Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Anak itu juga membutuhkan seorang bapak.


__ADS_3

"EKO... LEPASIN TANGAN GUE...!"Bentak Siska dengan suara keras.


"Pak Eko...!"Terdengar seseorang memanggil nama laki-laki paruh baya yang sedang bersama Siska.


Eko langsung melepas tangan Siska saat mendengar ada yang memanggil namanya.Saat tangannya terlepas dari genggaman tangan laki-laki yang ternyata memiliki nama Eko, Siska langsung lari dan bergegas masuk kedalam mobilnya.Pak Eko terpaksa membiarkan Siska pergi karena ada seseorang yang memanggilnya.


"Siapa laki-laki itu bu?Apa dia orang jahat? Kenapa ibu seperti ketakutan begitu."Tanya Chelsea penasaran saat Siska sudah berada didalam mobil.


"Sudahlah kamu gak usah ikut campur ini urusan orang tua,kamu diam saja."Jawab Siska setengah membentak membuat kedua mata Chelsea berkaca-kaca karena sedih juga takut.


"Em... maaf sayang, bunda tidak bermaksud...!"Siska yang baru menyadari apa yang ia lakukan merasa tidak enak saat melihat wajah putrinya yang tiba-tiba terlihat sedih."Sayang... maafin ibu nak,ibu tidak bermaksud membuatmu takut ataupun sedih."


"Iya bu,aku minta maaf,aku tidak bermaksud ikut campur dengan urusan ibu,aku cuma khawatir melihat keadaan ibu yang seperti orang ketakutan,aku gak mau ibu kenapa-kenapa."Ucap Chelsea sambil menundukkan kepalanya merasa takut dengan sikap ibunya yang tiba-tiba berubah jadi pemarah.


"Maafin ibu sayang,em... kita lebih baik cari makan dulu aja yuk,kamu pasti sudah lapar kan nak?Kamu pingin makan apa?"Tanya Siska dengan suara lembut berusaha membuat putrinya tidak takut lagi dengannya.


"Terserah ibu saja."Jawab Chelsea tidak berani melihat kearah ibunya karena masih takut.


Sementara ditempat lain.


"Pak Eko, syukurlah kita masih ketemu, besok Pak Eko ada acara tidak?"Tanya seorang perempuan paruh baya yang ternyata adalah guru wali kelas Chelsea bernama Ibu Sundari.


"Em...besok aku tidak ada acara, memangnya ada apa bu?"Tanya Pak Eko mengerutkan keningnya.


"Besok disekolah mau ada acara perlombaan yang akan diikuti oleh semua siswa-siswi sekolah ini,kami sangat mengharapkan bapak mau hadir ikut menjadi juri untuk anak-anak kami."Ucap perempuan itu.


"Oh... baiklah tidak masalah, besok aku pasti datang kesini."Jawab Pak Eko nampak bersemangat.

__ADS_1


"Baguslah,ini kesempatan aku untuk menyelidiki siapa anak Siska,apa benar gadis itu anakku atau bukan,jika benar dia anakku maka aku akan berusaha mendapatkan kalian ,hem... Siska,seandainya kamu tau bahwa selama ini aku masih mengharapkan kamu kembali,aku masih mencintaimu dari dulu sampai sekarang walaupun kamu tidak pernah menganggap ku ada." Gumam Pak Eko dalam hati sambil tersenyum licik dengan sebuah rencana.


"Ya sudah kalau begitu pak, besok jangan lupa datang jam delapan pagi ya pak, soalnya perlombaan akan dimulai dari jam delapan pagi."Ucap Bu Sundari, setelah itu mereka berpisah karena Bu Sundari mesti pulang ke rumahnya sedang Pak Eko harus kembali ke kantornya.


Pak Eko adalah seorang pengusaha pemilik perusahaan gudang garam,ia menggantikan orang tuanya mengurus perusahaan itu karena kedua orang tuanya sudah sangat tua untuk mengurus perusahaan.Ia memutuskan untuk tidak menikah, karena ia yakin suatu saat nanti bakal bertemu dengan wanita pujaannya yang tiba-tiba menghilang tanpa kabar berita.


Teringat olehnya kisah hidupnya saat ia masih muda dulu bagaimana akhirnya ia bisa bertemu dengan Siska.Mereka bertemu saat secara tidak sengaja disebuah diskotik, keadaan Siska saat itu sangat kacau, saat ia mau pulang tiba-tiba ada sekelompok pemuda yang mengganggunya, mereka melecehkannya, saat bersamaan datang Eko bersama teman-temannya,terjadi keributan didalam diskotik, Eko membawa Siska yang sudah dalam keadaan mabuk ke apartemennya, semenjak saat itu mereka tinggal bersama, tidur berdua melakukan hubungan suami-istri hingga akhirnya Siska hamil, ketika usia kehamilan Siska dua bulan , tiba-tiba Siska pergi meninggalkan Eko dan tidak pernah kembali lagi, sedang Eko sendiri satu bulan setelah kepergian Siska dibawa keluar negeri oleh kedua orang tuanya yang merupakan pengusaha sukses untuk mendapatkan pengarahan agar ia bisa memimpin perusahaan untuk menggantikan orang tuanya.


Malam harinya.


"Chelsea kekamar dulu ya bu,nek."Pamit Chelsea ke ibu dan neneknya saat mereka sedang berada diruang makan untuk makan malam bersama.


"Masih sore kok sudah mau tidur?"Tanya Bunda Karmila.


Chelsea mau menghafal puisi nek, besok ada perlombaan disekolah, Chelsea mau ikut lomba baca puisi."Jelas Chelsea.


"Bun,tadi siang disekolah Chelsea, Siska bertemu Eko bun."Ucap Siska saat Chelsea sudah tidak ada diruang makan lagi.


"Eko...."Bunda Karmila terlihat sedang berfikir.


"Eko bapaknya Chelsea bun."Jelas Siska.


"Terus,apa dia tau kalau Chelsea anaknya?"Tanya Bunda Karmila tampak terkejut.


sepertinya dia sudah mencurigai,tapi Siska bilang ke dia kalau Chelsea bukan anaknya."Jawab Siska.


"Kenapa ku tidak bilang kalau Chelsea anaknya?"Tanya bunda.

__ADS_1


"Buat apa?Toh selama ini dia tidak pernah perduli dengan kami, saat itu Siska kembali berusaha menemui dia untuk meminta pertanggung jawaban darinya tapi ternyata dia sudah tidak ada di-apartemen.Dia telah pergi meninggalkan kami, semenjak saat itu Siska sangat membencinya, karena dia telah meninggalkan kami begitu saja bun."Ucap Siska dengan kedua mata berkaca-kaca.


"Maafin Bunda nak,tapi laki-laki itu harus tau kalau Chelsea adalah putrinya, anak itu juga membutuhkan seorang bapak,dia juga berhak mendapatkan kasih sayang dari bapaknya sendiri."Ucap Bunda Karmila memeluk putri kesayangannya.


"Hiks... Siska takut bun, nanti dia malah membawa pergi Chelsea dari Siska,hiks...."Siska terisak didalam dekapan Bunda Karmila.


Didalam kamar ketika Chelsea sedang menghafal puisi terdengar suara handphonenya bergetar, cepat-cepat ia mengambil handphone, senyumnya langsung mengembang saat melihat layar handphone l, ternyata yang menelpon adalah Fareal, laki-laki yang sangat dicintainya.


"Halo Mas Fareal...."Sapa Chelsea setelah mengangkat panggilan telpon.


"Halo dek,lo sedang ngapain?"Tanya Fareal diseberang telpon.


"Belajar."Jawab Chelsea singkat langsung merebahkan tubuhnya diatas kasur."Disana sekarang jam berapa mas?"Tanya Chelsea.


"Jam delapan pagi dek."Jawab Fareal.


"Oh...mas gak kuliah?"Tanya Chelsea.


"Ini lagi di kampus dek,mas kangen pingin denger suara lo sebelum mulai belajar,biar semangat belajarnya mas dek."Jawab Fareal membuat Chelsea jadi dag...dig...dug.


"Ah...mas bohong lah."Ucap Chelsea sambil tersenyum malu, wajahnya langsung berubah merah, tentu saja tidak bisa dilihat oleh Fareal.


"Beneran lho dek, kasih mas kiss dong dek,biar mas semangat pagi ini."Ucap Fareal.


"Ih...malas lah."Jawab Chelsea sambil berguling-guling diatas kasur.


"Dek... please...."Rengek Fareal manja.

__ADS_1


__ADS_2