
"Sayang,kami bukan orang jahat,kami keluargamu yang sesungguhnya, percayalah sama kami Nak,kami sangat menyayangi kamu sayang."Jelas perempuan tua yang ternyata adalah Bunda Karmila.
"Bohong, kalian semua pembohong.
Kalau benar kalian menyayangi aku,lalu kenapa aku dibuang!"Teriak Chelsea sangat emosi.
"Sudah aku bilang kalau kamu diambil paksa, yang jahat itu Bunda kamu si Rini."Siska masih belum mau menyerah untuk meracuni pikiran anaknya sendiri supaya membenci Rini.
"Heh...lucu,ha...ha...lucu sekali,mana buktinya kalau Bunda aku sudah mengambilku dengan paksa, apakah Tante punya buktinya?"Tanya Chelsea sambil tertawa mengejek.
"Haha...jadi seperti ini keluarga aku yang sesungguhnya, heh... memalukan."Teriak Chelsea.
Plak ....
Sebuah tamparan cukup keras mendarat di pipi mulus Chelsea dari ibu kandungnya sendiri yaitu Siska.
"Jaga ucapan kamu,aku mengajak kamu kesini hanya ingin memberikan surprise ke kamu yang sedang berulang tahun hari ini."Ucap Siska menahan amarahnya.
"Hiks... seperti ini kah sikap ibu kandung Chelsea yang sabenarnya?Bunda tidak pernah menyakiti bahkan sampai menamparku, Bunda selalu memperlakukan aku dengan baik,tapi ibu kandungku malah menampar aku,hiks...."Ucap Chelsea sambil memegang pipinya yang telah berubah merah akibat tamparan cukup keras dari ibu kandungnya sendiri.
"Sayang...maafin Ibu Nak,tadi Ibu...."Siska merasa bersalah sudah menyakiti anaknya sendiri berusaha mendekap anaknya.
"Jangan sentuh Aku, dan jangan pernah bilang aku anak anda Tante,karena aku bukan anak Tante."Teriak Chelsea menyingkirkan kedua tangan Siska saat Siska menyentuhnya.
"Aku mau pulang!"Chelsea terus berteriak ingin diantarkan kembali kerumah kedua orang tuanya.
"Sayang,hiks...."Bunda Karmila terus menangis melihat cucunya sendiri yang masih belum mau menerima kenyataan bahwa mereka adalah keluarganya yang sabenarnya bukan Rini dan Rendi.
Jleb...
Siska terpaksa menyuntikkan obat penenang untuk putrinya sendiri agar putrinya tidak memberontak.
"Apa yang Tan...."Tubuh Chelsea mulai melemah dan ia pun akhirnya pingsan, dengan cepat Siska menahan tubuh putrinya agar tidak jatuh ke lantai.
__ADS_1
"Maaf sayang, aku tau ini bakal terjadi makanya aku sengaja membawa obat bius untuk berjaga-jaga siapa tau kamu nanti memberontak."Ucap Siska lirih sambil memeluk tubuh Chelsea yang sudah lemas tidak sadarkan diri.
"Hai kalian... cepat bawa dia kedalam kamarnya."Teriak Siska kepada kedua anak buahnya yang masih berdiri tidak jauh dari tempatnya.
"Baik bos."Kedua laki-laki bertubuh kekar itu langsung berlari menghampiri Siska dan dengan hati-hati mengangkat tubuh Chelsea untuk dibawa kedalam kamar yang sudah Siska siapkan untuk Chelsea.
"Apakah cucu Bunda tidak apa-apa Nak?"Tanya Bunda Karmila khawatir dengan keadaan cucu kandungnya.
16 tahun yang lalu, suami Bunda Karmila mengalami serangan jantung saat mengetahui putri semata wayangnya hamil lagi tanpa suami, setelah sebelumnya juga pernah mengalami kejadian yang sama, walaupun akhirnya berhasil digugurkan.
Tapi ternyata Siska masih belum kapok,dia masih melakukan hubungan, tidur dengan laki-laki yang bukan suaminya hingga ia harus kembali hamil lagi.Satelah satu bulan suami Bunda Karmila dirawat di rumah sakit, akhirnya beliau menghembuskan nafas terakhir saat usia kandungan Siska memasuki bulan ke-enam.
Semenjak kepergian suaminya, Bunda Karmila yang memiliki gaya hidup boros, suka berfoya-foya,membeli barang-barang yang tidak penting, membuat Bunda Karmila memiliki banyak utang karena tidak bisa mencari uang sendiri hanya bisa menghambur-hamburkannya.
Bunda Karmila terpaksa pindah ke Jakarta ikut bersama dengan Siska yang baru membeli rumah, karena ia harus menjual rumah yang ada di Jawa untuk membayar hutang-hutangnya.
Rumah itu adalah rumah yang sama sebagai tempat yang dulu pernah digunakan Siska untuk menyekap Rini.
"Sudahlah Bun, Aku saat itu benar-benar bingung harus bagaimana,aku belum siap mempunyai anak.
Aku juga ingin balas dendam,aku sengaja meletakkan bayiku disana agar mereka merawatnya dan pada saat yang tepat aku ingin menggunakan anakku itu sebagai alat untuk membalaskan dendam aku,aku ingin melihat keluarga Rini dan Rendi hancur,aku ingin melihat Rini menderita sama seperti aku yang menderita gara-gara dia."Kata Siska membela diri.
Ditempat lain.
"Halo...A... Ayah, Ayah bisa pulang sekarang Yah?"Ucap Rini, suaranya terdengar bergetar.
"Halo Bunda,ada apa Bunda? Kenapa Bunda terdengar panik gitu?Apa ada masalah Bunda?"Tanya Rendi di seberang telpon.
"Ayah cepetan pulang saja Yah, Chelsea Yah,hua...."Tangis Rini langsung pecah.
"Ada apa dengan Chelsea Bun?Ya sudah Ayah pulang sekarang,tut...tut...."Rendi mematikan panggilan telpon dari istrinya.
Semenit yang lalu Rini mendapat telepon dari pihak sekolah Chelsea, wali kelas Chelsea menanyakan kenapa hari ini Chelsea tidak berangkat sekolah.
__ADS_1
Rini merasa terkejut sedangkan putrinya tadi pagi sudah berangkat ke sekolah berboncengan dengan kakaknya.
Rini yang sedang panik segera menelpon Fareal, Fareal mengatakan kalau adiknya sudah diantar sampai depan sekolahnya.
Akhirnya Rini menelpon suaminya untuk segera pulang karena ia sangat mengkhawatirkan keadaan putrinya yang tiba-tiba menghilang.
"Chelsea...kamu dimana sayang...kenapa nomor kamu gak bisa dihubungi Nak...?"Ucap Rini mondar-mandir terlihat sangat cemas sambil memencet tombol handphone berusaha menghubungi nomor Chelsea yang dari tadi selalu terdengar suara operator yang menjawab "Nomor yang anda hubungi sedang tidak aktif atau berada diluar jangkauan."
Tin...tin....
Terdengar suara klakson mobil didepan rumah.
Seorang perempuan yang terlihat masih muda berlari kedepan untuk membukakan pintu.
Terdengar suara berisik pintu gerbang dibuka, setelah beberapa menit pintu itu berbunyi berisik lagi untuk ditutup kembali menandakan mobil yang baru datang sudah masuk dan sudah berada dihalaman rumahnya yang lumayan luas.
"Ayah...!"Panggil Rini yang dari tadi menunggu suaminya pulang,ia langsung berlari menghampiri suaminya yang baru keluar dari dalam mobil.
"Apa yang terjadi dengan Chelsea Bun?Dimana dia sekarang?"Tanya Rendi mendekap tubuh istrinya.
"Chelsea hilang Yah...hua... Chelsea... hiks...!"Rini terus menangis didalam dekapan suaminya.
"Tenanglah Bun,ayok kita masuk dulu sayang."Ucap Rendi mengajak istrinya untuk masuk kedalam rumah terlebih dahulu.
Tiiin..
Terdengar suara klakson motor mengagetkan kedua pasang suami-istri yang sedang berjalan hendak masuk kedalam rumah mereka.
perempuan muda yang masih berada diluar kembali berlari untuk membuka pintu gerbang lagi.
Ternyata yang datang adalah Fareal dengan ketiga temannya yang juga ikut kerumah saat mendengar adik dari sahabatnya hilang.
"Bunda...Apa sudah ada kabar dari Chelsea Bun?"Tanya Fareal setelah berada didalam halaman rumah sambil berlari menghampiri kedua orang tuanya yang masih berada didepan pintu.
__ADS_1