Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Awal mula ada rasa.


__ADS_3

"Kenapa waktu itu kamu mengelap bibirmu terus yang?


Sabenarnya waktu itu mas sendiri juga kaget, karena itu juga ciuman pertama mas, rasanya seperti pingin terbang."Kata Rendi sambil menatap wajah Rini yang terlihat sudah berubah merah.


"Masa sih?Tapi aku kesel banget, padahal aku selalu bayangin melakukan ciuman pertama dengan cowok ganteng yang sangat aku sayangi,kita melakukannya dengan lembut penuh cinta.Tapi aku malah melakukannya dengan mas Rendi cowok yang sangat aku benci waktu itu,mas Rendi yang sombong dan tidak punya perasaan,kenapa dulu mas Rendi jahat banget sama aku?"Ucap Rini.


"Sabenarnya mas sudah menyukai kamu dari waktu pertama kali kita ketemu di depan sekolah SD ketika kita hampir menabrak kamu yang tiba-tiba memutar motornya tanpa lihat-lihat dulu di belakang ada kendaraan yang melintas atau tidak,tapi sepertinya Wahyu juga suka sama kamu waktu itu jadi mas coba hilangin aja perasaan mas waktu itu demi Wahyu,yah... walaupun akhirnya mas terpaksa rebut kamu darinya karena ternyata aku gak bisa berhenti mikirin kamu yang terus mengganggu hidupku."Jelas Rendi.


"Tadi kamu bilang dulu sangat membenci mas, tapi kok kamu akhirnya bisa suka sama cowok nyebelin seperti mas?Apa jangan-jangan karena ciuman itu ya?"Ledek Rendi.


"Apaan sih mas Rendi."Ucap Rini mencubit pinggang Rendi.


"Bukan karena itu mas...tapi saat kita bertemu lagi dipagi harinya, masih ingat gak, peristiwa diwarung makan waktu itu."Rini tersenyum mengingat kejadian dipagi hari setelah peristiwa menyebalkan malam harinya di alun-alun, itulah awal mula ada rasa dihati Rini ke laki-laki sombong yang sangat ia benci.


"Oh..yang kamu tiba-tiba pingsan itu ya?He..he...iya mas ingat, mas baru tau kalau ternyata kamu takut dengan suara petir,sabenarnya mas pingin dekat sama kamu lebih lama lagi tapi mas mesti pergi ke Brengkolang takut sampai sana kemalaman."Jelas Rendi sambil menggenggam tangan Rini dengan lembut.


Mereka kembali mengingat kejadian yang telah lalu.


***


Pagi hari ditempat Wahyu terlihat Rendi yang sedang bersiap-siap untuk pergi ke Brengkolang tempat mbahnya Wahyu berada,ia berpamitan kepada sahabat dan kedua orang tua sahabatnya itu, tidak lupa ia mengucapkan terimakasih kepada mereka karena sudah mengizinkan dirinya menginap semalam dirumahnya saat dirinya merasa bingung mau pergi kemana karena hari sudah mulai gelap gak mungkin untuknya pergi ke Brengkolang malam-malam.


"Sepertinya mau turun hujan lho Re, apa gak sebaiknya besok saja ke Brengkolang nya Re? Takut nanti kehujanan di jalan."Kata Wahyu mengingatkan.


"Nanti juga cerah lagi Yu, mumpung masih pagi biar sampai sana gak kesorean."Jawab Rendi menggendong tas ranselnya dan memakai sepatunya.


"Gue pamit dulu ya bro, makasih ya sudah mau berbagi ranjang sama gue semalam,he..he.."Ucap Rendi.


"Ih..berbagi ranjang,geli gue denger kata-kata itu."Kata Wahyu.

__ADS_1


"Memangnya kenapa Yu?Ya sudah, gue pergi ya Yu."Rendi bergegas pergi dengan mengendarai sepeda motornya.


"Hati-hati Ren,besok gue main kesana."Teriak Wahyu ke Rendi yang sudah menjalankan motornya.


Rendi pergi ke Brengkolang dengan mengendarai motor ninja miliknya.


Saat baru jalan benar kata Wahyu tiba-tiba turun hujan membuat Rendi terpaksa menghentikan laju motornya dan berteduh disebuah warung makan agar tidak kehujanan.


Ia duduk di bangku panjang yang ada didepan warung makan, tidak lama ia duduk terlihat seorang gadis remaja dengan rambut panjang yang dibiarkan terurai keluar dari dalam warung dan berdiri membelakangi Rendi, sepertinya gadis remaja itu tidak tau kalau ada seseorang dibelakangnya.


"wadoh biyung,kepriben iki yak kok hujannya tambah deras, piye carane balik?Alamaaak....masa gue harus hujan-hujanan,kepriben iki mamake..!"Ucap perempuan itu dengan bahasa campur aduk membuat Rendi yang sedang duduk dibelakangnya tertawa sendiri karena merasa lucu dengan ucapan wanita yang sedang berdiri didepannya.


"Kalau mau pulang ya tinggal pulang aja lho mbak, hujan air ini paling cuma basah."Ucap Rendi sambil menahan tawanya.


Wanita itu langsung menoleh kebelakang saat mendengar suara seseorang dari belakang.


"Ma..mas Rendi...Apa yang lo lakukan disini?Lo ngikuti gue?"Tanya Rini merasa terkejut.


"Ih.... kenapa sih gue harus ketemu lagi dengan makhluk menyebalkan seperti dia ditempat ini,duh.... sungguh menyebalkan."Gumam Rini lirih.


"Apa lo bilang?"Tanya Rendi dengan suara keras membuat Rini tidak berani menatapnya.


JEDER...


Tiba-tiba terdengar suara petir yang sangat keras mengagetkan kedua pemuda yang ada didepan warung.


Brug...


Rini yang tidak bisa mendengar suara keras langsung jatuh ketanah,ia tiba-tiba pingsan membuat Rendi yang sedang duduk langsung loncat dan berlari menghampiri Rini.

__ADS_1


"Rin.. bangun Rin,lo kenapa?"Rendi menepuk-nepuk pipi Rini berusaha menyadarkannya.


Seorang perempuan paruh baya keluar dari dalam warung dan berlari menghampiri mereka.


"Ada apa ini?Ayok cepetan bawa masuk kedalam nak!"Perintah ibu pemilik warung.


"Gak tau bu, tiba-tiba wanita ini pingsan setelah mendengar suara petir tadi."Jawab Rendi sambil membopong tubuh Rini untuk dibawa masuk kedalam warung.


Setelah berada didalam, Rendi meletakkan tubuh Rini diatas bangku panjang yang ada didalam warung sambil mendekapnya agar wanita itu tidak jatuh,ibu pemilik warung menggosokkan minyak kayu putih di telapak tangan dan perut Rini, karena mencium aroma minyak kayu putih Rini menggeliat membuka matanya berlahan.


"Aduh... kepala gue..."Ucap Rini setelah sadar dari pingsannya.


"Hah...lo!"Rini langsung bangun dan menggeser duduknya ketika ia melihat dirinya sedang berada di dekapan seorang laki-laki yang sangat ia benci.


"Kamu tadi pingsan ndu'? Masnya tadi yang sudah menolong kamu ndu'!"Kata ibu pemilik warung memberitahu.


"Oh... makasih mas,bu."Ucap Rini menundukkan kepalanya karena malu.


Rendi melepas jaketnya dan memakaikan ke Rini yang terlihat sangat kedinginan.


JEDER....


Petir kembali menggelegar dengan suara keras membuat tubuh Rini kembali menggigil, entah karena takut atau karena merasa kedinginan, wajah Rini berubah pucat, Rendi yang menyadari kalau Rini yang ada disampingnya sedang ketakutan karena mendengar suara petir kembali mendekap tubuhnya kedalam pelukannya.


Rini mengangkat kepalanya menatap wajah Rendi.


"Sudah jangan takut,ada gue."Ucap Rendi sambil tersenyum menenangkan Rini yang sepertinya memang sedang ketakutan.


Itulah pertama kali Rini melihat senyum Rendi setelah beberapa kali mereka bertemu.

__ADS_1


Ada perasaan bahagia dalam dirinya,ia merasa hangat yang bukan karena jaket atau pelukannya,tapi rasa hangat yang ia sendiri tidak tahu karena Apa yang jelas ia merasa nyaman, tercium aroma parfum milik Rendi menenangkan hatinya yang sedang syok mendengar suara petir.


__ADS_2