
"Kak..."Teriak Ana pagi-pagi sekali mencari keberadaan kakaknya.
Ana membuka pintu kamar kakaknya ternyata tidak ada siapa-siapa.
"Lho.. kakak mana ya?"Tanya Ana lirih.
"Kak..."Panggilnya lagi sambil berjalan.
"Ah,podo amat lah, sedang keluar beli makanan paling,lebih baik aku nonton film kartun saja lah."Ucap Ana pada dirinya sendiri sambil berjalan menuju ruang tengah.
"Aa...."Teriak Ana saat mau duduk di sofa melihat ada seseorang sedang tidur di sofa panjang ditutupi selimut, diambilnya bantal kecil yang ada di sofa untuk memukul pemuda itu.
"Ada apa?"Tanya seorang pemuda tampan langsung bangun dari tidurnya sambil celingukan melihat ke-sembarang arah saat mendengar teriakkan dari Ana.
"Hah... kakak pacarnya kak Rini kan?Ke..kenapa ada di sini?"Tanya Ana sambil membelalakkan matanya dengan kedua tangannya memegang bantal guling siap untuk menyerang Rendi
"Eh.. Ana,huaaam...." Kata Rendi sambil menguap saat melihat Ana yang sedang berdiri tidak jauh darinya menguap.
"Ngapain kakak tidur disini!"Tanya Ana memukul Rendi dengan bantal.
"Hait.. tunggu dek,biar kakak jelasin."Kata Rendi menangkap bantal yang sedang dipakai Ana untuk memukulnya.
"Kak....kak Rini.."Teriak Ana memanggil kakaknya.
Klek..klek..
Terdengar suara seseorang dari luar sedang membuka pintu yang terkunci.
Ceklek...
Pintu pun terbuka, terlihat seorang wanita muda memakai celana panjang dan kaos panjang masuk kedalam rumah sambil menenteng kantong plastik.
"Kak Rini darimana? Kenapa pacar kakak ada di sini?"Tanya Ana langsung mengintrogasi Rini yang baru masuk kedalam rumah.
"Cari makanan dek buat sarapan,kakak malas masak."Jawab Rini sambil berjalan santai kemeja makan.
"huaaam...."Rendi menguap lagi kembali merebahkan tubuhnya di atas sofa.
"Kenapa pacar kakak ada disini?"Tanya Ana lagi sambil berjalan mengikuti langkah kaki Rini.
"Semalam mau pulang tapi sudah kemalaman,jadi kakak suruh dia nginep disini dek!"Rini menjelaskan.
__ADS_1
"Ih.. kakak memangnya gak takut di marahin bapak?"Tanya Ana dengan polosnya.
"Ya jangan bilang sama bapak kalau semalam mas Rendi tinggal disini lah!"Ucap Rini santai.
"O..o..oooo..kakak sudah mulai berani ya sama bapak?Awas tak bilangin kalian,biar dimarahin bapak!"Ancam Ana.
"Jangan dong dek, kamu seneng lihat kakakmu ini dimarahin sama bapak? Lagian kita semalam cuma ngobrol aja kok, kakak tidur di kamar kakak,mas Rendi lebih memilih tidur di ruang tengah, apanya yang salah coba dek.
Kakak mau mandi dulu lah, terus sarapan.Kamu sudah mandi belum? Cepetan mandi sana terus kita sarapan bareng mumpung nasi megono sama tempe mendoannya masih anget."Perintah Rini.
"Oke,"Jawab Ana singkat.
Ana bergegas masuk kedalam kamarnya untuk membersihkan diri.
Disetiap kamar sudah ada kamar mandinya sendiri-sendiri jadi tidak perlu berebut jika ingin mandi, sedangkan Rini berjalan ke ruang tengah untuk membangunkan Rendi yang malah tidur lagi, setelah itu ia kekamarnya untuk membersihkan diri.
"Kak..besok kita nyusul bapak sama ibu yok kak!"Rengek Ana masih minta nyusul ke Jakarta saat mereka sedang nakan bersama.
"Sekolah kamu bagaimana?"Besok kan sudah mulai masuk !"Ucap Rini sambil menyendok nasi dan menyuapkan ke-mulutnya sendiri.
"Tapi aku pingin lihat mbak Bila mbak,hiks.."Ana kembali menangis sambil makan.
"Assalamu'alaikum..."
Terasa lebih maknyus jika dimakan pakai sambal dan tempe mendoan, yaitu tempe pakai terigu,di goreng setengah matang.
Nyami-nyami 😋
"Siapa ya? Pagi-pagi datang ke rumah."Kata Rini langsung menghentikan makannya dan bergegas keluar rumah untuk menemui siapa yang datang.
Ceklek..
Rini membuka pintu rumah
Plak...
Sebuah tamparan cukup keras mendarat di pipi Rini oleh seorang perempuan ketika ia sudah membuka pintu.
"Dasar kamu perempuan pela**cur, perebut suami orang...!"Teriak seorang perempuan dari luar rumah sambil menjambak rambut Rini dengan kuat.
"Aw.. mas Rendi... Teriak Rini berusaha melepas tangan perempuan itu dari rambutnya.
__ADS_1
"Mas.. tolongin...!"Teriak Rini lagi.
"Ada apa dengan kak Rini?"Tanya Ana saat mendengar teriakkan dari kakaknya.
Kedua matanya dan mata Rendi saling bertatapan,lalu mereka berlari bersama kedepan untuk melihat keadaan Rini.
"Kakak..."Teriak Ana kaget melihat kakaknya sudah terlihat kacau sedang bergulat dengan seorang perempuan.
"Siska..apa yang lo lakukan?"Bentak Rendi.
"Dasar pela**cur...lo harus mati, perebut laki orang!"Teriak Siska yang sudah dipenuhi dengan amarahnya tidak perduli walaupun disana ada Rendi.
"Kakak.. jangan sakiti kakaknya Ana, dasar kamu perempuan jahat,ah...!"Teriak Ana memukul punggung perempuan itu dengan menggunakan kedua tangannya berusaha menolong kakaknya yang sedang ada di tanah ditunggangi perempuan itu.
"Pergi lo...!"Teriak perempuan itu mendorong tubuh Ana dengan tangannya hingga Ana terjatuh,lalu ia kembali memukuli Rini sambil menjambak rambut Rini dengan sangat kuat hingga ada beberapa rambut Rini yang terlepas dari kepalanya.
"Ana... jangan sakiti Ana."Teriak Rini sambil berusaha melepas cengkraman tangan perempuan itu yang begitu kuat menarik rambutnya dan terus memukuli dirinya tanpa ampun.
"Siska cukup."
Plak... Rendi menampar pipi Siska dengan sangat keras hingga sudut Siska keluar darah,lalu Rendi menarik tangan Siska dengan kasar agar mau turun dari tubuh kekasihnya.
"Rendi...kenapa lo menampar gue?"Tanya Siska emosi melepas cengkraman tangannya dari rambut Rini dan ia pun turun dari tubuh Rini yang sudah terlihat kacau, muka Rini sudah dipenuhi dengan luka lebam dan terlihat darah diwajahnya akibat cakaran dari kuku Siska.
"Lo sudah gila ya Sis? Ngamuk-ngamuk di rumah orang."Bentak Rendi.
"Iya..gue memang sudah gila,kenapa?
Hahaha...gue sudah gila...gue gila gara-gara dia!"Teriak Siska sambil menunjuk ke arah Rini dengan jari telunjuknya.
"Sudah..ayok kita pulang."Bentak Rendi sambil menarik tangan Siska dengan kasar.
"Rin.. nitip motor mas."Teriak Rendi sambil menarik kasar tangan Siska dan menyuruhnya masuk kedalam mobilnya, setelah Siska sudah berada di dalam mobil, Rendi juga masuk kedalam mobil.Rendi segera menjalankan mobil Siska dengan kecepatan sedang meninggalkan rumah kedua orang tua Rini.
***
Di Jakarta pada hari yang sama.
Agung terlihat sudah terlihat rapih, pagi-pagi sekali nenek datang ke rumah sakit membawakan baju ganti dan makanan untuk Agung yang dari kemarin belum mau pulang dari rumah sakit.
"Bu.. nitip Salsa ya bu, Agung mau jemput kedua orang tuanya Salsa di terminal,tadi bapaknya Salsabila telpon katanya sebentar lagi sampai terminal Senen."Ucap Agung berpamitan kepada ibunya.
__ADS_1
"Iya nak,kamu tenang saja.
Ibu bakal jagain calon mantu ibu dengan baik."Kata nenek.