
"Selamat pagi ayah,bunda...!"Sapa Chelsea yang sudah lebih dulu berada di ruang makan.
"Selamat pagi nak, ini kamu yang siapin sayang?"Tanya Rini duduk di kursinya.
Terlihat sudah ada tiga piring berisi nasi goreng diatas meja makan.
"Iya bun, sekarang Chelsea sudah bisa masak dong bun,nenek Karmila yang ngajarin Chelsea masak, hehehe tapi dibantu mbak si bun...."Jawab Chelsea sambil tertawa kecil.
"Wah... hebat putri kita sekarang ya bun."Ucap Rendi."Tapi...enak gak nih?"
"Cobain dulu dong yah!"Rengek Chelsea manja.
"Oke,"Rendi menyendok nasi goreng buatan Chelsea dan langsung melahapnya.
"Em...."
"Gimana yah? Enak?"Tanya Chelsea tampak was-was takut tidak enak.
"Em...."Rendi manggut-manggut sambil mengunyah nasi,ia kembali menyendok nasi goreng dan melahapnya
"Ayah...."Panggil Chelsea manja dengan wajah tampak kesal karena ayahnya tidak mau menjawab pertanyaannya.
"Ayah...suka banget sih godain putri kita."Ucap Rini.Disendoknya nasi goreng buatan Chelsea, dengan pelan Rini menyuapkan nasi goreng ke-mulutnya sendiri.
"Em...ini sih enak banget nak,pintar kamu masaknya, pedes,asin, manisnya pas semuanya."Ucap Rini sambil mengunyah nasi.
"Beneran bun?"Tanya Chelsea dengan wajah sumringah.
"Yes... berarti Chelsea berhasil.
"Iya nak,tuh lihat ayah kamu sampai seperti orang kesurupan makan nasi goreng buatan kamu ini nak."Ucap Rini sambil menoleh kearah suaminya yang tampak begitu lahap menyantap nasi goreng.
"Lha... kenapa kalian malah liatin ayah makan,ayok dimakan nasi gorengnya,kalau gak mau makan biar ayah yang ngabisin boleh?"Tanya Rendi dengan mulut penuh dengan nasi.
"Pelan-pelan makannya yah, kalau ayah mau nambah ini punya bunda masih banyak."Ucap Rini sambil geleng-geleng kepala melihat tingkah suaminya yang seperti tidak dikasih makan satu bulan.
"Enggaklah buat bunda saja biar bunda tambah gembrot,dan montok,he...!"Rendi malah menggoda istrinya.
__ADS_1
"Ayah...ih nyebelin,awas ya nanti malam kalau mau minta lagi bunda gak mau kasih."Ancam Rini cemberut.
"Jangan dong bun,bisa mati ayah kalau gak dikasih,bunda sayang... biar gembrot tapi tetep cantik kok,iya gak Chels!"Ucap Rendi berusaha merayu istrinya agar tidak ngambek lagi gara-gara dibilang gembrot.
"Hihihi... kalian sungguh lucu seperti anak ABG saja."Chelsea malah terkekeh geli melihat tingkah kedua orang tuanya yang menurut dia seperti anak ABG.
"Ya sudah ayok nak kita berangkat sekarang nanti kamu terlambat."Ajak Rendi setelah menghabiskan makanannya."Bunda, ayah berangkat ya bun,"pamit Rendi menghampiri Rini yang masih duduk.
Dikecupnya pipi istrinya dengan lembut, Rini mencium punggung tangan Rendi."Bunda makan yang banyak buat tenaga nanti malam, ayah mau minta lagi sampai tiga ronde."Bisik Rendi lirih ditelinga istrinya.
"Ih...."Rini mencubit pinggang suaminya.
"Aw... sakit bun, hehehe...bunda sudah tidak sabar ya?"Rendi memeluk tubuh istrinya dan mengusap lembut rambut istrinya gemas.
"Hehehe...."Chelsea kembali terkekeh melihat tingkah kedua orang tuanya.
"Sudah sana ayah antar Chelsea ke-sekolahannya, kasihan Chelsea nanti terlambat."Perintah Rini mendorong tubuh suaminya.
"Iya bunda sayang."Jawab Rendi melepas pelukannya.
"Bunda, Chelsea pamit."Chelsea mencium punggung tangan Rini.
" Chelsea izin dulu sama Bu Siska dan Nenek Karmila ya bun, kalau mereka mengizinkan Chelsea telpon bunda."Jawab Chelsea.
"Iya sayang, semoga mereka mengizinkan kamu nginap disini hari minggu besok."Rini sangat berharap.
Di Amerika.
Kalau di Indonesia sekarang sudah pagi maka lain halnya di Amerika yang sekarang masih malam.
Terlihat dua pemuda sedang asyik mendengarkan musik sambil belajar untuk materi pelajaran besok pagi.
"Di Indonesia kira-kira sekarang jam berapa ya bro?"Tanya Agus sambil membaca buku.
"Paling baru jam tujuh pagi."Jawab Fareal sambil melihat jam tangannya.
"Masak sih bro?"Tanya Agus tidak percaya.
__ADS_1
"Ya sudah kalau kamu gak percaya telpon saja sana kerumah."Perintah Fareal.
"Gue gak mau telpon rumah, gue mau telpon adik lo aja ya?"Goda Agus sengaja memanas-manasi sahabatnya itu.
"Awas aja kalau lo berani telpon dia, gue bunuh lo!"Seru Fareal marah sambil menatap tajam kearah Agus.
"Hahaha... santai saja bro, gue cuma bercanda.
Cik...cik... sebegitu cintanya lo sama adik lo itu ya ternyata sampai sebegitu marahnya lo saat mendengar gue ingin menelponnya."Ucap Agus sambil tersenyum menggoda kearah Fareal.
"Dia segalanya buat gue, pokoknya dia harus jadi milik gue."Jawab Fareal serius sambil bersenandung mengikuti alunan musik yang sedang didengarnya.
"Tapi... bagaimana dengan kedua orang tua lo? Mereka tidak ingin kalian memiliki perasaan cinta, mereka ingin kalian menjadi kakak-adik saja."Tanya Agus membuat Fareal langsung diam.
"Jika mereka tetap tidak mengizinkan gue nikah dengannya maka gue terpaksa bawa kabur dia, kita tetap nikah mesti tidak direstui kedua orang tua kita."Jawab Fareal mantap.
"Haduh... sepertinya misi gue harus berhenti sampai sini saja, kayaknya gue gak sanggup jika harus meneruskan misi yang diberikan bokap lo."Ucap Agus menutup bukunya,ia meletakkan buku yang tadi dibacanya di atas meja lalu ia merebahkan tubuhnya diatas kasur empuk disamping Fareal yang masih membaca buku sambil mendengarkan musik.
Mereka tinggal bersama disebuah kos-kosan yang hanya memiliki satu ruangan,cuma tempat itu yang harga sewanya murah, mereka tinggal bersama karena harus menghemat pengeluaran.
"Hem.....Memangnya lo dikasih misi apa sama bokap gue?"Tanya Fareal penasaran dengan kedua mata fokus ke buku yang sedang dipegangnya.
"Bokap lo meminta gue buat bikin lo melupakan perasaan lo itu ke Chelsea,om Rendi tidak ingin kalau sampai kedua anaknya memiliki hubungan asmara."Jelas Agus.
"Ayah... hufh, kenapa kita tidak boleh memiliki hubungan asmara?Toh kenyataannya kita bukan saudara kandung bukan?Aku heran sama mereka berdua kenapa begitu kekeh tidak mengizinkan kita saling mencintai.
Memangnya apa yang salah dengan perasaan kami."Protes Fareal nampak kesal dengan sikap kedua orang tuanya.
"Ya mana gue tau, Mungkin mereka punya alasan sendiri, atau jangan-jangan...."Ucap Agus menggantung.
"Jangan-jangan apa Gus?"Tanya Fareal penasaran.
"Jangan-jangan kalian memang saudara kandung."Jawab Agus curiga.
"Mana mungkin."Fareal tidak percaya.
"Ya siapa tau aja,kan ibunya Chelsea mantan istri bokap lo kan?"Tanya Agus.
__ADS_1
"Katanya sih iya,ah...lo jangan buat gue bingung Gus, kita bukan saudara kandung,dan gue bakal berjuang untuk mendapatkan Chelsea, pokoknya dia harus jadi milik gue,gak boleh ada laki-laki lain yang miliki dia selain gue."Ucap Fareal bersungguh-sungguh.