Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
So sweet...


__ADS_3

"Nyonya,makan malamnya sudah siap."Kata Caca memberitahu saat mereka sedang asyik ngobrol.


"Oh..iya mbak, terimakasih ya mbak!"Ucap bu Citra


"Ayok kita makan dulu sudah malam."Ajak bu Citra kepada Rini dan Ana juga Rendi.


Mereka yang ada di ruang santai berjalan menuju meja makan untuk makan bersama.Setelah sampai di meja makan, lagi-lagi Ana dan Rini dibuat takjub dengan makanan yang memenuhi meja makan.


"Memangnya tante mengundang makan siapa lagi tan?"Tanya Rini.


"Gak ada,cuma kalian berdua."Jawab bu Citra.


"Gak salah tante?Tapi ini..."Rini bengong melihat makanan yang ada diatas meja makan yang begitu banyak.


"Kenapa yang?"Bisik Rendi yang sudah duduk disamping Rini.


"Ini gak salah mas?Makanan segini banyak cuma untuk kita berlima?"Bisik Rini.


"Kok malah bisik-bisik ayok makan!"Ucap bu Citra mengagetkan Rini yang sedang bengong melihat semua makanan yang terlihat lezat.


"Ana tanpa malu-malu lagi langsung mengambil ayah goreng kesukaannya,dan melahapnya.


"Em..enak ya kak."bisik Ana ke Rini.


"Hus.. makannya yang sopan dek,malu sama orag tuanya mas Rendi."Bisik Rini sambil menyenggol lengan Ana.


"Ada apa Rin?"Tanya bu Citra saat mendengar Rini dan adiknya berbisik-bisik.


"He..he.. enggak tante,ini Ana bilang katanya makanannya enak."Jawab Rini.


"Oh..ya sudah habiskan ya sayang,jangan malu-malu lho."Lanjut bu Citra.


"Tuh kan kak,kata mamanya mas Rendi aja suruh jangan malu-malu, suruh di habiskan."Kata Ana dengan polosnya tidak perduli kakaknya sedang melototinya.

__ADS_1


"Ha.. ha.. iya-iya gak apa-apa,ayok habiskan."Ucap bu Citra sambil tertawa mendengar ucapan Ana yang begitu polos.


Sedangkan Rini jadi salah tingkah karena merasa malu dengan sikap adiknya yang makan dengan rakusnya, sabenarnya dia juga ingin melahap semua makanan yang ada di atas meja makan yang terlihat sangat lezat,tapi dia pura-pura sok imut lah...malu kali sama calon mertua,he..he..


"Ayok sayang makan,tuh ayam goreng lihatin kamu dari tadi, yakin gak mau makan?"Goda Rendi,ia tau kalau sabenarnya kekasihnya itu ingin memakannya tapi sepertinya dia malu sama calon mertua.


"Sini mas suapin ya!"Kata Rendi gak perduli dengan orang-orang yang ada di sana melihat dirinya.


"Ih apaan sih mas Rendi,malu lah."Ucap Rini mencubit pinggang Rendi, wajah Rini langsung berubah merah.


"Udah jangan protes,ayok mas suapin, makannya yang banyak yang,biar gemuk supaya enak dipeluk."Goda Rendi membuat Rini jadi semakin malu dilihatin kedua orang tua Rendi.


Kedua orang tua Rendi hanya tersenyum melihat sikap anak dan pacarnya itu.Sedangkan Ana tampak tidak perduli,ia sibuk makan ayam goreng kesukaannya.


"Hi..hi.... Ternyata mas Rendi sangat romantis ya Nul."Kata Caca asisten rumah tangga bu Citra dan pak Burhan dari dapur yang mengintip majikannya sedang makan bersama dengan tamunya.


"Baru tau aku Nul,dulu perasaan sama non Siska gak pernah seperti itu deh,sini Nul... jangan disitu aja, lihat den Rendi menyuapi pacarnya,hi..hi...!"Panggil Caca kepada Inul yang sedang menonton acara televisi dibelakang.


"Apaan sih Ca.."Inul berlari kearah Caca yang sedang mengintip dibalik pintu dapur.


Juju yang tadinya cuek tidak perduli akhirnya ikut menghampiri Inul dan Caca yang sedang mengintip dibalik pintu dapur.


"Apaan sih-apaan sih?"Ucap Juju penasaran.


"Wow.."Ucap Juju,ia merasa terharu melihat anak dari majikannya yang jarang berbicara atau bercanda ternyata bisa bersikap romantis dengan kekasihnya.


Di Jakarta.


Disebuah kontrakan yang berukuran sedang terlihat beberapa orang berada di sana untuk membicarakan tentang Salsabila.


Salsabila sudah dibawa pulang ke kontrakannya,tapi dia harus rajin terapi untuk memulihkan kondisinya agar bisa berjalan lagi.


"Nak Agung besok kami mau ajak Bila pulang kampung saja,kami mengkhawatirkan keadaan adik-adik Bila dikampung."Kata pak Karta.

__ADS_1


"Terus bagaimana dengan pengobatan Salsabila?"Tanya Agung.


"Dilanjutkan dikampung saja,bapak juga mesti bekerja, kalau bapak tidak bekerja bagaimana dengan nasib adik-adik Salsabila nanti, sementara mau minta tolong sama mbaknya Bila yang kemarin datang kesini untuk menemani Bila terapi disini gak enak sama suami dan mertuanya, karena Sulis anak pertama kami juga punya anak bayi yang harus ia urus."Jelas pak Karta.


"Kalau begitu biar Salsabila tinggal dirumah kami saja pak, Salsabila jangan dibawa ke kampung,dia harus tetap di sini untuk mendapatkan pengobatan yang lebih baik agar bisa cepat berjalan lagi."Kata nenek yang juga sedang ada di kontrakan Salsabila.


"Waduh..kami tidak enaklah bu, kalian sudah membiayai pengobatan anak kami masa sekarang harus mengurusi anak kami juga, mendingan Salsabila kami ajak pulang bersama kami saja ke kampung,kami tidak mau merepotkan ibu sekeluarga."Ucap pak Karta tidak enak.


"Pak Karta jangan bicara seperti itu pak, Salsabila adalah calon mantu kami, calon istrinya Agung anak kami,jadi kami sebagai orang tua akan melakukan yang terbaik untuk anak-anak kami ini."Jawab nenek.


Setelah melakukan perdebatan yang panjang akhirnya pak Karta dan bu Retno menuruti keinginan ibunya Agung untuk membawa Salsabila kerumah mereka, karena pak Karta dan bu Retno tidak punya pilihan lagi, mereka ingin Salsabila cepat pulih tapi mereka juga harus pulang kampung karena merasa khawatir dengan keadaan kedua putrinya yang sudah lama mereka tinggal dikampung.


Sedangkan Sulis anak pertama mereka yang sempat datang ke Jakarta bersama suaminya saat Salsabila masih berada dirumah sakit tidak bisa terus berada di Jakarta karena Sulis juga punya anak balita yang ia tinggalkan bersama mertuanya di Semarang.


"Ibu sama bapak tenang saja,kami akan menjaga dan mengurusi Salsabila dengan baik seperti kami menjaga dan mengurusi anak kami sendiri."Ucap nenek tulus.


"Aduh bu,kami sungguh berterimakasih sekali lho bu,hiks...aku sungguh terharu."Kata bu Retno sambil terisak karena merasa terharu dengan kebaikan kedua orang tua Agung.


"Ndak usah seperti itu bu,kami sangat menyayangi Salsabila,kami sungguh berharap Salsabila cepat pulih agar dia cepat menikah dengan Agung,kami sungguh tidak sabar pingin melihat mereka menikah dan cepat kasih cucu,he..he.."Kata nenek sambil tertawa kecil membuat Salsabila yang dari tadi diam saja jadi malu,ia menundukkan kepalanya menyembunyikan wajahnya yang sudah berubah merah karena malu.


"Kamu ndak apa-apa kan ndu', ditinggal ibu sama bapak sebentar, kasihan adik-adik kamu dikampung."Kata bu Retno membelai rambut Salsabila yang dibiarkan terurai.


"Iya bu, Bila gak apa-apa."Jawab Salsabila pasrah.


"Kamu tenang saja ndu',kan masih ada kdmi,kami yang akan menggantikan kedua orang tua kamu jadi kamu gak usah sedih atau merasa sendiri.


Kan ada Agung juga yang siap siaga jagain kamu."Ucap nenek.


"Iya bu."Jawab Salsabila sambil tersenyum malu,ia menoleh kearah Agung yang ternyata Agung juga sedang tersenyum menatapnya.


Salsabila jadi gugup langsung memalingkan mukanya lagi,ia jadi malu dan salah tingkah karena ketahuan sedang melihat kearahnya.


Agung jadi semakin gemas melihat pujaan hatinya.

__ADS_1


"Besok pagi rencananya kami berangkat dari sini, jadi nak Agung kalau bisa besok sebelum jam tujuh pagi sudah sampai sini."Lanjut pak Karta.


"Iya pak,besok Agung usahakan sebelum jam tujuh sudah sampai sini."Jawab Agung.


__ADS_2