
Pagi hari yang cerah, secerah wajah seorang perempuan cantik dengan balutan kebaya pengantin warna putih yang terlihat begitu anggun ditambah riasan wajah sederhana menambah kecantikan perempuan itu yang tak lain adalah Sekar calon pengantin wanita.
Ia berjalan keluar dari kamar sambil menundukkan kepalanya digandeng oleh dua perempuan cantik disebelah kanan-kiri nya.
Kedua perempuan yang berjalan bersama Sekar adalah Adel dan Rini.
Semua orang yang ada disana tampak kagum dengan kecantikan dari mempelai wanita.
Bahkan Riko sendiri sampai tidak berkedip saat melihat Sekar yang baru keluar dari dalam kamar.
Sekar tampak malu-malu duduk disebelah kiri Riko sambil menundukkan kepalanya.
"Gimana Ko?Masih seperti badut ketabrak becak tidak?"Bisik Adel lirih ditelinga Riko ketika sudah berada di samping kedua pasangan pengantin yang akan melaksanakan ijab kabul.
"Wow...cantik..."Ucap Riko tanpa sadar dengan kedua mata masih menatap perempuan cantik yang sekarang sudah duduk disampingnya.
"Berhubung kedua calon pengantinnya sudah ada,ayok kita mulai sekarang acaranya."Kata pak penghulu yang sudah menunggu dari tadi.
Riko masih diam mematung sambil menatap kagum ke arah perempuan cantik yang ada disampingnya.
"Ko...ehem...."Rini menyenggol lengan Riko sambil berdehem untuk menyadarkan lamunannya.
"Eh.. iya..."Ucap Riko terlihat malu karena ketahuan sedang menatap wajah calon istrinya yang terlihat begitu cantik dengan balutan kebaya pengantin berwarna putih.
Acara Ijab-kabul dimulai, Riko dan Sekar saling berjanji untuk setia sampai maut memisahkan mereka,selalu bersama menghadapi masalah suka maupun duka.Sekar resmi menjadi istri Riko ketika para saksi mengatakan kata "Sah..."Maka mereka sudah sah menjadi sepasang suami-istri.
"Ayok sekarang cium kening istrimu nak Riko."Perintah pak penghulu.
Riko mencium kening Sekar, terlihat sekar tersenyum malu saat Riko mencium keningnya didepan banyak orang,lalu berganti Sekar mencium punggung tangan Riko.
Para saksi, keluarga dan teman-teman mereka bertepuk tangan ikut merasa bahagia melihat sepasang suami-istri yang berbahagia itu.
"Selamat ya Kar, sekarang kamu sudah menjadi seorang istri."Kata Rini memeluk Sekar.
__ADS_1
"Selamat Ko, jangan galak-galak sama Sekar ya Ko!"Lanjut Rini menyalami Riko.
"Riko kucluk, selamat.. sekarang, lo sekarang sudah jadi seorang suami, semoga otak lo yang rada somplak hilang setelah lo punya bini."Kata Adel ke Riko.
"Yoi... makasih bro...!"Jawab Riko sambil meninju pelan lengan Adel lalu mereka bersalaman dan berpelukan sebentar.
Adel dan Riko dari kecil memang sering berantem tapi mereka saling menyayangi sebagai sahabat.
"Besok gantian kalian berdua nyusul, jangan lama-lama pacarannya,kayak gue nih...gak ada pacar-pacaran, begitu dengar Sekar pulang dari Jakarta, gue langsung lamar dia,kita langsung tunangan, satu minggu setelah acara tunangan,kita dipingit tidak boleh ketemuan, begitu ketemu langsung jadi bini gue dia."Kata Riko menjelaskan.
"Hebat lo Ko...gue juga mau seperti itu nanti lah."Kata seorang pemuda salah satu teman Riko yang ada disana.
"Kudu ngunu bro...kata bapak gue,memang harus begitu biar kita gak melakukan dosa,dosa orang pacaran itu banyak, pegangan tangan katanya dosa belum muhrim, pandang-pandangan juga kata bapak gue dosa apalagi sampai ciuman, wah....bahaya itu, ingat..setan ada dimana-mana,jangan suka sering berduaan sama pacar,jika sedang berdua-duaan dengan pacar maka orang ketiganya adalah setan, takutnya kita melakukan sesuatu tanpa sadar karena terkena bujukan dari setan,nih pesan untuk Rini dan Adel sahabat-sahabat gue yang suka pacaran."Kata Riko berlagak seperti seorang ustadz.
"Iya pak ustadz..."Jawab Rini dan Adel bersamaan.
"Ya deh..yang sudah menjadi suami orang, harus bisa bersikap seperti layaknya seorang pemimpin dong buat istri dan anaknya nanti."Kata Rini sambil tersenyum salut dengan sikap Riko.
"Yok bep..kita ke belakang."Ajak Riko.
"Mau ngapain?"Tanya Sekar kaget.
"Sabar Ko,masih pagi kali...gak sabaran amat sih,nanti nunggu malam lo puas-puasin deh sampai pagi terserah mau berapa ronde."Kata Adel sambil menggelengkan kepalanya merasa geli saat mendengar ucapan temannya itu.
"Walah biyung Del...lo mikirin apa sih?Otak lo mesti di bersihkan deh, banyak pasirnya tuh!Gue ngajak Sekar kebelakang itu untuk bersalaman ame nyak-nyak ma babe-babe yang sedang masak dibelakang sono noh.... Sebagai ucapan terimakasih,demi kita mereka sampai hari ini masih datang untuk membantu mempersiapkan semuanya untuk kelancaran acara nanti sore, tanpa ada mereka acara pernikahan kita gak bakal semeriah ini."Kata Riko menjelaskan.
"Oh...begono...he.."Jawab Adel ketawa kecil sambil menggaruk kepalanya sendiri padahal tidak gatal.
Riko dan Sekar berjalan beriringan ditemani Adel dan Rini menuju ke belakang menemui para emak-emak dan bapak-bapak yang sedang rewang menyiapkan makanan untuk tamu undangan yang dilaksanakan nanti sore harinya.
Semua mengucapkan selamat kepada pengantin baru itu dan mendoakan yang terbaik untuk mereka berdua.
Setelah berkeliling menyalami semua orang yang sedang rewang di belakang rumah kedua orang tua Sekar, pasangan pengantin baru itu kembali ke depan untuk berfoto-foto bersama teman-teman dan keluarga mereka .
__ADS_1
Ditempat lain.
"Bagaimana keadaan kamu Ren?"Tanya bu Citra setelah melihat anak semata wayangnya akhirnya keluar dari kamar dengan keadaan sudah kembali seperti semula.
"Sudah baikan ma."Jawab Rendi sambil melirik kearah Siska yang sedang duduk di sofa sambil menonton acara televisi
Siska hanya diam saja tanpa berani menoleh ke arah Rendi.
"Syukurlah nak,tadi nak Lambang pesan katanya kalau kamu sudah keluar dari kamar suruh minum susu sama madu lagi."Kata bu Citra memberitahu.
"Siska... buatkan susu sama madu untuk suamimu gih."Perintah bu Citra kepada menantunya.
"Biar Rendi bikin sendiri ma."Jawab Rendi tidak mau lagi minum minuman dari Siska takut dikasih obat perangsang lagi olehnya.
"Ren, kamu nanti sore pergi kondangan mewakili mama sama papa mau gak?Ketempat teman papa didaerah Kajen."Kata bu Citra kepada Rendi.
"Alamatnya dimana ma?"Tanya Rendi.
"Tanjung kulon, tempatnya bapak Tolip sama bu Lasmi."Kata bu Citra memberitahu.
"Tanjung kulon? Berarti tempat Rini."
Gumam Rendi dalam hati.
"Bagaimana Ren?Mau tidak? Soalnya mama gak mungkin pergi kondangan kesana karena papamu masih sakit, mereka teman papamu sewaktu masih SMP dulu."Kata bu Citra.
"Oh..iya ma.. Rendi mau,ya sudah nanti Rendi datang kesana sepulang dari konveksi ya ma, Rendi mau pergi ke konveksi dulu mau mengecek keadaan disana."Kata Rendi terlihat bersemangat karena dalam hati Rendi berharap bisa bertemu dengan pujaan hatinya disana.
"Ajak juga istrimu, sekalian kamu kenalkan istrimu dengan mereka, soalnya mereka belum tau kalau kamu sudah menikah."Kata bu Citra lagi.
"Rendi sendiri saja ma,dari konveksi Rendi langsung kesana."Teriak Rendi sambil membuat susu di meja makan.
"Ya sudah terserah kamu sajalah."Kata bu Citra tidak mau berdebat.
__ADS_1