Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Meyakinkan.


__ADS_3

Agung dengan langkah panjangnya berjalan untuk menemui pujaan hatinya yang saat ini sedang beristirahat,dua bertanya ke para karyawan pabrik dimana keberadaan Salsa, setelah dikasih tau keberadaan Salsabila, Agung bergegas mencari keberadaannya, terlihat Salsa bersama para karyawan yang lain terlihat sedang makan siang disebuah warung makan yang ada didekat pabrik,para karyawan menoleh kearah Agung yang terlihat begitu tampan dan berwibawa.


Mereka sangat kagum melihat sosok pria tampan yang saat ini sedang memasuki warung makan.


"Eh itu kan pemilik pabrik,wah.. gantengnya dia ya gaes."Kata salah satu karyawan wanita yang ada didalam warung makan itu.


"Tumben pak bos mau makan di warung seperti ini, pasti ada udang dibalik rempeyek deh."Bisik teman yang ada disebelah perempuan tadi.


"Hus... diam-diam,nanti kedengeran bisa mampus kita."Bisik yang lain.


"Hai.. lihat...pak bos menghampiri Salsa." Katanya lagi setelah melihat Agung mendekati Salsabila yang saat ini sedang makan.


"Sa...kamu sudah selesai belum makannya?Kita bisa bicara sebentar?"Kata Agung dengan sopan, berbicara dengan menggunakan bahasa formal karena ada banyak karyawan pabrik yang melihatnya.


"Eh..pak Agung,Saya baru makan pak, memangnya ada apa ya pak?"Tanya Salsa menoleh ke arah sumber suara dan merasa terkejut saat melihat Agung ada dibelakangnya.


Teman Salsabila yang saat ini sedang makan bersamanya langsung bangun dari tempat duduknya ketika melihat ada bos mereka datang menghampiri mereka dan sepertinya ingin berbicara dengan Salsabila.


"Silahkan duduk pak."Kata temannya Salsabila,lalu dia pergi meninggalkan Salsabila sendiri bersama dengan bis mereka,ia pindah ditempat duduk yang lain.


"Vin... disini aja jangan pindah."Kata Salsabila tidak enak.


"Sudah.. santai saja."Jawab Vina temannya Salsabila sambil tersenyum.


"Sudah..kamu tinggal saja makanan kamu, nanti gampang aku belikan lagi ditempat lain,aku ingin bicara sama kamu penting."Ajak Agung masih berbicara dengan bahasa formal.


"Tidak boleh pak,makanan ini sudah dibuatkan sama ibu Sumi dengan sepenuh hati,jadi saya harus menghabiskannya, kasihan ibu Sumi sudah capek-capek masak malah dibuang-buang, Dosa juga lho pak buang-buang makanan, nanti yang diatas marah, terus saya gak dikasih makanan lagi deh."Kata Salsabila masih diam sambil menyantap makanannya.


Sedangkan Agung akhirnya mengalah menunggu Salsabila menghabiskan makanannya, dengan angkuhnya ia langsung duduk di tempat yang tadi dipakai Vina tanpa mengucapkan terimakasih kepada Vina


Ia duduk sambil bersedekap dan menyilangkan kakinya menatap Salsabila yang terlihat sangat menikmati makanannya.


"Memangnya ada apa sih pak? Tunggu ya pak,saya habiskan makanan saya dulu."Kata Salsabila terlihat santai sambil makan nasi.

__ADS_1


"Sudah Ayok cepetan ikut, nanti gampang aku belikan makanan ditempat lain."Kata Agung sambil memperhatikan Salsabila makan.


"Sebentar dong pak, sedikit lagi juga habis,bapak gak makan sekalian?Enak lho pak makanan disini."Kata Salsabila memberitahu.


Terdengar bisik-bisik dari para karyawan yang lain yang juga sedang makan disana.


"Bila ngomong apa sih,mana mau pak Agung makan di tempat seperti ini."Kata seorang wanita sambil tersenyum sinis kearah Salsabila.


Agung yang mendengar ucapannya langsung menoleh dan menatap tajam kearah wanita itu membuat dia langsung menundukkan kepalanya karena merasa takut.


"Lo sih ngomong sembarangan,marah kan dia."Bisik teman yang ada di sebelahnya.


"Sabenarnya apa sih hubungan Bila sama pak Agung?Aku sering lihat Bila naik mobil pak Agung deh."Kata seorang perempuan yang duduk ditempat agak jauh dari Salsabila dan Agung.


"Tau.."Jawab temannya cuek.


"Wah.. jangan-jangan Salsabila tuh menggoda pak Agung, ternyata Salsabila tuh perempuan gak beres, tampangnya aja kalem tapi nakal gelem.Hihihi..."Bisik perempuan tadi langsung diketawain oleh yang lainnya.


"Ayok cepetan Sa, sudah tinggalkan saja makananmu, teman-teman kamu pada melihat kearah kita."Kata agung merasa risih dari tadi menjadi pusat perhatian para karyawannya sendiri yang sedang makan di warung itu.


Salsabila mempercepat makannya,lalu dia membayar makanannya dan bergegas pergi mengikuti langkah kaki Agung setelah membayar makanannya ke ibu pemilik warung.


"Mulai besok lo tidak boleh makan di warung itu lagi."Perintah Agung sudah berbicara seperti biasa lagi setelah mereka sudah tidak berada di warung makan tadi.


Agung mengajak Salsabila keruangannya.


"Lha.. memangnya kenapa pak? Makanan disana enak kok,dari dulu saya makan disana."Jawab Salsabila.


"Pokoknya lo gak boleh makan disana lagi,mulai besok lo kalau mau makan siang nunggu gue,kita makan bersama."Kata Agung tidak mau dibantah.


"Haduh bang...abang nih kenapa sih, tau-tau marah-marah gak jelas,abang sendiri sudah makan belum?"Tanya Salsabila.


"Belum."Jawab Agung singkat sambil duduk di sofa setelah mereka sampai di ruangan Agung.

__ADS_1


"Lha..si abang, kenapa tadi gak makan sekalian."Ucap Salsabila. ikut duduk di sebelah Agung


"Gak selera."Jawab Agung langsung menarik tangan Salsabila dan mendekap tubuhnya dengan erat.


"Bang.. nanti ada yang lihat."Kata Salsabila berusaha melepas pelukan Agung tapi Agung malah mempererat pelukannya.


"Biarkan saja Sa,gue kangen banget sama lo.


Besok lo ikut gue ke Pekalongan ya!"Kata Agung membuat Salsabila merasa kaget saat Agung menyebut kota Pekalongan.


"Pekalongan bang?"Tanya Salsabila kaget menatap wajah Agung.


"Iya,memang kenapa?Kok lo sepertinya kaget gitu."Kata Agung melepas pelukannya.


"Pekalongan itu tempat Bila bang, Bila tinggal di Kajen lho bang."Kata Salsabila menjelaskan.


"Beneran?Wah.. berarti kebetulan dong, nanti gue suruh ibu sana bapak melamar lo sekalian numpang mereka berada disana."Kata Agung sambil tersenyum bahagia menatap wajah pujaan hatinya.


"Me..melamar?"Tanya Salsabila kaget.


"Ya iyalah,kenapa?Kamu gak suka?"Tanya Agung.


"Bukan begitu bang,cuma kaget aja.


Gak terlalu buru-buru tuh bang,apa abang sudah yakin dengan keputusan abang."Kata Salsabila.


"Ya elah Sa, gue dari dulu sudah yakin seratus persen sama lo sebelum lo jadi pacar gue.


Kalau gue gak yakin ngapain gue terus deketin lo sampai saat ini,gue serius mau menikahi lo Sa,gue gak main-main,ibu sama bapak juga sudah sangat setuju dan mengharapkan lo jadi menantu mereka.


Ibu terus mendesak gue supaya segera mendatangi kedua orang tua lo untuk minta izin menikah dengan lo secepatnya.


Emang lo gak dengar kata ibu waktu itu kalau dia hanya ingin lo yang jadi mantunya bukan perempuan lain."Kata Agung meyakinkan Salsabila.

__ADS_1


"Em..."Salsabila hanya bisa tersenyum malu mendengar ucapan dari laki-laki yang saat ini sedang berada disampingnya.


__ADS_2