
"Halo Mbak Erna,ini aku Chelsea, Mbak sedang sibuk gak?"Tanya Chelsea di panggilan telpon.
Siang harinya setelah diberi nomor handphone Erna dari Bundanya, Chelsea langsung menghubungi nomor handphone milik Erna yang saat ini berada dikampung.
"Oalah,halo Chelsea bagaimana kabar kamu Nak?"Jawab Erna diseberang telpon.
"Chelsea mengganggu gak Mbak? Chelsea soalnya mau bicara penting."Ucap Chelsea.
"Kamu mau bicara apa Chel? Kalau penting, lebih baik nanti sore kamu telpon Mbak lagi ya, soalnya sekarang Mbak lagi sibuk banget nanti malah gak konsen Mbaknya dengerin kamu."Jelas Inul.
"Oh ya sudah gak apa-apa kok Mbak, nanti sore Chelsea telpon lagi ya Mbak,jam berapa Mbak Inul gak sibuk?"Tanya Chelsea memastikan.
"Jam tigaan aja kamu telpon Mbak lagi,kalau jam segitu Mbak sudah nyantai!"Perintah Inul.
"Oke,ya sudah kalau begitu Mbak, terimakasih mbak."Ucap Chelsea,ia mematikan panggilan telponnya lalu kembali menemui temannya yang saat ini sedang menunggunya di kantin sekolah.
"Sudah telponnya."Kata teman Chelsea.
"Sudah,ayok kita masuk kelas lagi, nanti aku main kerumah kamu ya Mis,aku mesti bicara serius dengan orang yang tadi aku telpon agar tidak didengar sama Bunda,kalau aku telponnya dirumah nanti Bunda dengar."Jelas Chelsea.
"Oke,aku malah seneng banget kalau kamu mau main tempat aku, kebetulan Abang aku baru pulang dari Singapura, nanti aku kenalin kamu sama Abang aku."Kata temannya Chelsea yang bernama Misyatun.
Ditempat lain.
"Hai bro-bro...."Ucap Fareal menggoyang-goyangkan lengan temannya yang sedang minum jus sampai baju yang dipakai temannya itu basah tersiram jus yang sedang ia minum gara-gara ulah Fareal saat mereka sedang berada di kantin kampus.
"Apaan sih Fa,lo mah basah kan gue."Seru temannya nampak kesal.
"Sorry bro,i...itu lihat,itu bukannya cewek waktu itu ya,kok dia jadi berubah cantik begitu sih bro."Kata Fareal menunjuk kearah perempuan cantik yang pernah ia temui waktu itu,tapi rambutnya pendek dan tidak memakai kacamata, berpakaian seksi,sedangkan yang dilihatnya waktu itu berambut panjang dan memakai kacamata.
"Itu saudara kembarnya,masa lo gak tau sih Fa, katanya lo bintang kampus, penakluk para wanita di kampus ini,masa gak kenal sama mereka.
__ADS_1
"Hah.. cewek itu kembar?Masa sih? Gue gak tau suwer...!"Seru Fareal nampak terkejut.
"Samperin yok gaes."Lanjut Fareal langsung bangkit tapi kembali duduk lagi saat melihat ada seorang pemuda berbadan kekar menghampiri wanita cantik itu, mereka berciuman tidak perduli walaupun banyak pasang mata yang melihat mereka.
"Kenapa duduk lagi bro?He...."Goda teman-teman sambil cengengesan.
"Yah... sepertinya untuk kali ini gue mending mundur aja deh,tuh cewek sudah punya bodyguard."Jawab Fareal terlihat tidak bersemangat.
"Tuh cewek sudah nikah bro,nah yang disampingnya itu suaminya dia.Lagian lo mau main nyelonong aja gak tanya-tanya dulu, untung lo belum sempat nyamperin tuh cewek kalau gak bisa dilempar lo sampai keluar kampus,ha...ha...."Jelas temannya Fareal lalu tertawa.
"Sudah sana deketin aja kembarannya,tuh anaknya baru datang."Lanjut Agus, temannya Fareal sambil menunjuk kepintu masuk.
Fareal yang sedang duduk membelakangi pintu langsung menoleh kebelakang, terlihat wanita berambut panjang dan memakai kacamata, wanita yang sama yang dilihatnya waktu itu.
"Beda banget sih penampilannya sama kembarannya,tapi sabenarnya dia juga tidak kalah cantiknya kalau mau merubah penampilannya yang terlihat culun itu."jelas Agus.
"Yo...yo...gue kesana dulu bro."Fareal yang tadi terlihat tidak bersemangat sekarang kembali nampak bersemangat begitu melihat cewek cantik.
"Dasar lo kodok,tiap lihat gadis cantik langsung lompat."Ledek Agus sambil tersenyum geli melihat kelakuan sahabat baiknya.
Sementara Fareal dengan langkah panjangnya tau-tau sudah berada didekat gadis berkacamata yang baru datang di kantin.
"Hay...masih kenal sama aku?"Tanya Farel mengulurkan tangannya.
"Em...."Gadis berkacamata itu memiringkan kepalanya dan menyipitkan matanya merasa bingung.
"Kita pernah bertemu waktu itu didepan kampus, secara tidak sengaja kita bertabrakan,buku-buku kamu sampai jatuh berantakan gara-gara aku."Jelas Fareal berusaha mengingatkan gadis berkacamata yang sedang berdiri didepannya.
"Ayok kita duduk dulu sambil ngobrol."Ajak Farel menarik kursi yang ada disampingnya untuk duduk gadis berkacamata itu.
"Silahkan duduk Mbak,em... Mbaknya mau minum apa?Biar aku yang traktir deh untuk permintaan maaf aku waktu itu."Lanjut Fareal.
__ADS_1
"Oh...iya aku baru ingat,aduh Mas... sorry loading aku suka lama,he..he..."Ucap gadis berkacamata sambil terkekeh ketika sudah mengingat siapa pemuda tampan yang sedang bicara dengannya.
"Gak apa-apa, ya sudah gue pesankan jus jeruk mau ya? Terus kamu mau makan apa? Fareal terlihat sangat bersemangat.
Suwit...suwit....
Terdengar suara siulan teman-teman Fareal yang ternyata dari tadi memperhatikan usaha Fareal untuk mendapatkan perhatian dari gadis berkacamata itu.
Fareal melotot kearah teman-temannya agar tidak menggangu.
"Yok gaes kita cabut aja, biarkan si kodok berkencan sama ratu kodok disini."Kata Agus bangun dari duduknya dan berjalan menuju kasir untuk membayar makanannya diikuti oleh kedua temannya yang lain.
"Fa... Hati-hati bapaknya galak."Bisik Agus lirih ditelinga Fareal dan bergegas keluar untuk kembali kelas mereka.
Sementara Fareal sedang sibuk mendekati wanita, Chelsea sedang mencari informasi tentang dirinya dan orang orang tua kandungnya.
Setelah pulang sekolah Chelsea pamit untuk menginap dirumah Misyatun,teman sekolahnya ke Bundanya.
Akhirnya Chelsea menginap dirumah temannya setelah mendapat izin dari Rini.
Sesuai janjinya ke Erna, Chelsea menelpon Erna ketika jam menunjukkan pukul tiga sore.
Chelsea bertanya tentang kejadian 17 tahun yang lalu dan bagaimana kisah yang sabenarnya tentang keluarganya.
Berkat penjelasan dari Inul, akhirnya Chelsea mengetahui kebenaran yang sesungguhnya kalau Bundanya tidak bersalah terhadap mantan istri Ayahnya yang diduga sebagai ibu kandung Chelsea, Inul juga menceritakan kejadian yang sabenarnya, bagaimana tiba-tiba ada bayi mungil yang sepertinya baru dilahirkan berada didepan pintu rumah Rendi dan Rini 17 tahun yang lalu karena Chelsea memaksa Inul untuk berterus terang soal dirinya, seorang perempuan yang ditemuinya beberapa hari yang lalu mengatakan kalau dirinya bukan anak kandung Rini melainkan anak kandung Rendi dan mantan istrinya yang dulu.
"Jadi seperti itu kejadiannya ya Mbak,hiks... ternyata Bunda tidak jahat seperti yang perempuan itu ceritakan, hiks...aku sungguh merasa bersalah sama Bunda."Ucap Chelsea sambil terisak.
"Percayalah sama Mbak Chel, Bunda kamu adalah orang baik yang pernah Mbak temui,dia bukan orang jahat seperti yang dikatakan oleh perempuan yang kamu temui itu, entah apa maksud dan tujuan perempuan itu sama kalian, Mbak berpesan sama kamu Chels, jangan mudah percaya dengan ucapan orang lain,kamu harus percaya dengan kedua orang tua kamu yang sudah merawat kamu selama ini dengan kasih yang tulus meskipun kamu bukan anak kandung mereka.
Yang penting mereka selama ini menyayangi kamu bukan? Pernahkah mereka bersikap jahat dan tidak adil sama kamu?"Tanya Erna.
__ADS_1
"Tidak pernah Mbak, selama ini mereka sangat baik selalu memberikan yang aku mau, hiks...."Jawab Chelsea sambil menangis.