Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Sekarang kamu lebih memilih siapa? Mertuamu atau anak dari si pembunuh ini?


__ADS_3

Tiga bulan kemudian.


"Siska...kamu sudah tidak bisa menghindar lagi, tolong biarkan aku bersama putriku,kamu tidak bisa membohongi aku lagi, dia putriku."Kata Pak Eko menarik tangan Siska yang hendak pergi membawa Chelsea.


Pagi-pagi sekali Pak Eko datang kerumah Siska karena Chelsea yang memberi kabar kalau ibunya akan membawanya keluar kota lagi.Chelsea sengaja melakukan itu karena ia tidak ingin kedua orang tuanya berpisah lagi, sesungguhnya Chelsea ingin melihat kedua orang tua kandungnya kembali bersama.


"Hahaha... putrimu?Dia putriku bukan putri kamu!"Siska tertawa meremehkan.


"Aku punya bukti kalau dia adalah putriku,ini...!"Pak Eko menyerahkan selembar kertas dari saku kemejanya.Dengan teliti Siska membaca tulisan yang tertulis di selembar kertas itu yang ternyata adalah hasil dari tes DNA yang dilakukan Pak Eko tanpa sepengetahuan dirinya.


"Ini tidak benar."


Sret...sret.... Siska merobek kertas itu menjadi beberapa bagian lalu diterbangkan keatas.


"Sekarang sudah tidak ada bukti lagi, hahaha..."Ucap Siska dengan tawa palsunya."Chelsea... kamu masuklah kedalam!"Perintah Siska menyuruh putrinya untuk masuk kedalam rumah.


Tanpa menjawab Chelsea langsung berlari masuk kedalam rumah.


"Itu cuma kopian,aku masih punya aslinya!"Pak Eko tersenyum tipis,ia nampak cuek.


"Kamu...!"Bentak Siska menatap tajam kearah laki-laki paruh baya yang ada didepannya."Darimana kamu mendapatkan itu? Jangan pernah mengambil dia dariku, karena aku akan lakukan segala cara untuk mempertahankan dirinya dari laki-laki brengsek seperti kamu Eko!"Ucapnya lagi dengan kasar.


"Siska... berhentilah kamu berbicara seperti itu denganku."Pak Eko menarik tangan Siska dengan kasar lalu dipeluknya tubuh wanita paruh baya itu.Ia dapat merasakan hangatnya tubuh siska yang menempel di dadanya, terdengar detak jantung dari wanita itu yang tidak beraturan.


"Ah... lepasin gue Eko!"Bentak Siska berusaha melepas pelukan laki-laki paruh baya yang masih memiliki tubuh tegap.

__ADS_1


"Tidak akan."Pak Eko semakin mempererat pelukannya, ditatapnya dengan lekat wajah Siska yang begitu dekat diwajahnya.Kedua mata mereka saling bertemu,ada getaran aneh pada diri mereka berdua yang sabenarnya masih memiliki perasaan yang sama.


"Aku tau kalau kamu juga masih mencintaiku, aku ingin bertanggung jawab, jangan bersikap seperti anak kecil,dia membutuhkan kasih sayang kedua orang tua kandungnya,dia membutuhkan kita,mari kita memulai kehidupan baru Sis,aku ingin menebus kesalahanku dimasa lalu, izinkan aku untuk menjaga dan melindungi kalian berdua."Ucap Eko mendekatkan wajahnya ke wajah Siska


"Aku tidak mau!"Siska memalingkan wajahnya.


"Kamu harus mau!"Perintah Pak Eko memegang pipinya, dipalingkan wajah Siska untuk kembali menatapnya.Mata mereka saling bertatapan, seakan terhipnotis Siska hanya diam saja dengan kedua mata terpejam,nampak pasrah saat Pak Eko mencium lembut bibirnya.Ia dapat merasakan hangatnya bibir laki-laki itu yang dengan lembut bermain dibibir mungil miliknya, Pak Eko memperdalam ciumannya saat merasakan ada balasan dari Siska.Cukup lama mereka berciuman,dari dalam rumah Chelsea dan Bunda Karmila yang diam-diam mengintip pun tersenyum bahagia melihat kedua pasangan yang sabenarnya masih saling cinta.


Setelah melakukan perjuangan selama tiga bulan akhirnya Pak Eko bisa meluluhkan hati seorang Siska yang keras kepala berkat bantuan Chelsea, pak Eko yang tadinya sempat curiga kalau Chelsea adalah anak kandungnya diam-diam tanpa sepengetahuan Siska melakukan tes DNA dan hasilnya memang benar bahwa Chelsea adalah anak kandungnya bersama Siska.Sempat terjadi pertentangan antara Siska dan Pak Eko, bahkan sudah berapa kali Siska terpaksa membawa Chelsea keluar kota untuk menghindari Pak Eko yang terus meminta anaknya, namun Pak Eko selalu berhasil menemukan mereka berkat Chelsea yang selalu memberitahu lewat pesan singkat di handphone Pak Eko, akhirnya Siska pun menyerah membiarkan anak dan bapaknya itu tetap bersama,dia tidak punya alasan lagi untuk memisahkan antara bapak dan anak.


Keesokan harinya Chelsea datang kerumah kedua orang tua yang sudah merawat dan membesarkannya untuk memberikan selamat kepada mereka yang sedang merayakan hari ulang tahun pernikahan yang ke-23 tahun.ia datang bersama ayah kandungnya yaitu Pak Eko.


"Mbak Citra...."Pak Eko nampak terkejut melihat Bu Citra yang ternyata ada dirumah kedua orang tua yang sudah membesarkan anak kandungnya itu.


"Maaf mbak, aku mengantar putriku yang ingin bertemu dengan kedua orang tuanya."Jawab pak Eko apa adanya.


"Putri?Jadi dia anak kandungmu?Hah... sudah aku duga kalau anak itu adalah anaknya si pembunuh."BU Citra tersenyum sinis kearah Chelsea.


"Nenek ...!"Panggil Chelsea.


"Aku bukan nenekmu, jangan pernah panggil aku nenek, dasar anak pembunuh."Ucap Bu Citra ketus."Rendi... suruh pergi mereka berdua,mana tidak suka melihat mereka berdua disini, kalau kamu tidak mau mengusir mereka maka mama tidak mau kesini lagi."Lanjut Bu Citra.


"Mama...!"Panggil Rendi dan Rini bersamaan.Dua hari yang lalu Bu Citra dengan diantar Pak Rudi orang kepercayaannya berkunjung kerumah anak dan menantunya untuk melihat keadaan mereka.


"Mama...dia putriku ma, aku tidak bisa mengusirnya."Kata Rini dengan kedua mata berkaca-kaca.

__ADS_1


"Sekarang kamu lebih memilih siapa? Mertuamu apa anak dari si pembunuh ini? Kalau kamu memilih mertuamu maka suruh dia dan bapaknya yang sudah membunuh adik mama pergi dari sini!"Ucap Bu Citra tegas.


"Ma... hiks...."Rini langsung menangis.


"Biarkan saja bun, biarkan Chelsea yang pergi."Ucap Chelsea menggenggam tangan bundanya.


"Sayang... maafin nenek sayang, hiks... kamu putri bunda."Rini memeluk Chelsea sambil menangis.Lalu ia melepas pelukannya dan berganti menatap Pak Eko."Pak Eko maafin mamaku pak,aku gak tau ada cerita apa di masa lalu kalian, tolong jaga Chelsea hiks..."


"Iya Pak Eko maafin mama kami,maaf kami...."Sambung Rendi tidak melanjutkan ucapannya merasa tidak enak.


"Gak apa-apa Pak Rendi, Bu Rini,aku bisa memaklumi orang tua kalian,ini memang salahku yang sudah membuat bibi-mu meninggal,aku yang sudah mengakibatkan bibimu meninggal Pak Rendi maafkan aku, sungguh aku tidak tau kalau ternyata kalian ponakan dari wanita yang sudah aku sakiti,aku yang sudah membuatnya sampai harus bunuh diri,aku akui dulu aku memang brengsek,mbak Citra maafkan aku,"Ucap Pak Eko berganti menatap Bu Citra yang sedang memalingkan wajahnya tidak mau melihat kearahnya.


"Pak...!"Chelsea menatap bapak kandungnya, Chelsea dapat merasakan kesedihan di-wajah laki-laki paruh baya itu.


"Ayok nak, kita pergi saja dari sini."Ajak Pak Eko.


"Iya pak."Jawab Chelsea singkat.


"Bunda... maaf Chelsea harus pergi sekarang,jaga kesehatan ya bun, Chelsea do'akan semoga kalian bahagia selalu, tetap bersama hanya maut yang dapat memisahkan kalian, sekali lagi selamat hari jadi pernikahan untuk kalian."Chelsea memeluk erat tubuh wanita paruh baya yang sudah merawat dan membesarkannya itu.


"Pak Eko, sekali lagi kami minta maaf, kalian baru datang kesini tapi harus pergi."Ucap Rendi.


Mereka pun akhirnya pergi meninggalkan rumah Rendi dan Rini karena Bu Citra tidak ingin melihat mereka berdua.Rini dan Rendi saling bertatapan sebentar setelah kepergian Chelsea dan ayah kandungnya,lalu mereka berjalan menghampiri Bu Citra.


"

__ADS_1


__ADS_2