
"Kamu kok malah tidur lagi,tadi nyuruh mas cepetan sholat, giliran mas sudah siap kamu malah tidur lagi, emangnya kamu gak mau sholat berjamaah sama mas?"Tanya Rendi setelah selesai membersihkan diri dan bersiap-siap hendak melaksanakan ibadah shalat subuh.
Ia terkejut saat melihat Rini malah dengan enaknya kembali berbaring di atas kasur.
"Mas sholat sendiri aja,aku lagi libur ternyata,he..he.."Kata Rini sambil ketawa kecil memamerkan deretan giginya.
"Oalah...yo wes."Ucap Rendi sambil mengambil jaketnya untuk digunakan sebagai alas untuk dia sholat.
"Rendi sholat subuh dengan memakai baju yang kemarin dipakai,celana jens panjang dan kaos pendek, sedangkan jaketnya digunakan sebagai alas untuk sholat karena dia tidak membawa baju ganti maupun sarung.
Sedangkan Rini sudah kembali ke dunia mimpinya.
"Weleh-weleh.... malah tidur lagi rupanya dia,em...."Ucap Rendi selesai melakukan sholat subuh sambil menggelengkan kepalanya saat melihat kekasihnya yang sudah tertidur dengan pulas.
Ia memakai kembali jaketnya yang tadi digunakan sebagai alas untuk sholat lalu berjalan mendekati Rini yang terlihat begitu nyaman tidur dibawah selimut yang hangat.
Rendi duduk disamping Rini,ia membungkukkan badannya mendekatkan wajahnya ke wajah Rini.
"Sayang bangun..kita harus bersiap-siap untuk kembali ke kampung mumpung masih pagi jadi jalanan gak macet."Kata Rendi berbisik di telinga Rini.
"Tapi aku masih ngantuk."Kata Rini menarik selimutnya hingga menutupi wajahnya.
"Jadi kamu masih pingin kita tidur berdua lagi ditempat ini,oke gak masalah,tapi jangan salahkan mas kalau nanti malam tidak bisa menahan diri untuk melakukan itu sama kamu ya?"Kata Rendi dengan suara yang sengaja dikeraskan agar Rini bangun.
"Eh...iya.. maksud aku enggak,ya sudah aku siap-siap dulu."Kata Rini langsung melepas selimutnya dan bergegas bangun dari tidurnya.
"Em..mas?Baju aku mana ya?Masa aku pulang ke kampung pakai daster ini sih?"Kata Rini ketika baru sadar kalau dirinya masih memakai daster yang gak tau tuh daster milik siapa, mungkin dasternya yang punya penginapan kali ya?
"Oh iya...!"Kata Rendi sambil menepuk keningnya sendiri.
__ADS_1
"Sebentar,mas keluar dulu buat nyari baju yang pas buat kamu,aku lihat tadi didepan ada sebuah toko baju, soalnya baju kamu masih basah dan kotor,tuh...!"Kata Rendi sambil menunjukkan baju yang ada di dalam keranjang pakaian kotor yang ada didalam kamar.
"Memang mas Rendi punya uang?"Tanya Rini.
"Ya punya lah, sekarang Kartu kredit sama ATM mas sudah kembali gara-gara mas mau menikah dengan Siska,ada untungnya juga kan?"Kata Rendi dengan sombongnya.
Rini menundukkan kepalanya dengan wajah yang sudah berubah sendu.
"Kamu kenapa?Gak suka ya?"Tanya Rendi sambil mengangkat dagu Rini dengan menggunakan telunjuk jarinya agar Rini tidak menunduk lagi, ia memegang kedua pipi Rini dengan kedua tangannya,ditatapnya wajah Rini yang terlihat sedih dengan kedua mata Rini yang sudah terlihat berkaca-kaca.
"A..aku... sekarang mas Rendi bisa mendapatkan apa yang mas Rendi punya karena mas Rendi mau menikah dengan mbak Siska, bagaimana nanti kalau mas Rendi menikah dengan aku?Mas Rendi bakal kehilangan itu semua lagi, karena kedua orang tua mas Rendi pasti akan mengambilnya kembali.Dan mas Rendi bakal kembali hidup menderita seperti dulu gara-gara aku."Kata Rini berbicara dengan sedikit gugup.
"Kenapa?Apa kamu tidak suka dengan laki-laki gembel seperti mas yang tidak punya apa-apa?Apa kamu menyesal dan berniat mau ninggalin mas lagi setelah tau kalau mungkin masmu ini sudah tidak bisa membelikan apapun yang kamu mau karena masmu ini sudah tidak punya apa-apa lagi?"Kata Rendi sambil melepas pipi Rini dengan pelan.
Ia membalikkan badannya dan berjalan dua langkah menjauhi Rini.
"Bukan begitu... maafkan aku,aku hanya tidak mau melihat mas hidup menderita lagi gara-gara aku."Kata Rini langsung memeluk Rendi dari belakang merasa bersalah sudah membuat kekasihnya itu salah paham.
"Sayang.. tolong maafkan aku, hiks...aku gak perduli meskipun mas Rendi sudah tidak punya apa-apa lagi.
Aku suka sama mas Rendi bukan karena harta,aku tulus mencintai mas Rendi,mas Rendi jangan salah paham.
Apakah selama kita bersama aku selalu menuntut mas Rendi untuk membelikan aku barang-barang mahal dan bermerek?Apakah aku selalu meminta mas Rendi agar selalu kasih aku uang yang banyak?Hiks...."Kata Rini masih memeluk tubuh kekasihnya itu dari belakang sambil terisak.
"Maafin aku sayang,mas kira kamu selama ini suka sama mas karena mas anak orang kaya."Kata Rendi sambil membalikkan badannya menghadap kearah Rini.
"Sesungguhnya mas gak punya apa-apa, semua yang mas punya adalah milik kedua orang tua mas,jika memang mereka mau mengambil lagi semua yang mereka kasih ke mas,gak apa-apa mas akan berikan semuanya,mas akan bekerja keras untuk masa depan kita.Apa kamu mau hidup sederhana bersama mas yang gak punya apa-apa ini?"Kata Rendi dengan kedua tangannya memegang lengan Rini.
"Iya,aku mau."Jawab Rini mantap.
__ADS_1
"Bagus..mas senang mendengarnya, terimakasih sayang."Kata Rendi langsung memeluk tubuh Rini.
"Ya sudah cepetan katanya mau cari baju buat aku,sana cepetan pergi beliin aku baju mumpung mas lagi punya uang,he.he......aku gak mau pakai daster."Kata Rini manja sambil mendorong tubuh Rendi agar cepat keluar untuk mencarikan baju yang pas buat dia.
"Ih.. jadi gitu sekarang?Ya sudah..mas tinggal dulu ya."Kata Rendi langsung pergi setelah mengecup kening kekasihnya itu.
Karena merasa bosan didalam kamar seorang diri, Rini keluar dari kamar sebentar untuk menghirup udara segar.
Wah.. ternyata pemandangan di sini indah sekali,ini dimana ya?"Kata Rini lirih setelah berada diluar penginapan.
"Eh si eneng sudah bangun toh,la suaminya mana neng?"Tanya seorang perempuan tua berbadan agak bengkak alias rada gendut tiba-tiba nongol dibelakangnya.
"Eh mbah.. maaf,apa mbah pemilik penginapan ini?"Tanya Rini sambil tersenyum melihat kearah perempuan yang terlihat sudah tua.
"Iya neng,mbah yang punya penginapan ini.
Sabenarnya ini rumah mbah bukan penginapan, semalam suami neng datang minta tolong butuh tempat berteduh karena istrinya tadi habis jatuh ke sungai dan pingsan.
Saat mbah tanya memangnya darimana mau kemana, katanya dari Jakarta mau ke Jawa.
Diperjalanan mampir ke danau malah istrinya jatuh ke danau dan bajunya basah semua padahal ia gak membawa baju ganti, akhirnya mbah pinjemin daster mbah, hehehe maaf neng dasternya kedodoran."Kata perempuan tua itu sambil tertawa kecil, terlihat giginya yang sudah ompong sebagian.
"Maaf apa mbah yang sudah mengganti baju saya yang basah itu? Makasih ya mbah."Kata Rini dengan tulus.
"Bukan mbah yang mengganti baju kamu neng,tapi suami eneng sendiri,karena semalam kebetulan cucu mbah lagi rewel gak mau ditinggal,cucu mbah yang baru berusia dua tahun kemarin sore dititipkan disini karena kedua orang tuanya mau pergi kondangan di desa sebelah pulangnya larut malam.
Jadi mbah gak bisa bantuin gantiin baju neng."Kata perempuan tua pemilik penginapan yang sabenarnya bukan penginapan tapi rumah pribadi milik perempuan tua itu.
"Hah..ja..jadi..mas Rendi yang sudah gantiin baju saya mbah?"Kata Rini kaget.
__ADS_1