
Setelah satu minggu berada di Pekalongan dari Rendi mau nikah sampai selesai, akhirnya nenek,kakek dan Agung berpamitan untuk pulang ke Jakarta.
Tiga hari setelah keberangkatan Rendi dan Siska yang hendak bulan madu ke Bali.
Pagi-pagi sekali mereka sudah bersiap-siap untuk pulang ke Jakarta.
"Kami pulang dulu ya Han..!"Kata kakek kepada Pak Burhan, anak pertama kakek dan nenek.
"Kamu jangan galak-galak sama cucu ibu lho Han,nanti dia kabur lagi."Ucap nenek yang ada disamping kakek.
"Citra... bilangin sama suamimu ini ya, agar mengontrol emosinya,nanti dia sendiri yang rugi."lanjut nenek kepada menantunya.
"Iya bu,ibu sama bapak hati-hati di jalan,kalau sudah sampai rumah cepat hubungi kami ya bu!"Kata bu Citra sambil mencium punggung tangan mertuanya satu persatu.
"Gung...bawa mobilnya pelan saja jangan ngebut-ngebut ya Gung!"Kata bu Citra kepada adik iparnya yang sudah berada di dalam mobil.
"Siap mbak."Jawab Agung didalam mobil.
Agung segera menjalankan mobilnya setelah kedua orang tuanya sudah berada didalam mobil.
Sebelum meninggalkan rumah kakaknya, Agung memencet klakson mobil dan melambaikan tangannya kedua kakaknya yang masih berdiri di halaman rumah mereka mengantar kepergian kedua orang tua dan adiknya yang akan kembali ke Jakarta.
Sedangkan di Bali, terlihat Siska sedang duduk seorang diri didalam kamar hotel sambil menenggak minuman keras,ia menunggu kedatangan seseorang .
Tidak lama suara bel berbunyi.Ia segera bangkit dari duduknya dan bergegas membuka pintu kamar hotel.
"Sayang...."Ucap Siska sambil tersenyum kepada seorang laki-laki tampan yang baru datang.
Mereka berpelukan sebentar,lalu Siska menarik tangan laki-laki itu menuju ranjangnya.
"Kenapa lo meninggalkan gue dan menikah dengannya?"Kata laki-laki itu sambil duduk di sebelah Siska.
"Maafkan gue sayang,gue terpaksa karena gue butuh uang untuk mengembalikan perusahaan bapak yang sudah lama berhenti beroperasi karena sudah bangkrut.
Hanya itu cara satu-satunya untuk membuat perusahaan orang tuaku kembali beroperasi lagi."Jawab Siska kepada laki-laki yang sedang duduk disampingnya.
"Apa lo tau,betapa hati gue hancur saat itu, ketika mendengar dan menyaksikan lo sedang bersanding dengan laki-laki yang bernama Rendi itu.
Sabenarnya gue datang kesana malam itu,tapi gue langsung pulang karena tidak sanggup lihat lo yang sedang bersanding dengan laki-laki lain."Kata pemuda itu memberitahu.
"Maaf sayang....gue terpaksa,demi nyokap dan bokap gue, gue juga perlu uang untuk bersenang-senang.
Orang tua Rendi bisa kasih semua itu jika gue menikah dengan anak mereka."Kata Siska sambil memainkan kancing kemeja yang dipakai oleh laki-laki yang saat ini berada didepannya.
__ADS_1
Siska membuka kancing kemeja laki-laki itu satu persatu.
Terlihat dada pemuda tampan yang ada di depannya, Siska meraba dada itu dengan sangat lembut.
"Sayang.. ayok kita lakukan sekarang,aku sangat menginginkannya.
Aku sangat merindukanmu!"Kata Siska sambil menggeser tubuhnya mendekati pemuda tampan yang sekarang sudah bertelanjang dada tidak memakai kemeja lagi.
Laki-laki itu langsung mencium bibir Siska dan memeluknya, Dalam sekejap,baju yang mereka pakai sudah terlepas dari tubuh mereka berdua.
Mereka melakukan hubungan terlarang didalam kamar hotel.
Ketika diperjalanan menuju ke Bali, Siska dan Rendi berpisah, Rendi tidak jadi ke Bali.
Dia malah memilih untuk pergi ke Jakarta mencari keberadaan kekasihnya, sedangkan Siska tetap berangkat ke Bali.
Sempat terjadi pertengkaran antara mereka berdua, karena Siska ingin agar Rendi ikut ke Bali untuk berbulan madu,tapi Rendi menolaknya,dia malah berpindah naik bus, untuk pergi ke Jakarta.
Siska yang merasa dirinya dicampakkan oleh suaminya,dia menelpon kekasihnya untuk menyusul dirinya di Bali.
Siska memang sedang menikmati bulan madu,tapi bukan dengan suaminya, melainkan dengan laki-laki lain.
"Suasana mulai panas didalam kamar hotel,terdengar suara yang terdengar begitu seksi.Karena mereka sedang melakukan hubungan layaknya suami istri.
"Sayang...jangan tinggalin gue lagi."Bisik laki-laki itu lirih sambil melakukan kegiatan panas diatas ranjang bersama Siska.
Siska hanya mengeluarkan suara-suara yang justru menambah gairah si laki-laki yang saat ini sudah berada diatas tubuhnya.
Ini sudah kesekian kalinya mereka melakukan hubungan ****.
Dari waktu masih kuliah hingga sekarang Siska sudah menikah dengan Rendi.
Tanpa ada satu orangpun yang tau.
Sementara Rendi sekarang sedang berada di kamar hotel yang lain di Jakarta.
Ketika sedang merebahkan tubuhnya di atas kasur, terdengar handphone miliknya berbunyi
Rendi langsung mengambil handphone yang berada disampingnya.
Ada sebuah pesan masuk di handphone miliknya dari teman Rendi.
Ia langsung membuka sms itu.
__ADS_1
Pesannya berbunyi.
Hai bro..lo mesti lihat ini,tapi sebelum lo lihat,siapin mental lo dulu, takut lo syok."
Setelah beberapa menit Rendi mendapatkan kiriman foto di WA.
Terlihat seorang pemuda tampan sedang berdiri didepan pintu kamar .
Didalam pintu kamar terlihat Siska menarik tangan pemuda itu untuk masuk kedalam kamar.
"Heh.sekali pe****r tetap saja pe****r."Kata Rendi sambil tersenyum sinis melihat gambar yang dikirim oleh temannya.
Tidak lama temannya kembali mengirim pesan ke nomor WA milik Rendi.
Sorry ya bro... gue udah lancang kirim foto ini ke nomor WA lo,gue tadi gak sengaja lihat saat gue mau keluar dari hotel ini,gue kebetulan menginap dikamar sebelah kamar orang yang ternyata bini lo.
Lha.. memangnya lo dimana Ren?Kok bini lo bisa disini sama laki-laki lain?
Gue gak nyangka ternyata bini lo parbed,alias parah banget gitu.
Rendi membalas pesan dari temannya.
Gak apa-apa,gue malah berterimakasih sama lo Bas, Sekarang lo dimana? Boleh minta tolong gak Bas?Tolongin gue untuk awasi perempuan itu,bila perlu lo foto saat mereka sedang berbuat mesum untuk bukti kalau dia sudah selingkuh di belakangku.
Tling...
Sebuah pesan masuk ke wa Rendi.
Waduh sayang sekali bro...hari ini gue sudah harus kembali ke Jakarta.Gue sudah dua hari di Bali menemani bos gue ketemu sama kliennya.
Hari ini kita harus balik ke Jakarta.
Rendi terlihat sangat kecewa saat membaca pesan dari Basuki, temannya.
"Yah..sayang sekali, padahal ini waktu yang baik untuk gue agar bisa langsung menceraikan Siska."Kata Rendi lirih seorang diri didalam kamar hotel.
Lalu dia mengetik untuk membalas pesan dari Basuki.
Ya sudah gak apa-apa, makasih ya bro atas infonya.
Balasan dari Basuki.
Oke bro...lo yang sabar ya bro...masih banyak perempuan cantik dan baik di luar sana,bini macam itu mah mending lo tinggalin aja.
__ADS_1