
"Mbak .. Rini besok sudah mulai kerja tempat Neneknya mas Rendi ya mbak."Kata Rini kepada Salsabila ketika mereka sedang bersantai sambil rebahan di ruangan depan kamar mereka yang hanya beralaskan kasur lantai sambil menonton acara televisi.
"Tadi mas Rendi telpon katanya besok Rini disuruh datang kerumah Neneknya untuk mulai kerja disana."Kata Rini memberitahu kepada Salsabila.
"Kamu yakin? Kalau menurut mbak kamu sebaiknya bekerja di tempat lain saja deh Rin!"Kata Salsabila merasa keberatan jika adiknya itu bekerja di tempat Neneknya Rendi.
"Tapi aku mau kerja di mana? Setiap kali aku mau kerja di kantor ataupun tempat lain, pasti ujung-ujungnya berantem sama mas Rendi, Setiap kali terlihat berdua dengan laki-laki lain,mas Rendi selalu marah disangka aku selingkuh di belakang dia,namanya kerja ya pasti banyak karyawan dong..kita pasti bakal bertemu dan berteman dengan teman atau karyawan yang lain baik itu cowok maupun cewek.Tapi mas Rendi gak boleh kalau aku punya teman cowok, makanya aku jadi bingung mau kerja di mana."Kata Rini sambil cemberut.
"La elah Rin.... cowok lo terlalu posesif banget sih...! Cowok cemburuan kayak gitu aja lo pertahanin sih Rin,kalau mbak ogah lah punya pacar seperti itu.Belum nikah saja sudah banyak aturan,apa lagi kalau kalian sudah nikah.
Lo bisa-bisa dikurung di rumah terus gak boleh kemana-mana!"Kata Salsabila.
"Ih...mbak Bila gak boleh ngomong seperti itu,ya enggak lah...!Masa mas Rendi sekejam itu."Ucap Rini.
"Siapa tau aja...kan kita harus berjaga-jaga,tetap waspada demi masa depan yang cemerlang, jangan sampai menyesal dikemudian hari karena sudah salah memilih,he..he..."Kata Salsabila mengingatkan.
"Hati-hati sama ucapan manis laki-laki Rin,mbak gak mau kamu menyesal dikemudian hari,makanya kamu jangan terlalu percaya dengan ucapan manis laki-laki itu."
"Ih mbak Bila nakut-nakutin saja deh."Kata Rini jadi merasa takut.
"He..he...mbak cuma bercanda, jangan terlalu dipikirkan adikku sayang...!"Kata Salsabila sambil mengacak rambut Rini.
Saat mereka sedang berbincang-bincang sambil bercanda tiba-tiba handphone Rini bergetar, Rini mengambil handphone miliknya yang sedang di cas dekat televisi.
"HP lo bunyi tuh Rin...!"Kata Salsabila saat mendengar suara getaran HP.
__ADS_1
"Oh iya..!"Ucap Rini melihat ke handphone miliknya, Rini langsung mencabut HP nya dari charger.
Terlihat dilayar handphone tertulis nama bapak, yang berarti yang menelpon adalah orang tuanya.
"Bapak telpon mbak!"Ucap Rini menoleh ke mbaknya yang tiduran di atas kasur lantai sambil menonton acara televisi.Rini membawa handphone miliknya untuk duduk disamping Salsabila.
Salsabila mengecilkan volume TV saat mendengar bapaknya menelpon.
"Halo Assalamu'alaikum..."Kata Rini memberi salam setelah mengangkat panggilan telpon dari bapaknya.
"Hua... Kakak...kapan kak Rini pulang?Ana kangen..hua.... hiks..hik...!"Terdengar tangis dan teriakan Ana dari seberang telpon, Rini langsung menjauhkan handphone dari telinganya karena telinganya terasa sakit mendengar teriakan histeris Ana.
Rini mendekatkan handphone ke telinganya lagi dengan ragu-ragu takut Ana berteriak seperti tadi.
"Adek jangan kencang-kencang dong teriaknya...kamu mau telinga kakak pecah gara-gara teriakkan kamu... pendengaran kakak masih normal kali Na...kamu kenapa nangis? Kirain yang menelpon bapak ternyata sikucrit Ana, kamu kenapa adik kakak yang gemesin juga nyebelin."Kata Rini.
"Ana kangen... hiks.. hiks...Gak seru gak ada kak Rini..hik... Katanya kak Rini tidak lama di Jakarta?Kak Rini bilang katanya mau cepat pulang setelah urusannya selesai.Kakak bohong....Hua....kak Rini jahat, cepat pulang.. jangan lama-lama pulangnya.. Ana kesepian,hiks...."Ucap Ana sambil terisak.
"Jangan nangis dong dek...! Kakak jadi malas pulang lah kalau kamu-nya nasih ciwek seperti itu.Nanti kakak juga pulang sayang setelah kakak punya uang,Ana mau ngomong sama mbak Bila gak?Ada mbak Bila nih!"Kata Rini karena sedang malas mendengar tangis adiknya itu.Suara tangis Ana membuat Rini kangen kampung halaman.Ingin segera balik ke Kajen.
"Mana kak Bila nya..."Ucap Ana manja.
Rini menyerahkan handphone miliknya kepada Salsabila yang sedang rebahan di atas kasur lantai.
Salsabila langsung bangun dari rebahannya sambil menerima handphone dan duduk di sebelah Rini.
__ADS_1
"Halo Ana..."Ucap Salsabila dengan suara lembut.
"Kakak....kenapa kalian jahat sama Ana... Ana kangen sama kalian, cepetan pulang, hiks...."Rengek Ana manja sambil terisak.
"Iya sayang...kamu jangan nangis ya sayang...nanti hilang deh cantiknya kalau nangis terus.... katanya sekarang sudah kelas 4 kok masih ciwek sih!"Kata Salsabila merayu adik bungsunya yang manja dan cengeng.
"Nanti kita belikan boneka Barbie mau gak?"Lanjut Salsabila merayu adiknya lagi yang sangat menyukai boneka Barbie.
"Mau .. Ana mau boneka Barbie yang bisa ditekuk ya kak... Yang gede, Ana mau tiga pasang boneka Barbie,biar ada Ibu,bapak sama Ana.Kan pas, soalnya dirumah hanya ada bapak, ibu dan Ana saja. "Kata Ana terdengar begitu semangat saat mendengar mau dibelikan boneka Barbie.
Untuk merayu Ana bukanlah hal yang sulit bagi Salsabila dan Rini mereka sangat hafal dengan kelemahan Ana,jika adik bungsunya sedang merajuk cukup hanya dengan dirayu dibelikan mainan kesukaannya atau dibelikan makanan kesukaannya pasti langsung ceria lagi.Ternyata si Ana nih calon cewek matre juga ya....he..he...
Tapi pada dasarnya cewek itu memang matre semua betul ga?Bohong banget kalau cewek gak suka dikasih uang atau dibelikan barang-barang kesukaannya.
"Mana ibu Na?"Tanya Salsabila dengan suara lembut.
"Ada... tapi ibu sedang membuat makanan untuk bapak, soalnya bapak baru pulang kak,kakak mau bicara sama ibu?"Tanya Ana
"Gak usahlah,gampang besok siang saja Na.
Kok bapak pulangnya sampai malam banget sih Na?"Tanya Salsabila.
"Iya kak, bapak lembur katanya ditempat kerja bapak lagi banyak pesanan jadi harus dilembur biar cepat selesai pesanannya para pelanggan."Kata Ana menjelaskan.
"Ya sudah dulu ya kak, Ana sudah ngantuk mau tidur dulu,dah kak Salsa.Oh iya kak Salsa...Bilangin sama kak Rini ya kak, kemarin kak Riko nanyain,dapat salam dari kak Riko."Kata Ana sebelum mengakhiri panggilan telponnya.
__ADS_1
Tidak lama terdengar suara panggilan telpon dimatikan oleh Ana.
"Kasihan bapak, harus bekerja terus siang malam untuk masa depan anak-anaknya.Ucap Salsabila lirih setelah panggilan telpon dimatikan oleh Ana.Rini hanya diam saja mendengar ucapan Salsabila.Wajah Rini berubah sendu saat mengingat kedua orang tuanya yang sangat dirindukannya.