Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Julius keras kepala.


__ADS_3

"Iya tante,benar kata om Juli, kita memang tidur satu kamar tapi aku tidurnya di sofa, kadang gantian om Juli yang tidur di sofa, habisnya om Juli maksa aku buat tinggal di apartemennya yang hanya memiliki satu kamar saja."Lanjut Adel.Julius membelalakkan matanya kearah Adel saat Adel bilang kalau dirinya memaksa dia tinggal di apartemennya.


"Kenapa? Memang benar kan?"Ucap adel lirih menoleh kearah Juli yang sedang melototi dirinya.


"Tapi lo gak mesti memberitahu mereka soal itu kali."Balas Juli dengan suara lirih hampir tidak terdengar.


"JULI...."Bentak Mama Callysta merasa kesal dengan sikap Julius.


"Iya ma,kalem aja ma jangan marah-marah nanti cepat tua."Jawab Julius santai.


"Kamu tuh ya Jul, pingin rasanya mama masukin lagi kamu kedalam perut mama."Ucap Mama Callysta geram.


"Duh Mama yang benar aja masa Juli mau di masukkan lagi kedalam perut Mama,ya gak bakal muat lah,ih Mama ada-ada saja,he...he....."Protes Juli malah cengengesan.


"Ada apa sih Ma?"Tanya Andrew sambil berjalan menghampiri mereka yang sedang kumpul di ruangan lain, Mama Callysta dan Papa Eric sengaja mengajak Juli dan Adel ke ruangan lain agar pembicaraan mereka tidak di dengar oleh cucu-cucu mereka.


"Ndrew, tolong kasih tau adikmu yang bandel itu agar tidak berbuat seenaknya, dia sudah memaksa gadis ini tinggal di apartemen bersamanya, benar-benar keterlaluan dia, bikin malu kami saja dia."Seru Mama Callysta mengadu ke anak pertamanya yang di takuti oleh kedua adiknya karena sikapnya yang tegas, tidak plin-plan,pendiam tapi perhatian dan sangat menyayangi adik-adiknya,Selalu mengutamakan kebahagiaan adik-adiknya membuat kedua adiknya menghormati tidak berani membantah perintah dari kakak pertama mereka.


"Julius...."Panggil Andrew ke adiknya.


"Bang...."Jawab Juli dengan wajah memelas berharap kakaknya mau membelanya.


"Om Andrew, Adel sama om Juli gak ada hubungan apa-apa, beneran deh om, Adel tinggal di apartemen om Juli buat bayar utang karena Adel sudah membuat mobil om Juli lecet, om Juli minta uang ganti rugi untuk memperbaiki mobilnya tapi Adel gak bisa bayar,jadi om Juli meminta Adel untuk kerja di apartemen dia buat bayar utang Adel."Jelas Adel.


"Apa benar itu Jul?"Tanya Andrew ke adiknya.


"He...benar Bang."Jawab Juli sambil cengengesan.

__ADS_1


"Ya dia harus ganti rugi lah,enak saja sudah buat mobil gue lecet malah enak-enakan,gak bisa bayar ganti rugi ya harus kerja sama gue buat lunasin utang dia ke gue."Lanjut Juli.


"Julius...kamu benar-benar keterlaluan memanfaatkan gadis ini demi kepentingan kamu sendiri."Mama Callysta semakin gemas dengan sikap anaknya.


"Bukan manfaatin dia Ma, yang lebih tepatnya menolong dia agar tidak bingung nyari uang buat bayar ganti rugi ke Juli."Protes Julius.


"Sabenarnya Adel mau nyicil tante buat bayar ganti rugi ke om Juli, karena kebetulan Adel punya anggota band yang suka diundang manggung di cafe atau di mall-mall, lumayan kan dapat uang buat nyicil bayar utang ke om Juli,tapi om Juli nya gak mau dicicil tan,dia malah maksa Adel buat tinggal di apartemennya untuk bekerja."Keluh Adel langsung diinjak kakinya oleh Julius.


"Aw... sakit om...memang benar kan?"Ucap Adel sambil kesakitan akibat kakinya diinjak oleh Julius.


"JULI...."Bentak Papa Eric yang dari tadi diam saja mulai tidak bisa menahan emosinya melihat kelakuan anaknya yang sudah keterlaluan.


"Mau kamu sabenarnya apa sih Jul,umur kamu sudah tua,tapi sikap kamu masih seperti anak kecil, memangnya kamu gak malu sama ponakan-ponakan kamu."Kata Papa Eric geram.


"Mulai besok kamu tidak usah tinggal di apartemen Juli lagi nak Adel,utangmu lunas gak usah kamu pikirkan lagi."


"Pa...gak bisa gitu dong Pa, keenakan dia nanti,enak saja."Protes Juli.


"Terimakasih tante, apa yang harus aku lakukan untuk membalas kebaikan tante sama om?"Ucap Adel dengan wajah ceria merasa senang.


"Kamu gak perlu melakukan apa-apa untuk kami, kalau benar kamu tidak ada hubungan apa-apa dengan Julius,tante minta kamu supaya tinggalkan Juli anak kami."Perintah Mama Callysta.


"Dengan senang hati tante."Jawab Adel sambil tersenyum bahagia.


"Alhamdulillah... akhirnya gue bisa terlepas dari om Juli."Bisik Adel lirih ke Juli.


"Tidak bisa ma,dia tetap harus membayar utang ke Juli, pokoknya lo...gak bisa bebas begitu saja,ayok ikut gue."Ucap Julius menarik tangan Adel untuk meninggalkan rumah kedua orang tuanya.

__ADS_1


"JULIUS...."Teriak Mama Callysta dan Papa Eric bersamaan.


"Juli...kamu kenapa sih Jul?Apa kamu menyukai gadis ini?Kalau memang benar bilang aja terus terang jangan bersikap seperti itu."Andrew mencegah langkah kaki adiknya.


"Ini bukan urusan abang, gue...ah sudahlah gue harus pergi sekarang,maaf bang."Jawab Julius menyingkirkan tubuh Andrew dari hadapannya, ia bergegas pergi meninggalkan kedua orang tuanya dan kakak pertamanya.


"Juli...."Andrew menggenggam tangan Julius sambil menatap tajam kearahnya.


"Bang...."Ucap Julius dengan wajah memohon agar Andrew mau melepaskan tangannya.


Andrew akhirnya melepas tangan Julius.


"JULI... KAMU SUNGGUH KERAS KEPALA!"Teriak Mama Callysta langsung bangun dari duduknya hendak mengejar Julius.


"Sudah Ma, biarkan saja,Papa yakin kalau Juli sabenarnya suka sama gadis itu cuma dia tidak mau mengakuinya, biarkan dia sendiri yang menyelesaikan masalah dia, Julius sudah dewasa bukan anak kecil lagi."Kata Papa Eric mencegah istrinya yang hendak mengejar Juli anak mereka.


"Uncle mau kemana?Kok buru-buru!"Kata Sari saat Juli dan Adel sudah kembali ketempat adik dan iparnya serta para ponakan dia sekarang sedang kumpul.


"Uncle pergi dulu ya sayang, besok Uncle datang kesini lagi, bagaimana dengan mainannya anak-anak?Suka gak?"Tanya Julius menatap ke semua ponakannya yang sedang asyik bermain dengan mainan yang tadi dia bawa.


"TUKA ANTEL...!"Teriak ketiga ponakan kembarnya bersamaan yang belum jelas bicaranya.


"Suka kok uncle, makasih ya uncle.Besok janji ya datang kesini lagi."Sambung Sari, anak pertama Nia dan Bowo ponakan Juli yang paling besar.Sari memiliki sifat sama seperti Adel agak tomboi, mungkin karena dari kecil dia sering ikut bersama Julius dan Andrew.


Sari juga pintar ilmu bela diri karena Julius dan Andrew sering mengajari ia ilmu bela diri agar Sari tumbuh jadi perempuan yang tangguh, tidak lemah,bisa melindungi dirinya sendiri.


"Oke sama-sama, uncle pergi dulu ya sayang."Ucap Julius mengusap kepala Sari.

__ADS_1


"Bibi juga pamit pulang dulu ya sayang."Pamit Adel membelai rambut Sari dengan lembut.


"Iya Bibi, hati-hati Bi."Ucap Sari memegang tangan Adel dan mencium punggung tangan Adel.


__ADS_2