
"Eh.. ternyata lagi ada pasar malam toh."Kata Salsabila sambil tersenyum melihat ke kaca pintu mobil yang tertutup.
Terlihat ada sebuah pasar didekat kontrakannya.
Agung menoleh ke arah Salsabila, melalui kaca pintu mobil sebelah kiri, Agung dapat melihat ramainya suasana ditempat itu.
Kerlap-kerlip lampu yang ada di tempat itu menambah indahnya suasana malam.
Terdapat banyak tenda para penjual pernak pernik,ada baju,mainan dan juga makanan.
"Lho bang...kenapa berhenti."Ucap Salsabila kaget, karena Agung tiba-tiba menghentikan mobilnya di pinggir jalan.
"Ayok kita kesana,lu harus buat gue seneng malam ini karena lu sudah merusak pesta gue bersama teman-teman gue."Ucap Agung sambil membuka pintu mobil.
Mereka berjalan menuju pasar malam.
Salsabila menghentikan langkahnya saat melihat gantungan kunci berbentuk panda.
"Wah.. cantiknya..."Ucap Salsabila saat mereka melewati penjual pernak pernik.
Salsabila terpesona saat melihat gantungan kunci itu.Ia mengambil gantungan panda untuk sekedar melihat saja.
Salsabila sangat menyukai boneka panda
"bang... beli ini dua."Ucap Agung langsung membeli gantungan kunci berbentuk panda yang Salsabila pegang.
"Bang Agung suka panda juga?"Tanya Salsabila merasa terkejut karena tiba-tiba Agung membeli dua gantungan kunci berbentuk panda yang Salsabila pegang.
"Nih..buat lo satu."Ucap Agung ketus dengan wajah dinginnya sambil menyerahkan satu gantungan kunci itu kepada Salsabila.
"Wah... makasih ya bang, padahal tadi saya cuma lihat aja lho bang,gak berniat beli.Eh malah dikasih,ih..imut ya gantungan kunci ini."Kata Salsabila yang merasa senang mendapat gantungan kunci berbentuk panda itu.
Agung memasukkan gantungan kunci miliknya di kantong kemejanya, sedangkan gantungan kunci milik Salsabila di pasang sebagai gantungan di tas miliknya.
"Kita mau jalan kemana ya?"Kata Salsabila sambil melihat ke kanan-kiri untuk melihat tempat yang bagus untuk mereka kunjungi.
"Kita naik itu saja yok bang...!"Kata Salsabila sambil menunjuk sebuah permainan bianglala yang ada di pasar itu.
"Ih..ogah ah,gue malas naik itu."Kata Agung merasa ngeri sendiri saat melihat permainan bianglala yang terlihat menakutkan bagi Agung.
__ADS_1
Ada kenangan pahit Agung dengan permainan bianglala,dimana Agung pernah menyaksikan temannya jatuh dari permainan itu saat Agung berumur 9 tahun, saat itu Agung sedang naik bianglala bersama teman-temannya, tiba-tiba permainan itu berhenti mendadak.
Semua orang yang sedang naik permainan bianglala menjerit ketakutan.
Dan salah seorang teman Agung jatuh dari ketinggian dan langsung meninggal di tempat kejadian membuat Agung menjadi trauma dengan permainan bianglala.
"Bang Agung takut ya?Ah gak keren lah, masak.... badan besar tapi takut sama bianglala,he..he.."Ucap Salsabila menertawakan Agung.
"Hah..gue takut? Siapa bilang gue takut...ayok kita naik bianglala bersama."Ucap Agung tegas bersikap sok berani padahal dalam hati dia benar-benar ketakutan.
Agung membeli tiket untuk dua orang,lalu mereka naik bianglala bersama.
Salsabila duduk di sebelah Agung.
Diam-diam Salsabila memperhatikan Agung yang dari tadi diam saja, terlihat cairan bening keluar dari kening Agung.
Tangan Agung terlihat bergetar menandakan bahwa Agung seperti sedang ketakutan.
"Hah..katanya berani..baru mau satu putaran, sudah keluar keringat dingin."Ucap Salsabila dengan suara yang sengaja dikeraskan untuk meledak Agung.
"Ngomong apa lu barusan?"Ucap Agung menatap tajam ke arah Salsabila.
"Awas lu ya... berani ngatain gue macem-macem,gue pecat lu."Ucap Agung mengancam sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Salsabila.
"Huh...ancaman lama."Kata Salsabila lirih.
Agung kembali ke posisi semula setelah selesai mengancam Salsabila.
Bianglala yang tadinya berputar pelan tiba-tiba berubah kencang membuat Agung berpegangan kencang pada papan tempat duduknya, dengan kedua mata dipejamkan.Tubuhnya menjadi tegang karena sangking takutnya.
Salsabila menggenggam tangan Agung yang tampak tegang.
Agung langsung membuka matanya saat merasakan tangannya disentuh oleh seseorang.
Dia menoleh ke arah Salsabila yang ternyata sedang menatapnya sambil tersenyum.
Melihat senyum Salsabila,hati Agung menjadi tenang, berlahan ketakutannya mulai menghilang.badannya sudah kembali rileks tidak tegang lagi.
Tidak terasa bianglala akhirnya berhenti berputar.
__ADS_1
Semua orang yang naik bianglala langsung turun.Terdengar canda tawa dari para pengunjung menyadarkan lamunan Agung yang sedang menikmati kebersamaan bersama pujaan hatinya.Agung sangat menyukai Salsabila.
Lain dengan Salsa,dia hanya menganggap Agung sebagai bosnya saja, karena sampai sekarang Salsabila masih mencintai mendiang suaminya yang telah tiada.
"Bang Agung gak mau turun?masih mau naik bianglala ini lagi nih ceritanya?"Kata Salsabila menggoda.
"Ih.. siapa bilang."Kata Agung langsung berdiri dari duduknya dan bergegas keluar dari permainan itu.
"He..he.. kirain masih pingin naik bianglala lagi.
Tenang saja bang... saya siap temenin kalau bang Agung masih pingin naik bianglala ini lagi."Ucap Salsabila sambil tersenyum menatap wajah Agung yang terlihat seperti anak kecil sedang ketakutan.
"Yang benar?Ya sudah..ayok kita naik lagi,sampai pagi ya?"Kata Agung balik menggoda Salsabila.
"Eh...sa..sampai pagi?Gak jadilah."Kata Salsabila jadi gugup sambil berjalan cepat meninggalkan Agung.
"Lho..kok malah pergi Sa?Katanya siap nemenin gue...!"Ucap Agung sambil tersenyum melihat kepergian Salsabila.Dia langsung berlari menyusul Salsabila yang sudah menjauh.
"Tungguin napa Sa.."Ucap Agung sambil menarik tangan Salsabila, digenggamnya tangan Salsabila begitu lembut.
"Aduh bang.. jangan pegang-pegang tangan saya dong... malulah dilihatin orang."Kata Salsabila berusaha melepas genggaman tangan Agung.
"Kalau gak mau dilihatin orang ya kita mainnya di kuburan saja yuk."Kata Agung menggoda Salsabila.
"Hah..ogah..."Jawab Salsabila sambil menatap tajam ke arah Agung.
"Katanya malu dilihat orang...kalau begitu kita ke kuburan yang sepi tidak ada orangnya,paling nanti didatengi mbak kunti sama mak pocong."Kata Agung menakut-nakuti.
"Ih..."Ucap Salsabila langsung mendekatkan dirinya hingga menempel di tubuh Agung karena takut dengan ucapan Agung tentang makhluk yang tidak terlihat itu.Dia merasa merinding dengan ucapan Agung.
Agung mengambil kesempatan untuk memeluk tubuh Salsabila yang sudah berada didekatnya sambil tersenyum puas melihat reaksi Salsabila.
"Eh...bang Agung pasti sengaja biar bisa meluk saya....hayo ngaku..!"Ucap Salsabila langsung menjauh dari Agung saat menyadari sedang. berada di dekapannya.
"Ye..siapa juga yang mengambil kesempatan,orang situ yang nempel-nempel duluan, jangan fitnah ya...!"Ucap Agung pura-pura marah.
"Ya sudah,sa.. saya mau pulang sajalah sudah malam."Kata Salsabila menjadi gugup.
"Oh tidak bisa.. temenin gue makan dulu,gue dari tadi belum makan gara-gara lo."Ucap Agung mencoba mencari cara agar bisa terus bersama Salsabila.
__ADS_1