan memeriksa berkas-berkas, Agung segera bersiap untuk pulang.


"Akhirnya selesai juga."Kata Agung sambil berjalan untuk keluar dari ruangannya.


Agung berjalan cepat meninggalkan ruang kerjanya.


Sesampai didepan Agung teringat kalau malam ini kelompok B disuruh lembur.


"Oh iya... perempuan itu sudah pulang belum ya?"Kata Agung lirih.


Agung berjalan ke ruang kerja kelompok B, butuh waktu cukup lama untuk sampai ditempat itu.


Terlihat para karyawan masih sibuk bekerja, Agung melihat sebentar, Agung melihat perempuan yang kemarin Agung temui masih sibuk bekerja.


Agung tersenyum melihat perempuan itu lalu keluar lagi meninggalkan ruang kerja para karyawan.


Agung berjalan menuju ke mobilnya yang terparkir di depan pabrik.Ia terdiam didalam mobilnya untuk waktu yang lumayan lama, setelah cukup lama berada di dalam mobil, terlihat para karyawan keluar dari pabrik untuk pulang.Kebanyakan dari para karyawan pabrik pulang dengan mengendarai motor, banyak juga yang berjalan kaki karena mereka tinggal di dekat pabrik.


Ada juga yang tinggal di tempat yang disediakan pabrik untuk tempat tinggal para karyawan pabrik.


Agung melihat perempuan memakai celana panjang warna hitam dan kemeja pendek warna putih dengan rambut di Gelung ke atas sedang berdiri sambil menelpon seseorang.


Perempuan itu mematikan handphone miliknya dan duduk di kursi plastik yang ada di depan pabrik seperti sedang menunggu seseorang.


Agung keluar dari mobil dan berjalan mendekati perempuan itu.


"Selamat malam...kok belum pulang?"Tanya Agung basa basi setelah berada di samping perempuan itu.


"Eh pak Agung, maaf Pak..."Kata perempuan itu sambil berdiri dan membungkukkan badannya memberi hormat.


"Sudah gak apa-apa santai saja."Ucap Agung.


"Kenapa belum pulang?"Tanya Agung.


"Saya sedang menunggu tukang ojek langganan saya pak."Jawab perempuan itu apa adanya.


"Kok Bapak masih disini Pak?"Tanya perempuan itu.


"Iya..tadi aku habis menyelesaikan pekerjaan."Jawab Agung.


"Memang pulangnya dimana?"Tanya Agung.


"Tidak terlalu jauh sih Pak, butuh waktu 30 menit untuk sampai di kontrakan saya.


"Itu ya jauh namanya."Kata Agung.


"Ya sudah ayok aku antar sekalian aku juga mau pulang."Ajak Agung.

__ADS_1


"Gak usah Pak, makasih...saya nanti naik ojek langganan saya saja."Kata perempuan itu menolak.


"Sudah...jangan menolak,aku antar saja sampai kontrakan kamu.


Sekarang sudah sangat larut malam,gak baik seorang perempuan sendirian disini." Agung memberitahu.


"Em...tapi..."Kata perempuan itu sambil berpikir.


Dia menoleh ke kanan dan ke kiri melihat keadaan sekelilingnya yang sudah sangat sepi.


Para karyawan pabrik yang lainnya sudah pada pulang ketempat mereka masing-masing.Hanya ada beberapa karyawan laki-laki yang terlihat sedang berjalan ke tempat yang disediakan pabrik untuk tempat tinggal para karyawan.


"Sudah...ayok aku antar kamu pulang,aku gak akan berbuat macam-macam kok,cuma mengantar kamu saja."Kata Agung.


"Beneran gak apa-apa ini Pak? takut nanti ada yang marah,bisa gawat saya."Kata perempuan itu memastikan.


"Haha...kamu itu."Kata Agung merasa lucu dengan ucapan perempuan itu.


"Sudah ayok."Ajak Agung.


"Sebentar Pak...saya telpon tukang ojek langganan saya dulu ya pak, tidak jadi naik ojek dia."Kata perempuan itu mengambil ponselnya untuk menelpon tukang ojek langganannya.


"Ya sudah ayok Pak."Kata perempuan itu selesai menelpon.


Agung dan perempuan itu berjalan ke arah mobil milik Agung yang terparkir di tempat parkir, mereka masuk kedalam mobil.


Didalam mobil perempuan itu hanya diam saja tidak berani berbicara.


Agung melirik ke arah perempuan yang duduk di sampingnya.


"Oh iya ..aku belum tau nama Mbak,kalau boleh aku tau siapa nama mbak?"Tanya Agung memecahkan suasana.


"Nama saya Salsabila Pak... panggil saya Bila atau Salsa saja."Jawab perempuan itu memberi tau namanya.


"Oh...ya sudah aku panggil Salsa aja ya,tapi kalau sudah berada diluar pabrik jangan panggil aku Pak dong..."Kata Agung merasa keberatan.


"Em...."Kata perempuan itu nampak bingung.


"Ya iyalah... kesannya aku seperti orang yang sudah sangat tua kalau dipanggil pak,hehe..."Kata Agung bersikap santai agar tidak ada ketegangan di antara mereka.


"Terus saya mesti panggil apa Pak?"Tanya perempuan itu.


"Ya terserah yang penting jangan Pak."Jawab Agung.


"Ya sudah saya panggil Mas saja ya!"Kata perempuan itu sambil menatap Agung.


"Itu lebih baik daripada Pak."Kata Agung menoleh ke arah perempuan yang duduk di kursi sebelahnya.

__ADS_1


"Kamu sudah punya pacar?"Tanya Agung tiba-tiba.


"Saya sudah menikah pak "Jawab Salsabila.


Deg ...


Agung merasa kaget mendengar ucapan perempuan itu.


"Oh.. jadi kamu sudah menikah ya? Sudah berapa lama kalian menikah?Kok suamimu gak menjemputmu?"Agung memberanikan diri untuk bertanya urusan pribadi Salsabila.


Salsabila diam beberapa menit mendengar pertanyaan dari bosnya itu.


"Suami saya tidak bisa menjemput karena suami saya saat ini sedang istirahat dengan tenang menunggu saya datang kepadanya, hingga pada saat waktunya tiba nanti kita akan kembali bersama."Kata Salsabila dengan wajah sendu.


Agung mengerutkan keningnya nampak bingung dengan perkataan perempuan yang ada di sampingnya.


Agung diam-diam memperhatikan Salsabila,Agung melihat ada kesedihan di wajah Salsabila.


"Ada apa dengan perempuan ini,kenapa wajahnya berubah sendu setelah aku bertanya tentang suaminya?"Kata Agung didalam hati sambil melirik ke arah Salsabila.


"Maaf pak... berhenti di situ saja."Kata Salsabila sambil menunjuk ke depan.


"Kamu tinggal di sini?"Kata Agung menghentikan pelan mobilnya.


"Iya Pak."Kata Salsabila sambil melepas sabuk pengaman.


"Yang mana tempat tinggal kamu?"Tanya Agung sambil melihat deretan rumah yang ada dipinggir jalan itu.


"Masih masuk kedalam gang itu Pak."Jawab Salsabila menunjukkan tempat Salsabila tinggal.


"Oh..."Ucap Agung sambil menganggukkan kepalanya.


"Terimakasih ya Pak sudah mau mengantar saya pulang,tapi saya minta maaf tidak bisa mengajak Bapak mampir ke kontrakan saya takut Bapak digebukin warga sini malam-malam datang ke kontrakan saya,hehe.."Kata Salsabila sedikit bercanda.


"Ha...ha...bisa aja kamu Sa...!Ya sudah kapan-kapan saja saya mampir boleh kan?"Tanya Agung menatap Salsabila yang sudah berada di luar mobil.


"Boleh dong Pak..."Jawab Salsabila sambil tersenyum menatap Agung.


"Aduh... senyumnya...alamak jantung gue.."Kata Agung didalam hati saat melihat senyuman Salsabila.


"Ya sudah saya pergi dulu ya Sa...!"Pamit Agung sambil menjalankan mesin mobilnya.


"Iya Pak, terimakasih..."Kata Salsabila.


Agung menjalankan mobilnya meninggalkan Salsabila.Agung melihat ke kaca sepion, terlihat Salsabila berjalan masuk ke gang sempit untuk pulang ke kontrakannya.


"Perempuan itu sungguh membuat jantung gue menari-nari,tapi sayang sekali ternyata perempuan itu sudah menikah ya.. perasaan aneh apa ini,kenapa hati gue terasa sakit saat mengetahui bahwa perempuan itu sudah menikah."Gumam Agung lirih, wajahnya berubah sendu saat mengetahui bahwa perempuan yang membuat jantungnya berdebar ternyata sudah menikah.

__ADS_1


__ADS_2