Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Nadia dan Johan bagian kedua.


__ADS_3

"Ini tempat tinggal kamu?"Tanya Nadia saat berada di apartemen milik Johan.


"Iya."Jawab Johan singkat.


"Kamu tinggal sendirian?"Tanyanya Nadia lagi sambil berjalan menuju meja makan untuk menyiapkan makanan yang tadi dibelinya di jalan saat mau mengantar Johan pulang ke apartemennya.


"Mas Johan mau makan sekarang apa nanti?"Tanya Nadia sambil memindahkan makanan kedalam mangkuk dan piring.


"Nanti saja aku belum lapar mbak."Jawab Johan.


"Oke..."Nadia meletakkan makanan itu diatas meja makan dan menutupnya dengan tudung saji,ia berjalan lagi menghampiri Johan yang masih duduk di sofa ruang tamu.


"Kamu tinggal sendirian?"Tanyanya lagi.


"Iya."Jawab Johan.


"Kamu belum menikah?"Lanjut Nadia lagi.


"Belum."Lagi-lagi Johan menjawabnya dengan singkat.


"Em..."Nadia hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


"Ya sudah kalau begitu aku tinggal dulu ya mas Johan,ini kartu nama aku,kalau ada apa-apa cepat hubungi aku ya, masalah motor biar aku yang urus,aku yang akan membayar semua biaya perbaikan motor mas Johan yang rusak, karena gara-gara aku motor mas Johan jadi ancur seperti itu.


Sekali lagi aku minta maaf mas,tadi aku membawa mobil sambil melamun jadi kurang memperhatikan jalan."Kata Nadia dengan wajah yang tiba-tiba berubah sendu.


"Gak apa-apa mbak,gak usah terlalu dipikirkan,yang penting akunya baik-baik saja,kalau masalah motor rusak kan bisa diperbaiki,kalau gak bisa diperbaiki ya beli yang baru,he..he..."Jawab Johan sambil tersenyum manis membuat wajah tampannya semakin tampan.


"Duh Tuhan.. makhluk ciptaan Mu yang satu ini benar-benar sempurna, hidung mancung, bibir seksi,mata indah,dia lebih tampan dari Agung, tapi sayang....ah... sungguh berondong manis."


Gumam Nadia didalam hati sambil tersenyum menatap wajah Johan yang begitu tampan membuat jantungnya berdebar-debar.


"Maaf mbak,kok malah bengong."Kata Johan menyadarkan lamunan Nadia.


"Eh..iya,maaf mas, habis wajah masnya ganteng banget sih,jadi melayang kemana-mana nih akunya,he..he.."Jawab Nadia sambil terkekeh.

__ADS_1


"Ya sudah mas, aku pulang dulu nanti sore aku datang kesini lagi, nanti obatnya jangan lupa diminum mas,biar cepat sembuh,itu makanan yang tadi aku beli dijalan, sudah aku pindah kedalam mangkuk diatas meja makan, nanti jangan lupa dimakan ya mas sebelum minum obat.


"Iya mbak, terimakasih."Jawab Johan dengan tulus sambil tersenyum manis membuat Nadia semakin klepek-klepek dibuatnya.


"Haduh mas, jangan tersenyum seperti itu didepan aku dong please!"Ucap Nadia.


"Lho.. memangnya kenapa mbak?"Tanya Johan penasaran.


"Senyuman kamu membuat jantungku berdebar-debar,aku takut jatuh cinta sama masnya,bisa kacau balau deh."Jawab Nadia jujur membuat Johan tertawa mendengar ucapan polos dari Nadia.


"Ha..ha..mbak Nadia bisa aja lho,"Kata Johan masih tertawa.


"Haduh mas Johan panggil aku Nadia saja dong jangan mbak,aku jadi merasa tua banget deh,tapi memang sudah tua sih,he..he..."Ucap Nadia sambil terkekeh.


"Kenapa mbak,eh maksud aku Nadia belum nikah?"Tanya Johan.


"Belum laku,gak ada yang mau,he..he.."Jawab Nadia sambil tertawa kecil.


"Ah..masa sih?Kamu cantik,baik, pasti banyak cowok yang mau,paling kamu-nya yang suka pilih-pilih jadi gak dapet-dapet deh karena terlalu banyak memilih!"Kata Johan asal tebak.


"He..he.. enggak juga sih, tapi memang belum ada yang pas aja dihati aku."Jawab Nadia.


Akhirnya Nadia dan Johan malah ngobrol sampai lama, Nadia tidak jadi pulang kerumahnya melainkan berbincang-bincang dengan Johan sampai jam satu siang.


"Wah..gak terasa sudah siang mas,ayok mas Johan makan dulu aja ya, terus minum obatnya."Kata Nadia bangun dari duduknya dan berjalan menuju ruang makan, diambilnya makanan yang tadi diletakkan diatas meja makan.


"Ayok,aku suapin mumpung aku masih ada disini."Kata Nadia menyendok nasi dan lauk pauk dan disuapkan ke-mulut Johan.


"Aduh.. biar aku sendiri saja mbak."Jawab Johan merasa malu.


"Sudah a..."Kata Nadia memaksa.


"Sudahlah Nad,aku bisa sendiri kok."Ucap Johan meminta piring yang sedang digenggam Nadia.


"Sudah.. jangan bandel kalau dibilangin orang tua tuh harus nurut,ayok buka mulut kamu yang lebar."Kata Nadia tidak mau menyerahkan piring yang digenggamnya kepada Johan.

__ADS_1


Akhirnya Johan menuruti perintah Nadia karena Nadia terus memaksa.


"Nah gitu dong,anak pinter."Ucap Nadia setelah Johan membuka mulutnya dan memakan nasi yang disuapi oleh dirinya.


"Memangnya kamu gak ada kerjaan Nad?"Tanya Johan sambil mengunyah nasi.


"Enggak...aku tuh seorang pengacara, mana punya pekerjaan."Jawab Nadia sambil menyuapkan nasi ke mulut Johan.


"Em..."Johan menyipitkan matanya kaget campur bingung dengan ucapan Nadia.


"Hi..hi.. maksud aku pengangguran banyak acara mas."Jawab Nadia sambil tertawa kecil saat melihat ekspresi wajah Johan yang seperti seorang sedang kebingungan.


"Oh... kirain kamu seorang pengacara beneran."Jawab Johan.


Nadia dengan telaten dan sabar menyuapi Johan,tak terasa makanan yang Johan makanan pun habis ludes tidak ada sisa.


Sementara ditempat lain masih di Jakarta terlihat seorang perempuan berpenampilan seperti seorang laki-laki sedang bersiap-siap ke kampus,dia adalah Adel.


Karena hari ini Adel kuliah masuk siang.


"Mak... Adel berangkat kuliah dulu ya."Teriak Adel kepada ibunya.


"Kamu gak makan siang dulu Del."Teriak ibunya Adel yang sedang berada didalam kamar selesai menjalankan kewajibannya sebagai seorang muslim yaitu melaksanakan ibadah shalat Dzuhur.


"Enggaklah mak, sudah telat, nanti gampang jajan aja di-kantin yang ada di kampus,Emak gak ke toko?"Kata Adel berjalan menghampiri ibunya yang sudah keluar dari kamar,lalu Adel mencium punggung tangan ibunya.


"Enggak Del,emak lagi kurang enak badan jadi gak ke toko dulu, tadi pagi sudah bilang kok sama bapakmu."Jawab ibunya Adel.


"Ya sudah... Adel pergi dulu ya mak,emak istirahat aja dirumah,emak jangan lupa makan terus minum obat biar emak gak sakit."Ucap Adel sambil berlari keluar rumah.


"Oalah.... punya gadis satu tingkahnya sudah seperti anak laki aja, mana ada cowok yang suka sama dia kalau dandanan dianya aja seperti itu,em..."Kata ibunya Adel sambil menggelengkan kepalanya melihat kepergian Adel.


"Hati-hati bawa motornya Del,awas jangan ngebut-ngebut bawa motornya."Teriak ibunya Adel dari dalam rumah.


"Iya bu... Assalamu'alaikum."Ucap Adel dengan suara keras dari luar rumah.

__ADS_1


Terdengar suara motor milik Adel berjalan dan pergi menjauh dari rumah kedua orangtuanya.


Ibunya Adel kembali masuk kedalam kamarnya untuk beristirahat karena sudah tidak ada pekerjaan lagi, sementara bapaknya Adel masih berada di toko baju milik mereka.


__ADS_2