
"Om Agung kok gak ikut nek?"Tanya Rendi.
"Kalau om kamu ikut siapa yang mau ngurus pabrik? Jawab nenek.
"Besok tanggal merah, pabrik tutup.
Om kamu tak suruh kesini bareng calon istrinya."Lanjut nenek.
"Hah...om Agung sudah punya calon istri ya nek? Siapa? Orang mana?"Tanya Rendi terkejut.
"Eh..nenek malah lupa nanya dia orang mana.
Ah,nanti juga kamu tau sendiri lah kalau mereka sudah datang."Jelas nenek .
"Oh iya.... kalian belum jelasin ke nenek,kok kalian bisa bersama lagi, bagaimana dengan kedua orang tuamu dan istrimu Ren?"Tanya nenek.
"Mungkin dalam waktu dekat Rendi ceraikan dia nek, mama sama papa sudah setuju kok."Jawab Rendi.
"Kok bisa?"Ucap nenek kaget.
"Nanti kalau kita sudah dirumah saja nek, Rendi jelasin."Kata Rendi.
"Yasudah lah terserah kamu saja."Kata nenek.
"Sayang.. kupasin apel dong yang,mas pingin makan apel."Kata Rendi manja sambil tersenyum ke Rini tidak perduli mesti disana ada nenek dan kakeknya.
"Eh..eh.. manjanya cucu nenek,ya sudah sana Rin, kupasin apel buat bayi tuamu Rin!"Perintah nenek.
Rini mengambil buah apel yang ada diatas meja dan pisau kecil yang sudah disiapkan diatas meja,lalu ia mengupasnya dan memotong kecil-kecil buah apel itu.
Rini memberikan buah apel yang sudah dipotong-potong ke Rendi.
"Ya sudah Ren,nenek sama kakek mau lihat ibunya Siska dulu ya, katanya mertua kamu juga masuk rumah sakit."Pamit nenek.
"Apa nek, Bunda Karmila masuk rumah sakit?Kenapa? Rendi malah baru tau lho nek."Ucap Rendi kaget.
Nenek gak tau,tadi pagi ibumu yang kasih tau kalau besannya masuk rumah sakit, mereka pagi-pagi ke rumah sakit tempat ibunya Siska dirawat diantar Rudi."Kata nenek menjelaskan.
"Lho..jadi pak Rudi tadi yang mengantar om Burhan sama tante Citra nek?Kok pak Rudi tadi gak cerita ya nek? Terus mereka pulang sama siapa dong,kan pak Rudi sekarang ada di konveksi."Kata Rini yang juga sangat terkejut mendengar ibunya Siska masuk rumah sakit.
"Yo wes Ren,kakek sama nenek mau jenguk mertua kamu dulu ya,kamu jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan lho Ren sama Rini."Kata kakek yang dari tadi diam saja.
"Iya kek,kalian naik apa kesana?"Tanya Rendi.
"Naik taksi lah Ren."Jawab kakek.
"Akhirnya kita bisa berduaan yang."Kata Rendi setelah kakek sama neneknya sudah pergi.
__ADS_1
"Apa benar mas Rendi mau menceraikan mbak Siska mas?"Tanya Rini penasaran.
"Iya sayang, kemarin mas sudah membicarakannya dengan mama sama papa, awalnya mama tidak setuju tapi akhirnya mama setuju yang karena mas bener-bener gak bisa jika harus terus bersama Siska."Kata Rendi memberitahu.
"Sayang..mas sudah tidak sabar pingin jadiin kamu istri mas."Kata Rendi menatap wajah Rini yang saat ini sedang menunduk.
Rendi mengangkat wajah pujaan hatinya itu dengan kedua tangannya.
"Kenapa?Kamu tidak percaya sama aku?"Tanya Rendi menatap wajah Rini.
"Em...."Rini yang hendak menjawab pertanyaan Rendi langsung dihentikan oleh kekasihnya itu karena Rendi langsung mencium bibir Rini dengan lembut tanpa aba-aba terlebih dahulu.
"Sayang,mas sangat mencintai kamu,mas sudah tidak sabar pingin jadiin kamu milik mas seutuhnya."Kata Rendi setelah melepas ciumannya.
"Mas Rendi..ini sedang berada dirumah sakit lho mas,nanti dilihat orang bagaimana coba."Kata Rini.
"Ya biarkan saja."Ucap Rendi cuek,ia malah kembali mencium bibir Rini lagi membuat Rini terpaksa mencubit lengan kekasihnya dengan kuat karena kekasihnya itu main nyosor aja.
"Aduh yang.. sakit dong sayang."Rengek Rendi manja.
"Habisnya mas Rendi nyebelin,main nyosor aja,ini kita sedang berada dirumah sakit lho mas!"Kata Rini mengingatkan.
"Memangnya kenapa kalau kita sedang berada dirumah sakit? Biarkan saja dilihat orang."Jawab Rendi dengan santainya.
"Ih.."Rini mendorong tubuh Rendi tapi Rendi malah menarik tangan Rini dan kembali mencium bibir Rini dengan begitu rakus.
Bukan kesempatan dalam kesempitan sayang,tapi kesempatan dalam kamar berduaan."Jawab Rendi sambil tersenyum menggoda Rini.
"Em.. sayang,nanti sore aku diajak Sekar barbeque nan dirumah mertuanya Sekar,aku mau kesana boleh ya!"Kata Rini meminta izin.
"Gak boleh."Jawab Rendi tegas.
"Lho..kenapa?Tapi aku pingin datang."Ucap Rini sambil cemberut.
"Nanti kamu malah ketemuan sama cowok lain."Kata Rendi.
"Rini ketemu sama Sekar, Riko sama keluarga Riko saja kok mas."Kata Rini menjelaskan.
"Enggak-enggak, pokoknya enggak boleh."Kata Rendi tegas.
"Ya sudah lah."Rini mendorong tubuh Rendi agar menjauhinya karena kesal.
"Em.. ngambek nih ceritanya?"Goda Rendi.
Rini hanya diam saja sambil memalingkan wajahnya tidak mau menatap kekasihnya.
"Ya sudah,kamu boleh kok datang kesana,tapi ada syaratnya."Kata Rendi.
__ADS_1
"Syarat?Kenapa mesti pakai syarat-syarat segala sih?Apa syaratnya?"Tanya Rini penasaran.
"Kamu pergi ke sana sama aku."Jelas Rendi.
"Tapi mas Rendi kan masih belum sembuh betul, ingat kata dokter kemarin bilang katanya mas Rendi harus istirahat dulu!" Rini mengingatkan.
Ya sudah kalau gak mau,kamu gak boleh datang kesana."Kata Rendi.
"Iya deh, Rini mau."Ucap Rini.
Tok..tok..
Tiba-tiba pintu diketuk oleh seseorang mengagetkan sepasang kekasih yang sedang bermesraan didalam kamar pasien.Mereka menoleh kearah pintu bersamaan.
Terlihat seorang laki-laki memakai jas putih berjalan kearah mereka.
"Maaf mengganggu bro.."Kata laki-laki itu.
"He..he.. dokter Lambang."Kata Rendi.
Ternyata yang datang adalah dokter Lambang yang akan mengecek keadaan Rendi, pasiennya sekaligus sahabatnya itu.
"Jadi gak enak nih, mengganggu."Kata dokter Lambang sambil tersenyum berjalan menghampiri Rendi yang sedang duduk di atas ranjang pasien.
"Gak kok dok."Ucap Rini singkat.
"Tadi aku dengar ada yang bilang mau,mau apa ya?"Goda dokter Lambang.
"Ah.. enggak apa-apa kok dok."Jawab Rini sambil tersenyum malu.
"Lo kepo aja deh Bang!"Lanjut Rendi.
"Sebentar ya mbak, Rendi nya biar aku periksa dulu."Kata dokter Lambang ke Rini.
"Oh iya dok, silahkan."Ucap Rini mundur beberapa langkah kebelakang membiarkan dokter itu memeriksa keadaan kekasihnya.
"Good.. ternyata keadaan kamu sudah sangat baik, nanti sore kamu sudah boleh pulang bro!"Kata dokter Lambang setelah memeriksa keadaan pasien sekaligus teman baiknya itu.
"Jadi karena perempuan ini,kamu sampai rela menyiksa diri lo malam itu Ren?"Tanya dokter Lambang lirih.
Rini mengerutkan keningnya sendiri saat mendengar ucapan dari dokter Lambang.
"Menyiksa diri dok?"Tanyanya.
"Iya mbak, sabenarnya Rendi ini kemarin tanpa dia sadari kalau dirinya makan o.."
"Enggak Rin,gak ada apa-apa kok."Kata Rendi menghentikan ucapan dokter Lambang.
__ADS_1