
"Em...Yu!"Panggil Johan saat mereka sedang bersembunyi didalam mobil Johan, menunggu pemilik mobil Avanza yang dicurigai sebagai penculik Rini.
"Iya,ada apa?"Ucap Wahyu.
"Apa lo beneran mau menikahi Rini?"Tanya Johan.
"Iya."Jawab Wahyu singkat.
"Bagaimana kalau seandainya dia gak mau,apa lo akan memaksa dia untuk mau menikah."Kata Johan lagi.
"Gak taulah Han."Jawab Wahyu nampak bingung.
"Apa lo juga menyukai Rini?"Tanya balik dari Wahyu.
"Hah...gu..gue...,suka...sama dia,ya enggak lah."Jawab Johan gugup.
"Lo gak usah bohong, gue tau kalau sabenarnya lo juga suka sama dia,iya kan?"Ucap Wahyu tanpa menoleh ke arah Johan.
"Oke..gue ngaku.
Gue memang mulai menyukai Rini, tadinya gue cuma anggap dia sebagai adik saja,tapi lama kelamaan.... mungkin karena kita sering ketemu, terus sering berantem,sering bercanda juga, akhirnya ada rasa yang berbeda.
Sehari saja tidak melihatnya, rasanya ada yang kurang dalam hidup gue.
Gue kesel, marah, saat melihat dia menelpon atau berbicara dengan laki-laki lain.
Gue bingung dengan perasaan gue sendiri.
Tapi gue gak mau memaksa dia juga suka sama gue,asal bisa melihat dia tertawa setiap hari sudah membuat gue seneng."Ucap Johan berterus terang terangan perasaannya.
Wahyu hanya diam saja mendengar ucapan Johan.
"Kenyataannya dia masih menyukai kekasihnya itu, buktinya dia masih menyimpan foto kekasihnya itu di handphonenya,malah dijadikan wallpaper lagi di handphone miliknya."Kata Johan dengan wajah sendu.
"Oh..jadi begitu."Kata Wahyu sambil menatap lurus ke depan dengan tatapan yang sulit diartikan, memikirkan sesuatu yang hanya dia yang tau.
__ADS_1
Saat mereka sedang berbincang-bincang, tiba-tiba Wahyu melihat dua laki-laki sedang berjalan menuju kearah mereka.
"Oh.. itu mungkin Han orang yang punya mobil Avanza itu."Kata Wahyu menepuk pundak sahabatnya itu.
"Ayok sembunyi."Perintah Wahyu, mereka menundukkan kepala mereka.
"Hai..itu bukannya Riski ya Han?"Tanya Wahyu saat melihat salah satu laki-laki yang terlihat masih muda sedang berjalan kearah mereka.
"Oh iya bener, buat apa Rizki kesini, bukannya dia seharusnya berada di luar negeri bersama kedua orang tuanya."Kata Johan mendongakkan kepalanya sedikit, melihat melalui kaca sepion.
"Pantas saja gue seperti pernah liat tuh mobil, ternyata itu mobil milik om Jupiter."Kata Johan saat melihat laki-laki paruh baya yang sedang berjalan disamping Rizki.
"Hus... mereka mendekat."Bisik Wahyu, mereka menurunkan kepala mereka sampai kebawah agar tidak terlihat.
"Ha....ha...kamu bisa aja Ki, ayok kita ketempat mereka."Terdengar suara kedua laki-laki yang sedang berjalan menghampiri mobil Avanza yang terparkir di samping mobil milik Johan.
Tidak lama terdengar pintu mobil yang ada disebelah mobil Johan dibuka oleh kedua laki-laki itu dan ditutup kembali, setelah itu terdengar suara mesin mobil menyala lalu mobil itu berjalan menjauh.
"Ayok cepetan kejar mobil itu Han."Kata Wahyu sambil menoleh ke belakang kearah mobil Avanza warna hitam yang sudah berjalan menjauh dari mobil Johan.
Johan mengikuti mobil Avanza warna hitam dari belakang.
"Om ngerasa gak sih,kalau kita sedang diikuti?"Tanya seorang pemuda tampan yang ada didalam mobil Avanza warna hitam itu.
"Iya Ki,om juga merasa seperti ada yang mengikuti kita dari belakang.
Coba kamu lihat Ki,mobil siapa yang ada dibelakang kita."Perintah laki-laki paruh baya yang sedang mengemudi mobil.
"Itu mobil perasaan dari tadi berjalan dibelakang kita terus deh om!"Kata pemuda tampan yang ternyata Riski, kekasihnya Siska.
"Oh.. mereka mau main-main sama kita ternyata Ki, oke...kita lihat aja, sampai mana tuh mobil ngikutin kita."Kata laki-laki paruh baya yang bernama Jupiter.
Jupiter adalah teman dari orang tua Johan yang juga ikut bekerja di perusahaan milik orang tua Johan, sedang Riski adalah ponakan Jupiter,anak dari adik iparnya yang sekarang ada di Singapura untuk mengurus bisnisnya disana.
"Gila, cepat sekali mobil itu,dimana Yu mobilnya?"Tanya Johan kehilangan mobil Avanza warna hitam.
__ADS_1
"Sial... sepertinya mereka menyadari kalau sedang kita ikuti."Kata Wahyu sambil memukul mobil Johan.
Johan melajukan mobilnya dengan pelan sambil menoleh ke kanan-kiri untuk mencari keberadaan mobil Avanza yang ia ikuti tadi.
"Aneh..kok bisa hilang begitu aja ya? Padahal jelas-jelas mobil itu berjalan didepan kita,kok tau-tau ilang begitu saja,kayak demit aja tuh mobil,apa jangan-jangan mobilnya om Piter punya jurus menghilang ya?"Kata Johan lirih.
"Alah Han, situasi seperti ini,lo masih bercanda aja deh,mana ada mobil punya jurus menghilang,demit dibawa-bawa lagi!"Ucap Wahyu sambil menggelengkan kepalanya saat mendengar ucapan Johan yang tidak masuk akal.
"Ya siapa tau aja,tuh mobil ternyata milik mbah demit."Kata Johan kembali berbicara gak masuk akal.
"Gimana nih Yu? Kita mesti cari kemana mobil itu, bagaimana kita dapat petunjuk dimana Rini saat ini berada kalau mobil yang membawanya juga menghilang."Kata Johan bingung
"Ah... brengsek!"Teriak Johan merasa kesal sambil memukul setir mobil.
Wahyu dan Johan mengunjungi sejumlah hotel yang ada di Jakarta siapa tau Rini dibawa ke hotel oleh Siska, sudah enam hotel Johan dan Wahyu kunjungi tapi gak ada wanita yang bernama Siska atau wanita yang mempunyai ciri-ciri seperti yang dikatakan oleh Johan di hotel tersebut.
Mereka akhirnya berhenti disebuah bar untuk makan dan minum karena mereka sudah cukup. kelelahan mencari keberadaan Siska yang sudah membawa Rini entah dimana.
Mereka masuk kedalam bar, Johan dan Wahyu langsung memesan makanan dan minuman kepada pelayan bar, tidak lama pelayanan bar itu membawakan pesanan mereka.
"Suaranya merdu sekali cewek itu ya Yu."Kata Johan sambil melihat ke seorang wanita memakai pakaian cowok sedang bernyanyi didepan bersama dengan anggota band nya.
Wahyu menoleh kearah anggota wanita yang sedang bernyanyi di dalam bar.
"Hah...apa gak salah lihat gue!"Kata Wahyu saat melihat melihat wajah wanita tomboi yang sedang bernyanyi.
"Kenapa?Lo kenal sama tuh cewek Yu?"Tanya Johan sambil menyantap makanan yang tadi dipesannya.
"Itu kan Adel,kok dia bisa disini sih!"Kata Wahyu terkejut.
Sementara Rendi setelah melakukan perjalanan cukup jauh menggunakan mobil milik papanya akhirnya sampai juga di Jakarta.
Ia kembali ke hotel yang sebelumnya ia tempati untuk menginap dan ternyata kamar tempat ia singgahi sebelumnya masih kosong.
Rendi kembali menyewa kamar itu selain untuk beristirahat,dia juga mau mengambil barang-barangnya yang tertinggal di dalam kamar itu.
__ADS_1
Rendi bergegas masuk ke dalam kamar yang sama dengan kamar Rendi sebelumnya.