Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Mendorong motor.


__ADS_3

Mereka akhirnya turun gunung setelah berpamitan dengan mbahnya Rendi.


Sekar berboncengan dengan Riko,Rini berboncengan dengan Rendi, sedangkan Adel dan Wahyu naik motornya sendiri-sendiri.


Mereka melajukan motor mereka dengan hati-hati karena jalanan jadi licin akibat diguyur air hujan.


"Aduh... hati-hati mas.!"Seru Rini merasa was-was takut jatuh.


"Makanya pegangan kalau takut jatuh."Teriak Rendi sambil menyetir motor ninjanya.


"Hufh...kenapa gue harus ikut dengan makhluk menyebalkan seperti dia sih!"Gerutu Rini lirih.


"Hai..dengar gak?"Bentak Rendi terlihat sangat marah.


"I..iya."Jawab Rini terlihat ragu-ragu memegang ujung kaos yang dipakai Rendi.


"Ealah..nih bocah suruh pegangan susah banget sih."Teriak Rendi kesal.


"Ini gue udah pegangan,lihat nih."Jawab Rini kesal sambil menarik kaos yang dipakai Rendi.


"Pegangan yang benar, bukan seperti itu caranya, lingkarkan tanganmu ke perut gue!"Teriak Rendi.


"Modus."Jawab Rini tidak mau menuruti keinginan Rendi.


Karena Rini masih belum mau melingkarkan tangan dia ke perutnya, Rendi sengaja menjalankan motornya dengan lenggak-lenggok membuat Rini jadi merasa ngeri langsung melingkarkan tangannya ke perut Rendi dengan erat.


Rendi tersenyum merasa puas karena usahanya untuk membuat Rini mau memeluknya dari belakang berhasil,ia dapat merasakan hangatnya tubuh Rini dari punggungnya,


Rendi menjalankan motornya dengan pelan begitu juga dengan ketiga motor yang ada didepannya karena jalanan sangat licin dan susah.


tiba-tiba motor Rendi berhenti saat mereka sudah ditengah perjalanan.


"Kenapa dengan motornya mas?Kok berhenti?"Tanya Rini.


"Gak tau."Jawab Rendi langsung turun dari motornya diikuti Rini.


"Wah.. ternyata bannya kempes, sepertinya bannya bocor."Kata Rendi melihat kearah ban motornya yang kempes,"lo pulang bareng Wahyu saja ya,biar gue telpon Wahyu dulu."Lanjut Rendi sambil merogoh handphonenya yang dimasukkan didalam saku celananya.


"Terus mas Rendi nanti sama siapa?"Tanya Rini.


"Lo gak usah pikirin gue, dibawah beberapa meter lagi ada bengkel kok."Jawab Rendi.


"Gak usah telpon mas Wahyu, gue temenin mas Rendi aja,ayok kita ke bengkel buat tambal ban."Ajak Rini.


"Lo yakin?Tapi sebentar lagi malam lho!Lo gak takut sama gue? Kalau gue ternyata jahat gimana?"Goda Rendi.


"Tak dorong mas Rendi ke jurang."Jawab Rini.

__ADS_1


"Ih serem amat,jangan dong,bisa almarhum dong gue,he..."Ucap Rendi.


"Ya sudah Ayok kita dorong motor ini sampai kebawah, nanti ada bengkel disana."Ajak Rendi.


Dengan hati-hati Rendi dan Rini mendorong motor ninja yang lumayan berat.


"Masih jauh gak?"Tanya Rini dengan nafas tersengal-sengal.


"Enggak,cuma beberapa meter lagi juga sudah sampai,coba kamu lihat."Ucap Rendi sambil menunjukkan kebawah, karena posisi mereka saat ini ada diatas bukit, terlihat berjejer rumah dibawah sana.


Dari desa Brengkolang ke Kajen harus melewati beberapa desa, mereka juga harus melewati bukit, kebun karet juga hutan yang banyak pohon cemara-nya, letaknya lumayan jauh dari penduduk desa,selain itu jalannya juga naik turun.


"Wah..iya mas,kita sudah mau sampai di pedesaan,ayok cepetan."Kata Rini bersemangat.


****


****


"Alhamdulillah, Akhirnya.. sampai juga."Kata Rini sambil duduk dilantai meluruskan kakinya ketika mereka sudah sampai di bengkel.


"Duduk dikursi aja lho mbak jangan dilantai, lantainya kotor lho mbak."Kata pemilik bengkel.


"Gak apa-apa pak,enakan disini adem."Jawab Rini sambil tersenyum.


"Kama gak kira-kira pak?"Tanya Rini.


"Emang mbak sama mas nya darimana mau kemana?"Tanya pemilik bengkel sambil melepas roda motor.


"Dari Brengkolang mau ke Kajen pak."Jawab Rendi.


"Mas Rendi capek?"Tanya Rini menatap wajah Rendi yang tiba-tiba terlihat sendu.


"Enggak, gue cuma ingat bokap gue aja."Jawab Rendi.


"Memangnya ada apa dengan bokapnya mas Rendi?"Tanya Rini kepo.


"Ah, jangan bahas masalah gue, lebih baik kita bahas masalah kita saja."Ucap Rendi.


"Em.."Rini mengerutkan keningnya bingung.


"Maksud gue kita bahas masalah lain aja."Jelas Rendi.


"Oh..."Rini menganggukkan kepalanya mengerti.


"Tadi kenapa lo ada di brengkolang?"Tanya Rendi.


"Kita habis Ketempat budenya Sekar,besok kan Sekar mau kerja di Jakarta,jadi Sekar mau minta izin dan do'a restu dari budenya, karena saudara ibunya Sekar tinggal budenya itu."Jelas Rini.

__ADS_1


"Motornya sudah siap meluncur nih mas!"Seru si pemilik bengkel setelah selesai menambal ban motor Rendi.


"Alhamdulillah,terimakasih pak,berapa ongkosnya pak?"Tanya Rendi mengambil dompetnya dikantong celananya.


"Lima puluh ribu saja mas."Jawab pemilik bengkel.


Mereka melanjutkan perjalanan mereka setelah membayar ongkos tambal ban.


"lho..kenapa berhenti lagi mas?"Tanya Rini.


"Kita makan dulu yok, gue lapar."Kata Rendi turun dari motornya dan berjalan menggandeng tangan Rini untuk beli makanan diwarung dekat bengkel.


Saat Rendi baru memesan mie ayam tiba-tiba ada seorang wanita memanggil namanya dari belakang, ternyata wanita itu adalah Siska.


"Lo ngapain disini Ren?Sama siapa?"Tanya Siska menatap tajam kearah Rini.


"Pacar gue."Jawab Rendi cuek langsung di pelototi oleh Rini.


"Sudah diam saja."Bisik Rendi lirih.


"pacar dari Hongkong..."Ucap Rini lirih sambil mencubit pinggang Rendi.


"Aw.. sayang geli...!"Ucap Rendi malah mengambil kesempatan untuk memanas-manasi Siska.


"Ren.. lo gak boleh seperti itu, sebentar lagi kita akan..."


"Maaf Sis,kita mau makan dulu."Ucap Rendi memotong pembicaraan Siska.


"Rendi,lo gak boleh lakuin gue seperti ini,kita sebentar lagi akan menikah lo harus tinggalin perempuan itu."Kata Siska.


"Ayok yang, kita pergi saja dari sini,aku mendadak gak lapar."Rendi langsung menarik tangan Rini keluar dari warung.


Rendi bergegas naik diatas motornya setelah mereka sudah berada diluar.


"Ren tunggu."Teriak Siska menarik tangan Rini menyingkir dari motor Rendi


Siska mendorong tubuh Rini yang sedang berdiri dibelakang motor Rendi hingga terjatuh.


"Siska..apa yang lo lakukan!"Bentak Rendi menoleh ke belakang merasa terkejut saat melihat Rini tergeletak di tanah.


Rendi langsung turun dari motornya dan berlari menghampiri Rini.


"Lo gak apa-apa?"Tanya Rendi menolong Rini berdiri.


Rendi mengajak Rini naik keatas motornya, ia langsung menjalankan motornya tidak perduli meski Siska terus berteriak memanggilnya.


Siska menatap kepergian mereka dengan tatapan kebencian.

__ADS_1


"Oke..hari ini gue mengalah,tapi lain kali gue pastikan kalau lo bakal jadi milik gue,om Burhan sama tante Citra harus diberitahu, mereka pasti tidak akan merestui hubungan kalian karena lo hanya milik gue Rendi."Gumam Siska lirih sambil mengepalkan tangannya menahan amarah.


__ADS_2