
"Sayang....bangun yang, kita ke dokter yok."Bisik Rendi lirih ditelinga Rini yang masih terlelap tidur.
"Em...mau ngapain ke dokter,mas Rendi sakit?"Tanya Rini sambil menggeliat membuka matanya berlahan.
"Kita periksa keadaan kamu yang."Jawab Rendi
"Hah... memangnya kenapa dengan aku mas?Aku gak sakit kok."Jawab Rini terkejut,ia langsung bangun dari tidurnya menatap wajah suaminya dengan serius.
"Kata mama kita suruh ke dokter Lili.
Ayok kita siap-siap mumpung masih pagi."Perintah Rendi dengan suara lembut.
"Huam...Siapa dokter Lili?"Tanya Rini penasaran sambil menguap, lalu ia segera turun dari ranjang dan bergegas masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
"Dokter Lili itu temannya mama,dia adalah dokter spesialis kandungan.
Ceklek...
Rini yang sudah berada didalam kamar mandi langsung membuka pintu kamar mandi dengan kasar, memperlihatkan kepalanya dipintu kamar mandi.
"Dokter kandungan? Terus kenapa kita harus menemui dokter Lili itu mas? Memangnya mas Rendi hamil?"Tanya Rini merasa terkejut dengan wajah polosnya.
"Hahaha..mas laki-laki sayang, mana mungkin mas hamil."Jawab Rendi sambil tertawa.
"Tu.. tunggu...atau jangan-jangan..!"Ucap Rendi saat menyadari sesuatu.
"Jangan-jangan kenapa mas?"Tanya Rini penasaran sambil berjalan mendekati suaminya.
"Em.... sudah cepetan kamu mandinya,kita harus secepatnya kerumah sakit untuk menemui dokter Lili buat mastiin bener apa enggak!"Kata Rendi mendorong tubuh Rini agar kembali masuk kedalam kamar mandi.
"Ada apa sih?"Tanya Rini jadi semakin bingung sambil berjalan masuk kedalam kamar mandi.
"Sudah..kamu mandi dulu sana nanti juga bakal tau sendiri kalau kita sudah bertemu dengan dokter Lili."Jawab Rendi.
Ia kembali tersenyum memikirkan sesuatu saat istrinya sudah berada didalam kamar mandi, berharap semoga dugaannya benar.
"Mas tunggu didepan ya yang,kamu jangan-jangan lama-lama mandinya."Teriak Rendi didepan pintu kamar mandi sudah tidak sabar ingin cepat membawa Rini menemui dokter Lili untuk memastikan apakah benar didalam perut istrinya ada Rendi junior atau tidak.
"Iya."Jawab Rini singkat.
__ADS_1
Terdengar gemericik air menandakan Rini sudah mulai mandi.
Sedangkan Rendi keluar kamar dengan wajah ceria, bibirnya terus mengembang memikirkan kalau didalam perut istrinya memang ada Rendi junior-nya.
"Hele-eleeeh.....ada apa nih anak mama senyum-senyum sendiri?"Tanya bu Citra saat melihat anak semata wayangnya senyum-senyum sendiri sambil berjalan menuruni tangga dari lantai dua.
"Ma....Apa mungkin Rini sedang hamil ya ma?"Tanya Rendi dengan wajah ceria saat sudah berada didepan mama sama papanya.
"Baru sadar kamu, makanya mama suruh kamu bawa dia ke dokter Lili, mungkin istrimu lagi hamil Ren."Jelas bu Citra.
"Em... semoga Rini memang sedang mengandung anak Rendi ya ma."Ucap pak Burhan sambil tersenyum bahagia.
"Iya pa,mama juga berharap seperti itu biar rumah ini jadi ramai,mama kangen pingin denger tangis bayi."Jawab bu Citra dengan kedua mata berkaca-kaca.
Tap..tap...
Terdengar langkah sandal dari lantai dua, tidak lama terlihat Rini berjalan menuruni tangga dengan langkah cepat menghampiri suami dan kedua mertuanya yang sedang duduk di ruang tengah.
"Sayang... jalannya pelan-pelan jangan cepat-cepat seperti itu."Kata Rendi yang sedang duduk membelakangi Rini,ia menoleh kearah Rini dan langsung bangkit dari duduknya dan bergegas lari menghampiri istrinya yang baru turun dari lantai dua.
"Lha.. memangnya kenapa mas? Biasanya Rini juga berjalan seperti ini mas Rendi gak pernah melarang."Jawab Rini sambil menggaruk kepalanya dan menyipitkan matanya merasa bingung.
"Mulai saat ini kamu harus pelan-pelan jalannya, karena mas gak mau kamu kenapa-kenapa."Jawab Rendi tidak mau dibantah.
"Selamat pagi ma,pa,mama sama papa sudah makan belum?"Tanya Rini berjalan menghampiri kedua mertuanya yang sedang duduk di sofa ruang tengah.
"Kita sudah makan dari tadi sayang,sana kamu makan dulu gih, terus pergi menemui dokter Lili."Jawab bu Citra.
"Ya sudah Rini makan dulu ya ma,pa."Ucap Rini membalikkan badannya dan berjalan menuju keruang makan bersama dengan suaminya yang dari tadi masih menggenggam tangannya.
"Kamu kenapa yang?"Kok cuma di lihatin makanannya."Kata Rendi saat mereka sudah berada dimeja makan.
"Gak ada yang selera."Ucap Rini sambil cemberut.
"Memangnya kamu pingin makan sama apa?"Tanya Rendi.
"Pingin makan gado-gado yang pedes."Jawab Rini.
"Nanti kita cari,yang penting sekarang kita makan yang ada dulu ya,biar perut kamu gak sakit."Kata Rendi sambil mengambilkan nasi untuk Rini.
__ADS_1
"Sama sayur aja mas,"Kata Rini.
"Beneran gak mau sama yang lain?"Tanya Rendi memastikan.
"Iya."Jawab Rini singkat.
"Nanti kita beneran cari gado-gado ya mas?"Kata Rini dengan wajah kembali ceria.
"Iya,dah sekarang makan dulu ini."Kata Rendi meletakkan piring yang sudah terisi nasi dan sayuran diatas meja didepan istrinya.
Dengan lahap Rini langsung memakan makanan yang tadi diambilkan oleh suaminya itu hingga habis tidak tersisa.
"Lha.. katanya gak selera tapi kok habis satu piring yang?"Tanya Rendi kaget.
"Lapar mas."Jawab Rini sambil mengunyah nasi.
"Em..kok aku belum kenyang ya mas, perutku masih lapar."Lanjut Rini.
"Gak salah yang?Ya sudah sini mas ambilkan lagi,"Kata Rendi mengambil piring istrinya lalu ia isi lagi dengan nasi dan sayuran serta ayam goreng kesukaannya.
"Aku gak mau sama ayam gorengnya mas,"Ucap Rini saat Rendi memasukkan ayam goreng diatas piring dia.
"Tumben,ini kan kesukaan kamu yang?"Tanya Rendi heran.
"Iya,tapi sekarang aku lagi gak mau makan sama ayam goreng."Jawab Rini.
Rendi menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena merasa bingung,ia meletakkan kembali ayam goreng yang tadi diambilnya ketempat semula.
Sementara Rini dengan lahapnya langsung menyantap makanan itu sampai habis.
Setelah selesai sarapan, mereka berpamitan dengan pak Burhan dan bu Citra untuk pergi kerumah sakit menemui dokter Lili.
"Hati-hati ya sayang, cepat pulang ya kalau sudah selesai diperiksa,beri kami kabar gembira,mama sudah tidak sabar pingin mendengar kabar gembira dari kalian.
Ren...bawa mobilnya pelan-pelan saja,mama gak mau terjadi apa-apa sama putri dan calon cucu mama."Kata bu Citra mengingatkan anaknya.
"Iya ma."Jawab Rendi singkat sambil mencium punggung tangan bu Citra diikuti Rini.
"Hati-hati sayang, jalannya jangan cepat-cepat, nanti perut kamu sakit."Kata bu Citra mengingatkan menantunya.
__ADS_1
"I..iya ma."Jawab Rini gugup,ia masih belum ngerti dengan ucapan ibu mertuanya.
"Mas Rendi sama mama pagi ini kok bersikap aneh sih, memangnya Rini kenapa ya?Kok dari tadi Rini di suruh berhati-hati gak boleh berjalan cepat."Gumam Rini didalam hati sambil berjalan pelan masuk kedalam mobil.