
"Tidak...."Teriak Salsabila histeris saat diberitahu bahwa dirinya mengalami kelumpuhan.
"Sabar sayang,ibu akan selalu ada buat kamu sayang."Kata bu Retno kembali memeluk Salsabila berusaha untuk menenangkan hatinya.
"Ibu... hiks.... Bila gak mau lumpuh bu, hiks.."Ucap Salsabila sambil terisak.
Agung dan kedua orangtuanya hanya bisa menatap Salsabila dengan wajah sendu.
Keesokan harinya seperti biasa sebelum berangkat ke pabrik Agung selalu datang kerumah sakit untuk melihat keadaan Salsabila.
"Sa.."Panggil Agung berusaha menyentuh tangan Salsabila tapi langsung ditepis oleh Salsa.
"Pergilah, jangan menemui aku lagi, lebih baik abang bersama dia saja,aku tidak bisa apa-apa sekarang."Kata Salsabila dengan wajah sedih.
"Pergilah bang, tinggalkan aku sendiri,aku sangat membenci abang,hiks.."Usir Salsabila.
"Tidak Sa,abang sama dia sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi, abang cuma mencintai kamu seorang."Kata Agung tidak mau pergi.
"Kalau abang tidak mencintainya kenapa kalian berciuman?"Tanya Salsabila.
"Itu bukan kemauanku Sa, dia yang tiba-tiba menciumku, percayalah sama abang Sa,"Agung berusaha meyakinkan Salsabila.
"Hua...hiks.. hiks..."Salsabila semakin mengencangkan tangisannya.
"Sa..aku sangat-sangat mencintaimu sayang."Agung memeluk tubuh Salsabila dengan erat, ia membelai lembut rambut Salsabila.terlihat cairan bening keluar dari kedua mata Agung,ia dapat merasakan sedihnya hati Salsabila.
Didepan pintu terlihat ada kedua orang tua Salsabila sedang berdiri, pak Karta dan bu Retno yang hendak masuk kedalam kamar pasien langsung menghentikan langkahnya saat melihat Agung sedang memeluk putri mereka.
"Ayok bu,kita sebaiknya tunggu diluar dulu,beri mereka waktu untuk menyelesaikan masalah mereka."Ajak pak Karta menggandeng tangan istrinya.
Sementara di tempat lain terlihat Rini sedang bersiap-siap hendak mengantar Ana kesekolah karena Ana merengek minta dianterin,Ana sedang malas berangkat ke sekolah naik sepeda,jadi terpaksa Rini yang mengantarkan.
Tiiin..Tiiin...
Terdengar suara klakson mobil beberapa kali dibelakang Rini membuat Rini yang sedang mengendarai sepeda motor hendak pulang setelah mengantarkan adiknya kesekolah, langsung meminggirkan motornya dan berhenti sebentar untuk melihat mobil yang ada dibelakangnya.
Ia menoleh kebelakang, terlihat seorang perempuan paruh baya menunjukkan kepalanya dari dalam mobil.
"Rin..."Panggil perempuan itu sambil tersenyum.
"Tante?"Ucap Rini terkejut melihat perempuan paruh baya itu.
__ADS_1
Mobil itu pun berhenti pas dibelakang motor Rini.
perempuan itu membuka pintu mobilnya dan berjalan cepat kearah Rini.
"Tante,kok tante ada disini?"Tanya Rini setelah perempuan itu berada disampingnya.
"Kamu darimana nak?"Tanya perempuan itu yang ternyata adalah bu Citra.
"Habis mengantarkan adik Rini kesekolah tante."Jawab Rini.
"Kebetulan kita bertemu disini, kita mau ziarah ke makam nenek dan kakeknya Rendi yang di Brengkolang, bagaimana kedua orang tuamu apa sudah balik Rin?Kata Rendi kedua orang tuamu sedang berada di Jakarta?"Tanya bu Citra.
"Belum tante,ibu sama bapak nunggu mbaknya Rini sembuh dulu, karena mbaknya Rini harus menjalankan terapi disana.
"Oh.. begitu,kok bisa sama ya?"Kata bu Citra lirih tampak sedang berfikir.
"Ada apa tante?"Tanya Rini.
"Ah gak apa Rin, sabenarnya calon adik ipar tante juga Sekarang kata ibu sedang menjalani terapi supaya bisa kembali berjalan,kok bisa sama ya?"Ucap bu Citra jadi curiga.
Sampai sekarang bu Citra tidak tahu kalau calon adik iparnya adalah kakaknya Rini.
"Oh iya,tante sama siapa?"Tanya Rini melihat kearah mobil bu Citra terlihat ada seseorang didalam mobil tapi tidak jelas karena kacanya gelap kalau dilihat dari luar.
"Tante bawa mobil sendiri?"Tanya Rini.
"Iya, soalnya Rendi harus mengawasi para karyawan yang bekerja di konveksi kami.
Kapan kira-kira kedua orang tua kamu pulang Rin? Tante sama om mau datang kerumah jika kedua orang tua kamu sudah pulang, karena Rendi sepertinya sudah tidak sabar ingin segera menikah dengan kamu sayang."Kata bu Citra memberitahu.
Rini terlihat sangat terkejut,ia menelan ludahnya sendiri saat mendengar ucapan dari bu Citra
"Setiap hari Rendi selalu bertanya kapan mama sama papa melamar Rini katanya,duh Rin,tante sampai pusing dengarnya.
Dia benar-benar ingin segera menikah dengan kamu sayang,kamu mau kan menikah dengan anak tante?"Tanya bu Citra menatap serius kearah Rini.
"A...aku..."Ucap Rini gugup.
"Kenapa?Apa kamu tidak mau menikah dengan Rendi?"Tanya bu Citra.
"Enggak tante bukan begitu, Rini cuma kaget saja tante."Jawab Rini.
__ADS_1
"Ya sudah tante pergi dulu ke Brengkolang ya sayang, segera hubungi kami kalau bapak sama ibu kamu sudah pulang dari Jakarta ya Rin,biar kami bisa segera melamar kamu, karena Rendi sudah ngebet banget pengen cepet-cepet nikah sama kamu."Kata bu Citra.
"I..iya tante ."Jawab Rini gugup campur malu.
"menikah?Apa tadi beneran tante Citra meminta Rini menikah dengan mas Rendi?"Gumam Rini didalam hati.
"Da sayang,kamu hati-hati ya."Kata Bu Citra memeluk Rini sebentar lalu bergegas pergi berjalan ke mobilnya meninggalkan Rini yang masih diam disamping motor.
"Da sayang."Ucap bu Citra lagi sambil melambaikan tangannya setelah berada didalam mobil
"Da tante.."Rini juga melambaikan tangannya kearah bu Citra yang sedang mengendarai mobil.
"Haduh..kok aku jadi deg-degan gini ya?Alamak... pagi-pagi sudah dapat kabar berita mengejutkan."Gumam Rini lirih seorang diri sambil tersenyum naik ke motor dan bergegas menjalankan motornya lalu pergi untuk pulang kerumah.
Hanya membutuhkan waktu sebentar Rini sampai kerumah kedua orangtuanya.
Terlihat seorang pemuda tampan sedang duduk dikursi yang ada di teras rumah.
Deg...
"Haduh... orangnya malah sudah ada disini lagi."Gumam Rini didalam hati melihat kearah pemuda tampan itu yang ternyata adalah Rendi.
"Lho..mas Rendi kok ada disini? Bukannya mas Rendi seharusnya dikonveksi?"Tanya Rini sambil memarkirkan motornya.
Ia berjalan menghampiri Rendi yang sedang duduk di kursi setelah motornya terparkir dengan baik.
"Kamu darimana?"Tanya Rendi.
"mengantar Ana kesekolah mas."Jawab Rini.
"Kok lama banget sih?"Tanya Rendi lagi.
"Lama apaan sih orang sebentar kok."Ucap Rini sambil duduk disebelah Rendi.
"Sayang..bapak sama ibu belum pulang ya?"Tanya Rendi menatap serius kearah Rini.
"Belum, memangnya kenapa?"Tanya Rini.
"Sebentar ya mas, Rini mau kedalam dulu."Rini bangun dari duduknya untuk masuk kedalam rumah.
Rendi mengikuti langkah kaki Rini yang hendak masuk kedalam rumah.
__ADS_1
"Mas Rendi mau ngapain? Jangan ikut masuk, bahaya didalam rumah gak ada siapa-siapa nanti takut ada fitnah."Ucap Rini menghentikan langkah kaki Rendi.