
"Chelsea..."Panggil Rini tapi Chelsea malah pergi sambil menangis.
"Maaf Bu Karmila, sepertinya untuk saat ini Chelsea belum bisa menemui Mbak Siska,nanti aku coba bujuk dia ya Bu siapa tau dia nanti mau menemui Mbak Siska."Ucap Rini merasa tidak enak dengan sikap Chelsea kepada Bunda Karmila.
"Iya gak apa-apa Nak Rini, Ibu bisa ngertiin bagaimana perasaan dia,itu semua karena kesalahan Siska sendiri yang sudah bersikap kasar dengannya waktu itu sehingga membuat anak itu membencinya."Kata Bunda Karmila menyesali perbuatan anaknya yang kasar tidak bisa mengendalikan diri.
"Kalau begitu Ibu pamit ya Nak Rini."
"Iya Bu, sekali lagi aku minta maaf atas sikap Chelsea Bu."Ucap Rini.
Rini berjalan menuju kamar Chelsea setelah Bunda Karmila pergi.
"Ada apa dengan Chelsea Bun?"Tanya Rendi yang sedang menonton acara televisi diruang tengah.
"Bunda Karmila ingin mengajak Chelsea ketemu Mbak Siska di rumah sakit jiwa Yah, karena kata dokter kalau pingin Mbak Siska cepat sembuh dari penyakitnya harus sering ketemu dengan anaknya.
Yang mengakibatkan jiwanya terganggu karena dia mengalami depresi berat, Mbak Siska selalu bertingkah seolah-olah sedang menimang bayi, sepertinya Mbak Siska menginginkan anaknya kembali tapi Chelsea gak mau menemuinya."Jelas Rini.
"Lebih baik biarkan dulu dia Bun, jangan Bunda ganggu, tunggulah sampai hatinya sudah merasa tenang.
Anak itu kalau sedang marah,mau kita bujuk dia model apapun gak bakal mempan."Nasehat Rendi yang sudah mengerti dengan sifat putrinya, walaupun Rendi jarang berkumpul dengan keluarganya karena ia sangat sibuk dengan pekerjaannya mengurus konveksi-nya yang sekarang sudah berkembang, sudah memiliki tiga cabang yang tersebar di wilayah Jakarta tapi Rendi tau dengan kebiasaan dan sifat anak-anaknya.
"Baiklah Yah,"Rini tidak jadi kekamar Chelsea karena Rendi melarangnya.
Keesokan harinya.
"Bunda... Chelsea berangkat dulu ya Bun."Ucap Chelsea yang baru keluar dari dalam kamarnya.
"Lho Nak... kok udah mau berangkat sekolah,sarapan dulu sini, nanti tunggu Ayah,biar Ayah yang antar kamu kesekolah."Kata Bunda berjalan menghampiri putrinya yang sedang berdiri diruang tengah.
"Mukamu pucat sayang,kamu sakit Nak? Kalau kamu sakit sebaiknya gak usah berangkat sekolah Nak."Rini mengusap lembut pipi putri kesayangannya.
"Ayok Mas antar Dek,Mas juga mau berangkat."Ucap Fareal yang tau-tau nongol dibelakang mereka.
"Kamu juga sudah mau berangkat Fa, sarapan dulu gih,kok malah udah pada mau berangkat sih, Bunda kan sudah siapin sarapan buat kalian."Kata Rini jadi sedih masakannya gak ada yang makan.
"Sorry Bun, Fareal harus berangkat pagi-pagi, soalnya Fareal mau latihan basket dulu, sebelum pertandingan nanti siang,ya sudah biar masakan Bunda gak mubasir, Bunda masukkan saja kedalam wadah, nanti Fareal makan kalau sudah sampai kampus."Ucap Fareal tidak ingin membuat Bundanya sedih gara-gara masakannya tidak ada yang makan.
__ADS_1
"Punya Chelsea Juan Bun, nanti Chelsea makan disekolah saja."Sambung Chelsea.
"Ya sudah, sebentar ya."Rini berjalan menuju ruang makan untuk menyiapkan bekal untuk kedua anaknya.
Setelah menunggu beberapa menit Rini kembali menghampiri kedua anaknya yang sekarang sudah berada diluar.
"Nih bekal kalian, dimakan lho ya, dihabiskan awas kalau sampai tidak habis Bunda bakal marah besar."Ancam Rini.
"Siap Bunda,ya sudah kita pamit Bunda."Ucap Fareal mencium punggung tangan dan pipi Bundanya diikuti Chelsea.
***
"Mas Fareal hari ini ada pertandingan basket ya?Jam berapa?"Tanya Chelsea saat mereka sedang berada dijalan dengan berboncengan motor menuju sekolah Chelsea.
"Iya Dek,kamu nanti datang ya lihat Mas dan kawan-kawan tanding, kita bertanding di lapangan dekat kampus jam dua siang, habis pelajaran.
"Yes... berarti aku sudah pulang kalau jam segitu mah."Ucap Chelsea kegirangan.
"Mas langsung ke kampus ya Dek, cepetan sana lo masuk,Mas gak mau kamu di culik lagi, ingat... jangan mau diajak oleh siapapun yang tidak lo kenal."Kata Fareal mengingatkan adiknya ketika mereka sudah sampai didepan sekolah Chelsea.
"Iya Mas."Jawab Chelsea singkat tidak berani melihat wajah kakaknya, sabenarnya ia masih canggung bila dekat dengan kakaknya gara-gara kejadian semalam,lalu ia bergegas lari masuk kedalam sekolah menuruti perintah kakaknya.
tanpa Fareal sadari diam-diam Chelsea mengintipnya dari balik dinding sekolah.
"Haduh... kenapa jantungku berdebar seperti ini saat dekat dengan mas Fareal,aku harus hilangkan perasaanku ini,aku tidak boleh suka dengan kakakku sendiri.
Ini gak boleh terjadi,apa kata Bunda sama Ayah dan apa kata dunia nanti kalau sampai aku suka sama kakakku sendiri."Ucap Chelsea lirih.
"Hayo... siapa suka sama siapa?Hayo lo ketauan...!"Seru Misyatun mengagetkan Chelsea yang sedang bersembunyi mengintip kakaknya dari kejauhan.
"Ah...kamu, ngagetin aku aja deh, dilarang kepo,yok masuk kelas aja."Chelsea malah dengan santainya pergi meninggalkan temannya itu.
"Hay Chels,lo mah gitu...Oke kalau lo gak mau cerita biar gue cari tau sendiri."Teriak Misyatun.
"Alah gayanya udah kayak detektif Conan aja deh, hehehe...."Ucap Chelsea sambil terkekeh.
Sementara di kampus.
__ADS_1
"Halo gaes... kalian udah datang dari tadi?"Tanya Fareal kepada ketiga kawannya yang sudah berada dihalaman kampus saat dirinya sampai.
"Kita juga baru sampai kok bro...!"Jawab Agus.
"Oh...kirain cuma gue yang telat datang.Yok gaes, kalian mau langsung latihan apa sarapan dulu, gue sarapan dulu ya gaes, kebetulan gue belum sempat sarapan tadi."Ucap Fareal duduk di lantai teras dekat lapangan basket didalam kampus,ia membuka bekal yang dibawakan Bundanya.
"Wih... enaknya...!"Seru Agus saat melihat bekal yang dibawa Fareal.
"Ya sudah lo makanlah dulu bro,kita melakukan pemanasan dulu yak."Lanjut Agus pergi meninggalkan Fareal yang sedang menikmati makanannya.
"Mas Fareal...."
Fareal yang sedang menikmati makanannya langsung menoleh kebelakang mencari sumber sumber suara tersebut.
Terlihat seorang gadis cantik dengan rambut panjang diikat satu dan memakai kacamata berlari kearahnya, gadis cantik itu adalah Devira.
"Mas Fareal nanti katanya mau tanding ya?"Tanya Devira setelah berada disamping Fareal.
"Iya Vir, doain ya, semoga tim kita yang menang."Jawab Fareal sambil mengunyah nasi.
"Kamu bawa bekal dari rumah?"Tanya Devira melihat bekal yang sedang dipegang Fareal.
"Eh...iya,ini Bunda yang bawain soalnya gue tadi gak sempet sarapan dirumah jadi bunda bawakan bekal ini buat gue."Jelas Fareal.
"Bunda lo perhatian banget sama lo ya,coba gue punya Bunda sebaik Bunda lo itu."Ucap Devira dengan wajah sendu.
"Hek...aduh...!"Fareal merasa susah menelan nasi.
"Cepat minum ini."Devira memberikan botol minumnya kepada Fareal, karena sudah tidak tahan nasinya berhenti di tenggorokan gak mau turun, Fareal langsung menenggak minuman yang diberikan Devira hingga tinggal sedikit.
"Yah ...minum lo habis Vir!"Seru Fareal.
"Udah gak apa-apa nanti gue gampang beli lagi di-kantin."Jawab Devira.
"Oh iya,tadi lo bilang andai Bunda lo seperti Bunda gue, memangnya kenapa dengan Bunda lo Vir?"Tanya Fareal penasaran dengan yang tadi diucapkan Devira.
"Ah...udah lupakan saja,itu gak penting., cepetan habiskan makanan lo, ditungguin tuh sama yang lain."Jawab Devira mengalihkan pembicaraan namun wajahnya masih terlihat sendu.
__ADS_1
Fareal dapat merasakan kalau gadis cantik yang ada disampingnya sedang memiliki banyak masalah.